Breaking News
light_mode
Trending Tags

Akses Pura dalam Kawasan BTID Jadi Perhatian PHDI Bali, Hak Beribadah Tak Boleh Terhalang

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
  • visibility 30
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Polemik akses umat Hindu menuju sejumlah pura yang berada di kawasan PT Bali Turtle Island Development (BTID) di Serangan kembali menjadi perhatian berbagai elemen masyarakat. Dalam Paruman yang digelar Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali di Aula PHDI Bali, Kamis (25/6/2026), berbagai pandangan dan masukan disampaikan guna mencari solusi yang berkeadilan bagi umat.

Paruman tersebut digelar sebagai tindak lanjut atas aspirasi masyarakat terkait akses bersembahyang menuju pura-pura yang berada di dalam kawasan BTID, termasuk persoalan pelaba pura dan keberlangsungan hak-hak keagamaan umat Hindu.

Dalam forum tersebut, Mayjen TNI (Purn) Dr. I Putu Sastra Wingarta, S.IP., M.Sc. menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kesatuan Bangsa menegaskan pentingnya kejelasan mengenai akses menuju pura-pura yang berada di dalam maupun di sekitar kawasan yang telah dikelola melalui hak guna bangunan (HGB).

Menurutnya, terdapat sejumlah pura yang berada di lokasi berbeda, termasuk pura yang berada di kawasan hutan maupun wilayah yang untuk mencapainya harus melewati lahan yang saat ini masuk dalam kawasan pengelolaan BTID. Kondisi tersebut dinilai memerlukan penjelasan yang tegas agar tidak menimbulkan tafsir berbeda di masyarakat.

“Persoalan akses ini harus dijelaskan secara terang. Karena akses menuju tempat suci merupakan hak umat dan bagian dari kepentingan publik yang harus dihormati,” ujarnya dalam forum.

Ia menekankan bahwa hak masyarakat untuk melaksanakan ibadah tidak boleh terhambat oleh persoalan administratif maupun penguasaan lahan. Bahkan, akses menuju pura dan kawasan pantai yang selama ini menjadi bagian dari ruang hidup masyarakat harus tetap dijamin sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Dalam kesempatan yang sama, sejumlah peserta forum juga menyoroti status HGB yang berada di kawasan tersebut. Mereka berpandangan bahwa apabila terdapat kebijakan atau praktik yang menghambat hak publik dan hak beragama masyarakat, maka hal itu perlu dikaji secara hukum untuk memastikan tidak terjadi pelanggaran terhadap peraturan yang lebih tinggi.

Putu Sastra menjelaskan bahwa penyelesaian persoalan tersebut harus ditempuh melalui jalur hukum dan mekanisme yang benar agar hak-hak masyarakat dapat terlindungi secara maksimal. Ia mengingatkan bahwa tindakan-tindakan di luar koridor hukum justru berpotensi merugikan masyarakat sendiri.

“Kita ingin persoalan ini diselesaikan dengan dasar hukum yang jelas sehingga hak-hak masyarakat dan umat tidak terganggu. Semua pihak harus mengedepankan mekanisme yang benar,” katanya.

Forum juga mendapat dukungan dari unsur bantuan hukum yang menyatakan kesiapan memberikan pendampingan apabila masyarakat membutuhkan perlindungan hukum terkait akses menuju pura maupun persoalan lain yang berkaitan dengan hak-hak keagamaan.

Paruman yang berlangsung selama beberapa jam tersebut menjadi ruang dialog antara tokoh agama, pengurus PHDI, akademisi, praktisi hukum, serta perwakilan masyarakat. Berbagai masukan yang terkumpul nantinya akan menjadi bahan rekomendasi dalam upaya mencari solusi terbaik terkait keberadaan pura-pura dan akses umat di kawasan BTID Serangan.

Melalui forum tersebut, PHDI Bali berharap tercipta titik temu yang dapat menjamin kelancaran umat Hindu dalam melaksanakan ibadah sekaligus menjaga kepastian hukum bagi seluruh pihak yang berkepentingan.

Dengan mengedepankan dialog, musyawarah, dan penghormatan terhadap hak-hak keagamaan, penyelesaian persoalan akses pura di kawasan BTID diharapkan dapat berlangsung secara damai, adil, dan sesuai dengan nilai-nilai dharma yang menjadi landasan kehidupan masyarakat Bali.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dispora Bengkulu Cetak Pemimpin Muda Lewat Organisasi Kepemudaan

    Dispora Bengkulu Cetak Pemimpin Muda Lewat Organisasi Kepemudaan

    • calendar_month Kamis, 13 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 72
    • 0Komentar

    BENGKULU,Jarrakpos.com – Di era yang terus berubah, kualitas kepemimpinan menjadi kunci kemajuan daerah. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bengkulu menyadari betul hal ini, dan mengambil langkah proaktif dengan mendorong generasi muda untuk aktif berorganisasi. Lebih dari sekadar kegiatan ekstrakurikuler, organisasi kepemudaan dipandang sebagai “kawah candradimuka” bagi calon pemimpin masa depan. Kepala Dispora Bengkulu, Ika […]

  • Sejak SMA, Wayan Koster Sudah Membaca Masalah Pura Agung Besakih, Kini Ditata Menyeluruh

    Sejak SMA, Wayan Koster Sudah Membaca Masalah Pura Agung Besakih, Kini Ditata Menyeluruh

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 12
    • 0Komentar

    KARANGASEM, Matakompas com — Penataan besar di kawasan suci Pura Agung Besakih ternyata bukan lahir dari proses birokrasi semata. Gagasan itu berakar dari ingatan lama seorang pelajar yang datang untuk sembahyang, lalu diam-diam mencatat ketidakteraturan yang ia lihat. Gubernur Bali, Wayan Koster, mengungkapkan bahwa ide menata Besakih sudah muncul sejak dirinya masih duduk di bangku […]

  • Voice of Influence, Ajang Bagi Perempuan Bali untuk Berani Bersuara

    Voice of Influence, Ajang Bagi Perempuan Bali untuk Berani Bersuara

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 24
    • 0Komentar

    BADUNG, Matakompas.com – Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ibu Puteri Koster, menjelaskan bahwa peran perempuan sangat berpengaruh terhadap kemajuan Bali. Hal tersebut ia sampaikan saat menjadi pembicara kunci dalam kegiatan Voice of Influence yang dilaksanakan di Discovery Kartika Plaza Hotel Bali, Sabtu (4/4). Ia menyampaikan bahwa dirinya sangat mengapresiasi pelaksanaan Voice of Influence sebagai wadah bagi […]

  • Rudenim Tanjungpinang Deportasi Dua WNA Pelanggar Keimigrasian, Penegakan Hukum Ditegaskan Tetap Humanis

    Rudenim Tanjungpinang Deportasi Dua WNA Pelanggar Keimigrasian, Penegakan Hukum Ditegaskan Tetap Humanis

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 15
    • 0Komentar

    TANJUNGPINANG — Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pusat Tanjungpinang kembali menunjukkan komitmennya dalam menegakkan aturan keimigrasian. Dua warga negara asing (WNA), masing-masing berkewarganegaraan Palestina dan Nigeria, dideportasi dari wilayah Indonesia setelah dinyatakan melakukan pelanggaran keimigrasian. Pendeportasian tersebut dilaksanakan pada Selasa, 18 Agustus 2026, melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. Tindakan itu merupakan bagian […]

  • FPM Dorong Kejati Usut Tuntas Kasus BSPS Sumenep, Elit Politik Jangan Kebal Hukum

    FPM Dorong Kejati Usut Tuntas Kasus BSPS Sumenep, Elit Politik Jangan Kebal Hukum

    • calendar_month Senin, 19 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 254
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com JAKARTA – Front Pemuda Madura (FPM) mengapresiasi langkah Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur yang mengambil alih penanganan kasus dugaan penyimpangan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kabupaten Sumenep. Langkah tersebut dinilai sebagai upaya penting untuk memastikan penegakan hukum berjalan tanpa intervensi, terutama dalam kasus yang diduga melibatkan elite politik. Ketua Umum FPM, Asip […]

  • Melawan Alam di Perbatasan Cirebon-Kuningan: Upaya Darurat Tangani Longsor di Desa Belawa

    Melawan Alam di Perbatasan Cirebon-Kuningan: Upaya Darurat Tangani Longsor di Desa Belawa

    • calendar_month Jumat, 25 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 268
    • 0Komentar

    CIREBON, JARRAKPOS.COM — Aroma tanah basah masih terasa menyengat di udara Desa Belawa, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon. Di tengah sunyinya pagi, suara dentuman alat berat dan deru truk pengangkut bronjong memecah kesenyapan. Di sinilah, sepanjang 25 meter jalur alternatif yang menghubungkan Kabupaten Cirebon dan Kuningan mengalami longsor yang memakan sebagian badan jalan terjadi beberapa hari […]

expand_less