Breaking News
light_mode
Trending Tags

Polemik Seng Berakhir, Penataan Jatiluwih Jadi Harapan Bangkitkan Wisata Tabanan

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
  • visibility 18
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TABANAN, Matakompas.com | Upaya penataan kawasan hijau Jatiluwih mulai menunjukkan hasil positif. Polemik pemasangan seng di areal persawahan Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, yang sempat memicu penurunan tajam kunjungan wisatawan, kini berangsur mereda setelah dilakukan pembongkaran seng di kawasan Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Senin, 5 Januari 2026.

Pembongkaran tersebut merupakan tindak lanjut dari kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten Tabanan, petani, dan pemilik bangunan yang dinilai melanggar kawasan hijau. Langkah ini diharapkan menjadi pintu masuk pemulihan kepercayaan wisatawan terhadap daya tarik lanskap sawah Jatiluwih yang telah diakui sebagai warisan dunia.

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya turun langsung memfasilitasi dialog bersama petani dan pemilik bangunan di Kantor Desa Jatiluwih.

Dalam pertemuan itu, Bupati Sanjaya menegaskan komitmen pemerintah untuk hadir di tengah masyarakat sekaligus menjaga kelestarian kawasan pertanian.

“Kami pemerintah tidak diam. Berbagai pertemuan sudah dilakukan untuk mencari solusi agar semua pihak merasa adil dan nyaman,” kata Bupati Sanjaya sebelum melepas seng secara simbolis.

Sebagai langkah lanjutan, Pemerintah Kabupaten Tabanan akan menerapkan moratorium pembangunan di kawasan Jatiluwih.

Kebijakan tersebut, menurut Bupati Sanjaya, merupakan hasil koordinasi dengan Panitia Khusus Tata Ruang dan Pertanahan (Pansus TRAP) DPRD Bali. Selain moratorium, ke depan juga akan diberlakukan standardisasi bangunan.

“Awal Januari 2026, persoalan Jatiluwih harus clear. Kita ingin solusi yang membuat semuanya happy,” tegasnya.

Selain fokus pada penataan kawasan, pemerintah juga membuka ruang dialog terkait kesejahteraan petani. Berbagai usulan, termasuk permintaan insentif, akan dibahas bersama badan pengelola DTW Jatiluwih dan dirumuskan secara tertulis.

“Usulan petani soal insentif itu bagus. Saya bertanggung jawab membahasnya agar ada kepastian dan hitam di atas putih,” kata Bupati Sanjaya.

Bupati Sanjaya menilai keberadaan bangunan permanen di tengah hamparan sawah berpotensi menggerus daya tarik utama Jatiluwih. Kondisi tersebut, menurutnya, telah berdampak langsung pada sektor pariwisata.

“Kalau bangunan makin banyak, wisatawan bisa enggan datang. Faktanya sekarang kunjungan sudah turun sampai 80 persen. Siapa yang rugi kalau kondisi ini dibiarkan,” ujarnya.

Dari sisi petani, pembongkaran seng diterima sebagai bentuk komitmen awal pemerintah. Salah satu petani Jatiluwih, I Nengah Darmika Yasa, berharap kesepakatan moratorium benar-benar dijalankan dan dibarengi perhatian terhadap kesejahteraan petani.

“Kami sepakat menurunkan seng karena ada komitmen moratorium. Harapan kami, pemerintah juga memperhatikan kesejahteraan petani, karena penghasilan petani sangat terbatas,” terangnya.

Manajemen DTW Jatiluwih juga menyambut positif langkah pembongkaran tersebut. Manajer DTW Jatiluwih, I Ketut Purna, menilai keputusan ini sebagai awal pemulihan situasi pariwisata yang sempat terguncang.

“Pencabutan seng ini diharapkan mengakhiri dinamika yang berdampak besar pada pariwisata. Wisatawan turun hingga 80 persen, bahkan pasar Jerman dan Prancis tidak lagi menjual paket Jatiluwih,” kata Jhon Purna, panggilan akrabnya.

Jhon Purna menambahkan, pihak manajemen akan terus menjembatani komunikasi antara petani, badan pengelola, dan pelaku pariwisata agar aktivitas DTW Jatiluwih kembali berjalan normal. “Yang terpenting sekarang situasi tetap kondusif, sehingga kepercayaan wisatawan bisa kembali,” paparnya.

Sebelumnya, polemik mencuat setelah Pansus TRAP DPRD Bali menyegel 13 bangunan yang dinilai melanggar jalur hijau di kawasan Jatiluwih. Dinamika tersebut berdampak signifikan terhadap angka kunjungan wisatawan.

Berdasarkan data pengelola, kunjungan wisatawan sepanjang 2025 tercatat sebanyak 388.872 orang, menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 421.927 kunjungan. Penurunan paling terasa terjadi pada Desember 2025 dengan jumlah kunjungan 17.682 wisatawan, lebih rendah dibandingkan Desember 2024 yang mencapai 18.838 orang. (red).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 28 Kepala Daerah Terpilih di Jawa Barat Siap Dilantik Maret 2025, Berikut Daftar Nama-namanya 

    28 Kepala Daerah Terpilih di Jawa Barat Siap Dilantik Maret 2025, Berikut Daftar Nama-namanya 

    • calendar_month Kamis, 16 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 419
    • 0Komentar

    JARRAKPOS.COM. JAWA BARAT – Hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 telah menetapkan 28 pasangan kepala daerah terpilih di Jawa Barat. Mereka dijadwalkan akan dilantik pada Maret 2025. Keberhasilan Pilkada ini menjadi tonggak baru bagi pembangunan di wilayah Jawa Barat, mulai dari tingkat provinsi hingga kota/kabupaten. Berikut daftar lengkap kepala daerah terpilih berdasarkan hasil rekapitulasi […]

  • Dilarang Beroperasi Selama 2 Minggu, Kusir Delman Dapatkan Konfensasi Uang Sebesar Rp. 3 Juta

    Dilarang Beroperasi Selama 2 Minggu, Kusir Delman Dapatkan Konfensasi Uang Sebesar Rp. 3 Juta

    • calendar_month Kamis, 20 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 742
    • 0Komentar

    KUNINGAN, JarrakPos.Com – Sebanyak 169 Kusir delman di Kabupaten Kuningan mendapatkan kompensasi karena tidak diperkenankan untuk beroperasi selama arus mudik dan balik, Lebaran 2025 dari Pemprov Jawa Barat. Mereka dapat uang sebesar Rp.3 juta rupiah. Penyaluran kompensasi bagi kusir delman secara simbolis diberikan Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si, di Teras Pendopo Kuningan, […]

  • Pemprov Bali Perkuat Penyerapan Pangan Lokal, BPK Soroti Perlindungan Lahan Belum Optimal

    Pemprov Bali Perkuat Penyerapan Pangan Lokal, BPK Soroti Perlindungan Lahan Belum Optimal

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 20
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam mengendalikan alih fungsi lahan sekaligus memperkuat penyerapan pangan lokal melalui kebijakan yang berkelanjutan. Penegasan itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra, saat Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Kinerja atas Desain Strategi dan Kebijakan Pemerintah Daerah […]

  • Tiga Puluh Satu Ribu Lima Ratus Ekor Ayam Milik PT. Ciomas Adisaywa ludes Di Lalap Sijago Merah.

    Tiga Puluh Satu Ribu Lima Ratus Ekor Ayam Milik PT. Ciomas Adisaywa ludes Di Lalap Sijago Merah.

    • calendar_month Rabu, 15 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 360
    • 0Komentar

    Cirebon, Jarrakpos.com – Telah terjadi kebakaran hebat yang menimpa peternakan ayam milik PT. Ciomas Adisatwa yang beralamat di Gang Gondrong Desa Kubang Deleg Kecamatan Karang Wareng Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Rabu 15/1/25. Menurut informasi yang didapat, api pertama kali diketahui oleh salah satu karyawan pada pukul 05.15 WIB sudah dalam keadaan membesar di lantai dua […]

  • Nilai Penetapan Tersangka Cacat Hukum, Dr. Muh Burhanuddin Praperadilankan Penyidik Polres Jaktim

    Nilai Penetapan Tersangka Cacat Hukum, Dr. Muh Burhanuddin Praperadilankan Penyidik Polres Jaktim

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • account_circle Admin Jakarta
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Matacompas.com Jakarta – Penegakan hukum di Indonesia kembali menjadi sorotan tajam menyusul langkah hukum luar biasa yang dilakukan oleh jajaran penyidik Polres Metro Jakarta Timur terhadap satu keluarga yang terdiri dari seorang ayah dan dua anak perempuannya. Kasus ini bermula dari perselisihan sepele terkait larangan parkir di depan rumah yang berujung pada laporan polisi dan […]

  • Giri Prasta: Bali Boleh Maju, Tapi Jangan Kehilangan Akar Adat dan Budaya.

    Giri Prasta: Bali Boleh Maju, Tapi Jangan Kehilangan Akar Adat dan Budaya.

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle Redaksi Bali
    • visibility 16
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menegaskan pentingnya menjaga adat, tradisi, agama, seni, dan budaya sebagai fondasi utama pembangunan Bali di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi. Pesan tersebut disampaikan Giri Prasta saat menghadiri Peringatan HUT ke-3 Forum Gerakan Adat Se-Nusantara (Forgas) Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur […]

expand_less