Tokoh Muda Bali Gek Diah Srikandi Raih Piala Megawati di Jakarta
- account_circle admin
- calendar_month Selasa, 23 Des 2025
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, Matakompas.com – Tokoh muda Bali, I Gusti Ayu Diah Werdhi Srikandi W.S., yang dikenal sebagai Gek Diah Srikandi menerima Award Piala Megawati dalam Malam Penganugerahan “Piala Megawati” bertajuk “Kawal Pancasila dari Desa, Festival Desa 2025”. Acara tersebut berlangsung di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Senin, 22 Desember 2025.
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas peran dan kontribusi Gek Diah Srikandi dalam menjaga serta menghidupkan nilai-nilai Pancasila, khususnya melalui penguatan peran desa sebagai pondasi ideologi bangsa.
Sejumlah tokoh nasional turut hadir dalam acara tersebut, diantaranya Rano Karno selaku Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kebudayaan, Once selaku Kepala BKN serta Aria Bima yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala BKN bersama jajaran terkait.
Pada kesempatan tersebut, I Gusti Ayu Diah Werdhi Srikandi W.S., atau Gek Diah Srikandi menyebutkan Malam Penganugerahan “Piala Megawati” merupakan bentuk penghormatan kepada desa-desa yang dengan konsisten menjaga, merawat, dan menghidupkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menegaskan, dari praktek kebudayaan, semangat gotong royong, hingga ketahanan sosial, desa memiliki peran strategis sebagai pondasi utama keberlanjutan ideologi bangsa.
Melalui Festival Desa 2025, ditegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar slogan, melainkan nilai hidup yang tumbuh dari bawah, dijaga oleh masyarakat, dan diwariskan lintas generasi.
Patut diketahui, bahwa Festival Desa ke-5 sebagai acara rutin setiap tahun, yang diadakan oleh Badan Kebudayaan Nasional, DPP PDI Perjuangan. Peserta terbuka untuk umum dari seluruh Indonesia. Tahun ini kategori lomba Video Kreatif dan Video Puisi.
“Astungkara, video puisi yang saya garap bersama Tim memperoleh juara 1 dan meraih Piala Megawati, saya mewakili DPD PDI Perjuangan Bali,” kata Gek Diah Srikandi.
Sementara itu, Puisi berjudul “Ketika Kalian Datang ke Tanah Kami” karya Don Dulang dibacakan oleh Boping.
Puisi ini menceritakan tentang situasi di Indonesia khususnya Bali saat ini, banyak oknum investor nakal yang semena-mena terhadap alam Bali, merusak tatanan adat budaya hingga hanya fokus pada keuntungan bisnis tanpa memperhatikan kesejahteraan rakyat, merusak alam dan lingkungan.
“Tahun lalu 2024, kami juga meraih Juara 2 dalam festival desa ke 4 kategori video desa wisata Perancak.
Tahun ini, kami wajibkan setiap DPC Kab/Kota untuk turut serta mengikuti lomba Fesdes,” kata Gek Diah Srikandi, yang juga wakil ketua DPD PDI Perjuangan Bali Bidang Kebudayaan, Pendidikan dan Perekonomian.
Menurutnya, perjuangan untuk meraih Juara 1, karena waktu yang sangat sempit dan mepet, Gek Diah Srikandi dan tim harus berkejar-kejaran dalam menuangkan ide, konsep, gagasan yang dipadukan dengan seni puisi dan videografi.
Untuk itu, Gek Diah Srikandi berharap Fesdes kedepan tetap diadakan sebagai wadah bagi generasi muda dalam berkreasi, inovatif memunculkan ide dan gagasan yang cemerlang.
“Hal itu juga untuk menampilkan dan mempromosikan potensi desa dalam menghadapi isu-isu yang terjadi di daerah, dan mengingatkan pemimpin dan rakyat untuk tetap menjaga alam, lingkungan, adat, seni dan budaya,” pungkasnya. (red).
- Penulis: admin



Saat ini belum ada komentar