Gung Cok: Presiden Prabowo Beri Ruang Pengusaha Daerah Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi, Pariwisata Diproyeksikan Jadi Lokomotif Investasi
- account_circle admin
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran pengusaha nasional, khususnya pengusaha di daerah, sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia. Komitmen tersebut mendapat apresiasi dari Anak Agung Bagus Tri Candra Arka atau yang akrab disapa Gung Cok, usai menghadiri pertemuan antara Presiden dengan jajaran pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.
Menurut Gung Cok, pertemuan tersebut memberikan gambaran nyata mengenai arah kebijakan ekonomi Presiden Prabowo yang tidak hanya mendorong investasi berskala besar, tetapi juga membuka ruang yang lebih luas bagi pengusaha daerah untuk berkembang dan mengambil peran strategis dalam pembangunan.
“Presiden sangat fokus bagaimana mengoptimalkan potensi pengusaha di daerah. Beliau ingin daerah menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang mampu menggerakkan pembangunan sesuai potensi masing-masing,” ujar Gung Cok.
Ia mencontohkan pengalaman yang disampaikan Presiden terkait pengembangan infrastruktur di Bangka Belitung. Dalam kesempatan itu, Presiden menyoroti pentingnya peningkatan kualitas bandar udara agar mampu melayani penerbangan internasional secara langsung. Menurutnya, langkah tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap pengembangan ekonomi daerah.
Gung Cok menjelaskan, pembangunan infrastruktur seperti bandara bukan semata-mata untuk memperlancar transportasi, tetapi juga menjadi pintu masuk investasi, meningkatkan kunjungan wisatawan, sekaligus memperluas peluang usaha bagi pelaku ekonomi lokal.
“Beliau bahkan memberikan contoh bagaimana pemerintah siap memperbaiki fasilitas bandara apabila memang dibutuhkan agar mampu mendukung pertumbuhan ekonomi dan membuka akses internasional bagi daerah,” katanya.
Lebih lanjut, Gung Cok menegaskan bahwa Presiden Prabowo tidak menolak investasi asing. Namun, pemerintah menginginkan agar pengusaha lokal juga memperoleh kesempatan yang sama untuk menjadi pelaku utama dalam berbagai proyek pembangunan yang memiliki dampak langsung terhadap perekonomian daerah.
Menurutnya, Presiden mengarahkan agar proyek-proyek strategis yang mendukung pengembangan sektor unggulan daerah dapat melibatkan lebih banyak pengusaha lokal sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan secara lebih merata.
Salah satu sektor yang menjadi perhatian khusus Presiden adalah industri pariwisata. Dengan kekayaan alam, budaya, dan keberagaman destinasi yang dimiliki Indonesia, sektor ini dinilai memiliki potensi besar sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

“Beliau melihat bahwa kekayaan Indonesia sangat luar biasa. Karena itu, pengembangan industri pariwisata menjadi salah satu fokus utama pemerintah. Semua sektor yang mendukung pariwisata akan terus diperkuat, termasuk melalui keterlibatan pengusaha daerah,” jelas Gung Cok.
Selain mendorong pembangunan infrastruktur dan investasi, Presiden juga disebut berkomitmen menyederhanakan proses perizinan. Kebijakan tersebut diharapkan mampu mempercepat realisasi investasi tanpa mengurangi kepastian hukum yang menjadi landasan utama dalam setiap proses pembangunan.
Menurut Gung Cok, penyederhanaan birokrasi akan memberikan kemudahan bagi investor sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia dalam menarik investasi, baik dari dalam maupun luar negeri.
“Presiden ingin memangkas birokrasi yang berbelit sehingga investasi menjadi lebih mudah masuk. Namun beliau juga menegaskan bahwa seluruh proses tetap harus berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo berencana menggelar pertemuan rutin dengan jajaran Kadin setiap tiga bulan sekali. Forum tersebut akan menjadi wadah komunikasi langsung antara pemerintah pusat dengan pelaku usaha untuk menyerap aspirasi, mengevaluasi berbagai kendala di lapangan, sekaligus merumuskan solusi bersama dalam memperkuat perekonomian nasional.
Bagi Gung Cok, langkah tersebut menunjukkan keseriusan Presiden dalam membangun komunikasi yang terbuka dengan dunia usaha serta memastikan setiap kebijakan ekonomi benar-benar menjawab kebutuhan daerah.
“Pertemuan ini sangat membuka wawasan kami. Presiden ingin mendengar langsung apa yang terjadi di daerah dan memastikan kebijakan pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Komunikasi seperti ini akan terus dilakukan setiap tiga bulan sehingga sinergi antara pemerintah dan dunia usaha semakin kuat,” pungkasnya.
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar