Breaking News
light_mode
Trending Tags

Mediasi Gugatan Rp25 Miliar Togar Situmorang Buntu, Tim Kuasa Hukum Media Tegaskan Tak Akan Berdamai: “Ini Perjuangan Kebebasan Pers”

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
  • visibility 59
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Upaya penyelesaian melalui jalur mediasi dalam gugatan perdata senilai Rp25 miliar yang diajukan advokat Togar Situmorang terhadap empat perusahaan media kembali menemui jalan buntu. Tim kuasa hukum para tergugat secara tegas menolak seluruh tuntutan yang diajukan penggugat dan memastikan perkara akan berlanjut ke persidangan di Pengadilan Negeri Denpasar.

Mediasi yang berlangsung secara tertutup di Ruang Sidang Cakra, Pengadilan Negeri Denpasar, Selasa (4/8), tidak menghasilkan kesepakatan. Tim kuasa hukum tergugat yang tergabung dalam Solidaritas Jurnalis Bali (SJB), terdiri atas 34 advokat di bawah koordinasi I Made “Ariel” Suardana, S.H., M.H., menilai tidak ada ruang kompromi karena resume mediasi yang diajukan penggugat dinilai hanya mengulang seluruh isi gugatan.

Dalam resume tersebut, penggugat tetap mempertahankan tiga tuntutan utama, yakni meminta ganti rugi sebesar Rp25 miliar, mewajibkan penerbitan berita klarifikasi dan permohonan maaf, serta meminta seluruh pemberitaan terkait perkara tersebut diturunkan (take down).

Pihak tergugat menilai seluruh tuntutan tersebut tidak dapat diterima.

“Hari ini kami sudah menyampaikan secara lisan bahwa seluruh tuntutan itu kami tolak. Tidak mungkin ada perdamaian,” tegas salah satu anggota tim kuasa hukum usai menjalani mediasi.

Meski demikian, hakim mediator meminta penolakan tersebut tetap disampaikan secara tertulis sebagai bentuk itikad baik sebagaimana diatur dalam Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) Nomor 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan.

Menurut tim kuasa hukum, resume mediasi yang diajukan penggugat justru telah masuk ke pokok perkara sehingga tidak lagi mencerminkan semangat mediasi yang seharusnya menawarkan alternatif penyelesaian sengketa.

“Kalau isinya sama persis dengan gugatan, lalu apa yang mau didamaikan? Bahkan bukan hanya tiga poin itu, nol koma sekian persen pun kami tidak akan menyetujui perdamaian,” ujar salah seorang kuasa hukum.

Dalam proses mediasi juga sempat muncul pembahasan mengenai kehadiran prinsipal dan surat kuasa khusus untuk mediasi. Namun, pihak tergugat memastikan seluruh ketentuan hukum telah dipenuhi.

Anggota tim kuasa hukum, Wayan Sudha, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan surat kuasa khusus mediasi yang memberikan kewenangan penuh kepada para advokat untuk mengambil keputusan selama proses mediasi berlangsung.

“Surat kuasa khusus mediasi sudah kami siapkan sesuai PERMA. Di dalamnya terdapat kewenangan membuat resume, memberikan jawaban, menerima maupun menolak. Jadi sebenarnya tidak ada alasan lagi mempertanyakan kehadiran prinsipal,” jelasnya.

Hakim mediator selanjutnya memberikan waktu selama dua hari kepada pihak tergugat untuk menyampaikan jawaban tertulis atas resume mediasi tersebut. Setelah itu, hasil mediasi akan dilaporkan kepada majelis hakim sebagai dasar untuk menentukan kelanjutan proses persidangan.

Bagi tim kuasa hukum tergugat, perkara ini dinilai jauh melampaui sengketa perdata biasa. Mereka menegaskan bahwa penolakan terhadap perdamaian bukan semata-mata karena nilai gugatan yang mencapai Rp25 miliar, melainkan karena menyangkut prinsip perlindungan terhadap kemerdekaan pers.

Menurut mereka, tuntutan ganti rugi dalam jumlah sangat besar yang disertai permintaan pencabutan seluruh pemberitaan berpotensi menjadi tekanan terhadap independensi media dalam menjalankan fungsi kontrol sosial.

Sejak awal, pihak tergugat memandang gugatan tersebut sebagai bentuk gugatan yang tidak berdasar terhadap kerja jurnalistik dan memiliki karakteristik Strategic Lawsuit Against Public Participation (SLAPP), yakni penggunaan instrumen hukum yang diduga bertujuan membungkam kritik atau partisipasi publik.

Tim kuasa hukum juga menegaskan bahwa perkara ini tidak hanya menyangkut empat perusahaan media yang menjadi tergugat, tetapi dipandang sebagai persoalan yang lebih luas terkait perlindungan kebebasan pers di Indonesia.

“Perkara ini bukan hanya tentang empat media. Ini menyangkut kepentingan seluruh insan pers. Jika hari ini kami memilih berdamai, tidak ada jaminan ke depan media lain tidak menghadapi gugatan serupa. Kami ingin perkara ini menjadi pendidikan demokrasi sekaligus momentum memperkuat perlindungan terhadap kebebasan pers,” ujar salah seorang anggota tim kuasa hukum.

Dengan belum tercapainya kesepakatan dalam mediasi, perkara gugatan perdata senilai Rp25 miliar tersebut dipastikan berlanjut ke tahap persidangan untuk diperiksa dan diputus oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Denpasar.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Kuningan Terpilih, Tinjau Lokasi Longsor Desa Cimara

    Bupati Kuningan Terpilih, Tinjau Lokasi Longsor Desa Cimara

    • calendar_month Selasa, 21 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 251
    • 0Komentar

    KUNINGAN, JarrakPos.Com – Bencana tanah longsor melanda Desa Cimara, Kecamatan Cibeureum yang mengakibatkan 3 rumah ambruk. Peristiwa ini langsung mendapat perhatian dari Bupati Kuningan terpilih periode 2025-2030, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si, yang meninjau lokasi kejadian, Minggu (19/01/2025). Dalam kunjungan tersebut, Bupati terpilih bertemu di lokasi dengan Kepala BPBD Kabupaten Kuningan, Dandim 0615/Kuningan, Letnan […]

  • 55 Kepala Daerah Kader PDIP Belum Ikuti Retret di Akmil

    55 Kepala Daerah Kader PDIP Belum Ikuti Retret di Akmil

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 158
    • 0Komentar

    MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Pagi ini sebanyak 55 kepala daerah kader PDIP yang sudah di Magelang belum masuk mengikuti retret di Akmil. Pihak panitia masih menunggu kehadirannya. “(Kepala daerah lain belum bergabung) Belum ada, belum ada. Kami masih menunggu, kami masih menunggu untuk yang belum bergabung,” kata Wamendagri Bima Arya Sugiarto kepada wartawan di Magelang, Minggu (23/2/2025) […]

  • Beberapa Kasus Berhasil Diungkap Polres Magelang Kota Dalam Operasi Cipta Kondisi Bulan Ramadhan

    Beberapa Kasus Berhasil Diungkap Polres Magelang Kota Dalam Operasi Cipta Kondisi Bulan Ramadhan

    • calendar_month Jumat, 21 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 848
    • 0Komentar

    KOTA MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Selama Operasi Cipta Kondisi menjelang bulan Ramadan, Polres Magelang Kota berhasil mengungkap sejumlah kasus. Yakni  kasus Narkoba, perjudian, miras, premanisme dan pelaku Tawuran serta asusila. Para tersangka serta barang bukti diamankan Polres Magelang Kota dan para pelaku dihadirkan dalam konferensi pers, narkoba 2 pelaku,judi dan premanisme 7 pelaku, miras dan 11 sudah […]

  • Dari Desa Adat untuk Bali: TRIHITA Jadi Simbol Perlawanan Ekonomi Lokal di Era Digital

    Dari Desa Adat untuk Bali: TRIHITA Jadi Simbol Perlawanan Ekonomi Lokal di Era Digital

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 36
    • 0Komentar

    TABANAN, Matakompas.com – Di tengah derasnya arus digitalisasi dan dominasi platform transportasi modern dari luar daerah, Bali akhirnya melahirkan gerakan baru yang berangkat dari akar budayanya sendiri. Sabtu, 16 Mei 2026, Wantilan Desa Adat Beraban, Tabanan, menjadi saksi lahirnya TRIHITA, sebuah aplikasi transportasi lokal berbasis desa adat yang membawa semangat besar: mengembalikan kekuatan ekonomi Bali […]

  • Gubernur Koster Dampingi Menteri LH Tinjau TPS3R di Badung, Minta Masyarakat Siapkan Teba Modern Tiap Rumah

    Gubernur Koster Dampingi Menteri LH Tinjau TPS3R di Badung, Minta Masyarakat Siapkan Teba Modern Tiap Rumah

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 24
    • 0Komentar

    BADUNG, Matakompas.com – Gubernur Bali Wayan Koster mendampingi Menteri Lingkungan Hidup RI yang juga selaku Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq meninjau dua Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) di wilayah Badung, Kamis (5/3). Dua TPS3R yang ditinjau yaitu TPS3R Abirupa Pertiwi Desa Bongkasa Pertiwi dan Pudak Mesari Desa Darmasaba, Kecamatan […]

  • PT gunung api mulia ( GAM ) di sorot tidak mengindahkan aturan 70 / 30

    PT gunung api mulia ( GAM ) di sorot tidak mengindahkan aturan 70 / 30

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Riau
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Matakompas. Com Dumai- Dugaan minimnya penyerapan tenaga kerja lokal dalam proyek Turn Around (TA) di lingkungan Pertamina Dumai kembali menjadi sorotan. PT Gunung Api Mulia (GAM) disebut lebih mengutamakan pekerja dari luar daerah dibanding pemuda tempatan Kota Dumai.6/5/26 Padahal, penyerapan tenaga kerja lokal dalam proyek TA sebelumnya menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Dumai melalui Disnaker […]

expand_less