Breaking News
light_mode
Trending Tags

Ketegangan Sempat Mewarnai Persembahyangan Tangkas Kori Agung, Dialog Tokoh Adat Redam Suasana

  • account_circle admin
  • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
  • visibility 38
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KLUNGKUNG – Ribuan semeton Kawitan Tangkas Kori Agung dari berbagai penjuru Bali memadati kawasan Pura Kawitan Tangkas Kori Agung Pusat di Desa Tangkas, Kecamatan Klungkung, Minggu (9/8/2026). Mereka datang dari Buleleng, Karangasem, Nusa Penida, hingga sejumlah daerah lainnya dengan satu tujuan utama, yakni melaksanakan persembahyangan.

Namun, di tengah khidmatnya kegiatan keagamaan tersebut, sempat muncul ketegangan menyusul beredarnya informasi mengenai larangan bagi sejumlah semeton untuk melakukan persembahyangan di kawasan pura yang saat ini masih dalam proses perbaikan.

Situasi tersebut kemudian berkembang menjadi dialog antara dua kelompok internal warga Tangkas Kori Agung. Meski sempat memanas, kondisi tidak sampai berkembang menjadi kericuhan.

Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan keamanan, Polres Klungkung menerjunkan sekitar 50 hingga 70 personel gabungan. Personel ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk melakukan pengamanan, pengaturan arus lalu lintas, sekaligus memantau situasi di sekitar kawasan pura.

Kapolres Klungkung AKBP Mikael Hutabarat menegaskan bahwa kehadiran aparat bukan untuk mencampuri persoalan internal, melainkan memastikan seluruh rangkaian persembahyangan berjalan aman dan tertib.

“Kami hadir untuk melayani. Tugas kami memastikan seluruh rangkaian persembahyangan berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Tempat suci harus kita jaga bersama kekhidmatannya,” tegasnya.

Ketegangan sempat terlihat ketika berlangsung dialog antara sejumlah tokoh dari dua kelompok internal. Salah satu penglingsir pura yang hadir bahkan menyampaikan jaminan bahwa krama yang datang memiliki niat untuk sembahyang dan siap menjaga ketertiban.

Perwakilan umat juga menegaskan bahwa mereka tidak bermaksud memaksakan diri memasuki area utama pura.

“Kami hanya sembahyang di areal parkir, bukan di jeroan pura,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan pengusaha asal Nusa Penida, I Made Wijaya, S.Kom. Menurutnya, perjalanan semeton dari berbagai daerah ke Pura Kawitan Tangkas Kori Agung semata-mata dilandasi niat untuk melaksanakan persembahyangan.

“Tujuan semeton datang jauh-jauh dari Nusa Penida dan daerah lain ini hanya satu, yaitu untuk melakukan persembahyangan. Tidak ada maksud lain,” ujarnya.

Melihat dinamika tersebut, aparat keamanan bersama tokoh adat dan pemangku pura mengambil langkah persuasif. Para pihak kemudian diarahkan untuk mengedepankan komunikasi dan musyawarah agar persoalan internal tidak melebar menjadi konflik terbuka.

Hasilnya, dialog disepakati dilanjutkan secara terbatas dengan melibatkan para tokoh, penglingsir, pemangku, dan pihak-pihak yang dianggap berkepentingan.

Langkah tersebut terbukti efektif. Ketika dialog berlangsung, ribuan umat memilih menunggu dengan tertib di area parkir. Mereka tidak memasuki jeroan pura dan tetap menghormati proses musyawarah yang sedang dilakukan.

Pemandangan ini sekaligus menunjukkan bahwa di tengah perbedaan pandangan, ruang dialog masih menjadi jalan untuk menjaga suasana tetap kondusif.

Sinergi antara aparat kepolisian, tokoh adat, pemangku, serta masyarakat akhirnya mampu meredam potensi eskalasi. Tidak terjadi kericuhan maupun gangguan keamanan yang berarti hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai.

Polres Klungkung pun mengimbau seluruh semeton Kawitan Tangkas Kori Agung untuk tetap mengedepankan persatuan, menghormati dresta adat, serta menyelesaikan setiap persoalan internal melalui jalur musyawarah dan kekeluargaan.

“Kami berharap segera ada titik terang dari hasil dialog para tokoh. Mari bersama kita jaga Klungkung tetap aman dan harmonis,” tutup Kapolres Klungkung.

Peristiwa di Pura Kawitan Tangkas Kori Agung ini menjadi pengingat bahwa perbedaan pandangan di tengah komunitas adat dan keagamaan sebaiknya tidak berkembang menjadi pertentangan. Ketika komunikasi, rasa saling menghormati, dan musyawarah dikedepankan, suasana yang sempat memanas pun dapat kembali diredam.

Di tengah ribuan umat yang datang dengan niat suci untuk bersembahyang, ketenangan akhirnya menjadi pilihan bersama.

(Red/JB)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dispora Serukan: Pemuda Bengkulu, Garda Terdepan dalam Menjaga Persatuan

    Dispora Serukan: Pemuda Bengkulu, Garda Terdepan dalam Menjaga Persatuan

    • calendar_month Rabu, 12 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 78
    • 0Komentar

    BENGKULU,Jarrakpos.com –Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bengkulu, Ika Joni Ikhwan, S.E., M.M., mengajak seluruh pemuda Bengkulu untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Kadispora menekankan pentingnya peran pemuda dalam membangun kerukunan, menghargai perbedaan, dan memupuk semangat gotong royong. “Indonesia adalah bangsa yang majemuk. Keberagaman ini adalah kekayaan yang harus kita […]

  • ARUN Bali Desak APH Usut Zona Kuning Misterius di Tengah Sawah, Sinyal Dugaan Kolusi Tata Ruang

    ARUN Bali Desak APH Usut Zona Kuning Misterius di Tengah Sawah, Sinyal Dugaan Kolusi Tata Ruang

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 54
    • 0Komentar

    DENPASAR, Bali – Aliansi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN) Bali mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mengusut kemunculan zona kuning yang dinilai janggal di tengah kawasan persawahan produktif. Keberadaan zona tersebut diduga kuat tidak selaras dengan kondisi faktual di lapangan dan memunculkan pertanyaan serius terkait proses penetapan tata ruang yang berpotensi mengarah pada praktik kolusi dalam […]

  • Gaduh di Jatiluwih, Gagal Sejahterakan Petani?? , Ajus Linggih Nyatakan Dukungan Penuh Terhadap Langkah Pansus TRAP

    Gaduh di Jatiluwih, Gagal Sejahterakan Petani?? , Ajus Linggih Nyatakan Dukungan Penuh Terhadap Langkah Pansus TRAP

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 18
    • 0Komentar

    TABANAN, Matakompas.com | Polemik penertiban bangunan di Kawasan Subak Jatiluwih kembali memanas. Ketua Komisi II DPRD Bali, Agung Bagus Pratiksa Linggih atau Ajus Linggih menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pansus TRAP DPRD Bali dalam menindak tegas berbagai pelanggaran yang terjadi di kawasan yang telah diakui UNESCO tersebut. “Pelanggaran disana emang harus ditindak tegas. Saya bingung […]

  • Peran Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad dalam Perayaan Pekan Suci Minggu Palma

    Peran Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad dalam Perayaan Pekan Suci Minggu Palma

    • calendar_month Minggu, 13 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 224
    • 0Komentar

    SEBATIK,JARRAKPOS.COM — Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 11 Kostrad Pos Bukit Keramat turut ambil bagian dalam perayaan Pekan Suci Minggu Palma di Gereja St. Petrus Lourdes, Desa Sungai Limau, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan. Kegiatan ini juga melibatkan personel Koramil 0911-02/Sbt dan Polsubsektor Ajikuning sebagai bentuk sinergi antar instansi dalam menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat perbatasan. Partisipasi […]

  • Pemprov NTT Minta Maaf, Gubernur Koster Dorong Syarat Administrasi dan Pakta Integritas Warga Keluar NTT-Masuk Bali

    Pemprov NTT Minta Maaf, Gubernur Koster Dorong Syarat Administrasi dan Pakta Integritas Warga Keluar NTT-Masuk Bali

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 16
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Wakil Gubernur NTT, Irjen Pol (Purn) Johni Asadoma bersama rombongan kepala daerah daratan Sumba Provinsi NTT diterima Gubernur Bali, Wayan Koster di Kertha Sabha Denpasar, Jumat 30 Januari 2026. Pemprov Bali dan NTT menggelar Rapat Koordinasi (rakor) terkait Antisipasi Konflik Horizontal yang berhubungan secara spesifik dengan gangguan ketentraman, kenyamanan masyarakat Bali, yang […]

  • Sport Tourism Bali Bangkit, Jatiluwih Festival VII Gandeng ASITA Gelar Lari 5K Perdana

    Sport Tourism Bali Bangkit, Jatiluwih Festival VII Gandeng ASITA Gelar Lari 5K Perdana

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 19
    • 0Komentar

    TABANAN – Desa Wisata Jatiluwih, Kabupaten Tabanan, kembali memperkuat posisinya sebagai destinasi pariwisata unggulan Bali melalui penyelenggaraan Jatiluwih Festival VII pada 20-21 Juni 2026. Festival tahun ini menjadi momentum penting karena resmi masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 Kementerian Pariwisata RI. Masuknya Jatiluwih Festival ke dalam KEN menjadi pengakuan nasional terhadap konsistensi pengelola […]

expand_less