Breaking News
light_mode
Trending Tags

Rektor UPMI Bali Nilai Sistem SPMB Sudah Tepat, Soroti Celah Jalur Domisili dan Apresiasi Implementasi Kadisdik Baru

  • account_circle admin
  • calendar_month 0 menit yang lalu
  • visibility 1
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Rektor Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali, Prof. Dr. Drs. I Made Suarta, S.H., M.Hum, menilai sistem Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang diterapkan pemerintah pada dasarnya sudah berada di jalur yang benar. Menurutnya, konsep empat jalur penerimaan mampu menciptakan pemerataan kesempatan sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan apabila dijalankan secara konsisten sesuai aturan.

Hal tersebut disampaikan Prof. Made Suarta saat diwawancarai di Kampus UPMI Bali, Denpasar, Selasa (21/7/2026).

Ia menjelaskan bahwa skema empat jalur penerimaan, yakni jalur domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi, sejatinya bukan sistem yang bermasalah. Persoalan yang selama ini muncul lebih banyak berasal dari implementasi di lapangan.

“Sistemnya sebenarnya sudah bagus. Yang perlu terus dibenahi adalah implementasinya agar benar-benar sesuai aturan dan tidak menimbulkan polemik di masyarakat,” ujarnya.

Menurut Prof. Made Suarta, jalur domisili memiliki tujuan mulia, yakni menciptakan pemerataan kualitas pendidikan sehingga siswa berprestasi tidak hanya terkonsentrasi di sekolah-sekolah favorit.

Dengan sistem tersebut, sekolah-sekolah di berbagai wilayah memiliki kesempatan memperoleh peserta didik berkualitas sehingga kualitas pendidikan dapat berkembang secara merata.

Namun demikian, ia menilai masih terdapat celah yang perlu dievaluasi, terutama terkait perpindahan alamat domisili yang dilakukan menjelang proses penerimaan siswa.

Menurutnya, praktik perpindahan domisili dalam waktu singkat hanya demi memenuhi persyaratan masuk sekolah tertentu berpotensi mengurangi rasa keadilan bagi masyarakat yang memang telah lama tinggal di wilayah tersebut.

“Saya kira ini yang perlu dikoreksi. Jangan sampai ada perpindahan domisili mendadak hanya karena ingin masuk sekolah tertentu. Prinsip domisili harus benar-benar mencerminkan tempat tinggal yang sebenarnya,” katanya.

Sementara itu, terhadap jalur afirmasi, Prof. Made Suarta memberikan apresiasi karena jalur tersebut memberikan kesempatan kepada peserta didik dari keluarga kurang mampu maupun penyandang disabilitas untuk memperoleh hak pendidikan.

Menurutnya, negara memang memiliki kewajiban memastikan setiap anak tetap memperoleh akses pendidikan tanpa diskriminasi.

Ia juga menilai jalur prestasi telah memberikan ruang kompetisi yang sehat bagi siswa yang memiliki prestasi akademik maupun nonakademik, baik di bidang olahraga, seni, maupun bidang lainnya.

Prestasi, menurutnya, memang seharusnya menjadi salah satu dasar penerimaan peserta didik dengan mempertimbangkan tingkatan pencapaian, mulai dari tingkat internasional, nasional, provinsi hingga kabupaten/kota.

Sedangkan jalur mutasi, lanjutnya, merupakan bentuk perlindungan bagi keluarga yang harus berpindah tempat tugas sehingga anak tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa mengalami hambatan administratif.

Prof. Made Suarta juga membandingkan pelaksanaan SPMB tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya yang sempat memunculkan berbagai polemik bahkan aksi protes.

Menurutnya, keributan pada masa lalu lebih banyak dipicu munculnya berbagai kebijakan di luar mekanisme resmi yang membuka ruang adanya perlakuan khusus terhadap calon peserta didik tertentu.

Ia menegaskan, praktik-praktik semacam itu justru menimbulkan rasa ketidakadilan di tengah masyarakat.

“Kalau ada jalur-jalur di luar aturan, tentu masyarakat akan bertanya mengapa ada yang diterima sementara yang lain tidak. Itu yang selama ini memunculkan komplain,” ungkapnya.

Karena itu, ia mengapresiasi keberanian jajaran Dinas Pendidikan, baik di tingkat kabupaten/kota maupun Provinsi Bali, yang dinilainya lebih konsisten menjalankan aturan tanpa membuka ruang bagi jalur-jalur khusus di luar ketentuan.

Menurutnya, kepatuhan terhadap regulasi membuat proses penerimaan siswa tahun ini berlangsung lebih tertib dan minim gejolak.

Mengenai isu adanya siswa yang disebut “tercecer”, Prof. Made Suarta mengaku belum melihat adanya persoalan besar sebagaimana ramai diberitakan.

Ia menilai sebagian siswa yang disebut tercecer kemungkinan sebenarnya telah memperoleh sekolah, namun bukan di sekolah negeri yang menjadi pilihan utama mereka.

Sebagian lainnya, kata dia, memilih melanjutkan pendidikan ke sekolah swasta karena merasa sekolah negeri tempat mereka diterima tidak sesuai dengan minat atau pilihan awal.

“Ada yang sebenarnya sudah diterima di pilihan ketiga, tetapi karena tidak sesuai minat akhirnya memilih sekolah swasta. Bisa jadi kondisi seperti itu kemudian dianggap sebagai siswa tercecer,” jelasnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa selama seluruh jalur penerimaan dilaksanakan sesuai ketentuan tanpa adanya penyimpangan, maka sistem tersebut patut diapresiasi.

“Kalau empat jalur itu dijalankan sesuai aturan, tanpa pelanggaran dan tanpa jalur khusus, masyarakat tentu akan merasa lebih adil. Saya melihat implementasi tahun ini jauh lebih baik dan patut diapresiasi,” pungkas Prof. Made Suarta.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • AKBP M Ali Akbar Menjabat Kapolres Kuningan, Gantikan AKBP Willy Andrian

    AKBP M Ali Akbar Menjabat Kapolres Kuningan, Gantikan AKBP Willy Andrian

    • calendar_month Rabu, 9 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 346
    • 0Komentar

    KUNINGAN, JarrakPos.Com – AKBP Muhammad Ali Akbar,S.I.K, M.Si resmi menjabat sebagai Kapolres Kuningan menggantikan AKBP Willy Andrian, SH, S.I.K, M.H yang kini menjabat sebagai Kapolres Majalengka. Serah terima jabatan telah dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 8 April 2025 di Mapolda Jabar. AKBP Muhammad Ali Akbar lahir di Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan pada tanggal 3 April […]

  • IWO Bali Gelar Aksi Bersih Pantai Mertasari, Libatkan Lintas Instansi

    IWO Bali Gelar Aksi Bersih Pantai Mertasari, Libatkan Lintas Instansi

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 6
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Organisasi Ikatan Wartawan Online (IWO) Bali menggelar aksi bersih-bersih sampah di Pantai Mertasari, Minggu (15/2/2026). Kegiatan ini terlaksana berkat kerjasama lintas sektor, seperti Kantor Wilayah (Kanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bali, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar, Kantor Imigrasi TPI 1 Khusus Ngurah Rai, Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar, serta Desa Adat […]

  • Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Laksanakan Karya Bakti di Desa Tau Lumbis Pasca Banjir Bandang

    Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Laksanakan Karya Bakti di Desa Tau Lumbis Pasca Banjir Bandang

    • calendar_month Minggu, 12 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 172
    • 0Komentar

    NUNUKAN,JARRAKPOS.COM – Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Pos Lumbis menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat pasca bencana dengan melaksanakan karya bakti membersihkan Gereja dan Puskesmas di Desa Tau Lumbis, Kecamatan Lumbis Hulu, Kabupaten Nunukan. Kegiatan ini dilakukan untuk mempercepat pemulihan pelayanan kesehatan serta mengantisipasi penyebaran penyakit pasca banjir bandang yang melanda daerah tersebut. Minggu,(12/1/2025). Dalam kegiatan […]

  • Kapendam IX/Udayana Tanggapi Video Viral Terkait Pelayanan RSAD Bima, Tegaskan Tidak Ada Penolakan Pasien.

    Kapendam IX/Udayana Tanggapi Video Viral Terkait Pelayanan RSAD Bima, Tegaskan Tidak Ada Penolakan Pasien.

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 6
    • 0Komentar

    DENPASAR, MataKompas.com – Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana, Kolonel Inf Widi Rahman, S.H., M.Si, memberikan tanggapan resmi terkait beredarnya video viral di media sosial yang menuding adanya penolakan pelayanan terhadap pasien di Rumkit Tk IV/Bima. Kapendam menegaskan bahwa informasi yang beredar perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. Kapendam menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan dari […]

  • Pimpinan KPK Hadir, Inspektorat NTT Rilis Daftar Wakil Kepala Daerah yang Absen di Rakorwasda 2025

    Pimpinan KPK Hadir, Inspektorat NTT Rilis Daftar Wakil Kepala Daerah yang Absen di Rakorwasda 2025

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 7
    • 0Komentar

    NTT, Matakompas.com- Inspektorat Provinsi NTT merilis daftar wakil kepala daerah yang tidak hadir dalam Rapat Koordinasi Pengawasan Daerah (Rakorwasda) dan Pemutakhiran Data Tindak Lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Tahun 2025) yang digelar di Hotel Sasando, Kupang, Selasa (28/10/2025) lalu. Kegiatan penting ini dihadiri langsung oleh Wakil Ketua KPK RI, Johanis Tanak, dan dibuka oleh Gubernur […]

  • Berlaku Diseluruh Puskesmas, Walikota Ajak Masyarakat Manfaatkan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis

    Berlaku Diseluruh Puskesmas, Walikota Ajak Masyarakat Manfaatkan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis

    • calendar_month Kamis, 10 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 57
    • 0Komentar

    BENGKULU, jarrakpos.com – Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Kesehatan saat ini tengah menggalakkan program Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi masyarakat sebagai hadiah ulang tahun. Program ini sangat bermanfaat. Oleh karena itu, Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi meminta seluruh masyarakat memanfaatkan momen pemeriksaan kesehatan gratis yang ada disetiap puskesmas di Kota Bengkulu. Disini, Dedy tak lupa menghimbau kepada […]

expand_less