Breaking News
light_mode
Trending Tags

Skandal Wantilan Tukadaya: Dana Rp630 Juta Diduga Dipangkas, Nama Oknum Anggota DPRD Jembrana Terseret

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
  • visibility 19
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JEMBRANA, Bali – Kasus dugaan korupsi pembangunan Wantilan Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, mulai membuka tabir baru. Proyek yang dibiayai melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Pemerintah Kabupaten Badung tahun 2023 senilai Rp630 juta itu hingga kini tak kunjung rampung dan justru menyeret nama seorang oknum anggota DPRD Jembrana.

Bangunan wantilan yang sejatinya menjadi fasilitas publik bagi masyarakat Desa Tukadaya kini berdiri mangkrak. Di balik proyek yang gagal diselesaikan tersebut, muncul dugaan adanya pemotongan anggaran hingga 20 persen yang menyebabkan dana pembangunan tidak digunakan secara utuh sebagaimana mestinya.

Perkembangan kasus ini mengemuka setelah sejumlah pihak yang terlibat langsung dalam pembangunan, termasuk pemborong dan panitia pelaksana, mulai memberikan keterangan terkait alur penggunaan anggaran. Mereka mengungkapkan bahwa dari total dana bantuan sebesar Rp630 juta, hanya sekitar Rp500 juta yang disebut digunakan untuk pembangunan fisik wantilan.

Sisa anggaran yang mencapai lebih dari Rp100 juta itu diduga tidak masuk ke dalam pelaksanaan proyek. Dugaan inilah yang kini menjadi salah satu fokus penyelidikan aparat penegak hukum.

Situasi semakin memanas ketika salah seorang pemborong mengaku mendapat tekanan dan ancaman setelah menolak diminta menjadi pihak yang menanggung atau menutupi dugaan penyimpangan anggaran tersebut. Pengakuan itu menambah daftar persoalan yang menyelimuti proyek pembangunan wantilan yang seharusnya sudah selesai sejak beberapa tahun lalu.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, proyek awalnya dikerjakan oleh seorang pemborong asal Desa Budeng, Kecamatan Jembrana. Pada tahap pertama, pemborong tersebut menerima dana sekitar Rp350 juta dan berhasil menyelesaikan pekerjaan hingga pemasangan ring cor beton.

Namun pekerjaan terhenti setelah dana yang diterima disebut telah habis digunakan. Kondisi tersebut membuat proyek tidak dapat dilanjutkan oleh pemborong pertama.

Melihat pembangunan mangkrak, Bendesa Adat setempat kemudian mengambil langkah dengan menunjuk pemborong lain asal Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara, untuk melanjutkan pekerjaan. Kepada pemborong kedua ini diserahkan dana sekitar Rp150 juta.

Sayangnya, dana tersebut juga tidak cukup untuk menyelesaikan pembangunan hingga tahap akhir. Wantilan kembali terbengkalai sebelum pekerjaan finishing dapat dilakukan. Akibatnya, bangunan yang diharapkan menjadi pusat kegiatan masyarakat adat itu hingga kini belum bisa dimanfaatkan secara optimal.

Dugaan penyimpangan dalam proyek tersebut akhirnya menarik perhatian aparat penegak hukum. Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Bali kini tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap ada atau tidaknya tindak pidana korupsi dalam pengelolaan anggaran pembangunan wantilan tersebut.

Kabid Humas Polda Bali, Ariasandy, membenarkan bahwa perkara tersebut sedang ditangani penyidik.

“Benar sedang ditangani Polda Bali dan saat ini sedang proses penyelidikan berupa klarifikasi para saksi dan pihak terkait,” ujarnya.

Hingga kini, penyidik masih mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak guna menelusuri aliran dana dan mengungkap pihak-pihak yang diduga bertanggung jawab atas mangkraknya proyek yang dibiayai uang negara tersebut.

Kasus Wantilan Tukadaya menjadi sorotan publik karena tidak hanya menyangkut dugaan kerugian keuangan negara, tetapi juga menyangkut harapan masyarakat yang hingga kini belum dapat menikmati fasilitas yang seharusnya sudah berdiri dan berfungsi sejak lama. Seiring bergulirnya penyelidikan, masyarakat menanti langkah tegas aparat penegak hukum untuk mengungkap fakta di balik proyek yang menyisakan tanda tanya besar tersebut.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tender Proyek ULP Kabupaten Bogor Disorot Pengamat, Dokumen Pengkondisian untuk Kelompok Tertentu Bocor

    Tender Proyek ULP Kabupaten Bogor Disorot Pengamat, Dokumen Pengkondisian untuk Kelompok Tertentu Bocor

    • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Bogor – Dalam beberapa bulan terakhir, pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bogor menjadi salah satu program prioritas pemerintah daerah. Namun, di balik derap proyek bernilai ratusan miliaran rupiah itu, muncul dugaan adanya praktik pengkondisian tender di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Bogor. Bahkan ada sejumlah dokumen daftar calon pemenng tender yang beredar di kalangan masyarakat yang […]

  • Jagatani Desak Kejati Sulteng Segera Tetapkan Tersangka Korupsi PT Cocoman

    Jagatani Desak Kejati Sulteng Segera Tetapkan Tersangka Korupsi PT Cocoman

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle Admin Jakarta
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Matacompas.com Jakarta – Kasus dugaan korupsi pertambangan nikel oleh PT Cocoman di Kabupaten Morowali Utara (Morut) kini memasuki babak krusial. Setelah menaikkan status perkara dari penyelidikan ke penyidikan pada akhir April lalu, Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah (Kejati Sulteng) didesak untuk tidak mengulur waktu dan segera menetapkan aktor intelektual di balik skandal yang merugikan ekologi serta […]

  • CBA dan HAMI Desak Presiden Prabowo Segera Ganti Kapolri: Demi Reputasi dan Regenerasi Polri

    CBA dan HAMI Desak Presiden Prabowo Segera Ganti Kapolri: Demi Reputasi dan Regenerasi Polri

    • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Jakarta Jarrakpos.com – Gelombang desakan terhadap Presiden Prabowo Subianto untuk segera melakukan pergantian Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) terus menguat. Kali ini, dua organisasi masyarakat sipil—Center for Budget Analisis (CBA) dan Himpunan Aktivis Milenial Indonesia (HAMI)—menyuarakan pentingnya regenerasi dalam tubuh Polri demi menyelamatkan citra dan kinerja institusi tersebut. Direktur Eksekutif CBA, Uchok Sky Khadafi, menilai […]

  • Evaluasi Timnas U-17 dan Pembenahan Menuju Piala Dunia

    Evaluasi Timnas U-17 dan Pembenahan Menuju Piala Dunia

    • calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 346
    • 0Komentar

    Medan – Timnas u17 Indonesia harus menelan pil pahit saat takluk 0-6 atas Korea Utara dalam perempat final Piala Asia u17 pada Senin, 14 April 2025. Kekalahan ini membuat langkah Muhammad Zahaby dan kawan-kawan harus terhenti dan tak mampu mencatatkan sejarah baru. Meski demikian, timnas tentunya tak boleh larut dalam kekalahan. Sebaliknya timnas perlu segera […]

  • KOSMAK Desak Presiden Copot Jaksa Agung ST Burhanuddin

    KOSMAK Desak Presiden Copot Jaksa Agung ST Burhanuddin

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Admin Jakarta
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Matacompas.com Jakarta – Koalisi Masyarakat Anti Korupsi (KOSMAK) mengirim surat kepada Presiden Prabowo Subianto, yang isinya meminta Jaksa Agung ST Burhanuddin dicopot dari jabatannya sebagai Jaksa Agung Republik Indonesia. Alasannya sejak ditetapkannya mantan Jampidsus Febrie Adriansyah sebagai tersangka pada tanggal 11 Juli 2026 oleh Kortas Tipikor Polri, Jaksa Agung, ST Burhanuddin selaku Penuntut Umum Tertinggi pada […]

  • Diduga Berdiri di Lahan Sawah Dilindungi, Jungle Padel Munggu Disidak DPRD Bali

    Diduga Berdiri di Lahan Sawah Dilindungi, Jungle Padel Munggu Disidak DPRD Bali

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 9
    • 0Komentar

    BADUNG, Matakompas.com |Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi usaha Jungle Padel di Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Selasa, 30 Desember 2025.  Sidak ini dilakukan menyusul laporan masyarakat terkait dugaan pelanggaran tata ruang oleh usaha olahraga tersebut. Sidak dipimpin langsung Ketua Pansus TRAP […]

expand_less