Breaking News
light_mode
Trending Tags

Skandal Wantilan Tukadaya: Dana Rp630 Juta Diduga Dipangkas, Nama Oknum Anggota DPRD Jembrana Terseret

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
  • visibility 28
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JEMBRANA, Bali – Kasus dugaan korupsi pembangunan Wantilan Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, mulai membuka tabir baru. Proyek yang dibiayai melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Pemerintah Kabupaten Badung tahun 2023 senilai Rp630 juta itu hingga kini tak kunjung rampung dan justru menyeret nama seorang oknum anggota DPRD Jembrana.

Bangunan wantilan yang sejatinya menjadi fasilitas publik bagi masyarakat Desa Tukadaya kini berdiri mangkrak. Di balik proyek yang gagal diselesaikan tersebut, muncul dugaan adanya pemotongan anggaran hingga 20 persen yang menyebabkan dana pembangunan tidak digunakan secara utuh sebagaimana mestinya.

Perkembangan kasus ini mengemuka setelah sejumlah pihak yang terlibat langsung dalam pembangunan, termasuk pemborong dan panitia pelaksana, mulai memberikan keterangan terkait alur penggunaan anggaran. Mereka mengungkapkan bahwa dari total dana bantuan sebesar Rp630 juta, hanya sekitar Rp500 juta yang disebut digunakan untuk pembangunan fisik wantilan.

Sisa anggaran yang mencapai lebih dari Rp100 juta itu diduga tidak masuk ke dalam pelaksanaan proyek. Dugaan inilah yang kini menjadi salah satu fokus penyelidikan aparat penegak hukum.

Situasi semakin memanas ketika salah seorang pemborong mengaku mendapat tekanan dan ancaman setelah menolak diminta menjadi pihak yang menanggung atau menutupi dugaan penyimpangan anggaran tersebut. Pengakuan itu menambah daftar persoalan yang menyelimuti proyek pembangunan wantilan yang seharusnya sudah selesai sejak beberapa tahun lalu.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, proyek awalnya dikerjakan oleh seorang pemborong asal Desa Budeng, Kecamatan Jembrana. Pada tahap pertama, pemborong tersebut menerima dana sekitar Rp350 juta dan berhasil menyelesaikan pekerjaan hingga pemasangan ring cor beton.

Namun pekerjaan terhenti setelah dana yang diterima disebut telah habis digunakan. Kondisi tersebut membuat proyek tidak dapat dilanjutkan oleh pemborong pertama.

Melihat pembangunan mangkrak, Bendesa Adat setempat kemudian mengambil langkah dengan menunjuk pemborong lain asal Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara, untuk melanjutkan pekerjaan. Kepada pemborong kedua ini diserahkan dana sekitar Rp150 juta.

Sayangnya, dana tersebut juga tidak cukup untuk menyelesaikan pembangunan hingga tahap akhir. Wantilan kembali terbengkalai sebelum pekerjaan finishing dapat dilakukan. Akibatnya, bangunan yang diharapkan menjadi pusat kegiatan masyarakat adat itu hingga kini belum bisa dimanfaatkan secara optimal.

Dugaan penyimpangan dalam proyek tersebut akhirnya menarik perhatian aparat penegak hukum. Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Bali kini tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap ada atau tidaknya tindak pidana korupsi dalam pengelolaan anggaran pembangunan wantilan tersebut.

Kabid Humas Polda Bali, Ariasandy, membenarkan bahwa perkara tersebut sedang ditangani penyidik.

“Benar sedang ditangani Polda Bali dan saat ini sedang proses penyelidikan berupa klarifikasi para saksi dan pihak terkait,” ujarnya.

Hingga kini, penyidik masih mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak guna menelusuri aliran dana dan mengungkap pihak-pihak yang diduga bertanggung jawab atas mangkraknya proyek yang dibiayai uang negara tersebut.

Kasus Wantilan Tukadaya menjadi sorotan publik karena tidak hanya menyangkut dugaan kerugian keuangan negara, tetapi juga menyangkut harapan masyarakat yang hingga kini belum dapat menikmati fasilitas yang seharusnya sudah berdiri dan berfungsi sejak lama. Seiring bergulirnya penyelidikan, masyarakat menanti langkah tegas aparat penegak hukum untuk mengungkap fakta di balik proyek yang menyisakan tanda tanya besar tersebut.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Made Supartha Apresiasi Dana BTT Rp1 Miliar dari Gubernur Koster Pulihkan Pura Luhur Pucak Tinggah Pasca Puting Beliung

    Made Supartha Apresiasi Dana BTT Rp1 Miliar dari Gubernur Koster Pulihkan Pura Luhur Pucak Tinggah Pasca Puting Beliung

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 17
    • 0Komentar

    TABANAN, Matakompas.com — Harapan baru muncul bagi masyarakat Banjar Angseri, Desa Angseri, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, pasca musibah angin puting beliung yang merusak sejumlah bangunan suci di Pura Luhur Pucak Tinggah pada Kamis, 5 Maret 2026 lalu. Pemerintah Provinsi Bali melalui kebijakan Gubernur Bali, Wayan Koster, menggelontorkan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp1 miliar […]

  • KOSMAK Desak Kejagung Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana Sawit Rp176,1 Triliun

    KOSMAK Desak Kejagung Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana Sawit Rp176,1 Triliun

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
    • account_circle Admin Jakarta
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Matacompas.com Jakarta — Koalisi Sipil Masyarakat Anti Korupsi (KOSMAK) mendesak Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Kuntadi, segera menetapkan tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengelolaan dana sawit oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) periode 2015–2023. Dugaan penyimpangan tersebut diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp176,1 triliun, yang justru dinikmati oleh 25 korporasi perkebunan sawit […]

  • Nuanu Hadirkan Ruang Rasa, Perayaan Kuliner Bali Jelang Tahun Baru

    Nuanu Hadirkan Ruang Rasa, Perayaan Kuliner Bali Jelang Tahun Baru

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 20
    • 0Komentar

    TABANAN, Matakompas.com | Ditengah trend perayaan akhir tahun yang identik dengan pesta besar dan keramaian, Nuanu Creative City menghadirkan pilihan berbeda melalui Ruang Rasa, sebuah perayaan kuliner dan kebersamaan yang mengedepankan suasana hangat, santai, dan inklusif bagi semua usia. Bahkan, Ruang Rasa menjadi ruang temu bagi keluarga dan teman dekat untuk menutup tahun dengan pengalaman […]

  • Dari Danau Beratan hingga Gedung 45 Meter, Pansus TRAP Dorong Satgas Tata Ruang dan Moratorium Izin

    Dari Danau Beratan hingga Gedung 45 Meter, Pansus TRAP Dorong Satgas Tata Ruang dan Moratorium Izin

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 17
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com — Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali mendorong arah baru kebijakan penataan ruang Pulau Dewata melalui pendekatan progresif berbasis nilai. Salah satu poin krusial yang disorot adalah usulan penerapan zonasi ketinggian bangunan hingga 45 meter di kawasan tertentu, tanpa meninggalkan prinsip dasar kearifan lokal Bali. Rekomendasi strategis […]

  • “Pasal Berapa?” Pansus TRAP DPRD Bali Bongkar Kebuntuan BTID Soal Tukar Guling Mangrove

    “Pasal Berapa?” Pansus TRAP DPRD Bali Bongkar Kebuntuan BTID Soal Tukar Guling Mangrove

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 19
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Rapat Dengar Pendapat (RDP) Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali berubah tegang saat PT Bali Turtle Island Development (BTID) tak mampu menunjukkan dasar hukum pertukaran kawasan ekologis mangrove di hadapan para anggota dewan, Senin (11/5/2026). Ketua Pansus TRAP DPRD Bali, I Made Supartha, secara terbuka mencecar […]

  • Rahina Tumpek Krulut, Gubernur Koster Traktir 10 Ribu Cup Kopi Gratis di Jenar Kopi, Dorong Kecintaan terhadap UMKM Lokal

    Rahina Tumpek Krulut, Gubernur Koster Traktir 10 Ribu Cup Kopi Gratis di Jenar Kopi, Dorong Kecintaan terhadap UMKM Lokal

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 11
    • 0Komentar

    DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster kembali memanfaatkan momentum Rahina Tumpek Krulut atau Hari Kasih Sayang Bali dengan menggelar aksi berbagi kopi dan kuliner gratis kepada masyarakat. Salah satu titik pelaksanaan berlangsung di Jenar Kopi Kaliasem, Jalan Kaliasem No. II A, Dangin Puri, Denpasar, Sabtu (1/8/2026), yang dipadati ribuan warga sejak pagi. Di kedai kopi […]

expand_less