Breaking News
light_mode
Trending Tags

Koster Dorong Fintech Lebih Produktif, Literasi Keuangan Masyarakat Harus Diperkuat.

  • account_circle Redaksi Bali
  • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
  • visibility 18
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com – Gubernur Bali Wayan Koster mendorong pertumbuhan industri teknologi finansial (fintech), khususnya pinjaman daring (Pindar), berjalan seiring dengan penguatan literasi dan perlindungan konsumen.

Kemudahan akses pembiayaan digital dinilai harus mampu memberikan manfaat produktif bagi masyarakat, bukan justru mendorong perilaku konsumtif dan keputusan berutang secara impulsif.

Hal tersebut disampaikan Koster saat menjadi pembicara dalam Fintech Lending Days (FLD) 2026 yang digelar di Bali Sunset Road Convention Center (BSCC), Pemogan, Denpasar Selatan, Jumat (21/8/2026).

Koster mengatakan, perkembangan fintech telah memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh layanan dan produk keuangan. Namun, kemudahan tersebut harus dibarengi pemahaman yang memadai mengenai hak, kewajiban, biaya, serta risiko pembiayaan digital.

Menurutnya, persoalan yang perlu menjadi perhatian bersama adalah masih tingginya penggunaan Pindar untuk kebutuhan konsumtif. Berdasarkan data nasional, sekitar dua pertiga pembiayaan Pindar masih digunakan untuk kebutuhan konsumsi, sementara hanya sepertiga yang mengalir ke sektor produktif.

Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi industri Pindar, terlebih Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan porsi pembiayaan ke sektor produktif dapat meningkat hingga 40–50 persen.

“Ini adalah tantangan bersama, utamanya pelaku industri,” ujar Koster.

Untuk Bali, Koster mendorong agar pembiayaan digital diarahkan lebih banyak kepada kegiatan ekonomi yang mampu menciptakan nilai tambah dan memperkuat kesejahteraan masyarakat. Sejumlah sektor yang dinilai potensial antara lain pertanian organik, UMKM, ekonomi kreatif berbasis budaya Bali, serta usaha yang dirintis dan dikembangkan oleh generasi muda.

Ia meminta pelaku industri Pindar memahami karakteristik ekonomi Bali dan tidak sekadar menjadikan Pulau Dewata sebagai pasar pembiayaan.

“Kami berharap industri Pindar benar-benar memahami dan masuk ke ekosistem usaha lokal Bali, bukan hanya melihat Bali sebagai pasar, melainkan sebagai mitra yang karakteristiknya perlu dipahami,” tegasnya.

Koster juga mengingatkan bahwa akses pembiayaan yang semakin mudah dapat menjadi persoalan apabila masyarakat belum memiliki literasi keuangan yang memadai.

Masyarakat yang tidak memahami konsekuensi pinjaman berpotensi mengambil keputusan berutang untuk memenuhi kebutuhan sesaat, bukan untuk membangun kegiatan ekonomi yang produktif.

“Masyarakat yang belum sepenuhnya memahami hak dan kewajiban sebagai peminjam sangat rentan terjebak pada keputusan berutang yang impulsif, bukan untuk modal usaha produktif, melainkan konsumsi sesaat,” imbuhnya.

Karena itu, Koster menilai pertumbuhan industri Pindar tidak semestinya hanya diukur dari besarnya penyaluran pembiayaan.

Pertumbuhan industri harus dibarengi tata kelola yang sehat, transparansi produk, ketepatan sasaran pembiayaan, penagihan yang bertanggung jawab, serta perlindungan konsumen.

“Yang kami harapkan adalah ekosistem pembiayaan digital yang sehat, tepat sasaran, produktif, transparan, dan melindungi konsumen. Bukan ekosistem yang tumbuh cepat tapi meninggalkan masalah di kemudian hari,” bebernya.

Pemprov Bali, lanjut Koster, siap menjadi mitra industri dan regulator dalam memperluas edukasi serta literasi keuangan hingga ke tingkat masyarakat paling bawah. Bali memiliki jaringan 1.500 Desa Adat yang dinilai dapat menjadi salah satu saluran strategis untuk menyampaikan edukasi keuangan.

Selain itu, program literasi digital yang telah berjalan di SMA, SMK, dan Desa Adat di seluruh Bali juga dapat dikembangkan untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai penggunaan layanan keuangan digital secara aman dan bertanggung jawab.

“Karena kami memiliki jaringan yang menjangkau seluruh pelosok melalui 1.500 Desa Adat. Kami juga memiliki program literasi digital yang sedang berjalan di seluruh SMA, SMK, dan Desa Adat se-Bali. Jaringan ini bisa menjadi saluran yang efektif untuk program edukasi keuangan yang menyentuh masyarakat hingga ke tingkat akar rumput,” jelasnya.

Koster berharap industri pembiayaan digital dapat mengambil bagian dalam pembangunan ekonomi Bali. Kehadiran fintech, menurutnya, idealnya tidak berhenti sebagai penyedia pembiayaan yang mengejar pertumbuhan bisnis, tetapi juga menjadi mitra masyarakat dalam mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan.

Sementara itu, Dewan Pengawas Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), Bernadino Vega, menyebut Bali memiliki posisi strategis dalam pengembangan industri Pindar. Menurutnya, terdapat sekitar 440 ribu UMKM di Bali yang membutuhkan dukungan pembiayaan untuk mengembangkan usaha.

Namun, tantangan industri Pindar bukan hanya menyediakan dana. Industri juga perlu mendorong semakin banyak pelaku usaha agar masuk dan terhubung dengan ekosistem keuangan formal.

“Tantangan dalam industri Pindar bukan hanya dalam kemampuan penyediaan dana, tapi bagaimana kita mendorong semakin banyak pelaku usaha yang masuk dan terhubung dalam ekosistem keuangan,” ungkap Bernadino.

Ia turut menekankan pentingnya tata kelola industri yang kuat, penyaluran pembiayaan yang tepat, mekanisme penagihan yang bertanggung jawab, serta perlindungan konsumen.

Fintech Lending Days 2026 sendiri digelar oleh AFPI bersama CNBC Indonesia dengan mengusung tema “Advancing Indonesia’s Digital Financing Ecosystem”. Forum tersebut mempertemukan regulator, pemerintah, pelaku industri jasa keuangan, investor, asosiasi, perbankan, dan berbagai mitra strategis.

Rangkaian kegiatan meliputi strategic forum, business matching, networking session, penandatanganan nota kesepahaman (MoU), hingga industry showcase.

Forum tersebut juga menghadirkan Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya, serta Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun dalam sesi fireside conversation.

Koster mengapresiasi dipilihnya Bali sebagai lokasi penyelenggaraan forum strategis tersebut. Ia berharap FLD 2026 tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi menghasilkan langkah konkret bagi penguatan ekosistem pembiayaan digital nasional, khususnya dalam mendukung UMKM dan masyarakat Bali.

“Terima kasih telah memilih Bali sebagai tempat penyelenggaraan forum strategis ini. Semoga Fintech Lending Days 2026 menghasilkan kesepakatan dan langkah-langkah nyata yang berdampak bagi pengembangan ekosistem pembiayaan digital Indonesia, khususnya bagi kemajuan UMKM dan Krama Bali,” pungkasnya. (Red).

  • Penulis: Redaksi Bali

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polresta Cirebon Gerebek Rumah Penyimpanan Miras di Kecamatan Pabedilan

    Polresta Cirebon Gerebek Rumah Penyimpanan Miras di Kecamatan Pabedilan

    • calendar_month Jumat, 28 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 821
    • 0Komentar

    Cirebon, Jarrakpos.com – Jajaran Polresta Cirebon menggerebek rumah penyimpanan minuman keras (miras) di wilayah Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon, Kamis (27/2/2025) malam. Penggerebekan tersebut dilaksanakan dalam razia miras, narkoba, dan obat-obatan terlarang di wilayah hukum Polresta Cirebon. Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, S.I.K, S.H, M.H, mengatakan, jumlah miras yang berhasil diamankan dalam penggerebekan rumah tersebut mencapai […]

  • Forum PHDI Bali Bahas BTID Serangan, Supartha Tegaskan Bali Tidak Boleh Dikalahkan Investasi

    Forum PHDI Bali Bahas BTID Serangan, Supartha Tegaskan Bali Tidak Boleh Dikalahkan Investasi

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 37
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matacompas.com– Polemik akses umat Hindu menuju pura-pura yang berada di kawasan pengembangan PT Bali Turtle Island Development (BTID) di Serangan kembali menjadi perhatian berbagai elemen masyarakat. Persoalan tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam forum yang digelar oleh Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali di Aula PHDI Bali, Kamis (25/6/2026). Pertemuan yang menghadirkan […]

  • Tipu Ratusan Orang, Hakim PN Jakarta Pusat Diminta Miskinkan Direktur PT Thipone Mobile Indonesia Hengky Setiawan

    Tipu Ratusan Orang, Hakim PN Jakarta Pusat Diminta Miskinkan Direktur PT Thipone Mobile Indonesia Hengky Setiawan

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com JAKARTA – Sidang lanjutan keperdataan PT Tiphone Mobile Indonesia oleh termohon PT Bank CTBC Indonesia kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan agenda kesimpulan, Selasa (5/8/2025). Dalam agenda tersebut, Majlis Hakim yang diketuai oleh Anton Rizal Setiawan SH, MH, menerima dan mengabulkan permohonan yang telah diajukan oleh pemohon. “Kesimpulanya yaitu menerima dan mengabulkan […]

  • Pelaku Usaha UMKM dan Agen Tiket Bus Terminal Tidar Magelang Gelar Buka Puasa Bersama

    Pelaku Usaha UMKM dan Agen Tiket Bus Terminal Tidar Magelang Gelar Buka Puasa Bersama

    • calendar_month Sabtu, 15 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 779
    • 0Komentar

    KOTA MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Warga UMKM dan Agen Tiket Bus Terminal Tidar menggelar buka puasa bersama di dalam halaman Kios UMKM dan Agen dengan melibatkan para pelaku UMKM serta Agen Tiket Bus, Sabtu, (15/3/2025). Sekitar 50 warga pelaku usaha UMKM dan Agen Tiket hadir dalam acara ini. “Beberapa menu masakan serta nasi dan minuman sudah disiapkan […]

  • Ini Penjelasan KLH/BPLH Jawab Surat Desa Adat Serangan Soal Proyek FSRU LNG Bali

    Ini Penjelasan KLH/BPLH Jawab Surat Desa Adat Serangan Soal Proyek FSRU LNG Bali

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 20
    • 0Komentar

    JAKARTA, Matakompas.com | Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) memberikan tanggapan resmi atas surat permohonan penjelasan dari Desa Adat Serangan terkait rencana proyek Floating Storage Regasification Unit (FSRU) Terminal Liquefied Natural Gas (LNG) di Kelurahan Serangan, Bali.   Surat tersebut merupakan respons atas permohonan klarifikasi yang diajukan Desa Adat Serangan mengenai informasi rencana pembangunan […]

  • Bakti Sosial Masyarakat Tionghoa Bali Perkuat Solidaritas, Ringankan Beban Warga 9 Banjar Terdampak Banjir.

    Bakti Sosial Masyarakat Tionghoa Bali Perkuat Solidaritas, Ringankan Beban Warga 9 Banjar Terdampak Banjir.

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 13
    • 0Komentar

    DENPASAR, MataKompas.com – Masyarakat Tionghoa Bali menunjukkan kepedulian sosial yang tinggi dengan menyalurkan bantuan bagi warga terdampak banjir di sejumlah kawasan Denpasar Barat. Aksi kemanusiaan ini dilakukan melalui kegiatan Bakti Sosial yang berhasil menggalang dana hingga mencapai Rp 227.363.684. Dana tersebut kemudian diwujudkan dalam bentuk bantuan kebutuhan pokok berupa beras dipusatkan di Banjar Beraban, Desa […]

expand_less