Breaking News
light_mode
Trending Tags

Koster Dorong Fintech Lebih Produktif, Literasi Keuangan Masyarakat Harus Diperkuat.

  • account_circle Redaksi Bali
  • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
  • visibility 19
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com – Gubernur Bali Wayan Koster mendorong pertumbuhan industri teknologi finansial (fintech), khususnya pinjaman daring (Pindar), berjalan seiring dengan penguatan literasi dan perlindungan konsumen.

Kemudahan akses pembiayaan digital dinilai harus mampu memberikan manfaat produktif bagi masyarakat, bukan justru mendorong perilaku konsumtif dan keputusan berutang secara impulsif.

Hal tersebut disampaikan Koster saat menjadi pembicara dalam Fintech Lending Days (FLD) 2026 yang digelar di Bali Sunset Road Convention Center (BSCC), Pemogan, Denpasar Selatan, Jumat (21/8/2026).

Koster mengatakan, perkembangan fintech telah memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh layanan dan produk keuangan. Namun, kemudahan tersebut harus dibarengi pemahaman yang memadai mengenai hak, kewajiban, biaya, serta risiko pembiayaan digital.

Menurutnya, persoalan yang perlu menjadi perhatian bersama adalah masih tingginya penggunaan Pindar untuk kebutuhan konsumtif. Berdasarkan data nasional, sekitar dua pertiga pembiayaan Pindar masih digunakan untuk kebutuhan konsumsi, sementara hanya sepertiga yang mengalir ke sektor produktif.

Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi industri Pindar, terlebih Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan porsi pembiayaan ke sektor produktif dapat meningkat hingga 40–50 persen.

“Ini adalah tantangan bersama, utamanya pelaku industri,” ujar Koster.

Untuk Bali, Koster mendorong agar pembiayaan digital diarahkan lebih banyak kepada kegiatan ekonomi yang mampu menciptakan nilai tambah dan memperkuat kesejahteraan masyarakat. Sejumlah sektor yang dinilai potensial antara lain pertanian organik, UMKM, ekonomi kreatif berbasis budaya Bali, serta usaha yang dirintis dan dikembangkan oleh generasi muda.

Ia meminta pelaku industri Pindar memahami karakteristik ekonomi Bali dan tidak sekadar menjadikan Pulau Dewata sebagai pasar pembiayaan.

“Kami berharap industri Pindar benar-benar memahami dan masuk ke ekosistem usaha lokal Bali, bukan hanya melihat Bali sebagai pasar, melainkan sebagai mitra yang karakteristiknya perlu dipahami,” tegasnya.

Koster juga mengingatkan bahwa akses pembiayaan yang semakin mudah dapat menjadi persoalan apabila masyarakat belum memiliki literasi keuangan yang memadai.

Masyarakat yang tidak memahami konsekuensi pinjaman berpotensi mengambil keputusan berutang untuk memenuhi kebutuhan sesaat, bukan untuk membangun kegiatan ekonomi yang produktif.

“Masyarakat yang belum sepenuhnya memahami hak dan kewajiban sebagai peminjam sangat rentan terjebak pada keputusan berutang yang impulsif, bukan untuk modal usaha produktif, melainkan konsumsi sesaat,” imbuhnya.

Karena itu, Koster menilai pertumbuhan industri Pindar tidak semestinya hanya diukur dari besarnya penyaluran pembiayaan.

Pertumbuhan industri harus dibarengi tata kelola yang sehat, transparansi produk, ketepatan sasaran pembiayaan, penagihan yang bertanggung jawab, serta perlindungan konsumen.

“Yang kami harapkan adalah ekosistem pembiayaan digital yang sehat, tepat sasaran, produktif, transparan, dan melindungi konsumen. Bukan ekosistem yang tumbuh cepat tapi meninggalkan masalah di kemudian hari,” bebernya.

Pemprov Bali, lanjut Koster, siap menjadi mitra industri dan regulator dalam memperluas edukasi serta literasi keuangan hingga ke tingkat masyarakat paling bawah. Bali memiliki jaringan 1.500 Desa Adat yang dinilai dapat menjadi salah satu saluran strategis untuk menyampaikan edukasi keuangan.

Selain itu, program literasi digital yang telah berjalan di SMA, SMK, dan Desa Adat di seluruh Bali juga dapat dikembangkan untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai penggunaan layanan keuangan digital secara aman dan bertanggung jawab.

“Karena kami memiliki jaringan yang menjangkau seluruh pelosok melalui 1.500 Desa Adat. Kami juga memiliki program literasi digital yang sedang berjalan di seluruh SMA, SMK, dan Desa Adat se-Bali. Jaringan ini bisa menjadi saluran yang efektif untuk program edukasi keuangan yang menyentuh masyarakat hingga ke tingkat akar rumput,” jelasnya.

Koster berharap industri pembiayaan digital dapat mengambil bagian dalam pembangunan ekonomi Bali. Kehadiran fintech, menurutnya, idealnya tidak berhenti sebagai penyedia pembiayaan yang mengejar pertumbuhan bisnis, tetapi juga menjadi mitra masyarakat dalam mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan.

Sementara itu, Dewan Pengawas Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), Bernadino Vega, menyebut Bali memiliki posisi strategis dalam pengembangan industri Pindar. Menurutnya, terdapat sekitar 440 ribu UMKM di Bali yang membutuhkan dukungan pembiayaan untuk mengembangkan usaha.

Namun, tantangan industri Pindar bukan hanya menyediakan dana. Industri juga perlu mendorong semakin banyak pelaku usaha agar masuk dan terhubung dengan ekosistem keuangan formal.

“Tantangan dalam industri Pindar bukan hanya dalam kemampuan penyediaan dana, tapi bagaimana kita mendorong semakin banyak pelaku usaha yang masuk dan terhubung dalam ekosistem keuangan,” ungkap Bernadino.

Ia turut menekankan pentingnya tata kelola industri yang kuat, penyaluran pembiayaan yang tepat, mekanisme penagihan yang bertanggung jawab, serta perlindungan konsumen.

Fintech Lending Days 2026 sendiri digelar oleh AFPI bersama CNBC Indonesia dengan mengusung tema “Advancing Indonesia’s Digital Financing Ecosystem”. Forum tersebut mempertemukan regulator, pemerintah, pelaku industri jasa keuangan, investor, asosiasi, perbankan, dan berbagai mitra strategis.

Rangkaian kegiatan meliputi strategic forum, business matching, networking session, penandatanganan nota kesepahaman (MoU), hingga industry showcase.

Forum tersebut juga menghadirkan Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya, serta Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun dalam sesi fireside conversation.

Koster mengapresiasi dipilihnya Bali sebagai lokasi penyelenggaraan forum strategis tersebut. Ia berharap FLD 2026 tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi menghasilkan langkah konkret bagi penguatan ekosistem pembiayaan digital nasional, khususnya dalam mendukung UMKM dan masyarakat Bali.

“Terima kasih telah memilih Bali sebagai tempat penyelenggaraan forum strategis ini. Semoga Fintech Lending Days 2026 menghasilkan kesepakatan dan langkah-langkah nyata yang berdampak bagi pengembangan ekosistem pembiayaan digital Indonesia, khususnya bagi kemajuan UMKM dan Krama Bali,” pungkasnya. (Red).

  • Penulis: Redaksi Bali

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang Puncak HUT Ke-14, Ratusan Peserta Meriahkan Fun Run NasDem Bali

    Jelang Puncak HUT Ke-14, Ratusan Peserta Meriahkan Fun Run NasDem Bali

    • calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 17
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Ratusan warga tumpah ruah di kawasan Renon, Denpasar mengikuti Fun Run HUT ke-14 Partai NasDem Bali, Minggu pagi, 9 November 2025. Kegiatan lari santai sejauh 5 kilometer itu berlangsung meriah dengan titik start dan finish di Kantor DPW NasDem Bali, Jalan Cok Agung Tresna, Denpasar. Rute lari melintasi Jalan Moh Yamin hingga […]

  • Ketua Fraksi Golkar DPRD Bali Gung Cok: Momentum Galungan untuk Kuatkan Sradha Bhakti

    Ketua Fraksi Golkar DPRD Bali Gung Cok: Momentum Galungan untuk Kuatkan Sradha Bhakti

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 18
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Ketua Fraksi Golkar DPRD Bali, A.A. Bagus Tri Candra Arka atau Gung Cok menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan kepada seluruh umat Hindu di Pulau Dewata. Ucapan ini menjadi pesan spiritual sekaligus ajakan untuk merayakan hari raya dengan penuh kesucian, ketenangan, dan penguatan nilai-nilai dharma dalam kehidupan bermasyarakat. “Selamat Hari […]

  • BPJS Siapkan 129 Miliar untuk Eks Karyawan PT Sritex

    BPJS Siapkan 129 Miliar untuk Eks Karyawan PT Sritex

    • calendar_month Sabtu, 8 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 885
    • 0Komentar

    SURAKARTA,JARRAKPOS.COM – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan telah menyiapkan dana sekitar Rp129 miliar untuk eks karyawan PT Sri Rejeki Isman (Sritex). Dana tersebut dialokasikan untuk menyelesaikan klaim jaminan hari tua (JHT) 8.371 karyawan yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) buntut pemailitan PT Sritex. Dengan nilai JHT sebesar Rp129 miliar, rata-rata eks karyawan Sritex bisa […]

  • Pemkab Cirebon Dorong Pengembangan UMKM melalui Layanan Gratis

    Pemkab Cirebon Dorong Pengembangan UMKM melalui Layanan Gratis

    • calendar_month Kamis, 9 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 260
    • 0Komentar

    Cirebon, Jarrakpos.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon terus mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui Layanan Usaha Pengembangan (Business Development Service/BDS). Pj Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya, mengatakan bahwa layanan ini tidak hanya menampilkan produk UMKM, tetapi juga menyediakan berbagai layanan penunjang bagi pelaku usaha secara gratis. “Layanan ini mencakup perizinan, foto produk, kemasan […]

  • Dokumen Negara Ungkap Dugaan Resort PMA di Gianyar Beroperasi Tanpa Izin Sah, Pajak Daerah Jadi Sorotan

    Dokumen Negara Ungkap Dugaan Resort PMA di Gianyar Beroperasi Tanpa Izin Sah, Pajak Daerah Jadi Sorotan

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 22
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Dugaan pelanggaran perizinan oleh perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) di Kabupaten Gianyar kembali mencuat ke ruang publik. Kali ini, sorotan tidak lagi bertumpu pada asumsi atau kesaksian sepihak, melainkan pada rangkaian dokumen resmi negara yang mencatat adanya dugaan operasional resort mewah tanpa izin usaha yang sah dan sesuai ketentuan hukum Indonesia. Dokumen […]

  • Dispora Bengkulu Ajak Pemuda Jadi Penggerak Inovasi, Bukan Sekadar Pengikut Zaman

    Dispora Bengkulu Ajak Pemuda Jadi Penggerak Inovasi, Bukan Sekadar Pengikut Zaman

    • calendar_month Sabtu, 15 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 132
    • 0Komentar

    BENGKULU,jarrakpos.com – Dalam menghadapi dinamika zaman yang terus berubah, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bengkulu menekankan pentingnya peran generasi muda sebagai agen inovasi. Mereka diharapkan tidak hanya mengikuti perkembangan, tetapi juga menciptakan terobosan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan pembangunan daerah. Indara Jaya Syam, Kepala Bidang Pemberdayaan Pemuda Dispora Bengkulu, menyoroti kebutuhan akan […]

expand_less