Breaking News
light_mode
Trending Tags

Bali Interfood 2026 Kembali Digelar, Bali Diproyeksikan Jadi Pusat Seleksi Gelato Asia dan Penggerak Industri Hospitality

  • account_circle admin
  • calendar_month 57 menit yang lalu
  • visibility 7
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Pameran Bali Interfood 2026 kembali hadir di Bali untuk ketujuh kalinya. Ajang yang mempertemukan pelaku industri makanan, minuman, kuliner, perhotelan, restoran, kafe, hingga jasa boga ini akan berlangsung pada 2–4 September 2026 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Bali.

Rangkaian kegiatan Bali Interfood 2026 diawali dengan konferensi pers yang digelar di Nexx Cafe, Denpasar, Senin (31/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pelaku usaha, asosiasi, pemerintah, chef profesional, industri hospitality, serta para pemangku kepentingan lainnya.

CEO Krista Exhibitions, Daud Salim, mengatakan Bali Interfood tahun ini menjadi penyelenggaraan ketujuh sejak pertama kali digelar pada 2014.

Ia menjelaskan, pada awalnya Bali Interfood digelar dua tahunan. Namun, mulai 2025 penyelenggaraan kemudian dilakukan setiap tahun dan pola tersebut akan dilanjutkan pada 2027.

“Bali Interfood tahun ini sudah diselenggarakan yang ke-7 kalinya. Biasanya diselenggarakan setiap dua tahun. Mulai 2025 kita adakan setiap tahun, dan tahun depan 2027 juga akan diadakan setiap tahun,” ujar Daud.

Menurutnya, konsistensi penyelenggaraan Bali Interfood menunjukkan besarnya potensi Bali sebagai destinasi pariwisata sekaligus pusat pertumbuhan industri makanan, minuman dan hospitality.

Bali, kata dia, memiliki daya tarik tersendiri karena menjadi destinasi yang dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara. Kondisi tersebut membuat pameran industri makanan dan minuman memiliki ekosistem yang sangat kuat untuk berkembang.

Pada penyelenggaraan tahun ini, jumlah peserta disebut relatif sama dengan tahun sebelumnya, yakni sekitar 110–115 peserta, termasuk sekitar 35 pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) dari Jawa Timur serta sejumlah wilayah lain di Indonesia.

Daud mengatakan, Krista Exhibitions juga membuka peluang lebih besar bagi IKM Bali untuk tampil pada penyelenggaraan tahun depan.

Bersama Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), pihaknya berencana memfasilitasi sekitar 20–30 IKM industri makanan dan minuman Bali untuk mengikuti proses seleksi sehingga produk terbaik dapat ditampilkan dalam Bali Interfood 2027.

“Kami akan fasilitasi IKM-IKM industri makanan dan minuman di Pulau Bali, mungkin 20 sampai 30 IKM untuk menampilkan dan diseleksi yang terbaik, kemudian ditampilkan pada tahun depan,” katanya.

Bali Jadi Panggung Seleksi Gelato World Cup

Salah satu daya tarik utama Bali Interfood 2026 adalah digelarnya Indonesian Selection Gelato World Cup, yang menjadi bagian penting dari rangkaian seleksi menuju kompetisi gelato dunia.

Daud menjelaskan, Indonesia kini dipercaya menjadi salah satu pusat seleksi untuk kompetisi gelato tingkat internasional.

Jika kompetisi hot cooking untuk menuju ajang dunia sebelumnya banyak melalui Singapura, maka untuk kategori gelato, Indonesia justru mengambil peran strategis sebagai lokasi seleksi.

Peserta dari berbagai negara Asia dan kawasan lainnya akan mengikuti proses seleksi di Indonesia sebelum melanjutkan perjuangan menuju kompetisi dunia di Italia.

“Singapura harus ke Indonesia, China harus ke Indonesia, Taiwan ke Indonesia, Hong Kong, Korea Selatan, Filipina, Vietnam, semuanya harus ke Indonesia untuk diperlombakan menuju dunia,” jelasnya.

Kompetisi seleksi gelato tersebut akan berlangsung selama tiga hari, 2–4 September 2026 di BNDCC, dengan kategori individual.

Pemenang dari seleksi Indonesia di Bali selanjutnya akan bertanding di ajang berikutnya di kawasan Banten pada Krista Interfood 2026, yang dijadwalkan berlangsung pada 4–7 November 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2.

Kompetisi tersebut akan mempertemukan peserta dari sekitar 10 negara.

Pemenang akhirnya akan memperoleh kesempatan berlaga pada Gelato World Cup di Rimini, Italia, pada 23–27 Januari 2027.

Menurut Daud, kepercayaan kepada Indonesia sebagai salah satu pusat seleksi Asia merupakan capaian penting bagi industri kuliner nasional.

Lebih menarik lagi, kompetisi tersebut tidak sekadar menguji kemampuan teknis membuat gelato. Peserta juga dituntut mengangkat bahan-bahan lokal dari negara masing-masing.

Bahan seperti nangka, pepaya, durian dan berbagai komoditas lokal lainnya dapat diolah menjadi kreasi gelato yang memiliki identitas budaya.

Chef peserta juga harus mampu menjelaskan asal-usul bahan, alasan pemilihan bahan, proses pengolahan hingga konsep di balik produk yang dibuat.

“Chef-nya mesti cerita kenapa memilih bahan ini, asal-usulnya bagaimana dan diolahnya bagaimana. Sambil membuat, dia juga harus bercerita. Itu semua akan dinilai,” kata Daud.

Dari Gelato hingga Kompetisi Chef

Selain kompetisi gelato, Bali Interfood 2026 juga menghadirkan beragam kegiatan pendukung, mulai dari wine class, wine pairing, pelatihan bersama Ika Boga, fruit carving competition hingga table setting competition.

Pameran juga menghadirkan berbagai produk industri makanan dan minuman, termasuk cokelat serta produk berbasis komoditas dari berbagai daerah Indonesia.

Di sisi lain, kompetisi chef profesional juga menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian Interfood.

Daud menyebutkan, pada penyelenggaraan sebelumnya terdapat sekitar 984 chef yang mengikuti kompetisi dengan hampir 38 kelas. Tahun ini kategori kompetisi kembali diperluas, mencakup berbagai jenis masakan tradisional maupun internasional, termasuk tumpeng, sate, mi, pastry, bakery, pizza dan berbagai kategori lainnya.

Ajang tersebut menjadi ruang bagi para chef untuk menguji kemampuan, berinovasi sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia ke tingkat internasional.

PHRI Bali: Bukan Sekadar Pameran, tetapi Memperkuat Ekosistem Hospitality

Chairman Indonesian Hotel and Restaurant Association (PHRI) Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, menyambut positif konsistensi penyelenggaraan Bali Interfood.

Menurutnya, kehadiran Bali Interfood untuk ketujuh kalinya bukan hanya menjadi ajang transaksi produk makanan dan minuman, tetapi juga ruang strategis untuk memperkuat jaringan bisnis dan meningkatkan inovasi pelaku industri.

“Pameran Bali Interfood yang ketujuh kalinya hari ini tentunya bukan hanya sebuah pameran produk makanan dan minuman, tetapi sebenarnya merupakan ruang yang sangat strategis untuk memperkuat jaringan bisnis,” ujarnya.

Ia menilai, kuliner saat ini telah berkembang jauh melampaui kebutuhan dasar manusia.

Kuliner telah menjadi bagian dari pengalaman wisata yang berkaitan erat dengan cita rasa, budaya, identitas daerah dan kearifan lokal.

Karena itu, penguatan industri kuliner dinilai memiliki hubungan langsung dengan penguatan industri hospitality dan pariwisata Bali.

Menurut Tjokorda Oka, prinsip kualitas produk, keberlanjutan serta penguatan budaya lokal menjadi modal penting untuk membangun diferensiasi Bali sebagai destinasi pariwisata dunia.

PHRI Bali pun menyatakan komitmennya untuk terus mendukung keberlangsungan Bali Interfood dan pertumbuhan industri hospitality di Pulau Dewata.

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen

Sementara itu, Chairman of the Indonesian Food and Beverage Association (GAPMMI), Adhi S. Lukman, mengapresiasi konsistensi Krista Exhibitions dalam menyelenggarakan Bali Interfood 2026.

Menurutnya, pameran ini menjadi agenda penting karena mampu mempertemukan berbagai unsur dalam ekosistem industri makanan dan minuman, mulai dari inovasi, teknologi, logistik hingga para pelaku usaha dan pemangku kepentingan.

Adhi menyebutkan, industri makanan dan minuman nasional masih menunjukkan pertumbuhan positif.

Pada semester pertama 2026, industri makanan dan minuman tercatat mampu tumbuh sekitar 6,51 persen, atau berada di atas pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa industri tersebut masih menghadapi berbagai tantangan.

Mulai dari dinamika geopolitik dunia, perubahan iklim, regulasi, hingga berbagai perkembangan global yang dapat memengaruhi rantai pasok dan daya saing industri.

Karena itu, GAPMMI terus mendorong penguatan kapasitas pelaku industri, kepatuhan terhadap regulasi, inovasi, serta peningkatan daya saing.

“Bali Interfood memberikan ruang bagi para pemangku kepentingan untuk saling bertemu, saling mengisi, berbagi pengalaman dan berdiskusi bagaimana kita harus tumbuh bersama-sama di tengah tantangan yang ada saat ini,” kata Adhi.

Menuju Bali Interfood 2027 yang Lebih Besar

Daud Salim juga mengungkapkan rencana pengembangan Bali Interfood pada 2027.

Jika selama ini fokus utama pameran berada pada industri makanan dan minuman serta peralatan pendukungnya, maka tahun depan cakupan pameran akan diperluas dengan mengangkat tema hospitality Bali.

Berbagai aspek yang berkaitan dengan pelayanan hospitality, perhotelan dan industri pendukung pariwisata akan lebih banyak ditampilkan.

Langkah tersebut diharapkan membuat Bali Interfood semakin beragam sekaligus memperkuat posisinya sebagai platform bisnis dan inovasi bagi industri hospitality di Bali.

Dengan konsistensi penyelenggaraan setiap tahun, Bali Interfood bukan lagi sekadar agenda pameran, melainkan mulai berkembang menjadi bagian dari ekosistem industri pariwisata dan hospitality Bali.

Pameran ini mempertemukan produk, teknologi, pelaku usaha, chef, hotel, restoran, kafe, katering, asosiasi dan konsumen profesional dalam satu ruang kolaborasi.

Lebih jauh, kehadiran Indonesian Selection Gelato World Cup memberikan dimensi baru bagi Bali. Pulau Dewata tidak hanya menjadi tempat wisata, tetapi juga menjadi panggung bagi talenta kuliner Indonesia dan Asia untuk berkompetisi menuju ajang dunia.

Dengan mengangkat bahan lokal, kreativitas chef dan kekayaan budaya Indonesia, Bali Interfood 2026 sekaligus membuka peluang untuk membawa cita rasa Nusantara ke pentas internasional.

Bali Interfood 2026 akan berlangsung 2–4 September 2026 di BNDCC Bali. Ajang ini diharapkan menjadi momentum memperkuat jejaring bisnis, meningkatkan inovasi, membuka peluang pasar, serta semakin menegaskan Bali sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri makanan, minuman dan hospitality di Indonesia.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Indramayu Ditunjuk Menjadi Tuan Rumah PEPARDA Jawa Barat Tahun 2026.

    Indramayu Ditunjuk Menjadi Tuan Rumah PEPARDA Jawa Barat Tahun 2026.

    • calendar_month Senin, 10 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 832
    • 0Komentar

    INDRAMAYU JarrakPos.Com – Kabupaten Indramayu akan menjadi tuan rumah Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) tingkat Jawa Barat pada tahun 2026 mendatang. Kepastian tersebut terungkap setelah Pengurus Daerah National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jawa Barat melakukan audiensi dengan Bupati dan Wakil Bupati Indramayu Lucky Hakim dan Syaefudin di Pendopo Indramayu, Senin (10/3/2025). Ketua NPCI Jawa Barat Harry […]

  • Auren Nanda Vrista Raih Cumlaude Magister Hukum, Dorong Perlindungan Kekayaan Intelektual Bali Lewat Asas Itikad Baik

    Auren Nanda Vrista Raih Cumlaude Magister Hukum, Dorong Perlindungan Kekayaan Intelektual Bali Lewat Asas Itikad Baik

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 37
    • 0Komentar

    DENPASAR – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan kader muda Partai Demokrat, Auren Nanda Vrista. Representasi Generasi Z tersebut resmi menyandang gelar Magister Hukum setelah menyelesaikan pendidikan di Program Pascasarjana Magister Hukum Universitas Dwijendra, Bali, dengan predikat cumlaude. Keberhasilan akademik tersebut semakin istimewa karena Auren mengangkat isu yang sangat relevan dengan perkembangan ekonomi kreatif di Bali melalui […]

  • Sugi Lanus: Pemimpin Bali Modern Gagal Jaga Warisan Terbesar Bali 

    Sugi Lanus: Pemimpin Bali Modern Gagal Jaga Warisan Terbesar Bali 

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 15
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Peneliti manuskrip lontar Bali dan Jawa Kuno, Sugi Lanus, melontarkan kritik tajam terhadap kepemimpinan modern di Bali yang dinilai gagal menjaga warisan terbesar daerah, yakni sistem pertanian sawah dan Subak. Menurutnya, pertanian di Bali bukan sekadar aktivitas bercocok tanam, melainkan bagian dari kebijakan politik yang telah diwariskan sejak masa kerajaan Bali kuno. […]

  • Pegawai Negeri Sipil, Apakah Juga Masyarakat Atau Bukan?

    Pegawai Negeri Sipil, Apakah Juga Masyarakat Atau Bukan?

    • calendar_month Kamis, 20 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 313
    • 0Komentar

    Oleh: Dr. Syukur Muhaymin Adang Djaha, S.Sos, M.AP (Dosen Ilmu Administrasi Negara Universitas Nusa Cendana) NTT, Jarrakpos- Mari kita mulai tulisan ini dengan pernyataan dan pertanyaan yang akhir-akhir ini sedang ramai di masyarakat tentang PNS. “PNS itu membebani keuangan negara”, “PNS itu apa sih kerjanya?”, “Hapuskan PNS”, dan masih banyak lagi pernyataan dan pertanyaan tendensius […]

  • Made Supartha Apresiasi Aksi Damai Mahasiswa, Tegaskan DPRD Bali Siap Kawal Aspirasi hingga Pusat

    Made Supartha Apresiasi Aksi Damai Mahasiswa, Tegaskan DPRD Bali Siap Kawal Aspirasi hingga Pusat

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 18
    • 0Komentar

    DENPASAR – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Bali, Dr. C. I Made Supartha, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi tinggi kepada mahasiswa dan masyarakat yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Udayana (BEM Unud) serta Aliansi Bali Bergerak saat menyampaikan aspirasi di depan Kantor DPRD Provinsi Bali, Renon, Denpasar, Senin (22/6/2026). Dalam aksi yang berlangsung tertib […]

  • Ariandi Kembali Nahkodai Kadin Bali, Anindya Bakrie Dorong Dukungan Penuh Program Nasional

    Ariandi Kembali Nahkodai Kadin Bali, Anindya Bakrie Dorong Dukungan Penuh Program Nasional

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10
    • 0Komentar

    DENPASAR — Made Ariandi resmi kembali menakhodai Kamar Dagang dan Industri Provinsi Bali masa bakti 2025–2030 dalam seremoni pengukuhan yang digelar di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center, Denpasar, Sabtu (25/4/2026). Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Anindya Bakrie, dan turut disaksikan Wayan Koster serta sejumlah tokoh nasional dan […]

expand_less