HUT ke-14 IWO Indonesia dan HUT ke-1 IWO Bali, Koster Tegaskan Pers Online Harus Kritis, Objektif dan Berpihak Pada Kepentingan Publik.
- account_circle Redaksi Bali
- calendar_month 0 menit yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR, Matakompas.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan pentingnya peran pers, khususnya media online, dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan publik.
Hal tersebut disampaikan Koster saat menghadiri puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Wartawan Online (IWO) Indonesia ke-14 sekaligus HUT IWO Provinsi Bali ke-1 yang digelar di Aula Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Minggu (30/8/2026).
Mengusung tema “Peran Pers Mengawal Pembangunan Bali”, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen insan pers online dalam menjalankan fungsi jurnalistik secara profesional, berimbang, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Dalam sambutannya, Koster mengatakan keberadaan IWO merupakan bagian dari respons terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi yang berlangsung sangat pesat. Perkembangan teknologi tersebut telah mengubah pola masyarakat dalam memperoleh informasi.
Menurutnya, media online memiliki karakteristik yang berbeda dengan media konvensional karena mampu menyajikan informasi secara cepat dan mudah diakses masyarakat dari berbagai tempat.
“Keberadaan Ikatan Wartawan Online (IWO) merupakan respons atas pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi. Media online dapat memberikan informasi dengan lebih cepat, mudah dan dapat diakses di mana saja,” ujar Koster.
Namun, kecepatan penyebaran informasi tersebut, menurut Koster, harus tetap diimbangi dengan tanggung jawab jurnalistik. Pers tidak hanya dituntut mampu menyampaikan informasi secara cepat, tetapi juga harus memastikan informasi yang disampaikan benar, objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.
Koster menilai media massa memiliki posisi strategis dalam kehidupan demokrasi karena menjadi salah satu wahana interaksi antara pemerintah dan masyarakat. Melalui pemberitaan, masyarakat dapat mengetahui berbagai kebijakan dan program pemerintah, sementara pemerintah juga dapat menerima kritik, masukan serta aspirasi masyarakat.
Karena itu, ia mengingatkan insan pers agar dalam menjalankan tugas jurnalistik tetap berpegang teguh pada aturan dan kaidah jurnalistik, namun tidak kehilangan sikap kritis.
Pers, kata Koster, harus mampu memberikan informasi yang dapat mencerdaskan masyarakat dan membantu publik memahami berbagai persoalan secara utuh.
Ia juga berharap media yang tergabung dalam IWO mampu menjaga objektivitas dan profesionalitas dalam setiap pemberitaan. Informasi yang disampaikan kepada masyarakat harus berdasarkan kondisi yang sebenarnya, bukan berdasarkan kepentingan tertentu.
“Harus berani mengatakan apa adanya. Jika ada yang buruk sampaikan, namun kalau ada yang positif juga harus disampaikan kepada masyarakat. Semuanya untuk mensejahterakan masyarakat Bali,” tegasnya.
Menurut Koster, keberanian pers untuk menyampaikan fakta secara objektif merupakan bagian penting dari fungsi kontrol sosial. Kritik terhadap pemerintah tetap diperlukan sebagai bentuk pengawasan publik, sementara capaian pembangunan yang positif juga perlu diinformasikan secara proporsional agar masyarakat memperoleh gambaran yang berimbang.
Lebih jauh, Koster berharap IWO Bali dapat terus membangun sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak dalam mengawal arah pembangunan Bali, termasuk dalam mengimplementasikan Tatanan Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun.
Ia mengatakan pembangunan Bali dalam jangka panjang membutuhkan pemahaman dan partisipasi seluruh elemen masyarakat. Karena itu, sosialisasi mengenai arah pembangunan Bali akan terus dilakukan secara masif agar masyarakat memahami tujuan dan arah kebijakan pembangunan yang telah dirancang.
“Haluan pembangunan Bali 100 tahun ini harus dipahami oleh masyarakat. Karena itu akan terus kita sosialisasikan secara masif agar masyarakat Bali memahami dan dapat berperan aktif dalam mendukung pembangunan Bali ke depan,” jelasnya.
IWO Bali Tegaskan Keberpihakan pada Kepentingan Publik
Sementara itu, Ketua IWO Provinsi Bali, Tri Widiyanti, menegaskan bahwa IWO Bali berkomitmen untuk terus mengambil bagian dalam mengawal pembangunan di Pulau Dewata melalui kerja-kerja jurnalistik yang profesional dan bertanggung jawab.
Dengan mengusung tema “Peran Pers Mengawal Pembangunan Bali”, IWO Bali ingin menempatkan pers bukan sekadar sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem pembangunan yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk memperoleh informasi secara terbuka.
Tri Widiyanti menyampaikan IWO akan terus membangun kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pihak dengan tetap mengedepankan keberpihakan terhadap kepentingan publik.
Menurutnya, proses diseminasi informasi kepada masyarakat harus dilakukan secara bersih, bertanggung jawab, berimbang dan mengutamakan objektivitas.
Prinsip tersebut menjadi penting di tengah derasnya arus informasi digital yang memungkinkan sebuah informasi menyebar dalam waktu singkat. Pers online dituntut tidak hanya cepat, tetapi juga mampu melakukan verifikasi dan menyajikan informasi berdasarkan fakta.
Puncak HUT Diisi Beragam Kegiatan
Peringatan HUT IWO Indonesia ke-14 dan HUT IWO Bali ke-1 tersebut tidak hanya diisi dengan seremoni organisasi.
Kegiatan juga dirangkaikan dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan IWO, penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba karya jurnalistik tingkat perguruan tinggi se-Bali, talkshow, serta penyerahan bantuan tali kasih kepada 15 anak-anak kurang mampu.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya IWO Bali memperkuat kapasitas jurnalistik sekaligus menghadirkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Momentum satu tahun perjalanan IWO Bali juga menjadi ruang refleksi bagi organisasi untuk memperkuat peran pers online di tengah perubahan ekosistem media yang semakin cepat.
Dengan semakin luasnya penggunaan teknologi digital, tantangan pers tidak hanya berkaitan dengan kecepatan produksi berita, tetapi juga menyangkut akurasi, independensi, etika, verifikasi dan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi kepada publik.

Karena itu, peringatan HUT IWO Indonesia ke-14 dan HUT IWO Bali ke-1 diharapkan tidak berhenti pada seremoni organisasi. Momentum tersebut menjadi penegasan kembali bahwa pers memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kualitas informasi publik sekaligus mengawal jalannya pembangunan Bali.
Di tengah agenda pembangunan Bali yang berlangsung dalam jangka panjang, keberadaan pers diharapkan tetap menjadi mitra kritis pemerintah sekaligus representasi kepentingan masyarakat.
Pers yang cepat memberikan informasi, tetapi tetap akurat; kritis tanpa kehilangan objektivitas; serta mampu menyampaikan capaian maupun persoalan secara berimbang menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat Bali yang semakin sadar informasi. (red).
- Penulis: Redaksi Bali









Saat ini belum ada komentar