Bantu Mahasiswa Kelola Stres, Yayasan Cahaya Cinta Kasih Gelar Bedah Buku Interaktif “SOUL Reflection” di Bandung
- account_circle admin
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BANDUNG – Di tengah meningkatnya tekanan akademik dan tantangan kesehatan mental yang dihadapi generasi muda, Yayasan Cahaya Cinta Kasih menggelar kegiatan Buka Lembaran Baru melalui bedah buku interaktif bertajuk “SOUL Reflection” karya Bunda Arsaningsih di Bandung, Kamis (18/6/2026). Kegiatan ini diikuti puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, termasuk SATU University, yang ingin memperoleh cara baru dalam mengelola stres sekaligus memperkuat kesehatan mental.
Berbeda dengan seminar atau webinar yang umumnya berlangsung satu arah, kegiatan ini dikemas secara interaktif dengan pendekatan psikologis dan refleksi personal. Para peserta diajak membuka halaman buku secara acak untuk menemukan pesan-pesan yang dinilai relevan dengan kondisi emosional maupun persoalan yang sedang mereka hadapi.
Metode tersebut mendapat respons positif dari peserta. Salah satunya Fran Sumawijaya, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi SATU University Bandung. Ia mengaku sempat meragukan konsep refleksi tersebut karena terbiasa berpikir secara ilmiah.
“Sebagai orang yang berpikir saintifik, awalnya saya ragu. Namun setelah mengikuti sesi ini dan membuka buku secara acak, ternyata isinya tidak serandom yang saya bayangkan. Pesan-pesannya sangat mendalam dan memberikan banyak insight. Kegiatannya juga anti-mainstream, tidak membosankan seperti webinar pada umumnya, bahkan mampu membangun rasa kebersamaan di antara peserta,” ujarnya.
Pandangan serupa disampaikan Azis Abdul Rahim, mahasiswa Psikologi SATU University. Menurutnya, kegiatan refleksi seperti ini penting bagi mahasiswa, khususnya calon praktisi psikologi, sebagai sarana menjaga kesehatan mental dan kemampuan mengelola emosi sebelum nantinya mendampingi orang lain.
“Sebagai mahasiswa psikologi, kegiatan seperti ini sangat kami butuhkan. Sebelum membantu orang lain, kami harus terlebih dahulu mampu berdamai dengan diri sendiri dan belajar untuk lebih banyak bersyukur,” katanya.
Sementara itu, Koordinator SOUL Community Bandung, dr. Putu Santhi, menyampaikan apresiasi kepada para donatur dan seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, termasuk Mama Molen yang menyediakan suvenir bagi peserta.
Menurutnya, suvenir tersebut bukan sekadar cendera mata, tetapi juga menjadi akses bagi mahasiswa untuk mengikuti program lanjutan berupa kelas meditasi daring gratis yang rutin diselenggarakan setiap Rabu malam.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah berpartisipasi. Semoga seluruh kebaikan yang diberikan kembali berlipat ganda. Melalui suvenir yang diterima peserta, mereka juga dapat memperoleh informasi mengenai berbagai kegiatan Yayasan Cahaya Cinta Kasih sekaligus mengakses kelas meditasi online mingguan,” tutur dr. Putu Santhi.
Melalui program Buka Lembaran Baru, Yayasan Cahaya Cinta Kasih menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang aman (safe space) bagi generasi muda. Yayasan berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengenali diri, mengelola tekanan hidup, menjaga kesehatan mental, serta membangun karakter positif.
Didirikan pada 2012 oleh Bunda Arsaningsih, Yayasan Cahaya Cinta Kasih merupakan organisasi sosial yang bergerak di bidang kemanusiaan dan pengembangan karakter melalui metode SOUL. Selain aktif menggelar pembelajaran karakter di lingkungan sekolah, yayasan juga menjalankan berbagai aksi sosial melalui program Soul Action, seperti bakti sosial, donor darah, kegiatan relawan, aksi lingkungan, dan kampanye sosial sebagai bentuk kontribusi nyata bagi masyarakat.
- Penulis: admin




Saat ini belum ada komentar