Breaking News
light_mode
Trending Tags

Lomba Layang-Layang Jembrana Tuai Sorotan, Bupati Kembang Minta Evaluasi Total

  • account_circle admin
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 8
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JEMBRANA – Penyelenggaraan Lomba Layang-Layang Jembrana di Pantai Pengambengan, Minggu (30/8/2026), menuai kekecewaan dari sejumlah peserta atau rare angon. Sorotan tidak hanya diarahkan pada persoalan teknis penyelenggaraan, tetapi juga menyangkut koordinasi panitia, pengemasan kegiatan hingga proses penentuan juara.

Kekecewaan tersebut bahkan mendapat perhatian langsung dari Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan. Setelah melihat kondisi penyelenggaraan di lapangan, Kembang menilai event yang digelar organisasi Kite Pelangi Jembrana tersebut perlu mendapatkan evaluasi secara menyeluruh.

Menurutnya, sebuah kegiatan yang membawa nama daerah semestinya dipersiapkan secara matang dan dikelola dengan standar profesional. Terlebih, kegiatan seni dan budaya seperti lomba layang-layang memiliki potensi untuk menjadi daya tarik wisata sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat dan pelaku UMKM lokal.

“Pelaksanaannya sangat mengecewakan dan terkesan asal-asalan, tanpa persiapan yang matang. Bahkan event yang digarap komunitas kecil dengan anggaran lebih sedikit bisa dikemas jauh lebih baik dari ini. Ini harus jadi catatan sekaligus evaluasi total panitia,” tegas Kembang, Senin (31/8/2026).

Ia menekankan, organisasi maupun komunitas yang menyelenggarakan kegiatan di Jembrana harus memiliki keseriusan dalam mempersiapkan setiap event. Aspek profesionalisme, transparansi, koordinasi dan tanggung jawab dinilai penting untuk memastikan kegiatan tidak hanya berlangsung secara seremonial, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sorotan terhadap pelaksanaan lomba tersebut muncul dari sejumlah kondisi di lapangan. Persiapan yang dinilai belum optimal, suasana kegiatan yang disebut kurang semarak, hingga benturan jadwal dengan Denpasar Kite Festival menjadi bagian dari persoalan yang disayangkan peserta.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengurangi dampak positif yang seharusnya dapat diberikan sebuah event budaya terhadap sektor pariwisata dan aktivitas ekonomi masyarakat. Kehadiran peserta, penonton, serta pelaku UMKM dalam sebuah kegiatan semestinya mampu menciptakan perputaran ekonomi yang lebih besar bagi daerah.

Terlebih, kegiatan tersebut turut mendapatkan dukungan anggaran dari Pemerintah Kabupaten Jembrana. Karena itu, kualitas penyelenggaraan menjadi perhatian penting agar dukungan pemerintah benar-benar berbanding lurus dengan manfaat yang diterima masyarakat.

Penilaian Juara Ikut Dipersoalkan

Selain persoalan teknis penyelenggaraan, proses penentuan juara juga menjadi titik kekecewaan sejumlah peserta.

Salah seorang peserta dari komunitas layang-layang yang meminta identitasnya tidak disebutkan mengatakan, persoalan yang terjadi tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan lomba, tetapi juga keputusan panitia dalam menentukan pemenang.

“Banyak kekecewaan yang terjadi, baik itu teknis sampai keputusan pengambilan juara yang dilakukan oleh pihak panitia. Kegaduhan ini sudah menimbulkan banyak kekecewaan, baik itu rare angon Jembrana dan rare angon Sarbagita,” ungkapnya.

Menurut dia, transparansi dalam proses penilaian merupakan hal mendasar dalam sebuah kompetisi. Kejelasan mekanisme penilaian dan konsistensi keputusan juri maupun panitia dinilai penting untuk menjaga sportivitas sekaligus kepercayaan peserta.

Ia berharap persoalan tersebut tidak berhenti sebagai polemik, tetapi menjadi bahan evaluasi bagi pengurus Pelangi Jembrana maupun seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan event layang-layang di Jembrana.

Didorong Evaluasi Kepengurusan

Peserta juga mendorong adanya evaluasi terhadap kepengurusan Pelangi Jembrana, termasuk kepemimpinan organisasi, agar ke depan mampu memberikan pengayoman yang lebih baik kepada komunitas dan para pecinta layang-layang.

“Perlu ada evaluasi terhadap Ketua Pelangi Jembrana saat ini. Yang kita butuhkan sosok yang memiliki kapasitas serta komitmen tinggi untuk mengayomi asosiasi sehingga kami tetap merasa dinaungi serta diurus oleh asosiasi,” ujarnya.

Harapan tersebut sejalan dengan dorongan agar organisasi yang menaungi komunitas layang-layang dapat membangun komunikasi yang lebih terbuka dengan para rare angon. Dengan demikian, persoalan teknis maupun perbedaan pandangan dalam sebuah event dapat diselesaikan melalui mekanisme yang jelas dan tidak berkembang menjadi polemik.

Bupati Kembang sendiri menegaskan, pengalaman tersebut harus menjadi pembelajaran bagi penyelenggara maupun organisasi lainnya di Jembrana. Setiap event yang membawa nama daerah, menurutnya, harus dirancang dengan perencanaan matang, koordinasi yang kuat serta pertanggungjawaban yang jelas.

Bagi Jembrana, lomba layang-layang bukan semata-mata pertandingan. Tradisi rare angon merupakan bagian dari ekspresi seni, budaya dan kreativitas masyarakat Bali yang memiliki potensi dikembangkan menjadi atraksi wisata.

Karena itu, polemik dalam penyelenggaraan lomba kali ini diharapkan menjadi momentum untuk melakukan pembenahan. Event budaya ke depan diharapkan tidak hanya ramai secara seremonial, tetapi juga mampu menghadirkan pengalaman yang baik bagi peserta, penonton, pelaku UMKM dan masyarakat sekitar.

Dengan evaluasi yang menyeluruh, penyelenggaraan kegiatan serupa diharapkan dapat berjalan lebih profesional, transparan dan bertanggung jawab, sekaligus memperkuat posisi Jembrana sebagai daerah yang mampu mengemas potensi budaya menjadi kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Publik Bali Mulai Curiga: Ada Apa di Balik Sikap Fraksi Golkar DPRD Bali terhadap BTID?

    Publik Bali Mulai Curiga: Ada Apa di Balik Sikap Fraksi Golkar DPRD Bali terhadap BTID?

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 15
    • 0Komentar

    DENPASAR – Polemik proyek dan kawasan yang berkaitan dengan PT BTID kembali memantik kegelisahan publik Bali. Setelah muncul pengakuan terkait adanya pemotongan mangrove di kawasan proyek, perhatian masyarakat kini tidak hanya tertuju kepada pihak investor, tetapi juga kepada sikap politik para wakil rakyat di DPRD Bali. Sorotan mengarah kepada Fraksi Golkar DPRD Bali setelah adanya […]

  • Yayasan Camellia Panduwinata Peduli Ribuan Santri di Rangkasbitung, Begini Harapan KITA Lebak 

    Yayasan Camellia Panduwinata Peduli Ribuan Santri di Rangkasbitung, Begini Harapan KITA Lebak 

    • calendar_month Senin, 10 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Lebak – Yayasan Camellia Panduwinata kembali menunjukkan kepeduliannya dengan membagikan ribuan telur dan minyak goreng di Pondok Pesantren (Ponpes) La Tahzan. Kegiatan tersebut dilakukan di Jalan Prof. Dr. Ir. Sutami KM 7, Kampung Kalapa Tilu, Desa Citeras, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Jumat, 7 Februari 2025 kemarin Camellia Panduwinata Lubis menyebut, gerakan ini bukan sekadar […]

  • Pansus TRAP dan Pangdam IX/Udayana Sepakat Jaga Tata Ruang Bali untuk Generasi Mendatang

    Pansus TRAP dan Pangdam IX/Udayana Sepakat Jaga Tata Ruang Bali untuk Generasi Mendatang

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com — Komitmen menjaga masa depan Bali kian diperkuat melalui sinergi strategis antara Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali dengan jajaran Komando Daerah Militer IX/Udayana. Dalam audiensi yang digelar Senin (13/4/2026) di Makodam IX/Udayana, Denpasar, kedua pihak menegaskan kesepahaman untuk menjaga tata ruang Bali sebagai warisan bagi generasi […]

  • Perang Timur Tengah Berdampak Pariwisata Bali

    Perang Timur Tengah Berdampak Pariwisata Bali

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 12
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Serangan militer Amerika Serikat-Israel terhadap Iran membuat panas situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah. Kondisi ini diprediksi mengancam keberlangsungan pariwisata dan perekonomian Bali. Meski belum ada laporan resmi, dampak perang terhadap kunjungan wisatawan ke Bali dinilai tetap harus diantisipasi sejak dini. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisatawan asal kawasan […]

  • FOPI Sumut Dikukuhkan, Berharap Petanque Dipertandingkan di PON XXII

    FOPI Sumut Dikukuhkan, Berharap Petanque Dipertandingkan di PON XXII

    • calendar_month Senin, 17 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 433
    • 0Komentar

    Medan – Pengurus baru Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Sumatera Utara (Sumut) untuk periode 2024-2028 resmi dikukuhkan di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, pada Senin (17/2/25). Saat pengukuhan, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumut, John Ismadi Lubis mengucapkan terima kasih kepada pengurus yang sebelumnya, dan berharap pengurus baru meningkatkan prestasi. “Selamat berkarya, […]

  • Pemantauan Malam Tahun Baru di Kabupaten Cirebon: Fokus Keamanan dan Kelancaran Lalu cirebon

    Pemantauan Malam Tahun Baru di Kabupaten Cirebon: Fokus Keamanan dan Kelancaran Lalu cirebon

    • calendar_month Rabu, 1 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 281
    • 0Komentar

    CIREBON, Jarrakpos.com — Malam pergantian tahun di Kabupaten Cirebon berlangsung dalam suasana aman dan terkendali. Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya, bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), seperti Polresta Cirebon, Kodim 0620 Kabupaten Cirebon, dan Korem 063 Sunan Gunung Jati, melakukan monitoring langsung ke sejumlah Pos Pengamanan (Pospam) lalu lintas di titik -titik rawan […]

expand_less