Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tak Berkategori » Publik Bali Mulai Curiga: Ada Apa di Balik Sikap Fraksi Golkar DPRD Bali terhadap BTID?

Publik Bali Mulai Curiga: Ada Apa di Balik Sikap Fraksi Golkar DPRD Bali terhadap BTID?

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
  • visibility 3
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Polemik proyek dan kawasan yang berkaitan dengan PT BTID kembali memantik kegelisahan publik Bali. Setelah muncul pengakuan terkait adanya pemotongan mangrove di kawasan proyek, perhatian masyarakat kini tidak hanya tertuju kepada pihak investor, tetapi juga kepada sikap politik para wakil rakyat di DPRD Bali.

Sorotan mengarah kepada Fraksi Golkar DPRD Bali setelah adanya pertemuan dengan Tantowi Yahya. Di tengah memanasnya isu lingkungan, tata ruang, dan keberadaan pura yang disebut masuk dalam SHGB kawasan, publik mulai mempertanyakan posisi politik Fraksi Golkar: sedang membela kepentingan Bali atau justru terlihat lebih lunak terhadap investor?

Seorang sumber yang mengaku mengikuti dinamika pembahasan internal DPRD Bali bahkan menyebut perubahan sikap tersebut mulai menjadi perbincangan di kalangan tertentu. Namun sumber tersebut meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

“Publik tentu bisa menilai sendiri kenapa setelah ada pertemuan dengan pihak investor, arah kritik malah berubah ke Pansus. Ini yang memunculkan tanda tanya besar,” ujarnya singkat, enggan disebutkan namanya.

Pertanyaan ini muncul bukan tanpa alasan. Bali memiliki filosofi pembangunan yang selama ini digaungkan kuat melalui konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali — sebuah arah pembangunan yang menempatkan kesucian alam, budaya, adat, dan keseimbangan ekologis sebagai fondasi utama. Filosofi ini bukan sekadar slogan politik, tetapi seharusnya menjadi roh dalam setiap kebijakan pembangunan di Bali.

Selain itu, Bali juga hidup dengan falsafah luhur Tri Hita Karana, yakni harmoni hubungan manusia dengan Tuhan (parahyangan), manusia dengan sesama (pawongan), dan manusia dengan alam lingkungan (palemahan). Konsep ini selama puluhan tahun menjadi identitas moral dan spiritual pembangunan Bali.

Karena itu, ketika muncul isu pemotongan mangrove yang diakui pihak perusahaan, masyarakat tentu bereaksi keras. Mangrove bukan hanya vegetasi biasa. Ia adalah benteng ekologis Bali pesisir, pelindung abrasi, rumah ekosistem laut, sekaligus simbol keseimbangan alam yang selama ini dijaga.

Belum lagi muncul polemik terkait pura yang disebut berada dalam kawasan SHGB. Dalam perspektif masyarakat Bali, pura bukan sekadar bangunan fisik, melainkan ruang sakral yang memiliki nilai spiritual, historis, dan sosial tinggi. Ketika ruang-ruang suci mulai masuk dalam pusaran konflik investasi dan penguasaan lahan, maka yang terusik bukan hanya persoalan administrasi tanah, tetapi juga harga diri budaya Bali.

Di sinilah publik mulai mempertanyakan sikap sebagian elit politik. Mengapa ketika masyarakat adat, aktivis lingkungan, dan berbagai elemen sipil bersuara keras menjaga ruang hidup Bali, justru muncul nada-nada yang terkesan membela atau melunakkan kritik terhadap investor?

Bahkan tidak sedikit yang mulai menilai sikap tersebut sebagai bentuk ketidakloyalan terhadap konsep Tri Hita Karana itu sendiri. Sebab ketika alam Bali mulai dirusak, kawasan mangrove dipotong, dan ruang suci dipersoalkan dalam konflik investasi, maka yang terancam bukan hanya lingkungan fisik Bali, tetapi juga keseimbangan spiritual dan sosial masyarakat Bali.

Opini bahwa ada indikasi “pengkhianatan terhadap Bali” tentu merupakan penilaian politik dan moral yang lahir dari keresahan masyarakat. Namun keresahan itu muncul karena publik melihat adanya jarak antara narasi menjaga Bali dengan praktik politik di lapangan.

Masyarakat tentu berharap DPRD Bali berdiri paling depan menjaga regulasi ruang, budaya, dan ekologis Bali. Bukan justru terlihat defensif terhadap investor di tengah munculnya persoalan lingkungan dan kawasan suci.

Dalam demokrasi, investor memang penting untuk pembangunan ekonomi. Tetapi Bali bukan sekadar objek bisnis. Bali hidup dari harmoni antara alam, budaya, adat, dan spiritualitas. Ketika keseimbangan itu terganggu, maka yang dipertaruhkan bukan hanya proyek, tetapi masa depan identitas Bali sendiri.

Karena itu publik kini menunggu satu hal penting: keberanian moral para wakil rakyat untuk benar-benar menunjukkan loyalitas kepada Bali dan nilai-nilai Tri Hita Karana. Sebab menjaga Bali tidak cukup hanya lewat pidato dan slogan. Loyalitas sejati diuji ketika berhadapan langsung dengan kekuatan modal besar yang berpotensi menggerus ruang hidup, ekologi, dan kesucian budaya Bali.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Koster Sampaikan Penghargaan dan Terima Kasih atas Kontribusi Turis Asing pada Program PWA

    Gubernur Koster Sampaikan Penghargaan dan Terima Kasih atas Kontribusi Turis Asing pada Program PWA

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 3
    • 0Komentar

    DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster secara khusus menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada wisatawan asing yang telah berkontribusi membayar Pungutan Wisatawan Asing (PWA) sebesar Rp.150.000. Penghargaan dan apresiasi itu disampaikan Gubernur Koster melalui pernyataan dalam bentuk konten grafis dan video yang diluncurkan secara resmi di Gedung Kertha Sabha, Sabtu (16/5/2026). Selanjutnya, ucapan terima […]

  • Imigrasi Ngurah Rai Tangkap Buronan Interpol Asal Inggris, Tegaskan Bali Tertutup bagi Kriminal Internasional

    Imigrasi Ngurah Rai Tangkap Buronan Interpol Asal Inggris, Tegaskan Bali Tertutup bagi Kriminal Internasional

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 1
    • 0Komentar

    BADUNG, Matakompas.com— Komitmen menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah kembali ditegaskan jajaran Imigrasi di pintu gerbang utama Bali. Kantor Imigrasi Ngurah Rai berhasil mengamankan seorang warga negara Inggris berinisial SL (45), yang masuk dalam daftar buronan internasional melalui Red Notice Interpol. Penangkapan dilakukan saat SL tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai melalui penerbangan rute Singapura–Denpasar. […]

  • Harmoni Pendekatan Adat, Humanis, dan Profesional, LPD Desa Adat Peliatan Sukses Tekan Kredit Macet Rp 30 Miliar dalam 8 Bulan

    Harmoni Pendekatan Adat, Humanis, dan Profesional, LPD Desa Adat Peliatan Sukses Tekan Kredit Macet Rp 30 Miliar dalam 8 Bulan

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 2
    • 0Komentar

    GIANYAR, Matakompas.com – Sebuah kabar menggembirakan datang dari LPD Desa Adat Peliatan. Melalui kerja keras, kekompakan tim, serta pendekatan humanis dan berlandaskan adat, lembaga keuangan kerakyatan ini berhasil menyelesaikan kredit macet hingga Rp30 miliar hanya dalam waktu 8 bulan sebuah pencapaian besar yang jarang terlihat dalam dunia perkreditan desa adat di Bali. Padahal, pada April […]

  • DPR RI Restui Percepatan Infrastruktur Bali, Komitmen Jaga Pariwisata Berkelas Dunia

    DPR RI Restui Percepatan Infrastruktur Bali, Komitmen Jaga Pariwisata Berkelas Dunia

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 2
    • 0Komentar

    JAKARTA, Matakompas.com – Komisi V DPR RI secara resmi memberikan dukungan penuh terhadap percepatan pembangunan infrastruktur dan transportasi di Provinsi Bali dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat yang digelar di Gedung Nusantara, Jakarta, Rabu (8/4/2026). Rapat yang dipimpin Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, bersama Menteri Perhubungan, Menteri Pekerjaan Umum, serta Gubernur Bali, Wayan […]

  • Kemenkum Jabar Lengkapi Formasi Pejabat, Asep Sutandar Tegaskan Profesionalisme dan Integritas

    Kemenkum Jabar Lengkapi Formasi Pejabat, Asep Sutandar Tegaskan Profesionalisme dan Integritas

    • calendar_month Senin, 13 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 239
    • 0Komentar

    JARRAKPOS.COM. BANDUNG – Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Jawa Barat kini resmi melengkapi jajaran pejabat manajerial dan non-manajerial.  Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dilakukan di Aula Soepomo, Kanwil Kemenkum Jabar di Jalan Jakarta No. 27, Bandung, Jawa Barat pada Senin (13/01/2025). Adapun pelantikan tersebut dipimpin langsung Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkum Jabar, Asep Sutandar, yang […]

  • Perayaan Berstananya 2 Kongco Ym Kwan See Tee Kun dan Ym Hian Thian Siang Tee di Khong Cu Bio Denpasar

    Perayaan Berstananya 2 Kongco Ym Kwan See Tee Kun dan Ym Hian Thian Siang Tee di Khong Cu Bio Denpasar

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Umat Konghucu melaksanakan acara perayaan berstananya 2 Kongco, yaitu Ym Kwan See Tee Kun dan Ym Hian Thian Siang Tee di Klenteng Khong Cu Bio Denpasar, Jalan Bisma No.5, Dauh Puri Kaja, Kec. Denpasar Utara, Kota Denpasar, Rabu, 29 Oktober 2025. Ketua Matakin Provinsi Bali, Adi Natha Lie menyatakan acara persembahyangan untuk […]

expand_less