Breaking News
light_mode
Trending Tags

Gubernur Koster: AI Tak Boleh Menggantikan Kecerdasan Budaya, Bali Didorong Jadi Laboratorium Lingkungan Binaan Berkelanjutan.

  • account_circle Redaksi Bali
  • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
  • visibility 27
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) tidak boleh menggeser kecerdasan manusia maupun kecerdasan budaya. Teknologi, kata dia, harus ditempatkan sebagai instrumen untuk memperkuat nilai, identitas, dan karakter masyarakat dalam pembangunan Bali.

Penegasan tersebut disampaikan Koster saat membuka Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (TI IPLBI) ke-14 di Aula Gedung Pascasarjana Universitas Udayana, Denpasar, Jumat (4/9/2026). Dalam kegiatan yang mengusung tema “Kecerdasan Budaya untuk Lingkungan Binaan Berkelanjutan: Kecerdasan Buatan, Konteks Lokal, dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan” itu, Koster hadir sekaligus sebagai pembicara utama.

“Kecerdasan buatan tidak boleh menggantikan kecerdasan budaya. Justru kecerdasan buatan harus ditempatkan sebagai instrumen untuk memperkuat kecerdasan manusia dan kecerdasan budaya,” tegas Koster.

Menurutnya, prinsip tersebut menjadi semakin penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi, perubahan iklim, ancaman bencana, serta tantangan pembangunan yang semakin kompleks. Pembangunan lingkungan binaan di Bali tidak boleh hanya mengejar kemajuan fisik dan teknologi, tetapi harus tetap berpijak pada jati diri serta karakter Bali.

Koster menegaskan, arah pembangunan tersebut telah dituangkan dalam Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun 2025–2125, dengan menempatkan keberlanjutan Alam Bali, Manusia Bali, dan Kebudayaan Bali sebagai fondasi utama.

Nilai-nilai Sad Kerthi, lanjut Koster, juga harus menjadi landasan etis dan ekologis dalam pengembangan lingkungan binaan. Dengan pendekatan tersebut, pembangunan diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara kebutuhan manusia, kelestarian alam, serta keberlangsungan kebudayaan.

Koster secara khusus mendorong perguruan tinggi dan kalangan peneliti untuk menggali dan mengembangkan pengetahuan lokal Bali melalui riset, inovasi, dan teknologi. Arsitektur Tradisional Bali dan sistem Subak, menurutnya, merupakan bagian dari kekayaan pengetahuan lokal yang relevan untuk menjawab tantangan pembangunan masa depan.

“Modernisasi berbasis kebudayaan bukan kembali ke masa lalu, tetapi membawa nilai-nilai terbaik masa lalu untuk menjawab tantangan masa depan,” ujarnya.

Ia juga meminta agar hasil riset mengenai lingkungan binaan tidak berhenti pada publikasi akademik. Penelitian harus mampu diterjemahkan menjadi solusi nyata berupa prototipe, desain, standar, kebijakan, teknologi, maupun model pembangunan yang dapat diterapkan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Langkah tersebut sekaligus diarahkan untuk membangun lingkungan binaan Bali yang tangguh dan adaptif terhadap perubahan iklim serta bencana. Di sisi lain, pembangunan harus didorong semakin hijau, rendah karbon, dan berkelanjutan.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Koster menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Pemerintah, perguruan tinggi, peneliti, arsitek, perencana, dunia usaha, desa adat, masyarakat, hingga generasi muda perlu membangun ekosistem inovasi lingkungan binaan secara bersama-sama.

Melalui kolaborasi itu, Bali diharapkan dapat berkembang sebagai laboratorium pengembangan lingkungan binaan masa depan, yang mempertemukan kemajuan teknologi dan AI dengan kebudayaan, pengetahuan lokal, serta prinsip keberlanjutan.

“Bali 100 Tahun bukan hanya proyek pembangunan. Bali 100 Tahun adalah proyek peradaban,” tegas Koster.

TI IPLBI Ke-14 Perkuat Kolaborasi Teknologi dan Budaya

Sementara itu, Ketua Panitia TI IPLBI ke-14, Prof. Ni Ketut Agusintadewi, mengatakan Temu Ilmiah IPLBI menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai perspektif, gagasan, hasil penelitian, dan praktik dalam membangun lingkungan binaan masa depan.

TI IPLBI ke-14 diarahkan untuk memperkuat kolaborasi antara teknologi, lokalitas, dan budaya secara kontekstual. Ketiganya diharapkan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling melengkapi dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan lingkungan binaan.

Rangkaian kegiatan TI IPLBI ke-14 berlangsung selama tiga hari, 3–5 September 2026. Sejumlah agenda disiapkan, mulai dari seminar nasional, masterclass fenomenologi dan AI, workshop, lomba fotografi, penerbitan buku, hingga field trip arsitektur.

Prof. Ni Ketut Agusintadewi berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat kapasitas sekaligus jejaring akademik para peneliti, serta melahirkan penelitian dan praktik lingkungan binaan yang berkualitas, inovatif, dan berkelanjutan tanpa kehilangan karakter lokal.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua IPLBI Periode 2024–2027, Dr. Ir. Susilo Kusdiwanggo, bersama para peneliti, akademisi, arsitek, perencana, praktisi, dan peserta TI IPLBI ke-14. (red).

  • Penulis: Redaksi Bali

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Akmil Dampingi Mendagri Sambut Kepala Daerah Peserta Retreat

    Gubernur Akmil Dampingi Mendagri Sambut Kepala Daerah Peserta Retreat

    • calendar_month Sabtu, 22 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 214
    • 0Komentar

    MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Drs. Jenderal Pol (Purn) Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D., bersama Gubernur Akademi Militer Mayjen TNI Arnold A.P. Ritiauw dan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto, menyambut kedatangan para kepala daerah yang akan mengikuti Retreat 2025 Magelang, Jawa Tengah. Kegiatan ini berlangsung pada 21–28 Februari 2025 di tenda […]

  • Tiga Dugaan Korupsi di PLN, Pejabat PLN Pusat Diperiksa

    Tiga Dugaan Korupsi di PLN, Pejabat PLN Pusat Diperiksa

    • calendar_month Minggu, 9 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.079
    • 0Komentar

    JAKARTA,JARRAKPOS.COM – Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi atau Kortastipidkor Polri tengah menyelidiki dugaan korupsi di PT Perusahaan Listrik Negara Persero (PLN). Wakil Kepala Kortastipidkor Polri Brigadir Jenderal Arief Adiharsa mengonfirmasi bahwa pengusutan kasus masih tahap awal. Sabtu(8/3/2025) “Masih tahap penyelidikan ya,” kata Arief. Respons tersebut menjawab soal pemeriksaan pejabat PLN Pusat yang dipanggil oleh Kortastipidkor […]

  • Alih Fungsi Lahan Ancam Status UNESCO Jatiluwih, DPW FBN RI Bali Angkat Suara

    Alih Fungsi Lahan Ancam Status UNESCO Jatiluwih, DPW FBN RI Bali Angkat Suara

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 14
    • 0Komentar

    TABANAN, Matakompas.com |  Dewan Pimpinan Wilayah Forum Bela Negara (DPW FBN) Republik Indonesia Provinsi Bali menyuarakan sikap tegas terhadap maraknya pelanggaran alih fungsi lahan, tata ruang, serta pembangunan masif di kawasan Subak Jatiluwih, Kabupaten Tabanan. Kawasan ini diketahui telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia (WBD) oleh UNESCO sejak tahun 2012. Sejatinya, masyarakat Bali, khususnya di […]

  • Gedung Wakil Rakyat, Dikepung Tenaga Honorer

    Gedung Wakil Rakyat, Dikepung Tenaga Honorer

    • calendar_month Jumat, 17 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 243
    • 0Komentar

    KUNINGAN, JarrakPos.Com – Gedung DPRD Kabupaten Kuningan Jawabarat Kamis siang (16/01/2025) dikepung ratusan tenaga honorer yang tergabung dalam Forum Honorer R2 dan R3. Tenaga honorer ini menyuarakan tuntutan atas ketidakpastian status kepegawaian mereka. Ratusan peserta aksi ini mewakili ribuan tenaga honorer yang ada di Kuningan, mereka berasal dari berbagai profesi diantaranya guru, tenaga kesehatan, administrasi […]

  • “Masyarakat Bawa Berkas, BTID Belum Bisa Tunjukan Bukti” Pansus TRAP Bali Bongkar Fakta di RDP

    “Masyarakat Bawa Berkas, BTID Belum Bisa Tunjukan Bukti” Pansus TRAP Bali Bongkar Fakta di RDP

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 24
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Suasana Rapat Dengar Pendapat (RDP) Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali memanas saat pembahasan polemik tukar guling tanah mangrove oleh PT Bali Turtle Island Development (BTID), Senin (11/5). Turut hadir, Ketua Pansus TRAP DPRD Bali, Dr (c) I Made Supartha S.H., M.H, Wakil Ketua Pansus Gede […]

  • Imigrasi Ngurah Rai Deportasi Buronan Interpol Asal Rumania Terkait Kasus Pembunuhan

    Imigrasi Ngurah Rai Deportasi Buronan Interpol Asal Rumania Terkait Kasus Pembunuhan

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 20
    • 0Komentar

    BADUNG, Matakompas.com | Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai melakukan deportasi terhadap seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Rumania berinisial CCZ, Selasa malam, 20 Januari 2026.  WNA tersebut merupakan buronan Interpol Red Notice dan termasuk dalam daftar orang paling dicari di negara asalnya. CCZ diketahui terlibat dalam kasus perampokan yang disertai pembunuhan di […]

expand_less