Breaking News
light_mode
Trending Tags

Langgar Tata Ruang, Investor Lift Kelingking Malah Menang di PTUN, Gung Cok: “Ini Aneh!”

  • account_circle admin
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 12
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR — Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Denpasar yang mengabulkan seluruh gugatan PT Indonesia Kaishi Tourism Property Investment Development Group terkait polemik pembangunan Lift Kaca Pantai Kelingking, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, menuai sorotan dari DPRD Bali.

Majelis Hakim PTUN Denpasar dalam perkara Nomor 17/G/2026/PTUN.DPS menjatuhkan putusan yang dibacakan secara elektronik pada Kamis (3/9/2026).

Ketua Fraksi Golkar DPRD Bali sekaligus Wakil Ketua Pansus Tata Ruang, Aset dan Perizinan (TRAP) DPRD Bali, Anak Agung Bagus Tri Candra Arka (Gung Cok), menyayangkan putusan tersebut. Ia mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam mempertahankan keputusan dan regulasi yang sebelumnya telah dijadikan dasar pemberian sanksi terhadap investor.

“Sangat disayangkan. Kami melihat tidak ada keseriusan dari pemerintah dalam menangani dan menegakkan kebenaran,” ujar Gung Cok saat dihubungi di Denpasar Senin, 7 September 2026.

Menurutnya, ketika pemerintah telah mengambil keputusan berdasarkan regulasi, termasuk memberikan sanksi terhadap investor, keputusan tersebut semestinya dipertahankan secara serius ketika kemudian digugat melalui jalur hukum.

Ia menilai pemerintah seharusnya memiliki dasar hukum yang kuat sehingga setiap keputusan yang diambil tidak mudah dimentahkan dalam proses peradilan.

“Kalau ada gugatan terkait keputusan yang diambil pemerintah berdasarkan regulasi, harus kita hadapi dengan serius. Sehingga keputusan pemerintah itu mempunyai kekuatan hukum yang kuat,” tegasnya.

Gung Cok juga mengingatkan bahwa persoalan Lift Kaca Pantai Kelingking bukan semata-mata menyangkut investasi. Menurut dia, sejak awal terdapat persoalan tata ruang, perizinan, serta aspek keselamatan yang harus menjadi perhatian utama.

Ia mengungkapkan, rekomendasi terkait persoalan tersebut sebelumnya telah disampaikan kepada Gubernur Bali Wayan Koster. Bahkan, menurutnya, gubernur telah menyatakan sikap menolak dan meminta agar bangunan tersebut dibongkar apabila tidak memenuhi ketentuan.

“Pak Gubernur sudah secara tegas menolak. Bahkan saya ingat ada perintah membongkar selama enam bulan. Apabila tidak, pemerintah akan membongkar sendiri,” ungkapnya.

Gung Cok menilai sikap pemerintah tersebut semestinya diperkuat dengan landasan hukum dan argumentasi yang solid ketika berhadapan dengan gugatan investor di pengadilan.

Apalagi, kata dia, dalam pembahasan sebelumnya bersama instansi teknis, kawasan Pantai Kelingking disebut memiliki tingkat risiko tinggi dan terdapat ketentuan yang membatasi pembangunan di kawasan pantai.

“Dalam pembahasan dengan PU Provinsi, sudah nyata-nyata kawasan itu merupakan kawasan risiko tinggi. Yang kedua, di posisi pantai itu tidak boleh dibangun apa pun,” katanya.

Ia juga mempertanyakan aspek keahlian yang digunakan dalam proses persidangan. Menurutnya, apabila pokok persoalan yang disengketakan berkaitan dengan tata ruang, maka aspek tata ruang semestinya menjadi bagian penting dalam pembuktian.

“Katanya ahli-ahli itu bukan ahli tata ruang, tetapi ahli investasi yang diundang. Itu bagaimana? Ya jelas salah,” ujarnya.

Gung Cok menegaskan kritik tersebut bukan bentuk sikap antiinvestasi. Ia menyebut dirinya juga seorang pengusaha dan memahami pentingnya investasi bagi pembangunan.

“Bukan berarti kita tidak menghargai investor. Bukan. Saya juga seorang pengusaha, bukan antiinvestor. Saya hanya mempertanyakan karena saya mengikuti persoalan ini dari awal,” jelasnya.

Yang menjadi persoalan, lanjut dia, adalah ketika pemerintah telah mengambil keputusan berdasarkan aturan yang berlaku, keputusan tersebut harus mempunyai pijakan hukum yang kuat.

“Setelah sebuah keputusan diambil pemerintah, harus memiliki kekuatan hukum yang kuat melalui peraturan DPRD, pergub, atau aturan lainnya. Jangan sampai pemerintah memberikan sanksi pembongkaran, tetapi dasar hukumnya kemudian dipersoalkan,” katanya.

Ia khawatir kondisi seperti yang terjadi dalam perkara Lift Kaca Pantai Kelingking justru membuat posisi pemerintah terlihat lemah di hadapan publik.

“Pemerintah punya aturan, tetapi dikalahkan. Apalagi sebuah keputusan yang sebelumnya sudah disampaikan secara tegas oleh Pak Gubernur di depan rapat paripurna,” ujarnya.

Terkait perizinan, Gung Cok menyebut pihak investor memang memiliki izin tertentu. Namun, menurutnya, persoalannya adalah membedakan izin pembangunan pada bagian atas tebing dengan kondisi pembangunan pada bagian bawah atau kawasan pantai.

“Dia memiliki izin, memang saya tahu dia memiliki izin. Tapi izin yang di atas tebing dan izin yang di bawah itu berbeda. Apalagi kalau baru izin lokasi, sementara kawasan tersebut memiliki risiko tinggi,” katanya.

Menurut Gung Cok, persoalan tersebut telah dibahas sejak awal bersama instansi teknis. Karena itu, ia mempertanyakan mengapa pemerintah yang memiliki regulasi dan sebelumnya berani mengambil keputusan terhadap dugaan pelanggaran justru harus kalah dalam proses peradilan.

“Kenapa yang tidak memiliki izin bisa menang, sedangkan pemerintah yang memiliki regulasi, memiliki aturan dan berani memberikan keputusan kepada investor atas pelanggaran justru kalah? Ini aneh,” tegasnya.

Sorotan tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi pemerintah daerah agar setiap kebijakan penertiban, khususnya yang menyangkut tata ruang dan perizinan, tidak hanya kuat secara administratif, tetapi juga memiliki konstruksi hukum yang kokoh sehingga mampu dipertahankan ketika berhadapan dengan gugatan di pengadilan.

Bagi DPRD Bali, polemik Lift Kaca Pantai Kelingking bukan sekadar persoalan antara pemerintah dan investor. Lebih jauh, perkara tersebut menyangkut konsistensi penegakan tata ruang, kepastian hukum, keselamatan kawasan, serta kredibilitas pemerintah dalam menjalankan regulasi yang telah ditetapkan.

 Reporter Putu Ivan

Redaktur Ivan Ernawan

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati SBS Ajak Pemimpin Agama Doakan PS Malaka di ETMC Ende 2025

    Bupati SBS Ajak Pemimpin Agama Doakan PS Malaka di ETMC Ende 2025

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 17
    • 0Komentar

    NTT, Matakompas.com- Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH (SBS), mengajak seluruh pemimpin agama di Kabupaten Malaka untuk mendoakan dan memberikan dukungan bagi para pemain PS Malaka yang tengah berlaga pada turnamen El Tari Memorial Cup (ETMC) Ende 2025. Ajakan tersebut disampaikan dalam sambutannya pada Rapat Koordinasi Lintas Keagamaan Tingkat Kabupaten Malaka di Aula Kantor […]

  • Bank DKI Ganti Nama, Langkah Menuju Kebangkrutan?

    Bank DKI Ganti Nama, Langkah Menuju Kebangkrutan?

    • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 262
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta – Bank DKI resmi mengganti nama menjadi Bank Jakarta pada tahun 2024. Pergantian nama ini menimbulkan berbagai spekulasi publik. Banyak pihak menilai langkah tersebut bukan sekadar rebranding semata, melainkan upaya sistematis untuk menghapus jejak persoalan yang selama ini membelit manajemen Bank DKI. Salah satu suara kritis datang dari Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis […]

  • DPC GMNI Se-Bali Soroti Pelemahan Rupiah, Desak Pemerintah Hadir dengan Kebijakan Nyata untuk Rakyat

    DPC GMNI Se-Bali Soroti Pelemahan Rupiah, Desak Pemerintah Hadir dengan Kebijakan Nyata untuk Rakyat

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 15
    • 0Komentar

    DENPASAR – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) se-Bali menyampaikan pernyataan sikap terkait kondisi pelemahan nilai tukar rupiah yang dinilai semakin memperberat beban kehidupan masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi nasional. Organisasi mahasiswa tersebut menegaskan bahwa situasi ekonomi saat ini telah menimbulkan tekanan nyata terhadap rakyat kecil dan membutuhkan respons konkret dari pemerintah. […]

  • Dispora Bengkulu Apresiasi Terpilihnya Irwan Alwi Sebagai Ketua Umum PP PBFI 2025-2029

    Dispora Bengkulu Apresiasi Terpilihnya Irwan Alwi Sebagai Ketua Umum PP PBFI 2025-2029

    • calendar_month Selasa, 25 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 107
    • 0Komentar

    BENGKULU, jarrakpos.com – Kepala Dinas PemIka Joni Ikhwan, S.Sos. , menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas terpilihnya Irwan Alwi sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Binaraga dan Fitness Indonesia ( PP PBFI ) masa bakti 2025-2029. Irwan Alwi terpilih secara aklamasi dalam Munas PBFI yang berlangsung di Hotel Amoscozy Melawai, Jakarta Selatan , pada Jumat […]

  • Dr. Somvir Sambut Air India Tambah Penerbangan Harian, Wisatawan India Kini Makin Mudah ke Bali

    Dr. Somvir Sambut Air India Tambah Penerbangan Harian, Wisatawan India Kini Makin Mudah ke Bali

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 22
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Ketua Fraksi Demokrat–NasDem DPRD Provinsi Bali, Dr. Somvir, menghadiri seremonial penting pembukaan rute tambahan maskapai Air India: New Delhi–Bali–New Delhi, pada Senin (1/12) di Bandara Airport I Gusti Ngurah Rai Bali. Dengan dibukanya layanan penerbangan baru ini, Air India kini mengoperasikan dua pesawat setiap hari menuju Bali, menandai meningkatnya minat wisatawan India […]

  • Pelaku Usaha UMKM dan Agen Tiket Bus Terminal Tidar Magelang Gelar Buka Puasa Bersama

    Pelaku Usaha UMKM dan Agen Tiket Bus Terminal Tidar Magelang Gelar Buka Puasa Bersama

    • calendar_month Sabtu, 15 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 778
    • 0Komentar

    KOTA MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Warga UMKM dan Agen Tiket Bus Terminal Tidar menggelar buka puasa bersama di dalam halaman Kios UMKM dan Agen dengan melibatkan para pelaku UMKM serta Agen Tiket Bus, Sabtu, (15/3/2025). Sekitar 50 warga pelaku usaha UMKM dan Agen Tiket hadir dalam acara ini. “Beberapa menu masakan serta nasi dan minuman sudah disiapkan […]

expand_less