Breaking News
light_mode
Trending Tags

DPC GMNI Se-Bali Soroti Pelemahan Rupiah, Desak Pemerintah Hadir dengan Kebijakan Nyata untuk Rakyat

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
  • visibility 20
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) se-Bali menyampaikan pernyataan sikap terkait kondisi pelemahan nilai tukar rupiah yang dinilai semakin memperberat beban kehidupan masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi nasional. Organisasi mahasiswa tersebut menegaskan bahwa situasi ekonomi saat ini telah menimbulkan tekanan nyata terhadap rakyat kecil dan membutuhkan respons konkret dari pemerintah.

Pernyataan sikap tersebut disampaikan dalam forum konsolidasi dan diskusi yang digelar pada Selasa, 26 Mei 2026, di Sekretariat DPC GMNI Denpasar. Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran DPC GMNI Denpasar, DPC GMNI Buleleng, DPC GMNI Bangli, dan DPC GMNI Tabanan sebagai bagian dari upaya menyatukan pandangan organisasi terhadap berbagai persoalan kebangsaan, khususnya kondisi ekonomi yang sedang dihadapi masyarakat.

Dalam forum tersebut, DPC GMNI se-Bali menilai bahwa pelemahan nilai rupiah tidak bisa dipandang hanya sebagai persoalan ekonomi makro atau fluktuasi pasar semata. Menurut mereka, kondisi tersebut telah berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat melalui kenaikan harga kebutuhan pokok, meningkatnya biaya hidup, serta melemahnya daya beli rakyat.

GMNI menyoroti bahwa masyarakat saat ini menghadapi situasi yang semakin sulit. Di satu sisi, kebutuhan hidup terus mengalami kenaikan, sementara di sisi lain kemampuan ekonomi masyarakat tidak tumbuh secara seimbang. Akibatnya, kelompok masyarakat berpenghasilan rendah menjadi pihak yang paling merasakan dampak dari tekanan ekonomi tersebut.

“Pelemahan rupiah hari ini bukan sekadar persoalan angka dan statistik ekonomi. Ini adalah persoalan yang menyentuh dapur rakyat, mempengaruhi harga kebutuhan sehari-hari, dan menentukan kemampuan masyarakat untuk bertahan hidup,” demikian salah satu pandangan yang mengemuka dalam forum konsolidasi tersebut.

DPC GMNI se-Bali juga mengingatkan bahwa pemerintah tidak boleh hanya mengandalkan narasi pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional tanpa melihat realitas yang dihadapi masyarakat. Menurut mereka, keberhasilan pembangunan harus diukur dari sejauh mana rakyat dapat merasakan manfaatnya secara langsung, bukan hanya berdasarkan capaian indikator ekonomi makro.

Atas dasar itu, DPC GMNI se-Bali menyampaikan lima poin sikap sebagai bentuk tuntutan dan masukan kepada pemerintah.

Pertama, menuntut pemerintah segera mengambil langkah konkret dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok serta melindungi daya beli masyarakat kecil di tengah tekanan ekonomi nasional yang semakin berat.

Kedua, mendesak pemerintah untuk memperbaiki pola komunikasi publik agar lebih bijaksana, empatik, dan mampu memahami keresahan masyarakat. GMNI menilai komunikasi pemerintah harus mencerminkan kepekaan terhadap kondisi rakyat, bukan sekadar menyampaikan optimisme yang tidak sejalan dengan kenyataan di lapangan.

Ketiga, mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui perlindungan dan pemberdayaan petani, nelayan, buruh, pedagang kecil, serta pelaku UMKM. Langkah tersebut dinilai sejalan dengan prinsip Trisakti yang digagas oleh Soekarno, khususnya dalam mewujudkan kemandirian ekonomi nasional yang berpihak kepada rakyat.

Keempat, menolak model pembangunan ekonomi yang hanya berorientasi pada pertumbuhan statistik dan kepentingan pemilik modal besar tanpa menghadirkan pemerataan kesejahteraan. GMNI menilai pembangunan harus mampu mengurangi kesenjangan sosial dan memberikan manfaat yang adil bagi seluruh lapisan masyarakat.

Kelima, mengajak seluruh elemen rakyat, mahasiswa, dan gerakan pemuda untuk tetap kritis serta aktif mengawal kebijakan ekonomi nasional agar tetap berpihak kepada kaum marhaen dan kepentingan rakyat banyak.

Dalam pernyataannya, DPC GMNI se-Bali menegaskan bahwa masyarakat saat ini tidak membutuhkan pidato atau narasi yang hanya berupaya menenangkan keadaan. Yang dibutuhkan rakyat adalah kebijakan nyata yang mampu menjawab berbagai persoalan ekonomi yang mereka hadapi setiap hari.

“Jangan biasakan rakyat hidup susah lalu menyebutnya kesederhanaan. Jangan biarkan rakyat terus berhemat sementara ketimpangan ekonomi terus dipertontonkan,” tegas GMNI dalam forum tersebut.

Lebih lanjut, DPC GMNI se-Bali mengajak seluruh elemen gerakan rakyat untuk tidak bersikap pasif terhadap kondisi ekonomi yang dinilai semakin menekan masyarakat kecil. Organisasi tersebut menegaskan bahwa perjuangan menjaga keberpihakan negara kepada kaum marhaen harus terus dilakukan agar arah pembangunan nasional tidak sepenuhnya didominasi oleh kepentingan modal dan elite ekonomi.

Melalui pernyataan sikap ini, DPC GMNI se-Bali berharap pemerintah dapat lebih responsif terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat serta menghadirkan kebijakan yang berorientasi pada keadilan sosial. Bagi GMNI, pembangunan nasional yang sejati bukan hanya tentang pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tentang memastikan setiap warga negara dapat hidup layak, sejahtera, dan merasakan kehadiran negara dalam kehidupan sehari-hari.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KOSMAK: Penyelidikan Korupsi Batubara PLN EPI Perlu Audit Menyeluruh Hingga Jejak Komunikasi

    KOSMAK: Penyelidikan Korupsi Batubara PLN EPI Perlu Audit Menyeluruh Hingga Jejak Komunikasi

    • calendar_month Senin, 26 Okt 2026
    • account_circle Admin Jakarta
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Bantencorner.com Jakarta – Usai eksepsi terdakwa Febrie Adriansyahd dkk ditolak majelis hakim, Koalisi Sipil Masyarakat Anti Korupsi (KOSMAK) mendesak Tim Sembilan mempercepat pemberkasan dugaan korupsi kualitas batubara pada PT PLN EPI, yang merugikan negara Rp5 triliun, sesuai Surat Perintah Penyidikan Nomor 44. KOSMAK menduga eks-Jampidsus Febrie Adriansyah terlibat dalam dugaan korupsi manipulasi kualitas batubara di […]

  • Pansus TRAP dan Pangdam IX/Udayana Sepakat Jaga Tata Ruang Bali untuk Generasi Mendatang

    Pansus TRAP dan Pangdam IX/Udayana Sepakat Jaga Tata Ruang Bali untuk Generasi Mendatang

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 22
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com — Komitmen menjaga masa depan Bali kian diperkuat melalui sinergi strategis antara Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali dengan jajaran Komando Daerah Militer IX/Udayana. Dalam audiensi yang digelar Senin (13/4/2026) di Makodam IX/Udayana, Denpasar, kedua pihak menegaskan kesepahaman untuk menjaga tata ruang Bali sebagai warisan bagi generasi […]

  • Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali, DR (C) I Made Supartha, Ajak Masyarakat Maknai Galungan dan Kuningan dengan Semangat Dharma

    Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali, DR (C) I Made Supartha, Ajak Masyarakat Maknai Galungan dan Kuningan dengan Semangat Dharma

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 163
    • 0Komentar

    DENPASAR – Hari Raya Galungan dan Kuningan merupakan momentum suci bagi umat Hindu untuk memperingati kemenangan Dharma (kebenaran) atas Adharma (kejahatan). Perayaan yang jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026 untuk Galungan dan Sabtu, 27 Juni 2026 untuk Kuningan ini menjadi pengingat penting akan nilai-nilai spiritual, kebersamaan, serta pengabdian kepada masyarakat. Dalam semangat hari suci tersebut, […]

  • Polresta Cirebon Gelar Dapur Takjil Ramadhan, Patroli Ngabuburit Sambil Berbagi

    Polresta Cirebon Gelar Dapur Takjil Ramadhan, Patroli Ngabuburit Sambil Berbagi

    • calendar_month Senin, 3 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 712
    • 0Komentar

    Cirebon, Jarrakpos.com – Polresta Cirebon melaksanakan kegiatan Dapur Takjil Polresta Cirebon, Patroli Ngabuburit Sambil Berbagi di Wilayah Hukum Polresta Cirebon, Senin (3/3/2025). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolresta Cirebon Kombes Pol Sumarni, S.I.K., S.H., M.H. Kegiatan tersebut juga turut dihadiri Kabag Ops Kompol Sutarja, S.H., M.H., Kabag Ren Kompol Acep Anda, S.H., M.H., Kasat Lantas […]

  • SOUL Action “Berbagi Cahaya”, Ruang Refleksi di Tengah Hiruk Pikuk Jakarta

    SOUL Action “Berbagi Cahaya”, Ruang Refleksi di Tengah Hiruk Pikuk Jakarta

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 27
    • 0Komentar

    JAKARTA, Matakompas.com — Di tengah ritme cepat kehidupan Jakarta yang nyaris tak pernah berhenti, sekelompok masyarakat memilih melambat sejenak. Bukan sekadar berkumpul, melainkan untuk merenung, berbagi, dan menyalakan kembali cahaya dalam diri melalui kegiatan bertajuk SOUL Action “Berbagi Cahaya”, Sabtu, 14 Maret 2026. Kegiatan yang digagas Yayasan Cahaya Cinta Kasih (YCCK) bersama SOUL Community Jabodetabek […]

  • Imbauan Dispora Pada Momen Hari Tenis Sedunia

    Imbauan Dispora Pada Momen Hari Tenis Sedunia

    • calendar_month Senin, 3 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 85
    • 0Komentar
expand_less