Breaking News
light_mode
Trending Tags

Rakerda II dan HUT ke-3 HIPPI Bali: Perkuat Komitmen Jadikan Bali Pusat Ekonomi Hijau

  • account_circle admin
  • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
  • visibility 11
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BADUNG — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Bali menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) II sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 DPD HIPPI Bali, Sabtu (19/9/2026), di Kartika Plaza Hotel, Kuta, Badung.

Mengusung tema “Menguatkan Komitmen Mewujudkan Bali sebagai Pusat Ekonomi Hijau”, kegiatan tersebut menjadi momentum bagi HIPPI Bali untuk memperkuat arah gerakan organisasi sekaligus mengevaluasi berbagai program yang telah dijalankan selama tiga tahun terakhir.

Ketua DPD HIPPI Bali, Dr. AAA Ngurah Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M., M.H., CCD, yang akrab disapa Gung Tini Gorda, mengatakan Rakerda II bukan sekadar agenda organisasi, tetapi menjadi ruang untuk memperkuat komitmen HIPPI Bali dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berpijak pada potensi lokal dan berkelanjutan.

Menurutnya, selama tiga tahun perjalanan HIPPI Bali, sejumlah produk dan program telah dihasilkan sebagai bagian dari upaya mengimplementasikan visi menjadikan Bali sebagai pusat ekonomi hijau.

“Jadi ada beberapa produk yang sudah kami hasilkan dalam tiga tahun ini untuk bagaimana mengimplementasikan visi kami tiga tahun yang lalu, menjadikan Bali sebagai pusat ekonomi hijau,” ujar Gung Tini Gorda.

Salah satu produk yang dikembangkan HIPPI Bali adalah beras sehat pribumi. Produk tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan serta penguatan produk pertanian lokal.

Selain beras, HIPPI Bali juga berupaya membersamai para petani kakao atau cokelat. Program tersebut diarahkan agar potensi pertanian lokal tidak berhenti pada produksi bahan mentah, tetapi dapat berkembang menjadi produk bernilai ekonomi yang lebih tinggi.

“Yang pertama, kami sudah punya produk beras. Kami tagline dengan beras sehat pribumi. Yang kedua, kami mencoba untuk membersamai petani-petani coklat,” jelasnya.

Tak berhenti pada pengembangan produk, HIPPI Bali juga menaruh perhatian pada penguatan akses pasar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Salah satu langkah yang tengah dikembangkan adalah pembuatan buku katalog UMKM yang kemudian diperkuat dengan platform berbasis web.

Menurut Gung Tini Gorda, keberadaan katalog tersebut penting untuk membuka ruang promosi yang lebih luas bagi UMKM. Produk-produk pelaku usaha lokal diharapkan tidak hanya dikenal dalam lingkup terbatas, tetapi dapat memperoleh kesempatan masuk ke pasar yang lebih luas.

“Kami mencoba untuk membuat buku katalog UMKM. Karena ini penting untuk bisa membuka jaringan yang lebih luas,” katanya.

Ia menilai, promosi dan perluasan jaringan pasar juga berkaitan erat dengan membangun kepercayaan diri pelaku UMKM. Ketika produk mereka dapat ditampilkan secara profesional dan diketahui oleh lebih banyak calon konsumen maupun mitra usaha, maka akan terbuka peluang baru bagi pengembangan bisnis.

HIPPI Bali, kata dia, juga berupaya membuka ruang pasar melalui program Sandi Market. Program tersebut dirancang tidak hanya sebagai tempat pemasaran, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan advokasi bagi pelaku UMKM.

“Kami mencoba dengan membuka ruang seluas-luasnya, pasar seluas-luasnya melalui program Sandi Market. Kami mencoba melakukan Sandi Market dengan konsep mengedukasi dan mengadvokasi UMKM itu sendiri,” ungkapnya.

Gung Tini Gorda menegaskan bahwa UMKM yang menjadi perhatian HIPPI Bali sebagian besar merupakan pelaku usaha kecil dan menengah yang membutuhkan pendampingan, akses pasar, serta jaringan yang lebih luas.

Karena itu, HIPPI Bali berupaya menciptakan ekosistem yang memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM untuk berkembang tanpa kehilangan identitas produk lokal.

Dalam pengembangan katalog dan platform web tersebut, HIPPI Bali juga akan menerapkan proses kurasi terhadap produk UMKM. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan produk yang dipasarkan memenuhi standar yang dibutuhkan oleh pasar.

“Kami akan membersamai UMKM dengan tetap ada kurasi-kurasi karena itu penting. Standardisasi dari pasar yang akan kami tuju sangat penting,” tegasnya.

Menurutnya, penguatan UMKM tidak cukup hanya dengan memberikan ruang promosi. Produk yang ditawarkan juga harus memiliki kualitas, standar, dan daya saing sehingga mampu menembus pasar yang lebih luas.

Dalam Rakerda II sekaligus HUT ke-3 DPD HIPPI Bali tersebut, HIPPI Bali juga memperkuat kerja sama melalui penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dengan sejumlah pihak sebagai bagian dari strategi memperluas jejaring dan memperkuat UMKM.

Bagi HIPPI Bali, kolaborasi menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan ekonomi hijau yang tidak hanya berbicara mengenai lingkungan, tetapi juga mengenai keberpihakan terhadap pelaku usaha lokal, petani, dan UMKM.

Gung Tini Gorda berharap berbagai program tersebut dapat menjadi bagian dari gerakan bersama untuk membangun ekosistem ekonomi Bali yang lebih kuat, berkelanjutan, dan memberikan ruang lebih besar bagi produk-produk lokal.

“HIPPI Bali mencoba memperkuat komitmen bersama untuk membuka ruang seluas-luasnya bagi UMKM, melalui edukasi, advokasi, kurasi, katalog, hingga perluasan pasar,” pungkasnya.

Rakerda II dan HUT ke-3 DPD HIPPI Bali pun menjadi momentum untuk menegaskan kembali arah organisasi: menguatkan pengusaha lokal, memperluas pasar UMKM, mengembangkan produk berbasis potensi Bali, serta mendorong ekonomi hijau sebagai bagian dari masa depan perekonomian Bali.

Reporter Putu Ivan

Redaktur Ivan Ernawan

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Oka Antara Semprot BTID di DPRD Bali: “Tanah Belum Jelas, Mangrove Ditebang, Ini Sudah Tidak Benar Semua!”

    Oka Antara Semprot BTID di DPRD Bali: “Tanah Belum Jelas, Mangrove Ditebang, Ini Sudah Tidak Benar Semua!”

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 18
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Rapat Dengar Pendapat (RDP) Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali terkait proyek reklamasi dan pengembangan kawasan KEK Kura-Kura Bali oleh PT Bali Turtle Island Development (BTID), Senin (11/5/2026), berlangsung panas. Anggota Pansus TRAP DPRD Bali, I Nyoman Oka Antara, melontarkan kritik tajam terhadap dugaan carut-marut proses […]

  • Kejari Jakpus Berikan Penjelasan Soal Tudingan Hedon

    Kejari Jakpus Berikan Penjelasan Soal Tudingan Hedon

    • calendar_month Kamis, 20 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 372
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jakarta Pusat Dr Safrianto Zuriat Putra menjawab tuduhan terkait pengadaan peralatan kantor dan desain interior di Kejari Jakarta Pusat tidak sesuai dengan program efisiensi anggaran Presiden Prabowo. Kata Dr Safrianto, pengadaan peralatan kantor dan interior di Kejari Jakpus merupakan bagian dari program Kejaksaan Agung yang menjadikan Kejari Jakarta […]

  • Rekomendasi Pansus Dua Proyek di Kelingking Beach Resmi Diserahkan, Gubernur Koster Sebut Akan Ada Kejutan

    Rekomendasi Pansus Dua Proyek di Kelingking Beach Resmi Diserahkan, Gubernur Koster Sebut Akan Ada Kejutan

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 17
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Dua proyek wisata ekstrem di Pantai Kelingking, Nusa Penida, Klungkung kini menunggu keputusan akhir dari Gubernur Bali, Wayan Koster. Apakah lift kaca setinggi 180 meter dan wahana bungee jumping Extreme Park Bali akan dilanjutkan, dibongkar, atau dicarikan solusi lain, semua kini bergantung pada keputusan eksekutif. Kepastian ini muncul, setelah Panitia Khusus Tata […]

  • SOUL Action “Berbagi Cahaya”, Ruang Refleksi di Tengah Hiruk Pikuk Jakarta

    SOUL Action “Berbagi Cahaya”, Ruang Refleksi di Tengah Hiruk Pikuk Jakarta

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 18
    • 0Komentar

    JAKARTA, Matakompas.com — Di tengah ritme cepat kehidupan Jakarta yang nyaris tak pernah berhenti, sekelompok masyarakat memilih melambat sejenak. Bukan sekadar berkumpul, melainkan untuk merenung, berbagi, dan menyalakan kembali cahaya dalam diri melalui kegiatan bertajuk SOUL Action “Berbagi Cahaya”, Sabtu, 14 Maret 2026. Kegiatan yang digagas Yayasan Cahaya Cinta Kasih (YCCK) bersama SOUL Community Jabodetabek […]

  • Sri Yogi Lestari Ungkap Hambatan Perempuan Masuk Politik: Patriarki hingga Dominasi Makro Isu

    Sri Yogi Lestari Ungkap Hambatan Perempuan Masuk Politik: Patriarki hingga Dominasi Makro Isu

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 23
    • 0Komentar

    DENPASAR – Aktivis Politik Ni Made Sri Yogi Lestari menilai Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait kewajiban kuota 30 persen keterwakilan perempuan dalam pencalonan legislatif belum cukup menjawab persoalan mendasar keterlibatan perempuan di dunia politik. Menurut Sri Yogi Lestari, partai politik seharusnya membuka ruang lebih besar sejak tahap awal rekrutmen calon legislatif (caleg). Ia menilai kuota […]

  • Kanwil Kemenkum Bali dan Pengadilan Tinggi Denpasar Siapkan Kolaborasi Pelatihan Paralegal

    Kanwil Kemenkum Bali dan Pengadilan Tinggi Denpasar Siapkan Kolaborasi Pelatihan Paralegal

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 26
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bali melakukan audiensi ke Pengadilan Tinggi Denpasar pada Rabu (3/12) sebagai tindak lanjut kerja sama antara Kementerian Hukum dan Mahkamah Agung tentang Sinergi Tugas dan Fungsi di Bidang Hukum. Dalam pertemuan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Bali, Eem Nurmanah, yang hadir didampingi oleh Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan dan […]

expand_less