SOUL Action “Berbagi Cahaya”, Ruang Refleksi di Tengah Hiruk Pikuk Jakarta
- account_circle admin
- calendar_month Senin, 30 Mar 2026
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, Matakompas.com — Di tengah ritme cepat kehidupan Jakarta yang nyaris tak pernah berhenti, sekelompok masyarakat memilih melambat sejenak. Bukan sekadar berkumpul, melainkan untuk merenung, berbagi, dan menyalakan kembali cahaya dalam diri melalui kegiatan bertajuk SOUL Action “Berbagi Cahaya”, Sabtu, 14 Maret 2026.
Kegiatan yang digagas Yayasan Cahaya Cinta Kasih (YCCK) bersama SOUL Community Jabodetabek ini berlangsung hangat di Taman Literasi Martha Christina Tiahahu. Mengusung konsep refleksi diri, peserta diajak membuka lembaran baru kehidupan melalui buku SOUL Reflection, sebelum kemudian menutup kegiatan dengan berbuka puasa bersama.
Beragam latar belakang peserta hadir, mulai dari anggota komunitas hingga masyarakat umum yang datang dengan rasa ingin tahu. Dalam suasana sederhana, mereka duduk bersama, membuka halaman buku secara acak, dan menemukan pesan-pesan yang terasa begitu personal—seolah menjawab kegelisahan yang selama ini tersimpan.
Koordinator SOUL Community Jakarta Timur, Suhartono, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari misi yayasan yang terinspirasi oleh ajaran Bunda Arsaningsih, yakni menebarkan cahaya kebaikan kepada sesama.
“Kami ingin mengajak masyarakat untuk berbagi cahaya kebaikan. Karena seperti yang diajarkan Bunda Arsaningsih, ketika kita menabur kebaikan, maka kita juga akan menuai kebaikan dalam kehidupan,” ujarnya.
Bagi banyak peserta, pengalaman membuka buku SOUL Reflection menjadi momen yang menyentuh secara emosional. Lody, salah satu peserta dari masyarakat umum, mengaku merasakan getaran batin saat membaca pesan yang ia dapatkan.
“Pesan yang muncul terasa sangat sesuai dengan kondisi saya saat ini, tentang memperbaiki diri. Di usia saya sekarang, itu mengingatkan saya untuk menjadi pribadi yang lebih bijaksana,” ungkapnya.
Hal serupa dirasakan Martha, pelaku UMKM yang hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menyebut pesan yang diterimanya sebagai pengingat akan makna syukur dan pentingnya berbagi.

“Saya diingatkan untuk mensyukuri rezeki yang saya terima dari Tuhan, dan terus memberi kepada sesama,” tuturnya.
Sepanjang kegiatan, suasana terasa penuh kehangatan. Sebagian peserta tersenyum lega, sebagian lainnya larut dalam perenungan, bahkan ada yang berbagi kisah hidup yang selama ini terpendam. Di tengah kehidupan kota yang kerap membuat individu merasa sendiri, kegiatan ini menjadi ruang untuk kembali terhubung—baik dengan diri sendiri maupun dengan sesama.
Melalui gerakan SOUL Action “Berbagi Cahaya”, Yayasan Cahaya Cinta Kasih berharap semakin banyak masyarakat menyadari bahwa perubahan besar sering kali berawal dari langkah kecil—dari satu kebaikan yang ditaburkan, dari satu hati yang mau berbagi.
Didirikan pada 2012 oleh Bunda Arsaningsih, Yayasan Cahaya Cinta Kasih merupakan organisasi sosial yang berfokus pada kegiatan kemanusiaan dan pembentukan karakter berbasis cinta kasih melalui metode SOUL. Melalui berbagai program, termasuk Soul Action, yayasan ini terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam aksi sosial—mulai dari bakti sosial, kegiatan lingkungan, hingga donor darah.
Lebih dari sekadar kegiatan komunitas, SOUL Action menjadi pengingat sederhana: bahwa setiap individu memiliki potensi untuk menjadi cahaya, dan dari cahaya-cahaya kecil itulah harapan besar dapat tumbuh di tengah kehidupan. (Ry)
- Penulis: admin



Saat ini belum ada komentar