Breaking News
light_mode
Trending Tags

Mic Hilang di Meja Dewan, Dr Somvir dan Gung Cok Kompak Soroti Fasilitas Sidang DPRD Bali

  • account_circle admin
  • calendar_month 12 jam yang lalu
  • visibility 7
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR — Belum tersedianya mikrofon di meja anggota DPRD Provinsi Bali setelah renovasi ruang sidang paripurna mendapat sorotan dari dua pimpinan fraksi. Ketua Fraksi Demokrat-NasDem DPRD Bali, Dr Somvir, dan Ketua Fraksi Golkar DPRD Bali, Anak Agung Bagus Tri Candra Arka, SE (Gung Cok), sama-sama menilai keberadaan mikrofon penting untuk menunjang anggota dewan menyampaikan pendapat dalam forum resmi.

Persoalan ini mencuat setelah anggota DPRD Bali mengikuti Rapat Paripurna ke-53 DPRD Provinsi Bali Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027, Jumat (25/9/2026).

Dr Somvir menyoroti kondisi ruang sidang yang sebelumnya memiliki mikrofon di setiap meja anggota dewan. Namun setelah dilakukan renovasi, fasilitas tersebut belum tersedia kembali.

Menurutnya, kondisi itu berpengaruh terhadap kesempatan anggota DPRD untuk menyampaikan pandangan, tanggapan maupun aspirasi masyarakat secara langsung dalam rapat paripurna.

“Sebagai wakil rakyat, kalau mau bicara kan tidak bisa,” ujar Dr Somvir usai mengikuti rapat paripurna, Jumat (25/9/2026).

Ia mengatakan mikrofon bukan semata-mata fasilitas tambahan. Bagi anggota DPRD, perangkat tersebut merupakan sarana komunikasi untuk menjalankan fungsi kelembagaan, termasuk menyampaikan pendapat dan melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan.

Sorotan Dr Somvir juga berkaitan dengan penyampaian Gubernur Bali dalam rapat paripurna yang meminta pimpinan dan anggota DPRD terus memberikan saran serta melakukan pengawasan agar pelaksanaan APBD dapat berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi Pak Gubernur. Ketika sidang paripurna tadi, Pak Gubernur memohon kepada pimpinan dan anggota dewan agar saran dan pengawasan terus dilakukan sehingga APBD bisa diimplementasikan di tingkat masyarakat,” kata Dr Somvir.

Namun, menurutnya, fungsi tersebut perlu didukung fasilitas yang memungkinkan anggota dewan berbicara dalam forum.

“Ketika ingin memberikan atau menyampaikan (pendapat), tidak bisa karena tidak ada mic,” tegasnya.

Dr Somvir bahkan menyebut keberadaan mikrofon menjadi bagian penting dalam memastikan komunikasi antara anggota DPRD, pimpinan sidang dan pihak eksekutif dapat berlangsung dengan baik.

“Fungsi mic itu kan bagus karena kita wakil rakyat. Ketika mic tidak ada, kita tidak bisa menyampaikan,” ujarnya.

Ia berharap fasilitas ruang sidang DPRD Bali segera dilengkapi kembali sehingga anggota dewan dapat menjalankan tugas dan fungsi kelembagaan secara optimal.

Gung Cok: Standarnya Memang Harus Ada Mic

Sorotan serupa disampaikan Ketua Fraksi Golkar DPRD Bali, Anak Agung Bagus Tri Candra Arka atau Gung Cok.

Saat dihubungi, Sabtu (26/9/2026) di Denpasar, Gung Cok menegaskan bahwa mikrofon di meja anggota dewan memang diperlukan.

“Memang harus ada mic. Kita bicara atau ada instruksi yang harus kita sampaikan sebagai wakil rakyat, yang membawa suatu amanah. Kalau standar, standarnya memang harus ada mic-nya,” ujar Gung Cok.

Menurutnya, anggota DPRD pada waktu tertentu harus dapat memberikan tanggapan terhadap penyampaian Gubernur maupun pimpinan DPRD. Dengan tidak tersedianya mikrofon di meja, anggota yang ingin berbicara dapat mengalami kendala untuk menyampaikan pendapatnya kepada seluruh peserta sidang.

“Suatu waktu kita memerlukan suatu penjelasan dari Gubernur atau dari pimpinan yang harus kita dengar semua. Kita membawa amanah rakyat, ya harusnya dikasih mic dong. Apalagi sebelumnya memang ada mic-nya,” tegasnya.

Gung Cok menilai persoalan tersebut semakin penting karena ruang sidang paripurna DPRD Bali cukup besar. Tanpa mikrofon, anggota dewan yang hendak menyampaikan aspirasi maupun pendapat akan kesulitan memastikan suaranya terdengar.

“Kalau mic-nya nggak ada kan nggak bisa bicara juga jadinya. Itu sangat penting secara prinsip. Di mana suatu waktu kita memerlukan suatu pendapat atau usulan yang membawa aspirasi, bisa kita harus teriak-teriak ke belakang,” katanya.

Karena itu, Fraksi Golkar DPRD Bali mendorong agar kelengkapan fasilitas yang sebelumnya tersedia dapat kembali diadakan setelah renovasi.

“Saya harapkan dari Fraksi Golkar DPRD Bali, apa yang sudah ada sebelumnya dalam segala prinsip itu harus diadakan. Artinya, kami mendorong agar kelengkapan di Dewan itu lengkap, seperti mic dan lain-lainnya. Jangan sampai ada yang kekurangan,” pungkas Gung Cok.

Satu Sorotan, Dua Fraksi

Pernyataan Dr Somvir dan Gung Cok menunjukkan adanya perhatian dari dua fraksi berbeda terhadap fasilitas komunikasi di ruang sidang paripurna DPRD Bali.

Keduanya sama-sama menekankan bahwa mikrofon dibutuhkan agar anggota DPRD dapat menyampaikan pendapat, tanggapan dan aspirasi dalam forum resmi tanpa terkendala persoalan teknis.

Persoalan tersebut kini menjadi perhatian terhadap kelengkapan fasilitas pascarenovasi ruang sidang. Bagi anggota dewan, kelengkapan sarana pendukung menjadi salah satu faktor yang menunjang jalannya rapat sekaligus komunikasi antara legislatif dan eksekutif.

Dengan demikian, sorotan tentang “mic yang hilang” bukan hanya menyangkut perangkat di atas meja, tetapi juga bagaimana setiap anggota DPRD dapat menggunakan ruang sidang untuk menyampaikan suara dan aspirasi yang dibawanya.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPW NCW Bali Minta Publik Tak Menggeneralisasi Imigrasi: Bedakan Dugaan Ulah Oknum dengan Kinerja Institusi

    DPW NCW Bali Minta Publik Tak Menggeneralisasi Imigrasi: Bedakan Dugaan Ulah Oknum dengan Kinerja Institusi

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 45
    • 0Komentar

    DENPASAR – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) National Corruption Watch (NCW) Bali mengajak masyarakat untuk bersikap objektif dan tidak terburu-buru menghakimi institusi imigrasi terkait dugaan kasus yang saat ini menjadi perhatian publik dan tengah dalam proses penegakan hukum. Ketua DPW NCW Bali, Wong Kok Liang atau yang akrab disapa Donnox Wong, menegaskan bahwa masyarakat perlu membedakan […]

  • Sidang Paripurna DPRD ke-28, Gubernur Koster Sampaikan Apresiasi Hingga Empat Kali Kepada Pansus TRAP 

    Sidang Paripurna DPRD ke-28, Gubernur Koster Sampaikan Apresiasi Hingga Empat Kali Kepada Pansus TRAP 

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 16
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Panitia Khusus (Pansus) Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (TRAP) DPRD Bali mendapat apresiasi tinggi dari Gubernur Bali, Wayan Koster, atas kinerjanya dalam mengawal kebijakan strategis penataan ruang daerah. Apresiasi tersebut disampaikan pada Agenda Rapat Paripurna ke-28 tahun sidang 2025-2026, hari Rabu, tanggal 25 Maret 2026, bertempat di Ruang Sidang Utama gedung […]

  • Wujudkan Program Akselerasi Menimipas, Lapas Sukamiskin Jalin Kerja Sama Dengan Pihak Ketiga Tingkatkan Pembinaan Kemandirian Warga Binaan

    Wujudkan Program Akselerasi Menimipas, Lapas Sukamiskin Jalin Kerja Sama Dengan Pihak Ketiga Tingkatkan Pembinaan Kemandirian Warga Binaan

    • calendar_month Rabu, 8 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 279
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com | Bandung – Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Sukamiskin, pada hari ini Rabu, (08/01/2025) mengadakan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan Pihak Eksternal guna meningkatkan pembinaan kemandirian warga binaan di Bidang Pembuatan Mesin Kapal dan di Bidang Pertanian terkait Teknologi Hidroponik dan Perikanan Air Tawar, Pihak Ketiga tersebut antara lain PT. LAPI ITB dan PT. Data […]

  • Ditemukan Meninggal, Bocah Tenggelam di Sungai Progo Magelang

    Ditemukan Meninggal, Bocah Tenggelam di Sungai Progo Magelang

    • calendar_month Selasa, 4 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 829
    • 0Komentar

    MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Bocah berinisial OE (10) (sebelumnya ditulis RB, 9 tahun) kelas 5 SD yang tenggelam di Sungai Progo wilayah Tuk Songo, Kota Magelang, telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Lokasi penemuannya berjarak sekitar 3 km dari titik awal dia tenggelam. Penata Penanggulangan Bencana Ahli Muda BPBD Kota Magelang, Siska Sriyoga, saat dikonfirmasi membenarkan korban […]

  • Bali Penyumbang Devisa Utama, Infrastruktur Jadi Kunci Menjaga Daya Saing Pariwisata

    Bali Penyumbang Devisa Utama, Infrastruktur Jadi Kunci Menjaga Daya Saing Pariwisata

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 26
    • 0Komentar

    JAKARTA, Matakompas.com — Posisi Bali sebagai penyumbang devisa utama sektor pariwisata kembali ditegaskan dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat Komisi V DPR RI bersama pemerintah pusat dan daerah, Rabu (8/4/2026). Dalam forum strategis tersebut, Bali disebut sebagai tulang punggung pariwisata nasional yang keberlanjutannya sangat bergantung pada percepatan pembangunan infrastruktur. Gubernur Bali, I Wayan Koster, […]

  • Lestarikan Budaya Lokal, Bhabinkamtibmas Polres Magelang Kota

    Lestarikan Budaya Lokal, Bhabinkamtibmas Polres Magelang Kota

    • calendar_month Senin, 6 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 619
    • 0Komentar

    KOTA MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Aipda Ridha Susadam, seorang Bhabinkamtibmas yang bertugas di Kelurahan Tidar Selatan, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang, dikenal tidak hanya sebagai anggota kepolisian yang berdedikasi, tetapi juga sebagai sosok yang peduli terhadap pelestarian budaya daerah. Di tengah kesibukannya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Aipda Ridha meluangkan waktu untuk mengajarkan kesenian tradisional kepada generasi […]

expand_less