Breaking News
light_mode
Trending Tags

Dari Telajakan, Bali Dijaga: Ibu Putri Koster Tegaskan Disiplin Rumah Tangga sebagai Kunci Gerakan Kulkul PKK Wujudkan Bali Bersih

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
  • visibility 14
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANGLI – Ketika bunyi kulkul bergema di Banjar Tiga Kawan, Desa Penglumbaran, Minggu (3/5), yang bergerak bukan sekadar langkah warga menuju aktivitas gotong royong. Yang dibangkitkan adalah kesadaran kolektif: bahwa kebersihan Bali dimulai dari halaman rumah sendiri. Di titik itulah Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ibu Putri Suastini Koster, menegaskan arah gerakan; tegas, sederhana, namun berdampak luas.

Dalam monitoring dan evaluasi (Monev) Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu, Ibu Putri Koster tidak sekadar hadir sebagai pejabat. Ia hadir sebagai penggerak nilai. Sesampainya di lokasi, ia langsung memberi apresiasi atas wajah Banjar Tiga Kawan yang tertata: telajakan bersih, taman rapi, lingkungan asri, hingga penampungan sampah yang tersedia di masing-masing rumah warga.

“Sudah bagus ini, patut dicontoh dan ditiru masyarakat lainnya,” ujarnya, dengan nada yang bukan hanya memuji, tetapi juga menetapkan standar.

Namun di balik apresiasi itu, terselip pesan kuat yang menjadi inti dari gerakan ini. Ibu Putri Koster menekankan bahwa Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu bukan sekadar kegiatan berkumpul dan bersih-bersih massal. Lebih dari itu, ini adalah upaya menghidupkan kembali kearifan lokal Bali; gotong royong yang berakar dari tanggung jawab personal.

“Begitu ada kulkul, laksanakan pembersihan di telajakan dan lingkungan rumah. Tidak harus kumpul di satu tempat. Kuncinya ada pada disiplin masing-masing,” tegasnya.

Pernyataan itu menjadi garis bawah penting: perubahan besar tidak selalu dimulai dari keramaian, melainkan dari konsistensi kecil di setiap rumah. Jika setiap keluarga menjaga telajakan masing-masing, maka desa akan bersih tanpa perlu dipaksa.

Di hadapan perangkat desa, prajuru adat, hingga warga, Putri Koster juga mengarahkan solusi konkret untuk persoalan sampah residu yang masih menjadi tantangan. Ia mendorong kolaborasi antara desa adat dan desa dinas untuk membangun TPS3R dan TPST, memanfaatkan lahan adat agar pengelolaan sampah bisa dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan.

Tak berhenti pada tataran kebijakan, pendekatan Putri Koster terasa dekat dan membumi. Ia berinteraksi langsung dengan warga, bahkan berbagi tips sederhana: memanfaatkan air cucian beras untuk mempercepat penguraian sampah organik. Sebuah detail kecil, namun sarat makna, bahwa solusi lingkungan tidak selalu rumit, asalkan ada kemauan.

Sentuhan emosional juga tampak ketika ia mendorong penguatan identitas lokal melalui penanaman bunga pucuk bang di telajakan warga. “Perbanyak pucuk bang,” ajaknya. Bukan hanya untuk estetika, tetapi juga untuk menghidupkan ekonomi lokal dengan melibatkan produsen tanaman setempat.

Pesan itu langsung ia wujudkan dengan mengajak perangkat desa mengunjungi produsen lokal, memastikan bahwa gerakan pemerintah tidak berhenti pada wacana, tetapi benar-benar menggerakkan roda ekonomi masyarakat.

Kehadiran Putri Koster juga membawa kepedulian sosial. Ia menyerahkan bantuan 100 kilogram beras kepada pemerintah desa untuk disalurkan kepada warga yang membutuhkan. Sebuah pengingat bahwa gerakan kebersihan dan kesejahteraan harus berjalan beriringan.

Di sela kegiatan, ia juga menyempatkan diri mengunjungi usaha rumahan milik Ni Komang Srinadi, produsen kue bolu yang telah memasarkan produknya hingga Denpasar. Di sini, wajah lain Bali terlihat, ketekunan masyarakat kecil yang bertahan dan berkembang di tengah dinamika zaman.

Sebelumnya, Putri Koster juga turun langsung mengikuti gerakan serupa di Desa Bebalang, Bangli. Kehadirannya bersama jajaran pemerintah daerah memperlihatkan komitmen bahwa gerakan ini bukan sekadar program, tetapi gerakan bersama lintas lini.

Perbekel Desa Penglumbaran, I Wayan Artawan, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Dengan jumlah 76 warga banjar aktif dan 350 jiwa di Banjar Tiga Kawan, ia memastikan masyarakat siap mendukung gerakan Kulkul Posyandu yang selama ini telah berjalan secara rutin.

Sementara itu, Bendesa Adat Bebalang, Nyoman Karsana, memberikan perspektif reflektif. Ia menilai gerakan ini sudah baik, namun perlu penyempurnaan dalam penyampaian kepada masyarakat. Menurutnya, pendekatan yang menekankan tanggung jawab individu justru lebih efektif.

“Jika setiap orang bertanggung jawab terhadap rumah dan telajakannya, tidak akan ada rasa terpaksa. Justru itu yang paling baik,” ungkapnya, seraya mendorong adanya panduan yang lebih sistematis agar tidak menimbulkan kebingungan di lapangan.

Pandangan serupa disampaikan Camat Bangli, Sang Made Agus Dwipayana. Ia menegaskan bahwa esensi gerakan ini sangat sederhana, namun berdampak besar.

“Jika setiap orang membersihkan telajakan di rumahnya masing-masing, maka ketika semua telajakan bersih, otomatis desa kita juga akan menjadi bersih,” jelasnya.

Ia juga mengakui bahwa implementasi di lapangan belum sepenuhnya maksimal, namun hal itu menjadi tanggung jawab bersama untuk terus memperkuat sosialisasi.

Di tengah berbagai dinamika tersebut, satu hal menjadi benang merah: Gerakan Kulkul PKK bukan sekadar program kebersihan. Ia adalah gerakan membangun kesadaran, menghidupkan nilai, dan menata ulang cara pandang masyarakat terhadap lingkungan.

Dan di garis depan gerakan ini, Putri Koster berdiri dengan pesan yang jelas, bahwa Bali yang bersih, asri, dan lestari tidak dibangun dari keramaian sesaat, melainkan dari keteguhan setiap individu menjaga ruang kecilnya sendiri.

Dari telajakan, Bali dijaga. Dari rumah, peradaban dirawat.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua TP Posyandu Bali Ajak Kader di Dua Kelurahan Denpasar Perkuat Integrasi dan Pengabdian Masyarakat

    Ketua TP Posyandu Bali Ajak Kader di Dua Kelurahan Denpasar Perkuat Integrasi dan Pengabdian Masyarakat

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 15
    • 0Komentar

    DENPASAR – Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, mengajak seluruh kader Posyandu di dua kelurahan di Kota Denpasar untuk memperkuat integrasi lintas sektor dalam pengabdian kepada masyarakat serta turut menyukseskan berbagai program pemerintah. Hal tersebut disampaikannya pada kegiatan Aksi Sosial Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali bertajuk “Membina dan Berbagi” yang berlangsung […]

  • Magic Garden Nuanu Creative City Siap Jadi Rumah Flora Langka Bali pada 2026

    Magic Garden Nuanu Creative City Siap Jadi Rumah Flora Langka Bali pada 2026

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 19
    • 0Komentar

    TABANAN, Matakompas.com -Upaya pelestarian lingkungan di Bali mendapat angin segar dengan hadirnya Magic Garden, fasilitas edutainment botani terbaru yang akan dibuka di Nuanu Creative City pada pertengahan 2026. Area seluas 44 hektar ini tengah membangun ruang khusus bagi pengunjung untuk memahami kekayaan flora langka Bali, sekaligus mengukuhkan Tabanan sebagai destinasi wisata yang fokus pada keberlanjutan. […]

  • Bali Bukan Tempat untuk Proyek Beresiko Tinggi, Ketua Persadha Nusantara Bali Tolak Proyek Tangki Minyak di Badung

    Bali Bukan Tempat untuk Proyek Beresiko Tinggi, Ketua Persadha Nusantara Bali Tolak Proyek Tangki Minyak di Badung

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 21
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Ketua Persadha Nusantara Provinsi Bali, I Ketut Sae Tanju menyampaikan penolakan tegas atas rencana pembangunan infrastruktur tangki minyak berskala besar di wilayah Kabupaten Badung. Sae Tanju yang juga menjabat sebagai Koordinator Wilayah Asosiasi Pelaku Usaha Desa Seluruh Indonesia (APUDSI) Bali menilai proyek tersebut berisiko tinggi atas lingkungan, budaya dan keberlanjutan ekonomi Pulau […]

  • Warga Desa Wanasaba Datangi Tipidkor Polresta Cirebon Pertanyakan Tindak Lanjut Kasus Laporan Warga

    Warga Desa Wanasaba Datangi Tipidkor Polresta Cirebon Pertanyakan Tindak Lanjut Kasus Laporan Warga

    • calendar_month Sabtu, 22 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Cirebon, Jarrakpos.com – Polemik dugaan penyalah gunaan anggaran dana desa Wana Saba Kidul yang di duga di lakukan oleh Oknum Kuwu (Kepala Desa) dan oknum Sekertaris Desa telah di laporkan ke Unit Tipidkor Polresta Cirebon beberapa bulan lalu. Perwakilan Warga Wanasaba Kidul Endi beserta rekanya di dampingi oleh Kordinator aliansi Cirebon Bergerak Kusmin dan Juru […]

  • Retribusi PBG Proyek Lift Kaca Kelingking Dipertanyakan, ARUN: “Tidak Masuk Akal”

    Retribusi PBG Proyek Lift Kaca Kelingking Dipertanyakan, ARUN: “Tidak Masuk Akal”

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 20
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Polemik pembangunan Lift Kaca Kelingking di Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, kembali menjadi sorotan publik. Isu terkait perizinan dan retribusi kembali mencuat ke permukaan. Bahkan, pernyataan tegas disampaikan Ketua Umum DPP Advokat Rakyat Untuk Nusantara (ARUN) Bob Hasan, SH.,MH., yang juga Ketua Baleg DPR RI dan Anggota Komisi III DPR RI, yang […]

  • UMP NTT 2026 Resmi Ditetapkan, Dewan Pengupahan Sepakat Gunakan Alpha 0,7

    UMP NTT 2026 Resmi Ditetapkan, Dewan Pengupahan Sepakat Gunakan Alpha 0,7

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 23
    • 0Komentar

    NTT, Matakompas.com- Upah Minimum Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2026 resmi ditetapkan oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena melalui Surat Keputusan Gubernur Nomor 528/KEP/HK/2025. Penetapan ini diumumkan pada 22 Desember 2025 dan menjadi pedoman pengupahan bagi seluruh wilayah NTT mulai awal tahun mendatang. Gubernur menjelaskan bahwa besaran UMP 2026 merupakan hasil pembahasan panjang Dewan […]

expand_less