Gubernur Koster Gandeng Korea Selatan Kembangkan Energi Bersih dan Smart City
- account_circle Redaksi Bali
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR, Matacompas.com – Gubernur Bali Wayan Koster membuka peluang kerja sama strategis dengan Korea Selatan di berbagai sektor, mulai dari energi bersih, kendaraan listrik, teknologi digital, hingga pengembangan kota cerdas (smart city).
Menurutnya, kerja sama ini mempercepat transformasi pembangunan Bali yang berkelanjutan tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan dan budaya lokal.
Pembahasan Peluang tersebut, saat Gubernur Bali Wayan Koster menerima kunjungan resmi Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia, Yoon Soon-gu, di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, Jumat (23/10/2026).
Pertemuan itu berlangsung sehari, setelah Pemerintah Korea Selatan menyerahkan hibah 11 unit bus listrik dan enam stasiun pengisian kendaraan listrik kepada Pemerintah Provinsi Bali, Kamis (22/10/2026).
Gubernur Koster menyampaikan, Pemprov Bali terus mempercepat penerapan kebijakan energi bersih, salah satunya melalui pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.
Gubernur Koster juga mendorong program konversi kendaraan konvensional menjadi kendaraan listrik dengan melibatkan pihak ketiga, sehingga masyarakat tidak terbebani biaya tambahan.
“Kami terus mendorong kebijakan ini. Saya sangat membutuhkan pihak ketiga yang tertarik melakukan konversi kendaraan konvensional menjadi kendaraan listrik tanpa menimbulkan beban bagi pengguna,” kata Gubernur Koster.
Menurutnya, Korea Selatan berpeluang mendukung program tersebut melalui transfer teknologi, investasi, dan penyediaan infrastruktur pendukung, khususnya fasilitas pengisian daya kendaraan listrik.
Gubernur Koster mengapresiasi hibah bus listrik dan stasiun pengisian daya dari Pemerintah Korea Selatan. Bantuan tersebut dinilai dapat menjadi momentum untuk mempercepat pengembangan transportasi publik berbasis energi bersih di Bali.
Pengembangan transportasi listrik diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil, mendorong mobilitas ramah lingkungan, serta mendukung pembangunan Bali yang berkelanjutan.
Gandeng Korea Selatan Kembangkan Smart City dan Industri Kreatif
Selain energi bersih, Gubernur Koster membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan kota cerdas melalui pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Gubernur Koster menilai kemajuan teknologi Korea Selatan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan perkotaan, pelayanan publik, dan tata kelola pariwisata Bali.
“Kami sangat mengikuti perkembangan teknologi digital dan AI di Korea. Teknologi ini bisa sangat berperan nantinya untuk menjaga kualitas kepariwisataan Bali,” katanya.
Gubernur Koster juga mendorong kerja sama teknologi untuk meningkatkan kualitas, nilai tambah, dan daya saing produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Industri Kecil dan Menengah (IKM) Bali.
Di bidang budaya dan industri kreatif, Gubernur Koster berharap pengalaman Korea Selatan mengembangkan industri musik K-pop hingga menembus pasar internasional dapat menjadi inspirasi bagi seniman dan pelaku industri kreatif Bali.
Kolaborasi tersebut diharapkan membuka akses pasar yang lebih luas bagi karya seni dan produk kreatif lokal sehingga mampu bersaing di tingkat internasional.
Sementara itu, terkait keamanan pariwisata, Gubernur Koster menegaskan bahwa Pemprov Bali terus memperkuat koordinasi dengan TNI dan Polri untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan selama berkunjung ke Pulau Dewata.
Korea Selatan Siap Jajaki Kerja Sama Lingkungan
Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia, Yoon Soon-gu, mengapresiasi komitmen Koster dalam menjaga identitas, tradisi, dan budaya Bali di tengah perkembangan pembangunan dan pariwisata.
Menurut Yoon, kekayaan budaya, kelestarian lingkungan, dan karakteristik Bali menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Korea Selatan.
Ia juga mengapresiasi pendekatan Bali dalam mengelola lingkungan dengan memperhatikan keseimbangan antara pembangunan, kelestarian alam, dan budaya.
Pengalaman tersebut, menurutnya, dapat menjadi bahan pembelajaran bagi Korea Selatan dalam mengembangkan kebijakan lingkungan berkelanjutan.
Yoon menyampaikan bahwa Pemerintah Korea Selatan menargetkan pencapaian netralitas karbon pada 2050. Sejalan dengan target tersebut, Korea Selatan melihat peluang kolaborasi dengan Bali dalam pengembangan energi bersih dan pengurangan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
Peluang kerja sama itu mencakup pengembangan kendaraan listrik, infrastruktur pengisian daya, transportasi publik, pengelolaan sampah, teknologi daur ulang, serta penataan perkotaan berbasis teknologi.
Yoon menyatakan kesiapannya memfasilitasi komunikasi dan kerja sama dengan pihak-pihak terkait di Korea Selatan sesuai kebutuhan dan prioritas pembangunan Pemprov Bali.
Korea Selatan Berencana Buka Konsulat di Bali
Dalam pertemuan tersebut, Yoon juga mengungkapkan rencana Pemerintah Korea Selatan membuka konsulat di Bali. Kehadiran konsulat diharapkan memperkuat pelayanan dan perlindungan bagi warga negara Korea Selatan yang berada di Pulau Dewata.
Ia menyebut Bali sebagai salah satu destinasi pariwisata yang dikenal dan diminati masyarakat Korea Selatan. Karena itu, keamanan menjadi aspek penting untuk menjaga kepercayaan wisatawan.
“Dalam pengelolaan pariwisata yang berdaya saing, keamanan juga harus menjadi prioritas. Saya berharap berbagai instansi terkait di Bali terus bekerja sama dan berkoordinasi dengan baik untuk menjaga keamanan bersama,” kata Yoon.
Ia berharap koordinasi antara Pemprov Bali, aparat keamanan, dan berbagai pihak terkait terus diperkuat guna memberikan rasa aman bagi wisatawan sekaligus menjaga citra Bali sebagai destinasi pariwisata internasional.
Pertemuan Koster dan Yoon diharapkan memperkuat kemitraan Bali dan Korea Selatan, terutama dalam pengembangan energi bersih, transportasi listrik, teknologi digital, pengelolaan lingkungan, industri kreatif, serta keamanan pariwisata.
Kerja sama tersebut diharapkan menghasilkan manfaat nyata bagi pembangunan Bali dengan tetap menjaga kelestarian alam dan identitas budaya lokal.
Pertemuan diakhiri dengan penyerahan cendera mata berupa kain tradisional rangrang asal Nusa Penida dari Koster kepada Yoon dan sejumlah perwakilan Kedutaan Besar Republik Korea yang turut hadir.
Reporter : Putu Ivan
Editor : Agus Jaya
Sumber : Rilis Pemprov Bali
- Penulis: Redaksi Bali










Saat ini belum ada komentar