Breaking News
light_mode
Trending Tags

Wayan Koster Tegaskan Turyapada Tower Jadi Ikon Dunia Baru Bali Utara: “Bukan Sekadar Tower, Tapi Masa Depan Ekonomi Baru”

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
  • visibility 23
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BULELENG — Gubernur Bali Wayan Koster akhirnya buka suara secara lengkap mengenai pembangunan Kawasan Turyapada Tower di Pegayaman, Sukasada, Buleleng, yang belakangan menjadi sorotan publik. Melalui keterangan resminya, Koster menegaskan proyek strategis tersebut bukan hanya menghadirkan menara pemancar televisi modern, tetapi diproyeksikan menjadi destinasi wisata kelas dunia sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi baru di Bali Utara.

Menurut Koster, pembangunan Turyapada Tower dilakukan melalui kajian matang, mulai dari penentuan lokasi, pembebasan lahan, hingga konsep pengembangan kawasan yang diklaim akan memberi dampak ekonomi jangka panjang bagi masyarakat lokal dan Pemerintah Provinsi Bali.

“Ini bukan sekadar membangun tower, tetapi membangun masa depan Bali Utara,” tegas Wayan Koster dalam rilis resmi yang disampaikan, Senin (18/5/2026).

Dipilih Berdasarkan Kajian Akademik

Koster menjelaskan lokasi pembangunan dipilih berdasarkan kajian ilmiah yang dilakukan tim dari Universitas Udayana (Unud). Hasil kajian menunjukkan kawasan tersebut menjadi titik paling ideal untuk menjangkau siaran televisi hingga minimal 85 persen wilayah Bali Utara.

Ia juga menepis isu miring terkait lahan proyek. Menurutnya, area yang digunakan sebelumnya merupakan lahan pertanian yang mayoritas hanya cocok ditanami bunga karena kondisi geografisnya.

“Lokasi dipilih berdasarkan kajian akademik, bukan asal-asalan,” ujarnya.

Pembebasan Lahan Diklaim Sesuai Aturan

Pembangunan kawasan Turyapada Tower membutuhkan total lahan seluas 13,9 hektare dengan anggaran pembebasan mencapai Rp63,4 miliar. Tahap pertama mencakup 6,6 hektare senilai Rp22,4 miliar, sedangkan tahap kedua 7,3 hektare dengan anggaran Rp41 miliar.

Koster menegaskan seluruh proses pembebasan lahan dilakukan sesuai aturan dan diawasi ketat. Penentuan harga tanah disebut melibatkan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) independen serta berdasarkan kesepakatan bersama warga pemilik lahan melalui musyawarah.

“Penggunaan uang negara diaudit BPK, sehingga tidak boleh main-main menentukan harga secara sepihak,” tegasnya.

Menara Futuristik dengan Restoran Putar hingga Sky Walk

Pada tahap pertama, pembangunan difokuskan pada tower utama beserta berbagai fasilitas penunjang modern seperti planetarium, restoran putar 360 derajat, sky walk, restoran statis, jembatan kaca, ruang konvensi, hingga area UMKM.

Tahap pertama disebut telah selesai dengan total anggaran Rp349,3 miliar. Sementara saat ini pembangunan tahap kedua masih berlangsung, meliputi pemasangan interior, furnitur, penataan kawasan, fasilitas gondola, hingga pembangunan akses jalan masuk.

Tahap kedua ditargetkan rampung pada November 2026 dengan kebutuhan anggaran Rp295,7 miliar. Secara keseluruhan, total investasi pembangunan Kawasan Turyapada Tower mencapai Rp645 miliar.

Sudah Dinikmati Warga Buleleng

Meski kawasan belum sepenuhnya selesai, Koster menyebut manfaat Turyapada Tower sudah dirasakan masyarakat. Saat ini sekitar 30 stasiun televisi telah memanfaatkan tower tersebut sehingga lebih dari 90 persen masyarakat Buleleng kini dapat menikmati siaran televisi tanpa antena parabola.

Bahkan jangkauan siaran disebut sudah mencapai sebagian wilayah Jembrana.

“Warga Buleleng sudah sangat merasakan manfaatnya,” kata Koster.

Keberadaan tower ini juga dinilai mengakhiri kebutuhan setiap stasiun televisi membangun tower sendiri-sendiri yang selama ini menyebabkan banyak menara tersebar di berbagai wilayah Bali.

Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Dunia

Lebih jauh, Wayan Koster menegaskan Kawasan Turyapada Tower akan dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan bertaraf internasional. Ia bahkan menyebut kawasan ini akan menjadi ikon baru Indonesia yang tidak kalah dibanding Menara Eiffel di Paris, Tokyo Tower di Jepang, maupun CN Tower di Toronto, Kanada.

“Kawasan Turyapada Tower akan menjadi satu-satunya objek wisata berkelas dunia di Indonesia,” tegasnya.

Menurut Koster, keberadaan kawasan tersebut diprediksi akan memicu pertumbuhan ekonomi baru di Bali Utara dan memberi dampak hingga kawasan Bedugul dan Wanagiri.

Dikelola Profesional, Ditarget Balik Modal Kurang dari 10 Tahun

Untuk pengelolaan kawasan, Pemprov Bali berencana menggandeng pihak ketiga profesional agar potensi bisnis kawasan dapat dimaksimalkan. Pendapatan dari pengelolaan tersebut nantinya akan menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Pemprov Bali maupun Pemkab Buleleng melalui sektor pajak hotel dan restoran.

Koster optimistis investasi pembangunan Turyapada Tower dapat kembali dalam waktu kurang dari 10 tahun.

“Setelah itu akan menjadi sumber pendapatan Pemprov Bali untuk selamanya,” ujarnya.

Warga Lokal Diprioritaskan

Dalam keterangannya, Koster juga menegaskan masyarakat lokal tidak akan menjadi penonton dalam pengembangan kawasan tersebut. Pemerintah mendorong pembentukan koperasi dan UMKM warga agar dapat terlibat langsung dalam aktivitas ekonomi di kawasan wisata tersebut.

Selain itu, anak-anak muda lokal juga akan mendapat prioritas mengikuti pendidikan dan pelatihan agar memiliki kompetensi kerja sesuai kebutuhan kawasan.

“Tenaga kerja yang diperlukan saat ini pun direkrut dari warga lokal,” katanya.

Rumah Warga Akan Direnovasi, Pura dan Wantilan Dibangun

Sebagai bagian dari penataan kawasan, sekitar 40 rumah warga di sekitar proyek juga akan direnovasi menjadi rumah layak huni dengan pembiayaan penuh dari APBD Provinsi Bali.

Tak hanya itu, Pemprov Bali juga akan membangun pura dan wantilan sesuai permohonan Desa Adat Merta Sari, Desa Pegayaman, yang menjadi lokasi kawasan Turyapada Tower. Anggaran pembangunan tersebut direncanakan masuk dalam APBD Perubahan Tahun 2026.

Dengan berbagai fasilitas futuristik, konsep wisata modern, serta klaim manfaat ekonomi jangka panjang, Wayan Koster menempatkan Turyapada Tower sebagai salah satu proyek paling ambisius dalam pembangunan Bali Utara. Kini publik menunggu apakah proyek raksasa tersebut benar-benar mampu menjadi ikon dunia baru bagi Pulau Dewata.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolresta Cirebon Laksanakan Kunjungan dan Ceramah Kamtibmas

    Kapolresta Cirebon Laksanakan Kunjungan dan Ceramah Kamtibmas

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Cirebon, Jarrakpos.com – Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, S.I.K, S.H, M.H, melaksanakan Kunjungan dan Ceramah Kamtibmas di Pondok Pesantren Al-Jauhariyyah Balerante Desa Balerante Kec Palimanan Kab. Cirebon, Selasa (11/2/2025). Kegiatan tersebut diikuti 215 Santri Pondok Pesantren Al-Jauhariyyah Balerante. Hadir pula dalam kegiatan tersebut PJ Bupati Cirebon Bapak Wahyu Mijaya yang juga turut memberikan pesan serta […]

  • RDP Bareng Menteri ATR/BPN, Dede Yusuf Bocorkan Keterlibatan Kepala Desa Kohod di Pagar Laut Tangerang

    RDP Bareng Menteri ATR/BPN, Dede Yusuf Bocorkan Keterlibatan Kepala Desa Kohod di Pagar Laut Tangerang

    • calendar_month Kamis, 30 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta – Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dede Yusuf menginggung soal Kepala Desa Kohod Nasrin saat Rapat Komisi II DPR dan Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid membahas soal polemik pagar laut Tangerang. Pertanyaan tersebut dilontarkan Dede Yusuf saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kementerian ATR/BPN pada Kamis, (30/1/2025). “Saya masih bingung Pak Nusron, kenapa […]

  • Waka Bidang Hukum PDI Perjuangan Provinsi Bengkulu Dr. Sugiarto Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum, Dedikasikan untuk Membela Wong Cilik

    Waka Bidang Hukum PDI Perjuangan Provinsi Bengkulu Dr. Sugiarto Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum, Dedikasikan untuk Membela Wong Cilik

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Bengkulu
    • visibility 42
    • 0Komentar

    JAKARTA, matacompas.com – Wakil Ketua Bidang Hukum DPD PDI Perjuangan Provinsi Bengkulu, Dr. Sugiarto, SH, MH, resmi meraih gelar Doktor Ilmu Hukum setelah sukses menjalani Sidang Terbuka Promosi Doktor di Universitas Borobudur, Jakarta, Selasa (9/6/2026). Pencapaian akademik tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan karier Dr. Sugiarto yang selama ini dikenal sebagai advokat nasional, aktivis hukum, […]

  • Antisipasi Potensi Bencana Hidrometeorologi, Wagub Giri Prasta Siagakan 446 Personel Gabungan

    Antisipasi Potensi Bencana Hidrometeorologi, Wagub Giri Prasta Siagakan 446 Personel Gabungan

    • calendar_month Jumat, 6 Nov 2026
    • account_circle Redaksi Bali
    • visibility 12
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matacompas.com – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta mengerahkan 446 personel gabungan untuk mengantisipasi ancaman bencana hidrometeorologi seiring meningkatnya intensitas hujan di Bali. Kesiapsiagaan tersebut ditandai dengan Apel Gabungan Kesiapan Pasukan Antisipasi dan Kesiapsiagaan Pencegahan Bencana yang dipimpin Giri Prasta di Lapangan Iptu Soetardjo, Mako Brimob, Tohpati, Denpasar, Kamis (5/11/2026). Sebanyak 446 personel […]

  • Menuju PON 2028, Pameran Pembangunan NTT Diharapkan Naik Kelas: Bukan Sekadar Deretan Stan

    Menuju PON 2028, Pameran Pembangunan NTT Diharapkan Naik Kelas: Bukan Sekadar Deretan Stan

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Matakompas.com- Anggota Komisi I DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), David Boimau, berharap penyelenggaraan Pameran Pembangunan Provinsi NTT terus berbenah dan naik kelas menjelang NTT menjadi tuan rumah bersama Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028. Menurutnya, pameran pembangunan sudah saatnya bertransformasi menjadi event yang mampu menampilkan wajah NTT secara modern, kreatif, dan profesional, bukan […]

  • Demam Piala Dunia 2026 Dongkrak Ekonomi Rakyat, TNI AD Gelar Nobar di 25 Ribu Titik, Tabanan Ikut Bergeliat

    Demam Piala Dunia 2026 Dongkrak Ekonomi Rakyat, TNI AD Gelar Nobar di 25 Ribu Titik, Tabanan Ikut Bergeliat

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 38
    • 0Komentar

    DENPASAR – Euforia Piala Dunia FIFA 2026 tidak hanya menyatukan jutaan pecinta sepak bola di Indonesia, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Nonton bareng (nobar) yang digelar secara masif oleh TNI Angkatan Darat bersama TVRI terbukti mampu menghadirkan hiburan sekaligus mendorong aktivitas usaha mikro di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Tabanan, Bali. Berdasarkan rekapitulasi pelaksanaan […]

expand_less