Gung Cok Ajak Generasi Muda Maknai Sumpah Pemuda ke-98: Patriotik, Gigih, dan Berempati untuk Indonesia
- account_circle admin
- calendar_month 18 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR, BALI — Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 pada 28 Oktober 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat persatuan, menumbuhkan jiwa patriotisme, serta mendorong generasi muda agar terus berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara.
Mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, peringatan Sumpah Pemuda tahun ini mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya kaum muda, untuk menjadikan nilai-nilai perjuangan sebagai landasan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
Pesan tersebut sejalan dengan semangat yang diangkat oleh Anak Agung Bagus Tri Candra Arka, S.E., yang akrab disapa Gung Cok, Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Bali, dalam ucapan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98.
Menurut pesan yang tercermin dalam peringatan tersebut, pemuda memiliki posisi strategis dalam menentukan arah masa depan Indonesia. Generasi muda tidak hanya dituntut memiliki kecerdasan dan kemampuan beradaptasi, tetapi juga perlu menjunjung tinggi nilai kebangsaan, integritas, kepedulian sosial, serta semangat gotong royong.
Menjaga Semangat Persatuan dan Nasionalisme
Sumpah Pemuda yang lahir pada 28 Oktober 1928 merupakan salah satu tonggak penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Melalui ikrar satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa, para pemuda dari berbagai latar belakang menyatukan tekad untuk memperjuangkan Indonesia.
Semangat tersebut tetap relevan hingga saat ini. Di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa, persatuan menjadi modal utama untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Bagi generasi muda, memaknai Sumpah Pemuda tidak cukup hanya dengan mengikuti upacara atau menyampaikan ucapan seremonial. Nilai-nilai perjuangan harus diwujudkan melalui tindakan nyata, mulai dari menghargai perbedaan, menjaga toleransi, mengembangkan potensi diri, hingga mengambil bagian dalam pembangunan di lingkungan masing-masing.
Patriotik, Gigih, dan Berempati
Tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia” mengandung pesan mendalam mengenai karakter generasi muda yang dibutuhkan bangsa.
Patriotik berarti menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air, menjaga persatuan, menghormati perjuangan para pendahulu, serta menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
Gigih mencerminkan semangat untuk terus belajar, bekerja keras, berinovasi, dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan. Di tengah perkembangan teknologi dan persaingan global, anak muda perlu membekali diri dengan ilmu pengetahuan, keterampilan, kreativitas, serta karakter yang kuat.
Sementara itu, berempati mengingatkan bahwa kemajuan tidak semata-mata diukur dari keberhasilan individu. Kepedulian terhadap sesama, kepekaan terhadap persoalan sosial, dan kesediaan membantu masyarakat yang membutuhkan merupakan bagian penting dari pembangunan bangsa yang berkeadilan.
Ketiga nilai tersebut menjadi fondasi untuk melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul dalam kompetensi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan komitmen kebangsaan.
Pemuda sebagai Penggerak Perubahan
Perkembangan zaman menghadirkan berbagai peluang sekaligus tantangan bagi generasi muda. Kemajuan teknologi digital, perubahan ekonomi, serta arus informasi yang semakin cepat menuntut anak muda untuk berpikir kritis, bijaksana, dan bertanggung jawab.
Generasi muda diharapkan mampu memanfaatkan teknologi untuk menciptakan inovasi, mengembangkan usaha, memperluas akses pendidikan, serta menghadirkan solusi terhadap persoalan masyarakat.
Di Bali, potensi generasi muda juga dapat dikembangkan melalui pelestarian adat dan budaya, penguatan sektor pariwisata berkelanjutan, pengembangan ekonomi kreatif, serta pemanfaatan teknologi untuk memperluas peluang usaha dan lapangan kerja.
Peran pemuda menjadi semakin penting dalam menjaga keseimbangan antara kemajuan pembangunan dan kelestarian alam serta budaya Bali. Dengan kreativitas dan kepedulian yang kuat, generasi muda dapat menjadi bagian dari solusi bagi berbagai tantangan daerah.
Momentum Membangun Indonesia yang Lebih Baik
Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 hendaknya menjadi kesempatan untuk memperkuat kolaborasi antara generasi muda, masyarakat, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan.
Pemuda perlu diberikan ruang untuk menyampaikan gagasan, mengembangkan kreativitas, berpartisipasi dalam kehidupan demokrasi, serta terlibat aktif dalam kegiatan sosial dan pembangunan.
Pada saat yang sama, semangat persatuan harus terus dirawat agar perbedaan pandangan tidak menjadi penghalang bagi terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis.
Melalui momentum bersejarah ini, Gung Cok mengangkat pesan bahwa masa depan Indonesia membutuhkan generasi muda yang mencintai tanah air, memiliki daya juang tinggi, dan tidak kehilangan kepedulian terhadap sesama.
Sumpah Pemuda bukan sekadar catatan sejarah, melainkan komitmen yang harus terus dihidupkan melalui karya, tindakan, dan pengabdian.
Dengan semangat patriotik, kegigihan dalam berkarya, serta empati terhadap sesama, generasi muda diharapkan mampu mengambil peran lebih besar dalam mewujudkan Indonesia yang maju, adil, makmur, dan bermartabat.
- Penulis: admin










Saat ini belum ada komentar