Breaking News
light_mode
Trending Tags

Oka Antara Tegas Kritik Himbauan Penjor PLN: “Kalau Berbahaya, Kabel yang Diatur Bukan Penjor”

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
  • visibility 20
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com | Sekretaris Komisi I DPRD Provinsi Bali dari Dapil Karangasem, I Nyoman Oka Antara, menanggapi tegas imbauan PLN terkait jarak minimal pemasangan penjor dari kabel listrik.

 Ia menilai aturan yang dikeluarkan bukan hanya menyentuh aspek teknis keamanan, tetapi telah memasuki ranah kultur dan tradisi yang hidup ratusan tahun dalam masyarakat Hindu Bali.

Oka Antara menilai imbauan agar penjor dipasang minimal 2-2,5 meter dari kabel listrik mencerminkan ketidakpahaman PLN terhadap budaya Bali.

“Penjor itu sudah dibuat sejak ratusan tahun lalu. Setiap Galungan orang Hindu di Bali selalu memasang penjor. Baru kali ini muncul peringatan seperti ini dari PLN. Kalau listrik berbahaya, semestinya kabel yang diatur, bukan penjor,” tegasnya.

Ia menegaskan persoalan utama justru ada pada penataan kabel PLN yang dinilai semrawut dan tidak memperhatikan standar budaya lokal.

“Kalau listrik ini berbahaya, justru merekalah yang harus mengatur kabel-kabel itu. Jangan kabel ditarik rendah di pinggir jalan, di depan rumah orang. Kita sudah tahu setiap Galungan pasti ada penjor. Jadi bukan penjor yang harus menyesuaikan PLN,” tegasnya.

Oka Antara juga meminta PLN menempatkan pejabat yang memahami kultur dan nilai-nilai Hindu Bali.

“Bukan orang yang ingin menggeser atau mengerdilkan budaya Bali. Orang Bali sangat tersinggung. Penjor itu bukan sekadar hiasan. Ada lambang kemenangan Dharma melawan Adharma,” paparnya.

Penjor Galungan Dinilai Sakral dan Tidak Bisa Disamakan dengan Penjor Pernikahan

Ia menekankan bahwa penjor Galungan memiliki nilai spiritual tinggi.

“Penjor Galungan itu disembahyangi setiap hari hingga batas waktu setelah kuningan. Ada filosofinya, ada maknanya. Tidak bisa diperlakukan sama seperti penjor nikahan yang setelah upacara langsung dicabut,” jelasnya.

PLN Sudah Minta Maaf, Tetapi Dinilai Tidak Cukup

Meski PLN telah menyampaikan permohonan maaf, Oka Antara menegaskan persoalan tidak bisa selesai begitu saja.

“Kita maafkan, tapi tidak sesederhana itu. Justru PLN selama ini banyak membuat ‘ledah Bali’. Pasang kabel seenaknya, tidak pernah diupacarai, tidak pernah diplaspas. Orang suci keluar masuk di bawah kabel rendah seperti itu. Itu bukan hal sepele,” katanya.

Ia menilai kondisi kabel PLN yang rendah sering menghambat prosesi adat.

Soroti Dugaan Praktek Bisnis Saat Upacara Adat

Oka Antara turut menyoroti pungutan biaya tinggi saat warga membutuhkan penyesuaian kabel untuk prosesi besar seperti ngaben.

“Ada yang diminta bayar 25 juta, 50 juta, bahkan sampai ratusan juta hanya untuk menaikkan atau memindahkan kabel. Ini apa? Bisnis?,” tegasnya.

Ia mencontohkan pengalaman saat pengabenan di Karangasem untuk 900 KK, yang hampir terhambat akibat kabel terlalu rendah.

Usulkan Bali Bebas Kabel Udara

Atas berbagai persoalan tersebut, ia berencana mengusulkan regulasi agar Bali bebas dari kabel udara.

“Saya akan usulkan ke rekan-rekan DPRD Bali, ketetapan bahwa tidak boleh ada kabel di atas, khusus di Bali. Ini penting. Selain mengganggu estetika, juga menghambat adat istiadat,” ujarnya.

Oka Antara menilai kabel-kabel baru justru makin rendah dan membahayakan masyarakat.

PLN Jangan Atur Budaya Bali

Ia menegaskan agar PLN tidak membuat kebijakan yang bertentangan dengan adat Bali.

“Penjor adalah simbol kemenangan Dharma melawan Adharma. Sudah ratusan tahun ada. Jangan PLN sekarang datang dan menyuruh orang Bali menyesuaikan aturan mereka. Itu sangat keliru,” kata Oka Antara.

Ia menutup pernyataannya dengan desakan agar PLN Pusat menempatkan pejabat yang memahami kultur Bali.

“Bali mayoritas Hindu. Maka siapa pun yang bertugas di sini harus menghormati adat dan kultur kami. Bukan sebaliknya,” tegasnya. (red).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • HUT ke-14 IWO Indonesia dan HUT ke-1 IWO Bali, Koster Tegaskan Pers Online Harus Kritis, Objektif dan Berpihak Pada Kepentingan Publik.

    HUT ke-14 IWO Indonesia dan HUT ke-1 IWO Bali, Koster Tegaskan Pers Online Harus Kritis, Objektif dan Berpihak Pada Kepentingan Publik.

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Bali
    • visibility 22
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan pentingnya peran pers, khususnya media online, dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan publik. Hal tersebut disampaikan Koster saat menghadiri puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Wartawan Online (IWO) Indonesia ke-14 sekaligus HUT IWO Provinsi Bali ke-1 yang digelar di Aula […]

  • Urja Sanchay Shivir Bageshwar Dham Hadir di Bali, Ruang Spiritual untuk Membangkitkan Energi Batin

    Urja Sanchay Shivir Bageshwar Dham Hadir di Bali, Ruang Spiritual untuk Membangkitkan Energi Batin

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 21
    • 0Komentar

    BALI – Nuansa spiritual hadir di Pulau Dewata melalui kegiatan Urja Sanchay Shivir yang digelar keluarga Bageshwar Dham pada 7–10 Agustus 2026 di Hotel InterContinental Bali. Kegiatan ini mengusung pesan “Awaken Your Inner Energy – Experience Divine Transformation”, yang menekankan perjalanan ke dalam diri melalui penguatan energi batin dan pengalaman spiritual. Dalam materi publikasi kegiatan, […]

  • Dua Kurir Sabu di Magelang Berhasil Ditangkap Sat Narkoba Polresta Magelang, 116,26 gram Paket Sabu Diamankan

    Dua Kurir Sabu di Magelang Berhasil Ditangkap Sat Narkoba Polresta Magelang, 116,26 gram Paket Sabu Diamankan

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 264
    • 0Komentar

    MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Polredta Magelsng berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dengan nilai mencapai Rp 127 juta. Dalam operasi yang dilakukan pada 22 April 2025, dua orang pelaku ditangkap setelah meletakkan sabu dengan sistem ranjau. Kedua pelaku, yang diketahui berinisial GO (21) dan PAK (27), merupakan mahasiswa dan pedagang di […]

  • Andi Abdul Rahim Pimpin Percasi T Balai

    Andi Abdul Rahim Pimpin Percasi T Balai

    • calendar_month Sabtu, 11 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 697
    • 0Komentar

    Tanjungbalai – Andi Abdul Rahim terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Tanjungbalai periode 2025-2029. Pemilihan tersebut berlangsung dalam Musyawarah Kota (Muskot) Percasi Kota Tanjungbalai, Sabtu (11/1/2025).  Andi menyampaikan visinya untuk mengembangkan catur di Kota Tanjungbalai. Ia berencana melakukan pembinaan catur secara berkelanjutan. “Insyaallah, pembinaan catur dari dini mulai dari jenjang […]

  • Kemenkum Jabar Lengkapi Formasi Pejabat, Asep Sutandar Tegaskan Profesionalisme dan Integritas

    Kemenkum Jabar Lengkapi Formasi Pejabat, Asep Sutandar Tegaskan Profesionalisme dan Integritas

    • calendar_month Senin, 13 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 271
    • 0Komentar

    JARRAKPOS.COM. BANDUNG – Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Jawa Barat kini resmi melengkapi jajaran pejabat manajerial dan non-manajerial.  Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dilakukan di Aula Soepomo, Kanwil Kemenkum Jabar di Jalan Jakarta No. 27, Bandung, Jawa Barat pada Senin (13/01/2025). Adapun pelantikan tersebut dipimpin langsung Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkum Jabar, Asep Sutandar, yang […]

  • I Wayan Bawa Kenang 30 Tahun Kudatuli: Pengorbanan Pejuang Demokrasi Harus Menjadi Inspirasi Bangsa

    I Wayan Bawa Kenang 30 Tahun Kudatuli: Pengorbanan Pejuang Demokrasi Harus Menjadi Inspirasi Bangsa

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 19
    • 0Komentar

    DENPASAR – Tepat 30 tahun berlalu sejak peristiwa Kelabu Dua Puluh Tujuh Juli atau Kudatuli, tragedi penyerangan terhadap Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, pada 27 Juli 1996. Peristiwa yang menjadi salah satu catatan paling kelam dalam sejarah politik Indonesia itu hingga kini dikenang sebagai simbol perjuangan […]

expand_less