Breaking News
light_mode
Trending Tags

HKN ke-62 dan HUT ke-67 RS Prof Ngoerah, Wamenkes Dorong Pemerataan Dokter Spesialis hingga Pelosok Negeri

  • account_circle admin
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 5
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR | Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 Tahun 2026 sekaligus Kick Off Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Rumah Sakit (RS) Prof. Ngoerah Denpasar menjadi momentum memperkuat transformasi pelayanan kesehatan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) kesehatan, serta membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan penyakit.

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat-Sabtu, 6-7 November 2026, dipusatkan di Amphitheater Living World Mall, Denpasar, Bali. Acara ini melibatkan keluarga besar RS Prof. Ngoerah, tenaga medis, tenaga kesehatan, mitra kerja, serta masyarakat umum.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Republik Indonesia, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P., FISR, yang hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa pembangunan sektor kesehatan tidak cukup hanya dengan memperbanyak infrastruktur rumah sakit. Pemerintah juga harus mempercepat pemenuhan dan pemerataan tenaga medis, khususnya dokter spesialis di berbagai daerah.

Menurutnya, persoalan kesehatan di Indonesia saat ini bukan semata-mata kekurangan jumlah dokter secara nasional, melainkan ketimpangan distribusi tenaga medis. Sejumlah wilayah, terutama Indonesia Timur, masih mengalami keterbatasan dokter spesialis, sementara beberapa daerah lain relatif memiliki jumlah tenaga medis yang mencukupi.

“Di Bali dokter cukup, tetapi coba ke NTB, masih kurang. Persoalan kita adalah pemerataan pelayanan kesehatan. Dokter-dokter yang begitu banyak belum tentu berada di daerah yang membutuhkan,” ungkapnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Kementerian Kesehatan melakukan percepatan pendidikan dokter spesialis melalui pengembangan rumah sakit pendidikan dan program pendidikan berbasis rumah sakit.

Program tersebut diarahkan untuk memberikan kesempatan kepada putra-putri daerah yang selama ini mengalami keterbatasan akses pendidikan dokter spesialis.

Menariknya, peserta yang direkrut diprioritaskan berasal dari daerah yang masih kekurangan dokter spesialis, seperti Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, Bengkulu, serta sejumlah wilayah lainnya.

Pemerintah memberikan pembiayaan pendidikan sekaligus dukungan biaya bulanan kepada peserta. Bahkan, sejak awal pendidikan, penempatan mereka setelah menyelesaikan studi sudah dipersiapkan.

“Orang yang kita ambil tidak ada satu pun dari Pulau Jawa, karena di Jawa dokter sudah cukup banyak. Kita sekolahkan putra-putri dari daerah yang kekurangan dokter spesialis. Sekolah tidak bayar, mereka juga mendapatkan uang bulanan, kemudian setelah tamat langsung ditempatkan di daerah asalnya,” jelas Benjamin.

Ia menambahkan, kebijakan tersebut menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan rumah sakit yang dibangun pemerintah di berbagai daerah nantinya tidak hanya memiliki gedung dan peralatan medis, tetapi juga didukung tenaga dokter spesialis yang memadai.

Dari sisi pengembangan pendidikan, pemerintah terus memperluas fasilitas pendidikan dokter spesialis. Jika pada tahun sebelumnya terdapat enam tempat pendidikan, pada 2026 jumlahnya ditambah 25 lokasi. Pemerintah berharap pada tahun berikutnya dapat kembali menambah 25 tempat pendidikan.

Dengan percepatan tersebut, pemerintah menargetkan pemerataan tenaga dokter spesialis semakin membaik pada 2028-2029. Sementara pada 2030, diharapkan kualitas pelayanan kesehatan di berbagai daerah semakin meningkat seiring penguatan infrastruktur dan SDM kesehatan.

Edukasi Pencegahan Penyakit Harus Dimulai dari Kesadaran Masyarakat

Selain menyoroti pemerataan dokter spesialis, Wamenkes juga mengingatkan pentingnya membangun kesadaran masyarakat terhadap pencegahan penularan penyakit, terutama infeksi saluran pernapasan seperti influenza.

Ia mencontohkan budaya masyarakat Jepang yang memiliki kesadaran tinggi menggunakan masker ketika sedang sakit flu sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kesehatan orang lain.

Menurutnya, orang yang sedang mengalami flu seharusnya menggunakan masker, mengurangi aktivitas di luar rumah, dan beristirahat agar tidak menularkan penyakit kepada orang lain.

“Di Jepang, orang yang sakit flu pasti memakai masker. Mereka tahu kalau tidak memakai masker, bisa menularkan penyakit kepada orang lain,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa anak-anak yang sedang sakit flu sebaiknya tidak dipaksakan bersekolah karena berpotensi menularkan penyakit kepada teman-teman sekelasnya.

Kesadaran tersebut perlu dibangun mulai dari lingkungan keluarga. Sebab, penularan penyakit seperti flu dapat berlangsung dengan cepat melalui kontak dekat.

Menurut Benjamin, edukasi kesehatan tidak boleh hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan tenaga medis, tetapi harus menjadi kebiasaan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

RS Prof Ngoerah Jadikan Usia 67 Tahun Momentum Lompatan Pelayanan

Sementara itu, Direktur Utama RS Prof. Ngoerah Denpasar, Dr. I Gusti Ngurah Ketut Sukadarma, S.Kp., M.Kes., menegaskan bahwa peringatan HKN ke-62 dan Kick Off HUT ke-67 RS Prof. Ngoerah bukan sekadar kegiatan seremonial maupun perayaan ulang tahun.

Momentum tersebut harus menjadi titik awal untuk memperkuat semangat pengabdian, meningkatkan profesionalisme, serta membangun kualitas pelayanan kesehatan yang semakin baik.

Ia menyebutkan, perjalanan 67 tahun RS Prof. Ngoerah merupakan sejarah panjang yang dibangun melalui perjuangan, pengorbanan, dan dedikasi para pendahulu serta seluruh insan kesehatan dari generasi ke generasi.

Selama perjalanan tersebut, RS Prof. Ngoerah terus berkembang menjadi salah satu rumah sakit rujukan penting bagi masyarakat Bali, Nusa Tenggara, bahkan Indonesia.

“Kita tidak boleh hanya bangga dengan masa lalu. Kita harus mampu menciptakan masa depan yang jauh lebih hebat. Sejarah besar harus dilanjutkan dengan karya yang lebih besar,” tegas Sukadarma.

Mengusung semangat HUT ke-67, yakni Kokoh, Bersinergi, Bangga Melayani Negeri, ia mengajak seluruh keluarga besar RS Prof. Ngoerah menjadikan tema tersebut sebagai komitmen nyata dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan rumah sakit tidak hanya ditentukan oleh dokter dan tenaga medis. Seluruh unsur yang terlibat, mulai dari perawat, tenaga kesehatan, tenaga administrasi, teknisi, petugas kebersihan, keamanan hingga tenaga penunjang lainnya, memiliki peran penting dalam menciptakan pelayanan berkualitas.

“Kita bekerja untuk menyelamatkan nyawa, kita hadir untuk meringankan penderitaan, dan kita melayani untuk memberikan harapan. Setiap pasien adalah amanah, setiap tindakan adalah tanggung jawab, dan setiap keselamatan pasien merupakan kehormatan bagi kita,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa rumah sakit hebat bukan hanya ditentukan oleh gedung megah, peralatan kesehatan canggih, maupun teknologi modern. Lebih dari itu, kualitas sebuah rumah sakit sangat ditentukan oleh manusia-manusia hebat yang bekerja di dalamnya.

Karena itu, RS Prof. Ngoerah berkomitmen memperkuat pelayanan unggulan, meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan, mengembangkan inovasi, mempercepat transformasi digital, serta membangun tata kelola rumah sakit yang efektif dan berintegritas.

Peningkatan kualitas tersebut juga menjadi bagian dari kesiapan RS Prof. Ngoerah menghadapi tantangan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks sekaligus memperkuat daya saing dalam standar pelayanan internasional.

Sukadarma turut menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang mengedepankan disiplin, integritas, kepercayaan, dan kolaborasi.

“Jika ada tantangan, jangan saling menyalahkan. Hadapi bersama, selesaikan bersama, dan mari kita maju bersama. Tidak ada prestasi tanpa disiplin, tidak ada kepercayaan tanpa integritas, dan tidak ada pelayanan unggul tanpa kolaborasi,” tegasnya.

Rumah Sakit Bukan Hanya Tempat Mengobati Orang Sakit

Lebih jauh, rangkaian peringatan HKN ke-62 dan HUT ke-67 RS Prof. Ngoerah juga diarahkan untuk memperkuat kedekatan rumah sakit dengan masyarakat.

Berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat dan mitra kerja diselenggarakan selama dua hari di Living World Mall Denpasar.

Melalui kegiatan tersebut, RS Prof. Ngoerah ingin memperluas peran rumah sakit, tidak hanya sebagai fasilitas rujukan untuk menangani masyarakat yang sedang sakit, tetapi juga sebagai pusat edukasi kesehatan, promosi kesehatan, serta pencegahan penyakit.

Sukadarma berharap, kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat sekaligus memahami pentingnya menjaga kesehatan sebelum penyakit datang.

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan, termasuk pemerintah, mitra kerja, tenaga kesehatan, serta manajemen Living World Mall yang telah menyediakan ruang bagi RS Prof. Ngoerah untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Menutup sambutannya, Sukadarma mengajak seluruh keluarga besar RS Prof. Ngoerah menjadikan usia ke-67 sebagai momentum untuk melakukan lompatan besar dalam pelayanan kesehatan.

Semangat kebersamaan, profesionalisme, integritas, dan inovasi harus menjadi fondasi dalam mewujudkan rumah sakit yang semakin berkualitas dan mampu memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

“Enam puluh tujuh tahun kita berkarya. Mari bersama-sama menciptakan sejarah baru, bukan hanya menjadi rumah sakit yang besar, tetapi menjadi rumah sakit yang benar-benar memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” pungkasnya.

Peringatan HKN ke-62 dan HUT ke-67 RS Prof. Ngoerah pun menjadi pengingat bahwa kemajuan dunia kesehatan tidak hanya bertumpu pada pembangunan fasilitas, tetapi juga pemerataan tenaga medis, penguatan kualitas SDM, inovasi pelayanan, dan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan.

Reporter: suk

Redaktur: putu ivan

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • I Dewa Nyoman Rai Sampaikan Duka Mendalam atas Berpulangnya Guruh Soekarnoputra

    I Dewa Nyoman Rai Sampaikan Duka Mendalam atas Berpulangnya Guruh Soekarnoputra

    • calendar_month Minggu, 27 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 25
    • 0Komentar

    DENPASAR — Kabar duka menyelimuti keluarga besar PDI Perjuangan dan dunia seni budaya Indonesia. Politisi senior sekaligus seniman Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra, atau dikenal sebagai Guruh Soekarnoputra, berpulang pada Sabtu (26/9/2026) dalam usia 73 tahun. Guruh mengembuskan napas terakhir pada pukul 04.16 WIB di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta. Kabar tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal DPP […]

  • Polresta Cirebon Ikuti Zoom Meeting Panen Raya Jagung Serentak Tahap I

    Polresta Cirebon Ikuti Zoom Meeting Panen Raya Jagung Serentak Tahap I

    • calendar_month Kamis, 27 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 982
    • 0Komentar

    Cirebon, Jarrakpos.com – Polresta Cirebon mengikuti kegiatan Zoom Meeting yang dipimpim Kapolri JENDERAL POL. Drs. LISTYO SIGIT PRABOWO M.Si., dengan agenda Panen Raya Jagung Serentak Tahap I di Lahan Perkebunan Jagung Atau Yang Lainnya Dalam Rangka Mendukung Swasembada Pangan Tahun 2025, Rabu (26/2/2025). Kegiatan tersebut dilaksanakam di Ds. Kedongdong Kidul Kec. Dukupuntang Kab. Cirebon. Dalam […]

  • Mantap, Kejari Tanjung Perak Sita Rp 3,5 Miliar dari Tersangka MK Kasus Korupsi Fasilitas Bank BUMN

    Mantap, Kejari Tanjung Perak Sita Rp 3,5 Miliar dari Tersangka MK Kasus Korupsi Fasilitas Bank BUMN

    • calendar_month Jumat, 22 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 270
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com SURABAYA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak Surabaya terima titipan dari Tersangka MK sebesar Rp2 miliar, atas dugaan tindak pidana korupsi terkait pemberian fasilitas pembiayaan oleh salah satu Bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kepada PT DJA. Demikian, total uang yang telah disita dari Tersangka MK sampai saat ini mencapai Rp3,5 miliar. Hal itu […]

  • Kejagung Instruksikan Stop Pulbaket Program MBG, Kejati Bali Belum Beri Klarifikasi

    Kejagung Instruksikan Stop Pulbaket Program MBG, Kejati Bali Belum Beri Klarifikasi

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 22
    • 0Komentar

    DENPASAR – Instruksi Kejaksaan Agung Republik Indonesia yang meminta seluruh jajaran Kejaksaan Tinggi menghentikan kegiatan pengumpulan data dan keterangan (pulbaket) terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menuai perhatian publik. Hingga kini, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali belum memberikan penjelasan resmi mengenai tindak lanjut kebijakan tersebut di wilayah Bali. Berdasarkan informasi yang beredar, Kejaksaan Agung menerbitkan surat […]

  • BPJS Ketenagakerjaan Rejang Lebong Gelar Customer Gathering, Sosialisasikan Program JKP dan MLT

    BPJS Ketenagakerjaan Rejang Lebong Gelar Customer Gathering, Sosialisasikan Program JKP dan MLT

    • calendar_month Kamis, 27 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 930
    • 0Komentar

    REJANG LEBONG, Jarrakpos.com – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Rejang Lebong menggelar customer gathering di Hotel FamVida, Kamis (27/2). Agenda yang diikuti puluhan peserta dari perwakilan perusahaan binaan BPJS Ketenagakerjaan ini bertujuan untuk menginformasikan Kembali terkait dengan beberapa perubahan regulasi dan juga guna mempererat hubungan antara BPJS Ketenagakerjaan dan perusahaan yang menjadi peserta. Dalam kegiatan ini turut […]

  • Gubernur Koster dan Pusat Matangkan Percepatan PSEL Denpasar, Rencana Groundbreaking Juni

    Gubernur Koster dan Pusat Matangkan Percepatan PSEL Denpasar, Rencana Groundbreaking Juni

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 25
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Gubernur Bali Wayan Koster mematangkan percepatan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang akan menjadi solusi jangka panjang penanganan sampah di Bali. Hal tersebut dibahas saat menerima perwakilan pemerintah pusat, Danantara, serta investor asal Tiongkok, Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd, yang ditunjuk untuk menggarap proyek Waste-to-Energy (WtE) di Denpasar […]

expand_less