Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Pansus TRAP Ungkap Risiko Besar Proyek JW Marriott Payangan, Dr. Somvir Sebut Nama Bali yang Dipertaruhkan

Pansus TRAP Ungkap Risiko Besar Proyek JW Marriott Payangan, Dr. Somvir Sebut Nama Bali yang Dipertaruhkan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
  • visibility 3
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

GIANYAR, Matakompas.com – Sikap tegas Pansus TRAP DPRD Bali kembali mencuat setelah penghentian sementara proyek JW Marriott Hotel, Restoran, dan Spa di Desa Puhu, Payangan, memunculkan perhatian publik. Wakil Sekretaris Pansus TRAP, Dr. Somvir, menilai bahwa persoalan utama bukan hanya pada aspek administrasi, melainkan risiko besar terhadap keselamatan lingkungan dan nama baik Bali.

Menurutnya, proyek berskala internasional seperti JW Marriott tidak bisa dibiarkan berjalan tanpa kepastian izin yang lengkap, terlebih ditemukan indikasi pelanggaran signifikan di lapangan.

Sorotan Utama: Risiko Lingkungan dan Citra Bali

Dr. Somvir menekankan bahwa temuan Pansus dalam sidak besar-besaran pada 27 November mengungkap potensi ancaman serius terkait irigasi yang ditutup, perizinan yang belum lengkap, serta pengerjaan di lahan miring yang rentan bencana.

“Ayo bayangkan. Proyek sebesar ini berdiri di lahan miring, irigasi ditutup, izin belum lengkap. Kalau nanti terjadi apa-apa, korban jatuh, longsor, atau kerusakan lingkungan siapa yang menanggung? Nama Bali yang kena. Ini yang paling mudah dilihat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Bali tidak boleh mengambil risiko sekecil apa pun yang dapat mencoreng reputasi daerah dan membahayakan masyarakat.

“Kalau nanti terjadi apa-apa, korban jatuh, longsor, atau kerusakan lingkungan siapa yang menanggung? Nama Bali yang kena. Ini yang paling mudah dilihat,” tegasnya lagi.

Izin Lama Tidak Berlaku untuk Kondisi Baru

Dalam tinjauan legalitas, Pansus TRAP menemukan bahwa IMB yang digunakan investor masih atas nama pemilik lama. Hal ini dinilai tidak sesuai dengan aturan tata ruang dan kondisi proyek saat ini.

Dr. Somvir menegaskan bahwa penggunaan izin lama untuk proyek baru adalah hal yang tidak dapat dibenarkan.

“Walaupun pemerintah pernah memberi izin dulu, tapi dulu dan sekarang beda. Tidak bisa memakai izin lama untuk proyek baru dengan kondisi berbeda. Resikonya besar,” ujarnya.

Ia menekankan perlunya pembaruan izin, kajian ulang, dan verifikasi menyeluruh sebelum proyek diizinkan berlanjut.

Temuan Pansus di Lapangan: Pelanggaran yang Tidak Bisa Diabaikan

Sidak Pansus TRAP bersama Satpol PP Gianyar dan Satpol PP Provinsi Bali menemukan sejumlah pelanggaran penting, antara lain:

Saluran irigasi ditutup dan dialihkan permanen

Pengerjaan pada lahan tebing tanpa kajian kelayakan risiko

Perizinan belum lengkap untuk pembangunan hotel

IMB masih tercatat atas pemilik lama

Temuan ini menunjukkan adanya potensi risiko keselamatan yang sangat tinggi dan dianggap membahayakan lingkungan sekitar.

Pansus Minta Pemerintah Tegas: Prioritaskan Keselamatan

Dr. Somvir menegaskan komitmen Pansus untuk mengawal penuh proses penegakan aturan.

“Ini mengandung risiko tinggi. Kalau ada kejadian buruk di kemudian hari, yang tercemar bukan hanya investor, tapi nama Bali. Itu harus kita jaga,” paparnya.

Ia meminta Pemprov Bali dan Pemkab Gianyar memastikan seluruh perizinan dan dokumen pendukung diselesaikan secara lengkap dan sah.

Aktivitas Proyek Dihentikan Sementara

Keputusan Pansus TRAP menetapkan langkah-langkah berikut:

Penghentian sementara seluruh aktivitas proyek

Verifikasi ulang seluruh dokumen, termasuk izin baru

Penataan kembali irigasi dan pemanfaatan lahan

Rapat lanjutan untuk menentukan rekomendasi sanksi

Penghentian ini dilakukan untuk mencegah potensi bencana serta menjaga integritas Bali di mata wisatawan dan investor global. (red).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SBS Sambangi PS Malaka di Ende: Suntik Semangat dan Pesan Bermain dengan Hati untuk Malaka

    SBS Sambangi PS Malaka di Ende: Suntik Semangat dan Pesan Bermain dengan Hati untuk Malaka

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 2
    • 0Komentar

    NTT, Matakompas.com- Suasana sore di halaman Hotel Satarmese, Ende, terasa berbeda. Di tengah riuh langkah latihan fisik para pemain PS Malaka, hadir sosok yang dinanti, Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran (SBS). Dengan senyum khasnya, ia menyapa satu per satu pemain, pelatih, dan pengurus tim yang tengah mempersiapkan diri menghadapi ETMC Ende 2025. Kunjungan SBS bukan […]

  • RDP Pansus TRAP DPRD Bali Soroti Reklamasi dan Izin Dermaga PT Pasir Toya Anyar di Karangasem

    RDP Pansus TRAP DPRD Bali Soroti Reklamasi dan Izin Dermaga PT Pasir Toya Anyar di Karangasem

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 2
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Tim Panitia Khusus (Pansus) Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (TRAP) DPRD Provinsi Bali mendalami dugaan pelanggaran tata ruang yang dilakukan PT Pasir Toya Anyar Kubu, Karangasem. Pendalaman dilakukan melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) Pansus TRAP DPRD Bali bersama PT Pasir Toya Anyar Kubu, Karangasem di Ruang Rapat Banmus Kantor DPRD Bali, […]

  • Talenta Emas Sepak Bola Bengkulu: SSB Jadi Tumpuan Lahirkan Pesepak Bola Handal

    Talenta Emas Sepak Bola Bengkulu: SSB Jadi Tumpuan Lahirkan Pesepak Bola Handal

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 777
    • 0Komentar

    BENGKULU,jarrakpos.com – Keyakinan akan potensi besar atlet sepak bola di Bengkulu mendorong Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bengkulu untuk memprioritaskan pembinaan sejak usia dini. Langkah strategis yang diambil adalah dengan memperkuat peran Sekolah Sepak Bola (SSB) sebagai fondasi utama pengembangan bakat-bakat muda. Mike Van Hove, Sekretaris Dispora Provinsi Bengkulu, menegaskan bahwa SSB merupakan kunci […]

  • Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Terima Senjata Rakitan, Perkuat Stabilitas Wilayah di Perbatasan

    Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Terima Senjata Rakitan, Perkuat Stabilitas Wilayah di Perbatasan

    • calendar_month Selasa, 22 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 176
    • 0Komentar

    NUNUKAN,JARRAKPOS.COM – Kepercayaan masyarakat terhadap keberadaan Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonarmed 11 Kostrad kembali membuahkan hasil positif. Salah satu warga Desa Sekaduyan Taka, Kecamatan Sei Manggaris, Kabupaten Nunukan, dengan sukarela menyerahkan satu pucuk senjata api rakitan laras panjang jenis penabur kepada personel Pos Gabma Simanggaris. Penyerahan tersebut dilakukan oleh warga berinisial M (60), seorang petani yang […]

  • Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional, Polres Kuningan Tanam Jagung Serentak

    Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional, Polres Kuningan Tanam Jagung Serentak

    • calendar_month Rabu, 22 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 163
    • 0Komentar

    KUNINGAN, JarrakPos.Com – Sebagai bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan nasional, Polres Kuningan, Polda Jabar menggelar kegiatan Penanaman Jagung Serentak 1 Juta Hektar. Acara ini berlangsung di Desa Mulyajaya, Kecamatan Cimahi Kabupaten Kuningan, Selasa (21/01/2025), dan dilakukan secara serentak melalui Zoom Meeting yang dipimpin langsung oleh Kapolri bersama Kementerian Pertanian RI. Dalam program ini, […]

  • Olahraga di Sekolah Harus Lebih dari Sekedar Mata Pelajaran Begini Kata Dispora

    Olahraga di Sekolah Harus Lebih dari Sekedar Mata Pelajaran Begini Kata Dispora

    • calendar_month Minggu, 9 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 94
    • 0Komentar

    BENGKULU,Jarrakpos.com – Kepala Seksi Sentra Olahraga Pendidikan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bengkulu, Subaeti, SE, M.Si, menilai bahwa olahraga di sekolah seharusnya bukan sekadar mata pelajaran wajib, tetapi juga bagian dari pembentukan karakter siswa. Menurutnya, masih banyak siswa yang menganggap olahraga hanya sebatas kewajiban di kelas, bukan sebagai kebiasaan hidup sehat. “Olahraga di sekolah […]

expand_less