Breaking News
light_mode
Trending Tags

Fraksi Gerindra-PSI Bali Desak Perlindungan Adat dan Lingkungan dalam Pembahasan Tiga Raperda

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 1 Des 2025
  • visibility 22
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com | Fraksi Gerindra-PSI DPRD Provinsi Bali menyampaikan pandangan umum terhadap tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) dalam Rapat Paripurna ke-15 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025–2026.

Pandangan Umum yang dibacakan oleh I Ketut Mandia, SE., ini mendapat penekanan strategis dari Ketua Fraksi Gerindra-PSI DPRD Bali, Gede Harja Astawa, S.H., M.H., yang menyoroti isu-isu penting terkait tata ruang, perlindungan adat, keamanan pesisir, hingga tata kelola ekonomi daerah.

Gede Harja Astawa menegaskan bahwa ketiga Raperda tersebut tidak boleh diperlakukan sebagai urusan administratif semata, melainkan menyangkut masa depan masyarakat Bali. Ia meminta agar pemerintah memastikan regulasi berpihak pada kepentingan publik dan keberlanjutan lingkungan.

1. Fraksi Minta Pelindungan Pantai Berbasis Adat, Lingkungan, dan Kepentingan Warga Lokal

Terkait Raperda Pelindungan Pantai dan Sempadan Pantai, Harja Astawa menyoroti maraknya pembangunan tak berizin di kawasan pesisir, terutama oleh investor asing. Ia menilai kondisi ini dapat mengancam ruang publik dan kawasan sakral masyarakat adat.

“Banyak investor datang ke Bali bukan untuk menjaga Bali, tetapi mengambil keuntungan sebanyak mungkin. Bahkan ada bangunan di kawasan pantai tanpa alas hak yang sah. Ini mengancam masa depan wilayah pesisir dan ruang sakral masyarakat adat,” kata Gede Harja Astawa.

Ia juga menyarankan perbaikan terminologi dalam Raperda, termasuk mengganti istilah Upacara Adat menjadi Upacara Agama Hindu agar lebih tepat secara filosofis dan yuridis.

Fraksi menekankan perlunya:

Penetapan sempadan pantai minimal 100 meter sebagai green belt.

Prioritas pemanfaatan ruang bagi masyarakat adat, nelayan tradisional, dan UMKM.

Larangan tegas terhadap privatisasi pantai.

Mekanisme legal penetapan Kawasan Suci.

Penyusunan peta digital berbasis kajian ekologis dan adat.

2. Pembentukan Perumda Kerta Bhawana Sanjiwani Dinilai Perlu Kajian Lebih Matang

Dalam pembahasan Raperda Perumda Kerta Bhawana Sanjiwani, Fraksi Gerindra-PSI menilai masih banyak aspek yang belum jelas, khususnya terkait roadmap, teknis usaha, dan mekanisme pembiayaan.

Harja Astawa meminta:

Penjelasan konsistensi antara Raperda dan naskah akademik.

Kejelasan penggunaan skema KPBU serta jenis BUMD yang tepat.

Penghapusan angka modal disetor dari Perda karena harus diatur dalam Perda Penyertaan Modal.

Update menyeluruh data SPAM, UPTD PAM, dan data air bersih yang masih menggunakan data lama.

“Pembentukan BUMD tidak boleh tergesa-gesa. Semua harus dihitung berbasis data terkini dan memperhatikan kepentingan publik, bukan sekadar formalitas pembentukan badan usaha,” kata Gede Harja Astawa.

3. Perubahan Nomenklatur Dinas Pariwisata Perlu Penjelasan Komprehensif

Terkait rencana pembentukan nomenklatur Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, fraksi meminta penjelasan detail mengenai pemenuhan lima kriteria pembentukan Dinas Ekonomi Kreatif sesuai aturan pemerintah pusat. Harja Astawa menekankan bahwa perubahan nomenklatur harus berbasis kajian mendalam, bukan sekadar mengikuti tren nasional.

4. Fraksi Sampaikan Empati Atas Banjir di Sumatera dan Ingatkan Bali Soal Tata Ruang

Di akhir pandangan umum, Harja Astawa menyampaikan keprihatinan atas bencana banjir bandang di Sumatera.

“Banjir bukan semata soal hujan, tetapi tentang bagaimana bumi kita menerima dan mengelola air. Jika hutan hilang, rawa dieksploitasi, dan sempadan dilanggar, bencana akan datang tanpa ampun,” kata Gede Harja Astawa

Ia menegaskan pentingnya:

Konservasi area resapan air.

Penataan ruang berbasis risiko.

Perlindungan hutan dan rawa.

Perbaikan tata kelola sampah.

Mitigasi berbasis riset geospasial jangka panjang.

Sikap Tegas Fraksi Gerindra-PSI

Fraksi yang dipimpin Harja Astawa menyatakan bahwa mereka:

Mendukung pembahasan tiga Raperda.

Namun menuntut penyempurnaan signifikan secara teknis, filosofis, dan operasional.

Menegaskan pentingnya mengedepankan kepentingan masyarakat adat.

Mengingatkan pemerintah agar tidak tunduk pada tekanan investor.

Menempatkan perlindungan lingkungan dan ruang publik sebagai prioritas utama. (red).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemudik Tujuan Indramayu Ditelantarkan

    Pemudik Tujuan Indramayu Ditelantarkan

    • calendar_month Senin, 31 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 817
    • 0Komentar

    JAKARTA,JARRAKPOS COM – Viral di media sosial seorang pemudik diturunkan dan ditelantarkan semalaman oleh crew bus di Tol Cipali. Menurut pengakuan bapak tersebut, dia dan anak perempuannya yang masih kecil berangkat berasal dari Aceh dan ingin mudik dengan tujuan Indramayu namun oleh crew bus menurunkannya Tol Cipali KM 114. Sabtu,(29/3/2025). Beruntung Kasatlantas Polres Subang yang […]

  • Bongkar, Kejari Jakpus Lakukan Penyidikan Dugaan Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa Seret Petinggi Kominfo

    Bongkar, Kejari Jakpus Lakukan Penyidikan Dugaan Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa Seret Petinggi Kominfo

    • calendar_month Jumat, 14 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.099
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat sedang melakukan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi terkait pengadaan barang dan jasa serta pengelolaan Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) pada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) periode 2020 hingga 2024. Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jakarta Pusat (Jakpus) melalui Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel), Bani Immanuel Ginting menyebut dugaan […]

  • Luka Doncic’s 32-point night helps Lakers finally win in Denver

    Luka Doncic’s 32-point night helps Lakers finally win in Denver

    • calendar_month Rabu, 15 Jan 2025
    • account_circle Dave McMenamin
    • visibility 57
    • 0Komentar

    DENVER — It took Luka Doncic only one quarter Saturday to match his highest scoring output from his first three games with the Los Angeles Lakers, tallying 16 points while L.A. built an early lead on the Denver Nuggets. He kept rolling from there — and so did the Lakers — as Doncic finished with a game-high 32 points […]

  • Kecelakaan Terjadi di Tol Pemalang- Batang, Satu Orang Penumpang Meninggal

    Kecelakaan Terjadi di Tol Pemalang- Batang, Satu Orang Penumpang Meninggal

    • calendar_month Sabtu, 12 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 273
    • 0Komentar

    PEKALONGAN,JARRAKPOS.COM – Kecelakaan Maut Bus Suporter Persebaya vs Mobil Pengangkut Rokok di Tol Pekalongan, Satu orang meninggal dunia. Kecelakaan tragis terjadi di ruas Tol Pemalang-Batang KM 332 arah Jakarta, Sabtu pagi (12/4/2025). Bus PO Fransindo Trans yang mengangkut suporter Persebaya (Bonek) bertabrakan dengan mobil Honda BR-V yang melaju melawan arah. Akibatnya, satu penumpang mobil tewas […]

  • DPW NCW Bali Apresiasi Ketegasan Imigrasi, Dorong Pengawasan WNA di Pulau Dewata Diperkuat

    DPW NCW Bali Apresiasi Ketegasan Imigrasi, Dorong Pengawasan WNA di Pulau Dewata Diperkuat

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 29
    • 0Komentar

    DENPASAR – Dewan Pimpinan Wilayah National Corruption Watch (DPW NCW) Bali menyatakan dukungannya terhadap langkah tegas Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali dalam melakukan pengawasan dan penindakan terhadap dugaan penyalahgunaan izin tinggal oleh warga negara asing (WNA) di Bali. Ketua DPW NCW Bali, Wong Kok Liang atau yang akrab disapa Donnox Wong, menegaskan bahwa penegakan […]

  • Masuk Angin, Kejagung Diminta Ambil Alih Penanganan Dugaan Penyelewengan BSPS di Sumenap

    Masuk Angin, Kejagung Diminta Ambil Alih Penanganan Dugaan Penyelewengan BSPS di Sumenap

    • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 272
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta – Front Pemuda Madura (FPM) menyoroti kinerja Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep dalam mengusut dugaan penyelewengan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. FPM menilai proses penyelidikan dugaan korupsi berjamaah itu berjalan lambat dan cenderung akan berhenti pada aktor-aktor kecil di lapangan, seperti kepala desa (kades) dan tenaga fasilitator lapangan (TFL) atau […]

expand_less