Agus Andrianto Lantik Dirjen Imigrasi Baru, Tekankan Jabatan Harus Bermakna bagi Rakyat
- account_circle admin
- calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, Matakompas.com — Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, resmi melantik dua pejabat Pimpinan Tinggi Madya di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), Rabu (1/4) di Jakarta. Pelantikan ini menjadi momentum penting dalam penguatan arah kebijakan dan pelayanan publik di sektor keimigrasian.
Dua pejabat yang dilantik adalah Hendarsam Marantoko sebagai Direktur Jenderal Imigrasi, serta Iwan Santoso sebagai Staf Ahli Menteri Bidang Pelayanan Publik dan Reformasi Hukum.
Bersamaan dengan itu, dilakukan serah terima jabatan Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Imigrasi dari Yuldi Yusman kepada Hendarsam. Yuldi sebelumnya mengemban amanah sebagai Plt Dirjen Imigrasi selama hampir satu tahun.
Dalam sambutannya, Agus Andrianto menegaskan bahwa jabatan yang diemban bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah besar yang menuntut keteladanan dalam profesionalisme dan etika kerja. Ia mengingatkan bahwa kewenangan yang dimiliki kementerian merupakan pendelegasian langsung dari Presiden Prabowo Subianto, sehingga harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Setiap kewenangan yang kita miliki adalah amanah. Ini bukan sekadar tugas, tetapi tanggung jawab untuk memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara,” tegasnya.
Agus juga menyoroti pentingnya pengelolaan anggaran yang bersumber dari uang rakyat. Ia menekankan bahwa setiap program dan kebijakan harus berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Tak hanya itu, ia menyampaikan pesan reflektif kepada para pejabat yang hadir, mengajak mereka memaknai jabatan sebagai kesempatan untuk memberi manfaat. “Setiap saat adalah baru, dan yang kita jalani adalah sisa. Jadikan sisa perjalanan ini sebagai ruang untuk memberi makna bagi orang lain,” ujarnya.
Menurutnya, pencapaian jabatan tinggi bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk meninggalkan jejak kebaikan. Ia pun mendorong para pejabat agar tidak terjebak pada rutinitas, melainkan terus berinovasi dan memberikan dampak nyata.
Kepada Hendarsam Marantoko, Agus berpesan agar menjadikan 15 Program Aksi Kemenimipas sebagai pedoman dalam memperkuat kebijakan dan pelayanan keimigrasian. Ia berharap di bawah kepemimpinan baru, Imigrasi semakin responsif, profesional, dan mampu menjadi contoh bagi instansi lain.
Sementara itu, kepada Iwan Santoso, ia menegaskan bahwa posisi staf ahli memiliki peran strategis dalam perumusan kebijakan. “Staf ahli harus menjadi radar sekaligus kompas dalam menentukan arah kebijakan kementerian,” katanya.
Di tengah dinamika global yang terus berkembang, Agus menekankan pentingnya soliditas internal dan kolaborasi lintas sektor. Ia mengajak seluruh jajaran Kemenimipas untuk menjaga kekompakan, memperkuat komunikasi, serta meningkatkan sinergi baik secara internal maupun eksternal.
Dalam kesempatan tersebut, Agus juga menyampaikan apresiasi kepada Yuldi Yusman atas dedikasinya selama menjabat sebagai Plt Dirjen Imigrasi. Ia menilai berbagai capaian positif selama masa kepemimpinan Yuldi menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan kinerja institusi.
Menutup arahannya, Agus mengingatkan bahwa Kemenimipas adalah rumah bersama yang harus dijaga keutuhannya. Ia mengibaratkan institusi tersebut sebagai pohon besar yang menaungi seluruh insan di dalamnya.
“Jabatan adalah alat untuk memperluas manfaat. Gunakan kesempatan ini untuk menciptakan perubahan dan meninggalkan warisan kebaikan bagi generasi mendatang,” pungkasnya. (Red)
- Penulis: admin



Saat ini belum ada komentar