Koster Gaspol Energi Bersih: Proyek PSEL Bali Resmi Dimulai, 1.200 Ton Sampah per Hari Disulap Jadi Listrik
- account_circle admin
- calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, Matakompas.com — Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan komitmennya dalam menghadirkan solusi konkret atas persoalan sampah melalui pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) berbasis teknologi ramah lingkungan di Bali.
“Kita pastikan pembangunan PSEL ini berjalan. Ini bukan hanya soal mengatasi sampah, tetapi juga menghadirkan energi bersih untuk masa depan Bali,” tegas Koster.
Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman pembangunan PSEL pada 21 April 2026 di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan. Penandatanganan dilakukan oleh Gubernur Bali bersama Wali Kota Denpasar, Bupati Badung, pihak Danantara Indonesia, serta operator PSEL yang ditunjuk.
Acara tersebut turut disaksikan oleh sejumlah pejabat tinggi negara, antara lain Menteri Koordinator Bidang Pangan, Menteri Lingkungan Hidup, Wakil Menteri Dalam Negeri, Direktur Utama PT PLN (Persero), serta Wakil Direktur Utama Pelindo.
Koster menjelaskan, pembangunan fisik PSEL akan dimulai dengan peletakan batu pertama pada 8 Juli 2026 yang dipilih sebagai hari baik. Proyek ini ditargetkan rampung dalam waktu 15 bulan, yakni pada Oktober 2027, dan mulai beroperasi pada Desember 2027.
“PSEL ini akan mampu mengolah minimal 1.200 ton sampah per hari, dengan kontribusi 700 ton dari Denpasar dan 500 ton dari Badung. Ini langkah besar yang harus kita kawal bersama,” ujarnya.
Lebih lanjut, Koster menekankan bahwa keberhasilan operasional PSEL sangat bergantung pada kedisiplinan masyarakat dalam memilah sampah dari sumber.
“Saya tegaskan, sampah harus dipilah. Tanpa itu, sistem tidak akan berjalan optimal. Ini tanggung jawab bersama,” katanya.
Energi listrik yang dihasilkan dari pengolahan sampah tersebut nantinya akan dibeli langsung oleh PT PLN (Persero) sebagai bagian dari pengembangan energi baru terbarukan.
Dengan langkah ini, Koster optimistis Bali akan mampu keluar dari persoalan sampah sekaligus menjadi pionir dalam pengembangan energi bersih berbasis pengolahan limbah.
“Ini adalah investasi masa depan Bali. Kita ingin Bali bersih, hijau, dan mandiri energi,” pungkasnya.
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar