Breaking News
light_mode
Trending Tags

Koster Kembali Dikaitkan dengan Isu Lama, Publik Diminta Jangan Terkecoh Narasi Viral

  • account_circle admin
  • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
  • visibility 20
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com – Dunia maya kembali menunjukkan satu kebiasaan lama yang seolah sudah menjadi hukum tidak tertulis: jika sebuah isu pernah ramai, cukup hilangkan tahunnya, lalu kemas ulang sebagai “berita terbaru”.

Kali ini, sorotan kembali mengarah pada isu dugaan pembebasan lahan proyek Jalan Tol Mengwi–Gilimanuk. Nama Gubernur Bali, I Wayan Koster kembali beredar di linimasa media sosial, seolah publik baru saja disuguhi perkembangan terbaru dari sebuah kasus besar. Padahal, narasi yang viral itu sejatinya merupakan potongan isu lama yang diputar ulang tanpa konteks waktu yang utuh.

Fenomena tersebut bermula dari beredarnya kembali unggahan lama terkait proses klarifikasi yang pernah dilakukan Polda Bali melalui Ditreskrimsus pada 3 Januari 2024. Saat itu, proses yang berjalan masih berada pada tahap awal berupa pemeriksaan dan klarifikasi saksi, belum memasuki tahapan hukum yang lebih jauh sebagaimana dibayangkan sebagian pengguna media sosial hari ini.

Namun di ruang digital, detail mendasar seperti tanggal kejadian kerap menjadi hal pertama yang “dipangkas”. Potongan informasi lama dipoles ulang dengan narasi provokatif, dipasangkan caption emosional, lalu disebarkan seolah-olah merupakan fakta baru yang baru terjadi kemarin sore.

Akibatnya, unggahan yang semestinya sudah menjadi arsip justru kembali naik ke permukaan seperti episode lama yang diputar ulang dengan kemasan baru. Bedanya, kini hadir dengan algoritma yang lebih agresif, potongan visual yang lebih dramatis, dan audiens baru yang tidak sadar sedang menyaksikan tayangan lama.

Sejumlah akun bahkan terlihat membagikan ulang isu tersebut dengan nada penuh keyakinan, seakan ada perkembangan hukum terbaru. Padahal setelah ditelusuri, yang terjadi lebih menyerupai “re-run” ketimbang breaking news.

Fenomena semacam ini dinilai bukan lagi sekadar salah paham digital. Dalam praktiknya, pola tersebut sudah menyerupai “manajemen persepsi” di ruang media sosial, ketika informasi lama dihidupkan kembali dengan menghilangkan konteks waktu agar terlihat relevan dan mengundang emosi publik.

Pengamat komunikasi digital menilai, ketika penanda waktu sengaja atau tidak sengaja dihapus, publik diarahkan untuk mempercayai bahwa semua yang muncul di layar adalah peristiwa aktual. Padahal bisa jadi itu hanyalah arsip lama yang sedang dipoles ulang demi kepentingan viralitas.

Di sisi lain, penjelasan resmi dari aparat penegak hukum sebenarnya sudah cukup terang: pemeriksaan saksi tidak identik dengan vonis, dan proses klarifikasi bukan berarti penetapan tersangka. Namun di era media sosial yang bergerak serba cepat, penjelasan formal sering kalah laju dibanding judul sensasional dan potongan narasi tanpa konteks.

Yang menarik, pola seperti ini bukan pertama kali terjadi. Ia seolah menjadi “fitur musiman” yang rutin muncul ketika suhu politik mulai menghangat. Isu lama, tokoh lama, hingga kasus lama bisa sewaktu-waktu dihidupkan kembali selama masih cukup menarik untuk memenuhi kebutuhan algoritma.

Di tengah derasnya arus informasi digital, publik akhirnya kembali diingatkan pada satu hal paling sederhana yang justru paling sering diabaikan: cek tanggal sebelum percaya.

Sebab di media sosial, satu tahun bisa hilang hanya dengan satu kali crop gambar. Dan satu konteks bisa lenyap hanya karena satu tombol “share”.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polresta Denpasar Gelar Sertijab Kabagops, Kapolsek Jajaran serta Penyerahan Jabatan Kasatreskrim dan Kasatresnarkoba

    Polresta Denpasar Gelar Sertijab Kabagops, Kapolsek Jajaran serta Penyerahan Jabatan Kasatreskrim dan Kasatresnarkoba

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 16
    • 0Komentar

    𝐃𝐄𝐍𝐏𝐀𝐒𝐀𝐑, 𝐌𝐚𝐭𝐚𝐊𝐨𝐦𝐩𝐚𝐬.𝐜𝐨𝐦 – Polresta Denpasar Polda Bali melaksanakan Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kabagops, Kapolsek jajaran, serta penyerahan jabatan Kasatreskrim dan Kasatresnarkoba, Selasa (20/1/2026). Kegiatan berlangsung di Gedung Pesat Gatra Lantai III Polresta Denpasar dan dipimpin langsung oleh Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. Muhammad Iqbal Simatupang, S.I.K., M.H. Adapun pejabat yang melaksanakan serah terima jabatan yakni […]

  • Brigjen TNI (Purn) dr. Made Mardika Ajak Anak Muda Bali Wujudkan Bela Negara Lewat Inovasi dan Literasi Digital

    Brigjen TNI (Purn) dr. Made Mardika Ajak Anak Muda Bali Wujudkan Bela Negara Lewat Inovasi dan Literasi Digital

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 16
    • 0Komentar

    DENPASAR – Pengalaman panjang di lingkungan kepresidenan dan militer kini dibawa Brigjen TNI (Purn) dr. I Made Mardika, Sp.PD., MARS, FINASIM ke ruang pembinaan masyarakat. Putra Bali tersebut berkomitmen mendorong generasi muda menjadi lebih inovatif melalui perannya sebagai salah satu Dewan Pimpinan Penasehat DPW Forum Bela Negara (FBN) RI Bali. Komitmen itu kembali ditegaskan, saat […]

  • Gempa Guncang Flores, Lima Warga Meninggal Dunia, Pemerintah NTT Kerahkan Seluruh Kekuatan

    Gempa Guncang Flores, Lima Warga Meninggal Dunia, Pemerintah NTT Kerahkan Seluruh Kekuatan

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 50
    • 0Komentar

    KUPANG – Gempa bumi yang mengguncang sejumlah wilayah di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi, memicu situasi darurat di sejumlah daerah. Pemerintah Provinsi NTT bersama TNI-Polri, Basarnas, BPBD dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) langsung bergerak melakukan penanganan terhadap masyarakat terdampak. Gempa yang terjadi sekitar pukul 05.58 WITA tersebut berlangsung ketika […]

  • Buka Orientasi Penyusunan RPJMD dan Renstra Perangkat Daerah 2025-2029, Wabup Syaefudin Tekankan Pentingnya Program Konkret Atasi Isu Daerah.

    Buka Orientasi Penyusunan RPJMD dan Renstra Perangkat Daerah 2025-2029, Wabup Syaefudin Tekankan Pentingnya Program Konkret Atasi Isu Daerah.

    • calendar_month Selasa, 25 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.414
    • 0Komentar

    INDRAMAYU Jarrak Pos.Com – Wakil Bupati Indramayu H. Syaefudin memberikan arahan dalam kegiatan Orientasi Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Workshop Rencana Strategis (Renstra) Perangkat Daerah Kabupaten Indramayu Tahun 2025-2029. Acara yang berlangsung di Aula Bappeda Litbang Kabupaten Indramayu, Senin (24/2/2025) tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah, Aep Surahman, Kepala Bappeda Litbang, Iin Indrayati, […]

  • Pemprov NTT Luncurkan “Asa dan Rasa”, Ruang Evaluasi Terbuka Setahun Kepemimpinan

    Pemprov NTT Luncurkan “Asa dan Rasa”, Ruang Evaluasi Terbuka Setahun Kepemimpinan

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 16
    • 0Komentar

    NTT, Matakompas.com- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) meluncurkan buku “Asa dan Rasa: Refleksi Setahun Ayo Bangun NTT” dalam forum diskusi terbuka di Aula Utama El Tari Kupang, Kamis (9/4/2026). Peluncuran ini menjadi salah satu langkah pemerintah daerah membuka ruang evaluasi publik terhadap satu tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena […]

  • Refleksi Damai Natal dan Penuh Makna di Akademi Militer

    Refleksi Damai Natal dan Penuh Makna di Akademi Militer

    • calendar_month Selasa, 21 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 161
    • 0Komentar

    MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Gubernur Akademi Militer, Mayjen TNI Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw, bersama ibu Dessy Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw, memimpin Perayaan Natal Bersama Tahun 2025 yang berlangsung di Gedung Moch Lily Rochli Akademi Militer. Kegiatan ini dihadiri oleh Taruna, organik, dan keluarga Kristiani sebagai bentuk perwujudan nilai kebersamaan dan toleransi. Perayaan Natal dimulai dengan doa pembuka […]

expand_less