Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tak Berkategori » Aksi Nyata Peduli Lingkungan, Perbarindo Bali Bersihkan Pantai Yeh Gangga dan Lepas 200 Tukik

Aksi Nyata Peduli Lingkungan, Perbarindo Bali Bersihkan Pantai Yeh Gangga dan Lepas 200 Tukik

  • account_circle admin
  • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
  • visibility 5
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TABANAN – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo) Bali melepas 200 tukik dan aksi bersih-bersih Pantai Yeh Gangga, Kabupaten Tabanan, Minggu, 24 Mei 2026.

Kegiatan aksi nyata peduli lingkungan menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari BPR-BPRS Nasional Tahun 2026.

Selain itu, DPD Perbarindo Bali juga memperkenalkan Theme Song Hari BPR-BPRS Nasional 2026 yang berjudul “Melangkah Bersama Gemilang”.

Lagu ini diciptakan oleh Jhon dari BPR Hoki sebagai bentuk semangat kebersamaan, optimisme serta komitmen insan BPR untuk terus bertumbuh, melayani dan melangkah bersama menuju industri BPR yang semakin gemilang dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut melibatkan Panitia Pelaksana DPK Bali Barat Tabanan yang dipimpin Ketua Panitia I Putu Agus Hendra Nartha, SST., bersama Sekretaris Panitia Kadek Agus Kurniawan Putra, ST. Kegiatan juga diikuti perwakilan 127 BPR-BPRS se-Bali. Turut hadir, jajaran Dewan Pengawas, Direksi, Dewan Komisaris, pengurus Perbarindo Bali, serta Bendesa Adat Yeh Gangga, I Ketut Dolia.

Ketua DPD Perbarindo Bali, I Ketut Komplit, S.H., mengatakan kegiatan bersih-bersih pantai dan pelepasan tukik merupakan bentuk kepedulian industri BPR terhadap lingkungan, budaya dan adat Bali.

“Kami bersihkan sampah-sampah yang ada di areal Pantai Yeh Gangga dengan harapan, bahwa BPR-BPRS di Bali peduli terhadap kebersihan lingkungan sebagai obyek wisata dan salah satu ikon, bahwa Bali itu secara kebersihan benar-benar kita tata dengan baik,” kata Ketut Komplit.

Menurutnya, kebersihan pantai menjadi faktor penting dalam menjaga daya tarik pariwisata Bali. Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, pertumbuhan ekonomi Bali juga diharapkan ikut meningkat dan berdampak positif bagi industri BPR-BPRS di Bali.

Selain aksi bersih-bersih pantai, Perbarindo Bali juga melepas 200 tukik sebagai simbol pelestarian lingkungan dan budaya adat Bali.

Ketut Komplit menyebut tukik memiliki filosofi ketangguhan dan kemampuan beradaptasi menghadapi gelombang laut yang besar.

Ketut Komplit menilai filosofi tersebut relevan dengan kondisi BPR-BPRS ditengah persaingan global dan tantangan ekonomi yang dinamis.

“Hal ini sangat relevan dengan kondisi BPR-BPRS di Bali ditengah-tengah persaingan global semakin ketat, regulasi dan kondisi ekonomi sepertinya BPR tetap tangguh optimis menghadapi situasi terjelek pun BPR tetap bangkit,” kata Ketut Komplit.

Lebih lanjut, Ketut Komplit menegaskan BPR harus mampu beradaptasi melalui penguatan internal, teknologi dan inovasi agar tetap tumbuh sehat dan memiliki daya saing.

“BPR juga begitu dengan kondisi saat ini punya keyakinan bisa bertumbuh seiring dengan kemampuan internal maupun penguatan secara teknologi dan inovasi,” ungkapnya.

Pantai Yeh Gangga dipilih sebagai lokasi kegiatan Perbarindo Bali, karena dinilai memiliki potensi besar menjadi ikon wisata baru di Bali, selain kawasan wisata populer, seperti Kuta, Canggu, Jimbaran, Sanur, dan Nusa Dua.

Ketut Komplit berharap keberadaan Pantai Yeh Gangga dapat semakin berkembang dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat serta aktivitas usaha BPR-BPRS di Bali.

Selain mendukung sektor pariwisata, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk dukungan Perbarindo Bali terhadap program pemerintah dalam penanganan persoalan sampah dan pelestarian lingkungan.

“Kita melakukan aksi nyata seperti hari ini, yakni aksi bersih-bersih pantai sebagai bentuk peduli lingkungan terhadap himbauan pemerintah. Semoga aksi yang kecil ini bisa memberikan manfaat lebih besar untuk kita semua,” kata Ketut Komplit.

Momentum Hari BPR-BPRS Nasional 2026 juga dimanfaatkan Perbarindo Bali untuk memperkuat komitmen pelayanan kepada masyarakat dan menjaga kepercayaan nasabah ditengah tantangan ekonomi global.

“Dengan aksi bersih-bersih pantai dan melepas tukik, kita berharap semoga apa yang kita mohonkan bisa terwujud pada tahun 2026 ini sehingga BPR semakin dicintai masyarakat Bali,” pungkasnya.

Disamping itu, Ketua DPD Perbarindo Bali, I Ketut Komplit, S.H., menyerahkan CSR sebesar Rp2,5 juta dan sertifikat peduli pelestarian tukik yang diterima Bendesa Adat Yeh Gangga, I Ketut Dolia.

Pada kesempatan tersebut, Bendesa Adat Yeh Gangga, I Ketut Dolia sangat mengapresiasi, sekaligus mengucapkan terima kasih atas aksi nyata peduli lingkungan Perbarindo Bali untuk alam yang lestari di masa mendatang.

Untuk itu, Ketut Dolia berharap BPR se-Bali tetap eksis dan jaya dengan tetap melakukan aksi nyata peduli lingkungan kedepannya, karena musim tukik dimulai dari bulan Mei hingga Agustus dengan penyu menetaskan telurnya selama 2 bulan.

“Itu sangat luar biasa aksi nyata Perbarindo Bali beserta insan BPR-BPRS se-Bali. Itu membuat bergetar pantai Yeh Gangga, karena belum pernah ada BPR ataupun sejenis komunitas yang datang kesini sangat banyak. Jangan kasi kendor, pokoknya tetap semangat. Ke Belayu bawa ember, I Love You BPR,” tandasnya.

Menurutnya, jika penyu tidak ditangkarkan, maka tukik beresiko dimakan anjing liar hingga tergerus pasang surut gelombang air laut.

Untuk itu, pihaknya berupaya melestarikan penyu sebagai salah satu binatang terancam punah keberadaannya dan diakui oleh dunia.

Sesuai kepercayaan, lanjutnya pelepasan tukik juga diakui sebagai pelepas mala. Jika seseorang tertimpa leteh berunsur negatif sepatutnya dilebur melalui pelepasan tukik.

“Tukik itu sebagai lambang dasar bumi termasuk Kurma Awatara, yaitu penjelmaan Dewa Wisnu ke bumi seperti tercantum dalam kitab suci terkait pemutaran Mandara Giri,” pungkasnya. (Red)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Edarkan Sabu, Pria di Panai Hulu Diciduk Polisi

    Edarkan Sabu, Pria di Panai Hulu Diciduk Polisi

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 860
    • 0Komentar

    LABUHANBATU – Tim Opsnal Satres Narkoba Polres Labuhanbatu kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah hukumnya. Pada Sabtu (22/2/2025) dini hari, Seorang pria berinisial MA alias Sunar(42), warga Desa Sei Jawi-jawi, Kecamatan Panai Hulu, berhasil diamankan dalam operasi pengungkapan kasus narkoba. Kapolres Labuhanbatu, AKBP Dr. Bernhard L. Malau, S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas […]

  • Koster Tinjau Pura Pucak Tinggah Pascabencana, Pemprov Bali Kucurkan Bantuan Rp1 Miliar

    Koster Tinjau Pura Pucak Tinggah Pascabencana, Pemprov Bali Kucurkan Bantuan Rp1 Miliar

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 2
    • 0Komentar

    TABANAN, Matakompas.com — Gubernur Bali, Wayan Koster, turun langsung meninjau kerusakan Pura Pucak Tinggah yang ambruk akibat terjangan angin kencang di Banjar Angseri, Desa Angseri, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Senin (30/3/2026). Kunjungan ini menjadi bentuk respons cepat Pemerintah Provinsi Bali dalam menangani dampak bencana, khususnya terhadap fasilitas keagamaan yang memiliki nilai spiritual tinggi bagi masyarakat […]

  • Penyelundupan 57 Orang CPMI Ilegal Tujuan Tawau, Malaysia Berhasil Digagalkan Satgas Pamtas Yonarmed 11Kostrad

    Penyelundupan 57 Orang CPMI Ilegal Tujuan Tawau, Malaysia Berhasil Digagalkan Satgas Pamtas Yonarmed 11Kostrad

    • calendar_month Kamis, 20 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 168
    • 0Komentar

    NUNUKAN,JARRAKPOS.COM  – Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad berhasil menggagalkan penyelundupan 57 orang Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) ilegal yang hendak diberangkatkan ke Tawau, Malaysia. Operasi ini dilakukan di pertigaan Kampung Bugis, Desa Bambangan, Kecamatan Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan. Kamis(20/2/2025) Keberhasilan ini berawal dari informasi intelijen mengenai adanya kapal speedboat dari Nunukan menuju Sebatik yang membawa […]

  • Polres Badung Bantah Kriminalisasi dalam Penanganan Kasus WNA Bonnie Blue

    Polres Badung Bantah Kriminalisasi dalam Penanganan Kasus WNA Bonnie Blue

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 3
    • 0Komentar

    BADUNG, Matakompas.com | Penanganan kasus Warga Negara Asing (WNA) bernama Bonnie Blue oleh Polres Badung dinilai telah berjalan sesuai prosedur hukum yang berlaku. Ditengah sorotan publik dan kritik yang berkembang di ruang digital, sejumlah pihak menilai penting adanya pelurusan informasi agar opini yang terbentuk tidak mengarah pada kesimpulan sepihak. Sumber internal kepolisian menjelaskan bahwa langkah […]

  • Ketua Umum ABTI Bali I Made Supartha: Bola Tangan Resmi Jadi Cabor Definitif PORJAR Bali 2026, Momentum Cetak Atlet Masa Depan

    Ketua Umum ABTI Bali I Made Supartha: Bola Tangan Resmi Jadi Cabor Definitif PORJAR Bali 2026, Momentum Cetak Atlet Masa Depan

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 5
    • 0Komentar

    DENPASAR – Dunia olahraga pelajar di Bali mencatat babak baru yang membanggakan. Untuk pertama kalinya, cabang olahraga bola tangan resmi dipertandingkan sebagai cabang olahraga definitif dalam Pekan Olahraga Pelajar (PORJAR) Provinsi Bali 2026. Status tersebut menandai pengakuan terhadap perkembangan pesat bola tangan di Bali sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi pembinaan atlet muda berprestasi. […]

  • TPA Suwung Ditutup untuk Warga Mulai 1 April 2026, Luwir Wiana Usulkan Beli Lahan di Petang Solusi Jangka Panjang

    TPA Suwung Ditutup untuk Warga Mulai 1 April 2026, Luwir Wiana Usulkan Beli Lahan di Petang Solusi Jangka Panjang

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 3
    • 0Komentar

    BADUNG, Matakompas.com | Sekretaris I Komisi II DPRD Kabupaten Badung, I Wayan Luwir Wiana menegaskan Kabupaten Badung selama ini telah melakukan pengelolaan sampah dari sumbernya. Namun, persoalan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat. Menurutnya, seluruh masyarakat di Kabupaten Badung harus mulai berperan aktif mengelola sampah dari tingkat rumah […]

expand_less