Reses Jadi Momentum Konsolidasi Generasi Muda, Eka Putra Nurcahyadi Dorong Pelestarian Seni dan Tradisi Desa Adat Belayu
- account_circle admin
- calendar_month 0 menit yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TABANAN – Masa reses dimanfaatkan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tabanan, Putu Eka Putra Nurcahyadi, S.H., M.H., untuk memperkuat peran generasi muda dan pelaku seni dalam menjaga keberlangsungan adat serta budaya Bali. Dalam kegiatan yang berlangsung di Balai Tat Wam Asi, Desa Adat Belayu, Kecamatan Marga, Tabanan, pada Rabu (29/7/2026), Putu Eka menghadiri sekaligus memberikan dukungan terhadap penyegaran kepengurusan Sabha Yowana Desa Adat Belayu serta pembentukan Paguyuban Kesenian Desa Adat Belayu.
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan dari sembilan Sekaa Teruna yang ada di Desa Adat Belayu. Selain menjadi ajang konsolidasi organisasi kepemudaan, forum tersebut juga menjadi langkah strategis dalam menyatukan para seniman dan generasi muda agar tetap aktif melestarikan nilai-nilai adat, budaya, dan tradisi yang diwariskan leluhur.
Putu Eka Putra Nurcahyadi mengatakan, keberadaan Sabha Yowana memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam menjaga keberlangsungan tradisi, khususnya semangat ngaturang ayah (ngaturayah) yang selama ini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat adat Bali.
“Melalui penyegaran kepengurusan dan terbentuknya paguyuban kesenian ini, saya berharap seluruh generasi muda serta para seniman di Desa Adat Belayu semakin solid dalam menjaga warisan budaya. Tradisi tidak boleh berhenti, tetapi harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.
Menurut anggota Komisi I DPRD Kabupaten Tabanan tersebut, pelestarian budaya tidak hanya sebatas menjaga seni pertunjukan, tetapi juga memperkuat implementasi filosofi Tri Hita Karana, yakni menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan (Parahyangan), sesama manusia (Pawongan), dan lingkungan (Palemahan).

Ia menilai semangat kebersamaan yang dibangun melalui paguyuban kesenian akan menjadi wadah bagi para seniman untuk saling berkolaborasi, bertukar gagasan, sekaligus memperkuat eksistensi seni dan budaya khas Belayu di tengah perkembangan zaman.
“Ketika seluruh seniman dan generasi muda bersatu, maka identitas budaya Desa Adat Belayu akan tetap hidup dan berkembang. Ini bukan hanya tentang mempertahankan kesenian, tetapi juga menjaga jati diri masyarakat Bali melalui semangat gotong royong dan pengabdian kepada adat,” tegasnya.
Sebagai tokoh masyarakat Belayu sekaligus wakil rakyat, Putu Eka menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai kegiatan yang bertujuan memperkuat kelembagaan adat, pembinaan generasi muda, serta pelestarian seni budaya sebagai aset penting Kabupaten Tabanan.
Melalui momentum reses tersebut, aspirasi masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga diarahkan pada penguatan sumber daya manusia, pelestarian budaya, dan regenerasi organisasi kepemudaan. Langkah ini diharapkan mampu menjaga keberlanjutan tradisi serta memperkokoh identitas Desa Adat Belayu sebagai desa yang kaya akan nilai-nilai budaya, seni, dan semangat pengabdian kepada adat.
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar