“Macan Dewan” I Dewa Nyoman Rai dan Dr. Somvir Bertemu Baba Bageshwar Dham, Bali Jadi Titik Temu Spiritualitas Dunia
- account_circle admin
- calendar_month 15 jam yang lalu
- visibility 10
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR – Di balik kerasnya dinamika politik dan ketegasan menjalankan fungsi pengawasan sebagai wakil rakyat, ternyata ada ruang lain yang menjadi perhatian I Dewa Nyoman Rai, S.H., M.H. Dunia spiritual dan meditasi menjadi salah satu sisi kehidupan yang selama ini tidak banyak diketahui publik.
Sosok yang kerap dijuluki “Macan Dewan” itu pada Sabtu (8/8/2026) mendapat kesempatan bertemu langsung dengan tokoh spiritual asal India, Dhirendra Krishna Shastri, yang dikenal luas sebagai Baba Bageshwar Dham.
Pertemuan berlangsung di InterContinental Bali Resort, dan menjadi momentum istimewa karena Dewa Rai hadir bersama Dr. Somvir, Ketua Fraksi NasDem-Demokrat DPRD Bali.
Keduanya tidak hanya hadir sebagai figur politik, tetapi juga menjadi bagian dari pertemuan yang mempertemukan tokoh, guru dan komunitas spiritual dari berbagai negara di Bali.
Baba Bageshwar Dham diketahui tengah berada di Bali dalam rangkaian perjalanan spiritualnya. Tokoh spiritual muda asal India tersebut mempertemukan para murid serta komunitas spiritual internasional yang datang dari sekitar 12 negara, di antaranya India, Australia, Selandia Baru, Fiji, Inggris dan sejumlah negara lainnya.
Dewa Rai: Dari Ketegasan Politik ke Ruang Batin
Bagi I Dewa Nyoman Rai, pertemuan tersebut memiliki makna tersendiri.
Selama ini Dewa Rai dikenal sebagai figur yang vokal dan tegas ketika menjalankan tugasnya sebagai anggota DPRD Bali. Dalam berbagai agenda pengawasan, ia tidak segan menyampaikan kritik maupun memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Namun, di balik karakter tegas tersebut, Dewa Rai ternyata memiliki ketertarikan terhadap spiritualitas dan mengaku rutin melakukan meditasi.
Yang membuat pertemuan itu semakin personal, Dewa Rai mengungkapkan bahwa dirinya pernah mengalami perjumpaan dengan Baba Bageshwar Dham dalam mimpi.
Karena itu, ketika akhirnya dapat bertemu langsung dengan Baba Bageshwar Dham di Bali, pengalaman tersebut dirasakan sebagai sebuah momentum spiritual yang istimewa.
Pertemuan itu seolah memperlihatkan sisi lain dari seorang “Macan Dewan”. Di ruang politik, Dewa Rai dikenal keras dan kritis. Namun di ruang batin, ia memilih jalan refleksi dan meditasi untuk mencari ketenangan serta kedalaman makna kehidupan.
Dr. Somvir: Spiritualitas Bisa Menjadi Kekuatan Bali
Sementara itu, Dr. Somvir melihat pertemuan tersebut dari perspektif yang lebih luas.

Menurutnya, kehadiran Baba Bageshwar Dham bersama ratusan murid dan komunitas spiritual internasional di Bali merupakan momentum penting untuk memperkenalkan wajah Bali kepada dunia melalui jalur spiritual.
Pertemuan khusus yang berlangsung di InterContinental Bali Resort tersebut dihadiri sekitar 250 peserta.
“Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan dan mempromosikan Bali kepada dunia melalui jalur spiritual,” ungkap Dr. Somvir.
Bagi Somvir, Bali memiliki modal yang jauh lebih besar daripada sekadar keindahan alam dan industri pariwisata. Bali memiliki tradisi, budaya, kearifan lokal serta kehidupan spiritual yang telah mengakar dalam keseharian masyarakat.
Karena itu, pertemuan dengan komunitas spiritual internasional dinilai dapat menjadi jembatan untuk memperkenalkan nilai-nilai Bali kepada masyarakat dunia.
Bali dan Gagasan “Investasi Spiritual”
Pertemuan Dewa Rai dan Dr. Somvir dengan Baba Bageshwar Dham juga membuka pembicaraan mengenai gagasan yang lebih luas, yakni investasi spiritual bagi Bali.
Investasi spiritual tidak dimaknai semata-mata sebagai pembangunan tempat atau fasilitas spiritual. Lebih jauh, konsep tersebut berkaitan dengan investasi terhadap nilai-nilai kemanusiaan, budaya, kedamaian, persaudaraan dan keharmonisan antarbangsa.
Bali memiliki posisi unik. Pulau ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata dunia, tetapi pada saat yang sama juga memiliki identitas spiritual dan budaya yang kuat.
Kehadiran guru serta praktisi spiritual dari berbagai negara memperlihatkan bahwa daya tarik Bali tidak hanya terletak pada pantai, alam dan fasilitas pariwisata.
Ada sesuatu yang lebih dalam: ketenangan, budaya, spiritualitas dan nilai kehidupan.
Hal inilah yang dinilai dapat menjadi kekuatan baru Bali dalam membangun jejaring internasional.
Dari Bali untuk Persaudaraan Antarbangsa
Pertemuan tersebut juga membawa pesan mengenai pentingnya membangun persaudaraan antarbangsa melalui nilai-nilai spiritual.
Di tengah dunia yang menghadapi berbagai persoalan, ruang dialog yang mempertemukan manusia dari berbagai negara dinilai memiliki arti penting.
Bali dapat menjadi tempat bertemunya berbagai latar belakang, budaya dan keyakinan dalam suasana damai.
Bagi Dewa Rai dan Dr. Somvir, pertemuan dengan Baba Bageshwar Dham bukan sekadar pertemuan dengan seorang tokoh spiritual dari India. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi bagian dari upaya melihat Bali dari perspektif yang lebih luas—sebagai tempat yang memiliki kekuatan budaya dan spiritual untuk berkontribusi dalam membangun perdamaian.
Pada akhirnya, pertemuan tersebut menghadirkan dua sisi yang menarik dari dua politisi Bali.
Dewa Rai, sang “Macan Dewan”, yang dikenal tegas dan kritis di ruang politik, menunjukkan sisi reflektifnya melalui ketertarikan pada meditasi dan spiritualitas.
Sementara Dr. Somvir melihat spiritualitas sebagai salah satu kekuatan yang dapat membawa nama Bali semakin dikenal di tingkat internasional.
Dari ruang politik menuju ruang spiritual, keduanya bertemu dengan Baba Bageshwar Dham dalam satu momentum di Pulau Dewata.
Sebuah perjumpaan yang membawa pesan sederhana namun kuat: Bali tidak hanya dapat menjadi destinasi wisata dunia, tetapi juga dapat menjadi ruang perjumpaan manusia, budaya, spiritualitas dan perdamaian.
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar