Eka Putra Nurcahyadi Dorong Pemuda Jadi Penggerak Pelestari Tradisi dan Kearifan Lokal
- account_circle admin
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 19
- comment 0 komentar
- print Cetak

St.tri angga mahardika
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TABANAN – Komitmen memperjuangkan aspirasi generasi muda sekaligus menjaga keberlangsungan adat dan budaya Bali terus ditegaskan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tabanan, I Putu Eka Putra Nurcahyadi, S.H., M.H. Menurutnya, generasi muda memiliki posisi strategis sebagai penerus pembangunan sekaligus garda terdepan dalam menjaga tradisi dan kearifan lokal yang menjadi kekayaan masing-masing lingkungan masyarakat.
Hal tersebut disampaikannya saat menerima audiensi STT Putra Kencana dan STT Tri Angga Mahardika, Jumat (14/8/2026), bertempat di Balai Tat Wam Asi, Desa Adat Belayu, Kecamatan Marga, Tabanan.
Audiensi tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus dialog untuk membahas berbagai hal terkait kegiatan kepemudaan, sosial, adat, budaya dan kemasyarakatan. Perwakilan kedua STT menyampaikan berbagai aspirasi, rencana kegiatan serta kebutuhan yang dihadapi dalam menjalankan program organisasi.
Eka Putra Nurcahyadi menyambut baik aspirasi tersebut dan mengapresiasi semangat para pemuda yang tetap aktif dalam menjalankan berbagai kegiatan. Menurutnya, keberadaan Sekaa Teruna-Teruni bukan hanya sebagai wadah organisasi, tetapi juga menjadi tempat pembentukan karakter, memperkuat kebersamaan dan menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan.
“Saya juga tumbuh dan berproses dari organisasi pemuda atau Sekaa Teruna, sehingga saya memahami betul semangat, kebutuhan dan harapan generasi muda di lingkungan kita,” ujarnya.
Ia menegaskan, perhatian kepada pemuda tidak cukup hanya dengan hadir dalam kegiatan. Dukungan harus diwujudkan dengan memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkreasi, berorganisasi, bergotong royong dan menjalankan kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Lebih jauh, Eka Putra Nurcahyadi menitipkan pesan kepada seluruh generasi muda agar tidak pernah meninggalkan akar tradisi dan budaya yang telah diwariskan para leluhur.

St.putra kencana batannyuh
Pemuda harus menjadi penggerak dalam menjaga tradisi, adat dan kearifan lokal yang tumbuh di masing-masing lingkungan. Sebab, tradisi bukan hanya warisan masa lalu, tetapi merupakan identitas sekaligus kekayaan masyarakat yang harus terus dirawat dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Jangan sampai kemajuan zaman membuat kita lupa terhadap tradisi dan kearifan yang ada di lingkungan kita. Justru pemuda harus menjadi penggeraknya, sehingga adat, budaya dan nilai-nilai kebersamaan tetap hidup dan berkembang,” pesannya.
Menurutnya, semangat ngayah, gotong royong dan kebersamaan yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Bali harus terus dipertahankan. Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan zaman, pemuda diharapkan mampu menjadi generasi yang terbuka terhadap kemajuan namun tetap memiliki pijakan kuat pada nilai-nilai budaya.
“Dari pemuda hari ini akan lahir generasi yang melanjutkan pembangunan dan menjaga adat serta budaya kita ke depannya,” tegasnya.
Ia berharap sinergi antara generasi muda, pemerintah, legislatif, desa adat dan seluruh komponen masyarakat dapat terus diperkuat. Aspirasi yang disampaikan STT, kata dia, akan menjadi perhatian untuk dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan kemampuan yang ada.
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa masa depan adat dan budaya Bali sangat bergantung pada kepedulian generasi mudanya. Ketika pemuda bergerak, tradisi tetap hidup; ketika pemuda peduli, kearifan lokal akan terus menjadi kekayaan yang diwariskan lintas generasi.
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar