Puspa Negara Sebut Empat Masalah Utama Bali Harus Segera Ditangani Demi Pariwisata Berkelanjutan
- account_circle admin
- calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR, Matakompas.com | Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Badung, I Wayan Puspa Negara menegaskan kehadiran Nawa Cita Pariwisata Indonesia (NCPI) Provinsi Bali menjadi kekuatan baru dalam memperkuat manajemen pariwisata ditengah berbagai persoalan destinasi pariwisata di Bali.
Pernyataan tersebut disampaikan Puspa Negara, saat pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah NCPI Provinsi Bali masa bakti 2026-2031 yang dirangkaikan dengan Seminar Nasional Bali Economic Investment Forum 2026 di Bali International Hospital, Kawasan Ekonomi Khusus Sanur, Denpasar, Rabu, 18 Pebruari 2026.
Menurut Puspa Negara, Bali tetap memiliki keunggulan global sebagai destinasi wisata, bahkan pada 2026 dinobatkan sebagai Best of the Best World Destination.
Namun dibalik capaian tersebut, terdapat empat persoalan mendasar yang harus segera ditangani, yakni sampah, kemacetan, infrastruktur, dan perilaku wisatawan.
“Kondisi ini harus segera ditangani dan juga kita melihat tadi bahwa pak Gubernur jelas sudah mengidentifikasi persoalan Bali. Hanya saja, persoalan sampah masih terjadi dan belum selesai hingga saat ini,” kata Puspa Negara.
Puspa Negara menekankan agenda strategis NCPI Bali perlu difokuskan pada empat pilar utama destinasi. Pertama, penguatan infrastruktur menuju standar world class infrastructure. Kedua, peningkatan keamanan dan kenyamanan destinasi dari berbagai potensi kriminalitas.
“Tiap hari masih kita dengar ada copet, jambret dan penipuan money changer kemudian skimming dan berbagai persoalan kriminalitas lainnya yang harus ditekan, karena destinasi tanpa keamanan tidak berarti apa-apa,” kata Puspa Negara.
Ketiga, promosi pariwisata harus kembali diperkuat setelah pada 2025 mengalami penurunan akibat kebijakan efisiensi nasional. Keempat, masalah perlindungan lingkungan, terutama persoalan sampah yang harus menjadi prioritas utama pembangunan pariwisata berkelanjutan.
Puspa Negara juga menilai keberadaan NCPI Bali penting untuk melahirkan gagasan strategis menuju pariwisata berkelanjutan yang memberi multiplier effect luas bagi masyarakat serta menopang Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya di Badung yang lebih dari 75 persen ekonominya ditopang sektor pariwisata.
“Karena target kita adalah bukan hanya pariwisata hari ini, kita berharap Bali menjadi Destination of Tomorrow bukan lagi Destination of Yesterday,” tegasnya.
Puspa Negara juga menekankan konsep Quality Tourism harus dibangun melalui perbaikan simultan pada infrastruktur, keamanan, promosi, dan lingkungan. Tanpa langkah tersebut, Bali berpotensi ditinggalkan wisatawan.
“Untuk menuju Quality Tourism kita perbaiki lagi, yakni perbaiki insfrastruktur, keamanan dan kenyamanan, perbaiki promosi dan perbaiki lingkungan. Itu berjalan secara simultan. Jika itu tidak dilakukan, Bali akan ditinggalkan menjadi Destination of Yesterday,” kata Puspa Negara.
Puspa Negara turut mengajak NCPI Bali berkontribusi dalam menciptakan pariwisata berkualitas yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat, termasuk pelaku UMKM dan industri kreatif.
Menurutnya, kualitas wisatawan tidak semata ditentukan oleh besaran anggaran, melainkan kepatuhan terhadap ekosistem dan aturan destinasi.
“Ini semuanya sama di seluruh dunia, tinggal kita, yang dimaksud Quality Tourism dan Quality Destination adalah kita memperbaiki insfrastruktur kita. Otomatis dengan insfrastruktur dan service yang baik, wisatawan itu akan terseleksi dengan sendirinya, baik perspektif budget maupun jetset tadi,” kata Puspa Negara.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster yang membuka forum, mantan Gubernur Bali Made Mangku Pastika, serta tokoh pariwisata Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati.
Seminar menghadirkan berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong investasi hijau sebagai penggerak menuju Indonesia Emas 2045. (Red)
- Penulis: admin



Saat ini belum ada komentar