Made Supartha Ajak Jadikan Maulid Nabi Momentum Meneladani Akhlak Rasulullah dan Merawat Harmoni Bali
- account_circle admin
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah menjadi momentum penting untuk kembali meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Semangat tersebut disampaikan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali, Dr. (c) I Made Supartha, S.H., M.H., dalam menyambut hari libur nasional peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Selasa, 25 Agustus 2026.
Menurut Supartha, Maulid Nabi bukan sekadar peringatan atas kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi momentum refleksi bagi seluruh umat untuk mengamalkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Nilai kejujuran, kepedulian, keadilan, persaudaraan, toleransi, serta kasih sayang yang diajarkan Rasulullah SAW, kata dia, memiliki makna yang sangat relevan dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan masyarakat saat ini.
“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya menjadi momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah. Dengan akhlak yang baik, kita dapat membangun pribadi yang unggul, masyarakat yang harmonis, serta kehidupan yang penuh dengan rasa persaudaraan,” ujar Supartha.
Sebagai daerah yang dikenal dengan keberagaman budaya, adat, agama, dan tradisi, Bali memiliki kekuatan besar dalam menjaga nilai-nilai kebersamaan dan toleransi. Karena itu, Supartha mengajak seluruh masyarakat untuk terus memperkuat persatuan serta merawat harmoni sosial sebagai bagian penting dalam menjaga Bali tetap damai dan berbudaya.
Menurutnya, nilai-nilai universal yang diwariskan Rasulullah SAW dapat menjadi inspirasi dalam membangun kehidupan yang saling menghormati dan menghargai perbedaan.
“Bali adalah rumah bersama. Keberagaman yang kita miliki harus menjadi kekuatan untuk memperkokoh persaudaraan. Semangat Maulid Nabi ini diharapkan dapat semakin memperkuat kepedulian, toleransi, dan kebersamaan di tengah masyarakat,” katanya.
Supartha juga berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah dapat membawa kedamaian dan keberkahan bagi seluruh masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Bali.
Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan keteladanan Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam membangun kehidupan yang lebih baik, penuh kasih sayang, serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
“Meneladani akhlak Rasulullah SAW berarti menghadirkan kebaikan dalam setiap tindakan dan memperkuat kepedulian terhadap sesama. Dari situlah akan lahir masyarakat yang unggul, harmonis, dan memiliki karakter kuat,” tegasnya.
Pada momentum Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah ini, Dr. (C) I Made Supartha, S.H., M.H., menyampaikan ucapan selamat memperingati Maulid Nabi kepada seluruh umat Muslim yang merayakan.
“Semoga syafaat Rasulullah SAW senantiasa menyertai kita semua. Mari bersama-sama meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW untuk membangun pribadi yang unggul, masyarakat yang harmonis, dan Bali yang tetap berbudaya.”
- Penulis: admin









Saat ini belum ada komentar