Breaking News
light_mode
Trending Tags

IWO Gelar Dialog Publik “Meneropong Bali dari Sudut Berbeda”, Dr. Yoga Iswara Dorong Paradigma Baru Pariwisata Bali

  • account_circle admin
  • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
  • visibility 19
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Ikatan Wartawan Online (IWO) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 sekaligus memperingati HUT IWO Bali yang pertama dengan menggelar dialog publik bertajuk “Meneropong Bali dari Sudut Berbeda”.

Kegiatan tersebut digelar di Aula Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Minggu (30/8/2026), menghadirkan berbagai perspektif mengenai arah pembangunan Bali, khususnya masa depan sektor pariwisata yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung perekonomian Pulau Dewata.

Salah satu narasumber yang memberikan pandangan strategis dalam dialog tersebut adalah Dr. Yoga Iswara, BBA., BBM., MM., CHA, Vice President IHGMA National Chapter.

Yoga Iswara melihat bahwa Bali membutuhkan cara pandang baru dalam mengukur keberhasilan pariwisatanya. Menurutnya, pendekatan yang selama ini terlalu menitikberatkan pada jumlah kunjungan wisatawan tidak lagi cukup dijadikan satu-satunya ukuran keberhasilan pariwisata Bali.

Dalam materi yang disampaikannya, Yoga menekankan bahwa pendekatan kuantitas atau jumlah kunjungan wisatawan sudah tidak relevan sebagai faktor utama kesuksesan pariwisata Bali.

Pandangan tersebut membuka ruang refleksi bahwa semakin banyak wisatawan yang datang tidak otomatis berarti semakin besar pula manfaat yang diterima masyarakat Bali. Karena itu, orientasi pembangunan pariwisata dinilai perlu bergeser dari sekadar mengejar angka kunjungan menuju kualitas, nilai ekonomi, keberlanjutan, serta manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan.

Bali Dinilai Membutuhkan Otoritas Khusus

Salah satu gagasan strategis yang mengemuka adalah perlunya otoritas khusus untuk mengelola pariwisata Bali, terutama dari aspek regulasi.

Dalam materi presentasinya, Yoga mencantumkan bahwa Bali membutuhkan otoritas khusus untuk mengelola pariwisata dari sisi regulasi.

Gagasan ini menunjukkan pentingnya tata kelola pariwisata yang lebih terintegrasi. Bali sebagai destinasi pariwisata internasional menghadapi persoalan yang kompleks, mulai dari tata ruang, lingkungan, infrastruktur, investasi, budaya hingga kepentingan masyarakat lokal.

Karena itu, pengelolaan pariwisata tidak cukup dilakukan secara sektoral. Diperlukan arah kebijakan yang mampu melihat Bali sebagai satu kesatuan destinasi dengan karakter, daya dukung, budaya dan kepentingan masyarakat yang harus dijaga.

Pariwisata Berkelanjutan Harus Memberikan Manfaat Nyata

Yoga juga menyoroti kebutuhan akan insentif khusus dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan, termasuk pentingnya ukuran keberhasilan yang tidak hanya melihat jumlah wisatawan, tetapi juga kontribusi ekonomi yang dihasilkan.

Dalam materi yang dipaparkan, disebutkan bahwa Bali membutuhkan insentif khusus untuk pengembangan pariwisata berkelanjutan dengan salah satu tolok ukurnya adalah devisa.

Perspektif ini menjadi penting di tengah tantangan Bali dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan dan keberlangsungan kehidupan masyarakat lokal.

Pariwisata masa depan, menurut gagasan yang dibawa dalam dialog tersebut, bukan semata-mata tentang bagaimana mendatangkan wisatawan sebanyak-banyaknya, tetapi bagaimana setiap aktivitas pariwisata mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi Bali.

Memperkuat Pariwisata Budaya

Di tengah derasnya perkembangan pariwisata modern, penguatan pariwisata budaya juga menjadi salah satu perhatian penting.

Materi Yoga secara tegas menempatkan fokus penguatan pada pariwisata budaya sebagai salah satu solusi strategis bagi Bali.

Hal ini menjadi relevan karena kekuatan Bali tidak hanya terletak pada keindahan alamnya. Identitas budaya, tradisi, seni, adat istiadat, kehidupan masyarakat serta spiritualitas Bali merupakan kekuatan yang membedakan Pulau Dewata dari destinasi wisata lainnya di dunia.

Jika dikelola dengan tepat, pariwisata budaya dapat menjadi fondasi penting untuk menciptakan pengalaman wisata yang lebih bernilai sekaligus menjaga keberlanjutan identitas Bali.

Dari Sustainability Menuju Regenerative Tourism

Gagasan lain yang tidak kalah menarik adalah konsep “Beyond Sustainability: Regenerative Tourism”.

Konsep tersebut tercantum sebagai salah satu solusi strategis dalam materi Yoga Iswara.

Jika keberlanjutan selama ini berbicara mengenai bagaimana menjaga agar sumber daya tidak rusak atau habis, maka pendekatan regeneratif membawa gagasan yang lebih jauh: bagaimana aktivitas pariwisata justru dapat memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan, budaya dan kehidupan masyarakat.

Dengan perspektif tersebut, Bali tidak hanya dituntut untuk mempertahankan apa yang masih ada, tetapi juga melakukan pemulihan dan peningkatan kualitas lingkungan serta kehidupan sosial masyarakat.

Pengusaha Jangan Hanya Mengejar Profit

Yoga juga mengangkat perspektif “Post Profit” melalui analogi “The Goose that Laid the Golden Egg”.

Gagasan tersebut menjadi pengingat bahwa orientasi keuntungan jangka pendek harus ditempatkan dalam kerangka keberlangsungan jangka panjang.

Bali adalah aset bersama. Karena itu, kepentingan ekonomi dan investasi idealnya tidak mengorbankan lingkungan, budaya maupun kehidupan masyarakat yang menjadi fondasi utama daya tarik Pulau Dewata.

Keuntungan tetap penting bagi dunia usaha. Namun, keuntungan tersebut perlu berjalan beriringan dengan tanggung jawab untuk menjaga sumber daya yang menjadi modal utama pariwisata Bali.

Persoalan Sampah dan Infrastruktur Turut Disoroti

Dalam materi yang dibawa Yoga Iswara, persoalan lingkungan juga mendapat perhatian melalui agenda kick off pembangunan Waste To Energy di Bali.

Pengelolaan sampah menjadi salah satu pekerjaan besar yang harus dihadapi Bali seiring tingginya aktivitas penduduk dan pariwisata.

Sementara dari sisi infrastruktur, persoalan kemacetan juga menjadi perhatian. Materi tersebut menyebut pembangunan shortcut sebagai salah satu langkah yang diharapkan dapat membantu mengurai persoalan kemacetan.

Dengan demikian, masa depan pariwisata Bali tidak dapat dipisahkan dari kualitas infrastruktur dan kemampuan daerah dalam menyediakan sistem transportasi serta pengelolaan lingkungan yang memadai.

Proteksi UMKM Lokal

Perspektif lain yang disampaikan adalah mengenai investasi dan keberadaan pelaku usaha lokal.

Dalam materi solusi strategis, disebutkan gagasan pembatasan KBLI untuk PMA sebagai bentuk proteksi UMKM lokal.

Persoalan ini menyentuh salah satu tantangan penting pembangunan ekonomi Bali: bagaimana investasi tetap dapat berkembang, tetapi pada saat yang sama tidak membuat pelaku usaha lokal kehilangan ruang untuk tumbuh di daerahnya sendiri.

UMKM lokal harus menjadi bagian dari rantai ekonomi pariwisata, bukan hanya menjadi penonton dari pertumbuhan investasi dan industri pariwisata.

Menatap Bali 100 Tahun ke Depan

Seluruh gagasan tersebut pada akhirnya bermuara pada kebutuhan untuk menentukan arah pembangunan Bali dalam jangka panjang.

Materi dialog mencantumkan “Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun, Bali Era Baru (2025–2125)” sebagai salah satu kerangka pemikiran.

Perspektif 100 tahun menunjukkan bahwa kebijakan pembangunan Bali tidak seharusnya hanya dirancang untuk menjawab persoalan hari ini. Setiap keputusan yang diambil saat ini akan menentukan wajah Bali bagi generasi berikutnya.

Di sinilah pentingnya dialog publik yang mempertemukan berbagai perspektif.

IWO Dorong Ruang Diskusi untuk Masa Depan Bali

Peringatan HUT ke-14 IWO dan HUT pertama IWO Bali melalui dialog publik “Meneropong Bali dari Sudut Berbeda” menjadi momentum untuk menghadirkan ruang diskusi yang tidak hanya membicarakan perkembangan Bali dari satu sisi.

Persoalan Bali membutuhkan keberanian untuk melihat berbagai sudut pandang—ekonomi, pariwisata, budaya, lingkungan, investasi, infrastruktur hingga kepentingan masyarakat lokal.

Pandangan Dr. Yoga Iswara dalam forum tersebut memberikan satu pesan penting: Bali tidak cukup hanya menjadi destinasi yang ramai dikunjungi, tetapi harus menjadi destinasi yang berkualitas, berkelanjutan, berbudaya dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakatnya.

Pada akhirnya, tantangan Bali bukan sekadar bagaimana mempertahankan statusnya sebagai destinasi wisata dunia, melainkan bagaimana memastikan bahwa pertumbuhan pariwisata tidak menggerus fondasi yang membuat Bali dikenal dunia.

Sebab, ketika pariwisata tumbuh tanpa kendali, yang dipertaruhkan bukan hanya angka kunjungan atau nilai investasi, tetapi juga lingkungan, budaya dan masa depan Bali.

Dan dari dialog publik inilah, IWO menghadirkan sebuah pertanyaan besar untuk dijawab bersama:

Bali ingin terus mengejar jumlah, atau mulai mengutamakan kualitas dan keberlanjutan?

Pertanyaan tersebut menjadi bagian penting dari upaya meneropong Bali dari sudut berbeda—melihat Pulau Dewata bukan hanya sebagai destinasi wisata, tetapi sebagai rumah yang harus dijaga untuk generasi hari ini dan generasi yang akan datang.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 50 Hektar Sawah Terendam , Kuwu desa Krasak Isma Gercep Kerja Nyata.

    50 Hektar Sawah Terendam , Kuwu desa Krasak Isma Gercep Kerja Nyata.

    • calendar_month Selasa, 18 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 244
    • 0Komentar

    INDRAMAYU JarrakPos.Com- Hujan deras yang melanda kabupaten Indramayu beberapa hari yang lalu meninggalkan banjir yang melanda hampir disetiap wilayah, selain itu banjir juga menggenangi areal persawahan yang mulai tananam. Salah satu daerah yang terdampak adalah desa Krasak Kecamatan Jatibarang khususnya di blok lapangan sepak bola dimana 50 hektar sawah siap tanam kini berubah menjadi lautan […]

  • Dua Tahun Cari Anak: Paul La Fontaine Tempuh Jalur Hukum atas Dugaan Penghalangan Hak Asuh

    Dua Tahun Cari Anak: Paul La Fontaine Tempuh Jalur Hukum atas Dugaan Penghalangan Hak Asuh

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 26
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Paul La Fontaine, ayah asal Australia yang telah dua tahun mencari keberadaan dua putri kembarnya, kembali mengungkap perkembangan terbaru terkait dugaan penyembunyian anak oleh mantan istrinya, AVP. Ia menyebut kedua putrinya, Isla dan Sianna, berada di sebuah rumah yang disebut tetangga sebagai lokasi yang jarang menampakkan aktivitas anak-anak. Paul menyatakan pencariannya dimulai […]

  • Lewat Karang Taruna, Budi Djiwandono Sukseskan Program Presiden Prabowo

    Lewat Karang Taruna, Budi Djiwandono Sukseskan Program Presiden Prabowo

    • calendar_month Sabtu, 8 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 349
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta – Pemilihan ketua umum Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) akan berlangsung dalam waktu dekat. Sejumlah nama pun sudah bermunculan sebagai calon nakhoda organisasi kepemudaan yang anggotanya tersebut tersebar di semua daerah. Salah satu potensi calon kuat ketua umum Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) adalah Ketua Fraksi DPR RI Partai Gerindra Gerardus Budisatrio Djiwandono […]

  • Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Terima Penyerahan Senjata Api Rakitan di Hari Kemenangan

    Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Terima Penyerahan Senjata Api Rakitan di Hari Kemenangan

    • calendar_month Rabu, 2 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 876
    • 0Komentar

    NUNUKAN,JARRAKPOS.COM – Dalam momentum Hari Kemenangan, Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Pos Gabma Simanggaris menerima penyerahan sukarela satu pucuk senjata api rakitan laras panjang jenis penabur tanpa amunisi dari seorang warga setempat. Senjata tersebut diserahkan langsung oleh NM (26 tahun), seorang petani yang berdomisili di Desa Sekaduyan Taka, Kecamatan Seimanggaris, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Keberhasilan […]

  • Jatiluwih Warisan Dunia, DPRD Bali dan Pemkab Tabanan Sepakati Perketat Pengawasan Tata Ruang

    Jatiluwih Warisan Dunia, DPRD Bali dan Pemkab Tabanan Sepakati Perketat Pengawasan Tata Ruang

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 24
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali menegaskan sikap tegas dalam melindungi Kawasan Warisan Budaya Dunia (WBD) Jatiluwih, Kabupaten Tabanan, dari ancaman alih fungsi lahan dan pelanggaran tata ruang. Komitmen tersebut disampaikan dalam rangka menjaga keberlanjutan Jatiluwih sebagai situs warisan dunia UNESCO yang memiliki nilai universal […]

  • Yoko Jehaman Sang Penentu: Hattrick Bersejarah Antar PS Malaka ke 16 Besar ETMC 2025

    Yoko Jehaman Sang Penentu: Hattrick Bersejarah Antar PS Malaka ke 16 Besar ETMC 2025

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 17
    • 0Komentar

    NTT, Matakompas.com- Tiga gol yang dilesakkan sang kapten, Yoko Jehaman, pada laga penentuan 21 November 2025 menjadi kunci langkah PS Malaka menuju Babak 16 Besar El Tari Memorial Cup (ETMC) 2025. Hattrick itu bukan hanya memastikan kemenangan, tetapi juga mengukir sejarah sebagai satu-satunya trigol yang tercipta sepanjang perhelatan ETMC tahun ini di Kabupaten Ende. Tambahan […]

expand_less