Breaking News
light_mode
Trending Tags

Koster Tegaskan Aset Pemprov Bali Tak Boleh “Tidur”, Dioptimalkan untuk Perkuat Fiskal Daerah.

  • account_circle Redaksi Bali
  • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
  • visibility 35
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmennya untuk membenahi dan mengoptimalkan seluruh aset milik Pemerintah Provinsi Bali agar tidak menganggur, terbengkalai, maupun dimanfaatkan pihak lain tanpa memberikan manfaat maksimal bagi daerah.

Penegasan tersebut disampaikan Koster dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Bali di Ruang Sidang Paripurna DPRD Bali, Denpasar, Senin (7/9/2026). Menurutnya, optimalisasi aset daerah menjadi bagian penting dalam memperkuat kapasitas fiskal sekaligus mendorong kemandirian keuangan Pemerintah Provinsi Bali.

Koster mengatakan, aset pemerintah seharusnya tidak hanya tercatat dalam daftar inventaris, tetapi harus mampu memberikan nilai tambah dan manfaat nyata bagi masyarakat serta pembangunan daerah.

“Aset Pemprov Bali berkeliaran di mana-mana, tetapi ditempati secara liar oleh orang lain atau tidak terurus. Saya akan bekerja keras untuk mengelola aset ini,” tegas Koster.

Salah satu aset yang telah berhasil dioptimalkan berada di Padanggalak. Aset tersebut sebelumnya dikerjasamakan dengan pihak ketiga, namun sempat mangkrak selama puluhan tahun. Setelah dilakukan pembenahan dan penataan, pengelolaannya kini berjalan dan telah memberikan pemasukan sekitar Rp63 miliar ke kas daerah.

Selain Padanggalak, Pemprov Bali juga mengoptimalkan aset tanah seluas 50 are di kawasan Renon, yang berada di lokasi strategis di sebelah Gedung BPD Bali. Aset tersebut sebelumnya hanya ditempati Bali Tourism Board (BTB) dan UPT Samsat sehingga belum memberikan manfaat ekonomi yang maksimal bagi daerah.

Pemprov Bali kemudian merancang pemanfaatan lahan tersebut melalui kerja sama dengan Bank BPD Bali, antara lain untuk mendukung proses rebranding dan pembangunan gedung baru BPD Bali agar lebih modern dan mampu meningkatkan daya saing perbankan daerah.

Lahan tersebut telah melalui proses appraisal dengan nilai sekitar Rp150 miliar dan kemudian menjadi bagian dari penyertaan modal Pemprov Bali pada BPD Bali. Dengan tambahan penyertaan modal sekitar Rp145 miliar, aset itu diproyeksikan memberikan dividen sekitar Rp37–40 miliar setiap tahun kepada Pemprov Bali.

Koster menyebut manfaat yang diperoleh dari optimalisasi tersebut mencapai lebih dari 30 persen dalam bentuk dividen. Dengan demikian, lahan yang sebelumnya belum memberikan kontribusi optimal dapat diubah menjadi sumber pendapatan daerah yang berkelanjutan.

Aset 39,8 Hektare di Nusa Dua Dioptimalkan

Optimalisasi juga dilakukan terhadap aset tanah Pemprov Bali seluas sekitar 39,8 hektare di kawasan Nusa Dua.

Koster mengungkapkan, sebelumnya aset tersebut hanya menghasilkan penerimaan sewa sekitar Rp6 miliar per tahun. Pada 2017, dilakukan evaluasi sehingga nilai sewanya meningkat menjadi sekitar Rp7 miliar per tahun. Namun, kemudian diketahui pembayaran tidak berjalan sebagaimana mestinya dan persoalan tersebut baru terungkap pada 2020.

Atas kondisi tersebut, Koster menugaskan pihak independen untuk melakukan pengecekan serta evaluasi terhadap data dan pengelolaan aset.

Hasil appraisal menunjukkan nilai pemanfaatan aset jauh lebih tinggi, yakni sekitar Rp51 miliar per tahun. Dari periode 2017 hingga 2021, termasuk denda, Pemprov Bali berhasil memperoleh sekitar Rp41 miliar.

Pemerintah Provinsi Bali kemudian mencari mitra baru karena mitra sebelumnya dinilai tidak menyelesaikan kewajibannya dengan baik.

Setelah dilakukan appraisal kembali, nilai pemanfaatan aset meningkat menjadi sekitar Rp57 miliar per tahun. Melalui kerja sama dengan mitra baru, Pemprov Bali memperoleh pembayaran di muka sekitar Rp850 miliar, setelah memperhitungkan diskon rate hingga 2050.

Dari hasil optimalisasi tersebut, pada Desember 2025 Pemprov Bali menempatkan Rp300 miliar pada BPD Bali. Penempatan dana tersebut diproyeksikan memberikan dividen minimal sekitar Rp108 miliar bagi Pemprov Bali.

Aset Harus Bekerja untuk Daerah

Koster menilai optimalisasi aset merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemampuan fiskal Bali. Pemerintah tidak boleh membiarkan aset daerah menjadi beban, tidak terurus, atau kehilangan nilai ekonomi.

Ia mengutip pandangan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang menyebut bahwa di negara-negara maju aset negara dapat bekerja menghasilkan manfaat, sementara di negara berkembang masih banyak aset pemerintah yang tidak produktif.

Karena itu, Koster menegaskan Pemprov Bali akan terus melakukan inventarisasi, penataan, evaluasi, dan optimalisasi terhadap aset-aset daerah.

“Jangan sampai aset kita tidur. Maka dukungan anggota Dewan yang terhormat sangat saya butuhkan. Sampai saat ini kerja sama sudah sangat baik, agar kemajuan Bali bisa terus kita usahakan, agar Bali bisa semakin berdaya saing,” ujar Koster.

Menurut Koster, langkah tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga memastikan aset milik pemerintah memberikan nilai tambah bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Bali.

Untuk itu, ia meminta dukungan DPRD Provinsi Bali agar sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam pengelolaan aset terus diperkuat. Optimalisasi aset diharapkan menjadi salah satu sumber pembiayaan inovatif dalam memperkuat kemandirian fiskal daerah dan mendukung pembangunan Bali secara berkelanjutan.

Reporter : Putu Ivan.
Redaktur : Agus Jaya.
Sumber : Rilis Pemprov Bali.

  • Penulis: Redaksi Bali

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Cirebon Tunjuk Rieke Diah Pitaloka Jadi Penasihat Kebijakan Pembangunan

    Pemkab Cirebon Tunjuk Rieke Diah Pitaloka Jadi Penasihat Kebijakan Pembangunan

    • calendar_month Sabtu, 19 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 258
    • 0Komentar

    CIREBON, Jarrakpos.com — Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Rieke Diah Pitaloka didapuk sebagai penasihat kebijakan pembangunan. Penyerahan surat keputusan (SK) yang dikirimkan Rieke Diah Pitaloka itu diserahkan langsung Bupati Cirebon Imron di Pendopo Bupati Cirebon, Kamis (17/4/2025). “Penyerahan surat keputusan Bupati Cirebon tentang pengangkatan Rieke Diah Pitaloka sebagai penasihat kebijakan pembangunan Kabupaten […]

  • Dr Somvir Ketua Fraksi NasDem – Demokrat DPRD Bali Mengucapkan Selamat Hari Raya Galungan lan Kuningan

    Dr Somvir Ketua Fraksi NasDem – Demokrat DPRD Bali Mengucapkan Selamat Hari Raya Galungan lan Kuningan

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 18
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Menyambut perayaan Hari Raya Galungan, Ketua Fraksi NasDem–Demokrat DPRD Provinsi Bali, Dr. Somvir, menyampaikan ucapan selamat sekaligus pesan mendalam bagi seluruh umat Hindu di Bali. Ia berharap perayaan Galungan kali ini menjadi momentum untuk memperkuat dharma, meneguhkan kedamaian, serta mempererat persaudaraan di tengah dinamika kehidupan masyarakat modern. Dalam pernyataannya, Dr. Somvir menyampaikan […]

  • Bedah KUHP Nasional dan KUHAP Baru, Mahasiswa Magister Hukum Unsurya Sukses Gelar Seminar

    Bedah KUHP Nasional dan KUHAP Baru, Mahasiswa Magister Hukum Unsurya Sukses Gelar Seminar

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 21
    • 0Komentar

    JAKARTA, Matakompas.com – Mahasiswa Program Pascasarjana Magister Hukum Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (Unsurya) Angkatan VII menyelenggarakan seminar hukum bertema “Tinjauan Kritis KUHP Nasional dan KUHAP Baru Perspektif Hukum Pidana, Perdata, dan Kedirgantaraan” di Balai Prajurit Ardhya Loka, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Kamis (11/12/2025). Keterangan tertulis Panitia Seminar Hukum Mahasiswa Magister Hukum Unsurya, Minggu (14/12/2025), […]

  • Ratusan Umat Hadiri Pengecoran Rupang Buddha Nusantara di Vihāra Buddha Sakyamuni Denpasar

    Ratusan Umat Hadiri Pengecoran Rupang Buddha Nusantara di Vihāra Buddha Sakyamuni Denpasar

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 19
    • 0Komentar

    DENPASAR | Sangha Theravāda Indonesia (STI) mempersiapkan berbagai program istimewa untuk menyambut perayaan 50 tahun atau Tahun Kencana pada 2026. Salah satu kegiatan utama adalah pengecoran Rupang Buddha Nusantara setinggi lima meter yang melibatkan umat Buddha dari berbagai wilayah di Indonesia. Prototipe rupang tersebut terinspirasi dari arca Buddha yang ditemukan di Candi Sewu, kompleks candi […]

  • Desa Gesing Hidupkan Kembali Tradisi Gangsing dan Pindekan, Warisan Leluhur yang Tetap Digemari

    Desa Gesing Hidupkan Kembali Tradisi Gangsing dan Pindekan, Warisan Leluhur yang Tetap Digemari

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 24
    • 0Komentar

    BULELENG, Matakompas.com | Desa Gesing, Kecamatan Banjar, Buleleng kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu desa pelestari permainan tradisional Bali. Tradisi gangsing, yang telah puluhan tahun menjadi identitas budaya masyarakat setempat, resmi dibuka melalui pertandingan yang digelar pada pukul 11.00 WITA dan dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat serta perwakilan pemerintah daerah. Acara tersebut dihadiri Perbekel Munduk […]

  • Azka Aufary Ramli : Hati Saya Tergerak Melihat Tingginya Tingkat Pengangguran Terbuka

    Azka Aufary Ramli : Hati Saya Tergerak Melihat Tingginya Tingkat Pengangguran Terbuka

    • calendar_month Minggu, 16 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 392
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Agustus 2024, tingkat pengangguran terbuka di Indonesia mencapai 4,91% atau setara dengan 7,47 juta jiwa, jumlah yang lebih besar dari total populasi Singapura yang sekitar 5 juta jiwa. Jika tidak segera ditangani, situasi ini bisa menjadi malapetaka demografi. Tidak heran, jumlah pengguna narkoba di Indonesia […]

expand_less