Breaking News
light_mode
Trending Tags

Insiden Memalukan di PPLP Sumut, Mantan Atlet PPLP Berkelahi, Pelatihnya Terseret

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 18 Apr 2025
  • visibility 1.008
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 Medan – Peristiwa memalukan terjadi di kawasan Pusat Pendidikan Latihan Pelajar (PPLP) Sumut persisnya di Gedung Serbaguna Jalan Sunggal. Seorang mantan atlet yang pernah mengharumkan Sumatera Utara Nyai Prima Agita mengalami dugaan pengeroyokan oleh sejumlah atlet dan pelatih di tempat yang dulu pernah membesarkan namanya. “Saya ini mantan atlet, pernah menjadi bagian dari PPLP dan membawa nama Sumatera Utara. Sudah lama saya tidak ke sana, dan hari Kamis itu saya ingin berolahraga, karena setahu saya biasanya tidak ada latihan di hari itu,” ujar Nyai kepada awak media, Kamis (17/4/2025) siang seperti dikutip dari Medankabar.com.

Namun, setibanya di lokasi, situasi tak terduga terjadi. Nyai mengaku bertemu dengan Nela Agustina, atlet lari 400 meter yang juga diduga sebagai orang ketiga dalam rumah tangganya. “Dia menyapa saya, ‘Eh Kak,’ katanya. 

Karena dia menegur duluan, saya ajak dia bicara empat mata, dari hati ke hati,” jelas Nyai. Namun, saat mereka berjalan ke belakang gedung serbaguna, Nela justru memanggil seseorang, “Pak,” teriaknya. 

Tak lama kemudian, datanglah IP, pelatih PPLP yang juga merupakan mantan pelatih Nyai, bersama beberapa atlet lainnya. “Saya sempat peluk Nela, tapi tiba-tiba mereka datang dan langsung mengeroyok saya. Saya menjerit minta tolong, tapi saya tahu suara saya tidak akan terdengar dari dalam gedung,” ungkapnya.

Aksi tersebut sempat direkam oleh adik Nyai. Namun, ponsel yang merekam insiden itu diduga dirampas secara paksa dan videonya diminta untuk dihapus. “Tapi rupanya video itu masih tersimpan saat kami cek di rumah,” tambahnya. 

Lebih mengejutkan lagi, IP dan para atlet yang terlibat mengaku tidak mengenalnya. “Kenapa kamu datang ke sini?” kata mereka, seolah tak mengenal mantan atlet yang pernah mereka latih. 

Menurut Nyai, perempuan bernama Nela Agustina adalah penyebab keretakan rumah tangganya dengan EIH (36), suami yang kini sedang dalam proses perceraian dengannya. “Informasi yang saya dapat, mereka sudah nikah siri di Langkat. Padahal saya dan suami punya tiga anak,” ujar Nyai dengan mata berkaca-kaca. 

Ia juga menuding Edi mempersulit proses perceraiannya di pengadilan. “Saya merasa dijolimi. Saya hanya ingin keadilan,” tegasnya. Kasus ini pun menyita perhatian publik, terutama karena melibatkan figur-figur yang dikenal dalam dunia olahraga Sumatera Utara. 

Kini, masyarakat menanti tindak lanjut dari pihak berwenang atas insiden yang terjadi di lingkungan PPLP tersebut.

Bantah

Sementara menurut IP dalam pesan wasthap nya cerita atau narasi yang di buat ini adalah kebohongan dan sangat menyesat kan alias hoax saya yang menyaksikan langsung kejadiannya dan kawan kawan atlet lain.

Pada hari kamis tanggal 10 april 2025 sekita jam 10 pagi saya berlatih beban dengan teman teman atlet di gor pplp di bawah pengawasan coach irwan pulungan waktu saya kebelakang gor saya menyaksikan ada tiga orang perempuan satu Nyai Agita bersama dua orang perempuan teman nyaa yang saya tidak kenal mengeronyok dengan cara menarik narik nela agustin yang lebih lucu lagi sambil menarik narik dan memiting Nela Agustin, Nyai Agita pertama teriak teriak minta tolonggggggggg seolah olah Nyai yang di sakiti faktanya Nyai sendiri yang menarik dan mempiting Nela

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diperlakukan Seperti Maling, Janda Tiga Anak Minta MA Periksa Juru Sita PN Tangerang Ambo Adi Manggaukang

    Diperlakukan Seperti Maling, Janda Tiga Anak Minta MA Periksa Juru Sita PN Tangerang Ambo Adi Manggaukang

    • calendar_month Rabu, 21 Okt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 17
    • 0Komentar

    TANGERANG, MATACOMPAS.COM – Rahmawati, seorang janda dengan tiga anak, meminta Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia memeriksa pelaksanaan sita eksekusi mobil Mitsubishi Pajero oleh juru sita Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Ambo Adi Manggaukang. Ia memprotes cara pelaksanaan eksekusi yang dinilainya semena-mena dan tidak sesuai prosedur. Peristiwa itu terjadi di rumah Rahmawati di Perumahan Barleria, Pagedangan, Kabupaten […]

  • DPR RI Tekan Pemerintah Percepat Proyek Strategis Bali, Dari Tol hingga Penanganan Sampah

    DPR RI Tekan Pemerintah Percepat Proyek Strategis Bali, Dari Tol hingga Penanganan Sampah

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 33
    • 0Komentar

    JAKARTA, Matakompas.com – Komisi V DPR RI menegaskan sikap tegas terhadap percepatan pembangunan infrastruktur di Bali melalui sejumlah keputusan strategis dalam Rapat Kerja bersama pemerintah, Rabu (8/4/2026). Dipimpin Lasarus, rapat tersebut tidak hanya memberikan dukungan, tetapi juga menetapkan kewajiban bagi pemerintah pusat dan daerah untuk segera merealisasikan berbagai proyek prioritas. Sejumlah agenda krusial menjadi sorotan, […]

  • Dari Danau Beratan hingga Kuta Selatan, Pansus TRAP Usulkan Moratorium dan Skema Tinggi Bangunan Berbasis Nilai

    Dari Danau Beratan hingga Kuta Selatan, Pansus TRAP Usulkan Moratorium dan Skema Tinggi Bangunan Berbasis Nilai

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 30
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com — Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali mengeluarkan rekomendasi strategis yang menyoroti pengendalian pemanfaatan ruang, perlindungan kawasan hutan, hingga sempadan Danau Beratan di Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Rekomendasi tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna ke-31 DPRD Bali, Senin (6/4/2026), dan diteruskan kepada Gubernur Bali Wayan Koster, untuk ditindaklanjuti […]

  • Klaim Mengejutkan dari Dalam Rutan: Dugaan TPPU Holywings Kembali Jadi Sorotan

    Klaim Mengejutkan dari Dalam Rutan: Dugaan TPPU Holywings Kembali Jadi Sorotan

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 37
    • 0Komentar

    DENPASAR – Isu mengenai pengelolaan bisnis hiburan malam Holywings kembali menjadi sorotan publik setelah muncul pengakuan dari seorang pengacara yang saat ini berstatus sebagai tahanan di Rumah Tahanan (Rutan). Pengakuan tersebut memunculkan dugaan baru mengenai sumber permodalan sejumlah gerai Holywings di Indonesia. Sumber yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan itu menyampaikan adanya dugaan bahwa sekitar 30 […]

  • Disaksikan AHY, Gung Cok Resmi Sandang Gelar Magister Hukum, Angkat Isu Investasi Desa Adat

    Disaksikan AHY, Gung Cok Resmi Sandang Gelar Magister Hukum, Angkat Isu Investasi Desa Adat

    • calendar_month 1 jam yang lalu
    • account_circle admin
    • visibility 4
    • 0Komentar

    MANGUPURA, MATACOMPAS.COM | Politisi Partai Golkar asal Kerobokan, Kabupaten Badung, Anak Agung Bagus Tri Candra Arka, S.E., S.H., M.H., yang akrab disapa Gung Cok, resmi meraih gelar Magister Hukum (M.H.) pada Wisuda Pascasarjana ke-XVIII Universitas Ngurah Rai (UNR) Tahun 2026.   Gelar akademik tersebut diraih setelah Gung Cok menyelesaikan pendidikan Pascasarjana Magister Hukum dengan mengangkat […]

  • Terbukti Memeras, Kompol Ramli Dipecat

    Terbukti Memeras, Kompol Ramli Dipecat

    • calendar_month Sabtu, 22 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 935
    • 0Komentar

    SUMUT,JARRAKPOS.COM – Kompol Ramli Sembiring, Kasubdit Tindak Pidana K0rups1 (Tipikor) Polda Sumatera Utara (Sumut) dipecat dari anggota Polri buntut kasvs pemeras4n terhadap 12 kepala sekolah. Kompol Ramli Sembiring dinyatakan bersalah dalam sidang etik dan dijatuhi sanks1 Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH). Tak hanya itu, Kompol Ramli Sembiring kini menghadapi kasvs pidan4 terkait kasvs pemeras4n. la […]

expand_less