SBS dan HMS Dorong Revolusi Pertanian Malaka: Tanah Dipacul, Bibit Unggul Disiapkan, Rakyat Tersenyum
- account_circle Redaksi Matakompas
- calendar_month Minggu, 2 Nov 2025
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
NTT, Matakompas.com – Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran (SBS), bersama Wakil Bupati Malaka, Bapak Henri Melki Simu (HMS) terus menunjukkan kepedulian nyata terhadap kebutuhan masyarakat, terutama di bidang pertanian.
Di masa kepemimpinannya, perhatian terhadap pengolahan lahan dan penyediaan bibit unggul menjadi prioritas penting untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
SBS menegaskan bahwa dukungan terhadap para operator traktor di dua belas kecamatan serta petugas Dinas Pertanian harus terus berjalan dengan semangat pelayanan bagi rakyat.
“Program pacul tanah ini sangat membantu masyarakat. Kami berharap setelah lahan dipacul, warga rajin menanam dan membersihkan kebun agar hasil panen melimpah. Dinas Pertanian juga diharapkan menyiapkan bibit unggul seperti jagung untuk ditanam warga,” ujar seorang PPL di sela pemantauan kegiatan (1/11/2025).
Di Dusun Tualaran, Desa Kereana, PPL Damianus Nahak bersama warga turut mengawal kegiatan pengolahan lahan yang melibatkan dua unit traktor dengan target puluhan hektare di Kecamatan Botinleobele. Program ini disambut antusias oleh masyarakat di lima desa.
“Kami sangat terbantu dengan program revolusi pertanian yang digagas Bupati SBS. Pacul tanah gratis ini membantu kami memiliki kebun dan mengoptimalkan lahan tidur yang sebelumnya tidak dimanfaatkan,” ungkap Melyana Luruk, petani asal Desa Kereana.
Ia berharap agar pemerintah terus menggalakkan kegiatan pacul tanah menjelang musim tanam, sekaligus menyiapkan bibit jagung unggul agar hasil panen lebih maksimal.
“Kami senang tanah kami bisa dipacul. Pemerintah bantu bibit unggul supaya kami bisa menanam saat musim hujan dan hasilnya optimal,” tambahnya.
Antusiasme masyarakat terhadap program ini semakin tinggi karena mereka kini memiliki lahan siap tanam.
Banyak warga berharap program ini berlanjut agar semakin banyak lahan tidur dapat dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan pangan daerah.
Menanggapi hal ini, Ketua DPRD Kabupaten Malaka, Adrianus Bria Seran melalui pesan WhatsApp kepada wartawan Mata Kompas, mengingatkan agar masyarakat tidak hanya menunggu bantuan pemerintah, tetapi juga aktif mengelola lahan yang sudah dipacul.
“Kita berharap masyarakat memanfaatkan lahan yang sudah dibuka agar memberi hasil nyata bagi ketahanan pangan keluarga,” tegas Adrianus.
Program revolusi pertanian yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Malaka ini menjadi bukti nyata bahwa kepemimpinan SBS tidak sekadar membangun fisik, tetapi juga membangun kemandirian dan kesejahteraan rakyat dari tanah sendiri.*** Eky Luan
- Penulis: Redaksi Matakompas



Saat ini belum ada komentar