Breaking News
light_mode
Trending Tags

Peringati HKN ke-61, Rekan Indonesia Geruduk DPRD Sumsel: Stop Komersialisasi Kesehatan, Hapus Denda BPJS!

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
  • visibility 23
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PALEMBANG, Matakompas.com — Suasana Kantor DPRD Sumatera Selatan, Selasa (12/11/2025), mendadak bergemuruh. Puluhan massa dari Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia Sumsel datang membawa amarah rakyat. Mereka menggugat sistem kesehatan yang dinilai semakin berubah menjadi mesin bisnis, bukan lagi alat pelayanan publik.

Poster dan spanduk membentang di udara: “Sehat adalah Hak, Bukan Komoditas!”, “Hapus Denda BPJS, Rakyat Bukan Objek Bisnis!”, hingga “Pak Menkes, Ngopi Yuk Biar Gak Bikin Susah Rakyat!”

Semua meneriakkan satu pesan: kesehatan bukan barang dagangan!

Koordinator aksi, Miftahul Firdaus, menyebut peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) bukan ajang seremonial basa-basi, melainkan momentum untuk menagih janji negara terhadap konstitusi.

“BPJS bukan lagi gotong royong, tapi sudah berubah jadi alat pemerasan rakyat. Bayar iuran salah, nunggak dihukum, butuh layanan malah ditolak! Di mana letak keadilan sosialnya?” ujarnya lantang.

Menurutnya, Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini melenceng jauh dari semangat solidaritas sosial. Ia menuding pemerintah menyeret sistem kesehatan ke dalam logika pasar bebas yang hanya menguntungkan korporasi dan pejabat, sementara rakyat kecil terus dikejar tunggakan.

“Negara seolah lupa: sehat adalah hak dasar, bukan privilese bagi yang mampu membayar. Hari ini rakyat miskin dikejar denda, tapi pejabat tenang berbelanja alat kesehatan miliaran rupiah,” tegas Miftahul.

Dalam tuntutannya, Rekan Indonesia meminta pemerintah mencabut sejumlah regulasi yang dianggap menindas rakyat kecil, di antaranya Perpres Nomor 64 Tahun 2020 tentang Denda BPJS, Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang JKN, serta Permenkes Nomor 47 Tahun 2018 tentang Pelayanan Kegawatdaruratan.

Mereka juga menuntut penghapusan tunggakan BPJS tanpa syarat, pembatasan iuran maksimal hanya tiga bulan, serta kewajiban agar alat kesehatan canggih turut dicover BPJS.

Koordinator lapangan, Krisna Dwi Pratama menilai Kementerian Kesehatan lebih sibuk berbelanja alat mahal ketimbang memperkuat puskesmas dan posyandu di daerah tertinggal.

“Rakyat antre di puskesmas bocor, tapi Menkes sibuk belanja alat jutaan dolar. Ini bukan kebijakan kesehatan, tapi bisnis kesehatan,” ujarnya

Dalam aksi itu, sindiran pedas juga dialamatkan langsung kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Sebuah spanduk karikatur terpampang jelas dengan tulisan mencolok: “Menkes BGS = Budi Gemar Shopping.”

“Pak Menkes, ngopi yuk! Tapi jangan sambil bikin kebijakan yang nyusahin rakyat,” teriak salah satu orator, disambut gelak dan tepuk tangan peserta aksi.

Kritik itu bukan tanpa dasar. Rekan Indonesia menuding Kemenkes terlalu sibuk berbelanja alat canggih bernilai jutaan dolar, sementara puskesmas dan posyandu di daerah tertinggal masih bocor dan kekurangan obat.

“Rakyat antre di puskesmas reyot, tapi Menkes sibuk pamer belanja alat mahal. Ini bukan visi kesehatan, ini parade kemewahan di atas penderitaan rakyat,” sindir Miftahul.

Dalam orasi penutupnya, para demonstran menegaskan kembali bahwa kesehatan adalah hak asasi manusia, bukan ladang bisnis.

“Negara seolah buta terhadap penderitaan rakyat miskin, pekerja informal, masyarakat adat, dan difabel yang terus dipinggirkan. Ini pengkhianatan terhadap konstitusi,” kata Krisna.

Bagi mereka, Hari Kesehatan Nasional bukan hari pesta, tapi hari peringatan atas ketimpangan.

Mereka menyebut pemerintah sedang berjalan mundur mengganti semangat gotong royong menjadi “gotong untung”.

Menurut Miftahul, HKN bukan hari perayaan, melainkan hari peringatan atas ketimpangan sistem kesehatan nasional.

“Kalau negara terus bungkam, kami akan turun lagi. Lebih banyak, lebih keras, dan lebih siap,” ujarnya.

Aksi berjalan tertib dan diakhiri dengan penyerahan pernyataan sikap kepada pimpinan DPRD Sumsel.

Para pendemo di terima langsung oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan, H.M. Ilyas Panji Alam. SE,.SH,.MM.,MH didampingi Ketua Komisi V DPRD Sumsel Alwis Gani, S.E., M.M dan perwakilan komisi V DPRD Sumsel.

Wakil Ketua DPRD Sumsel H.M. Ilyas Panji Alam yang menerima massa aksi mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti aspirasi tersebut.

“Kami memahami keresahan rakyat. Aspirasi ini akan dibahas di tingkat komisi dan diteruskan ke Kementerian Kesehatan,” ujar Ilyas Panji Alam, didampingi Ketua Komisi V DPRD Sumsel Alwis Gani. (Red)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nuansa Budaya Bali Warnai Kick Off Soekarno Cup 2, Jabar dan DKI Siap Adu Kekuatan

    Nuansa Budaya Bali Warnai Kick Off Soekarno Cup 2, Jabar dan DKI Siap Adu Kekuatan

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 26
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Pembukaan Liga Kampung Soekarno Cup 2 dipastikan berlangsung megah di Stadion Ngurah Rai, Denpasar, Jumat, 5 Desember 2025. Upacara pembukaan tahun ini mengangkat kekuatan budaya Bali dengan menampilkan ratusan seniman, budayawan, serta teatrikal kolosal khas Bali Dwipa. Delapan tim terbaik nasional resmi memastikan diri tampil pada gelaran tahun ini. Mereka merupakan juara […]

  • Viral Manusia Silver Todong Pengendara dengan Pisau di Kuta, Unit Reskrim Polsek Kuta Bergerak Cepat Amankan Pelaku

    Viral Manusia Silver Todong Pengendara dengan Pisau di Kuta, Unit Reskrim Polsek Kuta Bergerak Cepat Amankan Pelaku

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 33
    • 0Komentar

    DENPASAR, MataKompas.com – Unit Reskrim Polsek Kuta berhasil mengungkap kasus penodongan pisau yang dilakukan seorang manusia silver terhadap pengguna jalan di kawasan Traffic Light Jalan Imam Bonjol dan Jalan Sunset Road, Kuta, Badung, Peristiwa tersebut sempat viral di media sosial Instagram dan meresahkan masyarakat. Kapolsek Kuta KOMPOL Laksmi Trisnadewi Wieryawan, S.H., S.I.K., bersama Kanit Reskrim […]

  • Inilah Beberapa Kasus Terungkap di Pemerintahan Prabowo Gibran

    Inilah Beberapa Kasus Terungkap di Pemerintahan Prabowo Gibran

    • calendar_month Senin, 24 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.008
    • 0Komentar

    JAKARTA,JARRAKPOS.COM – Kita patut bangga memiliki presiden seperti bapak Prabowo karna sejak pemerintahan beliau negara kita semakin maju dalam negeri dan diluar negeri indonesia makin di kenal dunia .bahkan banyak negara asing menanam mpdal di segala bidang. Di pemerintahan prabowo gibran ini juga banyak kasus korupsi yang terungkap. Minggu(23/3/2025). Berikut ini adalah kasus kasus karupsi […]

  • Demokrat Bali Salurkan Bantuan Rp50 Juta untuk Keluarga Korban Tragedi Juwuk Legi, Made Mudarta: Rawat Kasih Sayang, Tolak Kekerasan

    Demokrat Bali Salurkan Bantuan Rp50 Juta untuk Keluarga Korban Tragedi Juwuk Legi, Made Mudarta: Rawat Kasih Sayang, Tolak Kekerasan

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 46
    • 0Komentar

    BULELENG – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Bali bersama Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Buleleng mengunjungi keluarga korban meninggal dunia dalam tragedi pembunuhan di Banjar Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Tabanan. Kunjungan berlangsung di kediaman keluarga korban di Desa Sidetapa, Kabupaten Buleleng, Jumat (31/7/2026). Rombongan dipimpin Ketua DPD Partai Demokrat […]

  • Jelang Nyepi dan Idul Fitri 2026, Wayan Bawa Dorong Pencabutan SE dan Ajak Takbiran di Rumah

    Jelang Nyepi dan Idul Fitri 2026, Wayan Bawa Dorong Pencabutan SE dan Ajak Takbiran di Rumah

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 30
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Anggota Komisi I DPRD Provinsi Bali, I Wayan Bawa menilai penerbitan Surat Edaran (SE) terkait Hari Raya Idul Fitri sebelum adanya keputusan resmi dari pemerintah pusat dinilai terlalu prematur. Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi I DPRD Provinsi Bali, I Wayan Bawa, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi I dan Komisi IV DPRD […]

  • Imbauan Dispora Provinsi Bengkulu Pada Momen Hari Lahir Ikatan Pelajar NU

    Imbauan Dispora Provinsi Bengkulu Pada Momen Hari Lahir Ikatan Pelajar NU

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 84
    • 0Komentar
expand_less