Breaking News
light_mode
Trending Tags

Peringati HKN ke-61, Rekan Indonesia Geruduk DPRD Sumsel: Stop Komersialisasi Kesehatan, Hapus Denda BPJS!

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
  • visibility 14
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PALEMBANG, Matakompas.com — Suasana Kantor DPRD Sumatera Selatan, Selasa (12/11/2025), mendadak bergemuruh. Puluhan massa dari Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia Sumsel datang membawa amarah rakyat. Mereka menggugat sistem kesehatan yang dinilai semakin berubah menjadi mesin bisnis, bukan lagi alat pelayanan publik.

Poster dan spanduk membentang di udara: “Sehat adalah Hak, Bukan Komoditas!”, “Hapus Denda BPJS, Rakyat Bukan Objek Bisnis!”, hingga “Pak Menkes, Ngopi Yuk Biar Gak Bikin Susah Rakyat!”

Semua meneriakkan satu pesan: kesehatan bukan barang dagangan!

Koordinator aksi, Miftahul Firdaus, menyebut peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) bukan ajang seremonial basa-basi, melainkan momentum untuk menagih janji negara terhadap konstitusi.

“BPJS bukan lagi gotong royong, tapi sudah berubah jadi alat pemerasan rakyat. Bayar iuran salah, nunggak dihukum, butuh layanan malah ditolak! Di mana letak keadilan sosialnya?” ujarnya lantang.

Menurutnya, Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini melenceng jauh dari semangat solidaritas sosial. Ia menuding pemerintah menyeret sistem kesehatan ke dalam logika pasar bebas yang hanya menguntungkan korporasi dan pejabat, sementara rakyat kecil terus dikejar tunggakan.

“Negara seolah lupa: sehat adalah hak dasar, bukan privilese bagi yang mampu membayar. Hari ini rakyat miskin dikejar denda, tapi pejabat tenang berbelanja alat kesehatan miliaran rupiah,” tegas Miftahul.

Dalam tuntutannya, Rekan Indonesia meminta pemerintah mencabut sejumlah regulasi yang dianggap menindas rakyat kecil, di antaranya Perpres Nomor 64 Tahun 2020 tentang Denda BPJS, Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang JKN, serta Permenkes Nomor 47 Tahun 2018 tentang Pelayanan Kegawatdaruratan.

Mereka juga menuntut penghapusan tunggakan BPJS tanpa syarat, pembatasan iuran maksimal hanya tiga bulan, serta kewajiban agar alat kesehatan canggih turut dicover BPJS.

Koordinator lapangan, Krisna Dwi Pratama menilai Kementerian Kesehatan lebih sibuk berbelanja alat mahal ketimbang memperkuat puskesmas dan posyandu di daerah tertinggal.

“Rakyat antre di puskesmas bocor, tapi Menkes sibuk belanja alat jutaan dolar. Ini bukan kebijakan kesehatan, tapi bisnis kesehatan,” ujarnya

Dalam aksi itu, sindiran pedas juga dialamatkan langsung kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Sebuah spanduk karikatur terpampang jelas dengan tulisan mencolok: “Menkes BGS = Budi Gemar Shopping.”

“Pak Menkes, ngopi yuk! Tapi jangan sambil bikin kebijakan yang nyusahin rakyat,” teriak salah satu orator, disambut gelak dan tepuk tangan peserta aksi.

Kritik itu bukan tanpa dasar. Rekan Indonesia menuding Kemenkes terlalu sibuk berbelanja alat canggih bernilai jutaan dolar, sementara puskesmas dan posyandu di daerah tertinggal masih bocor dan kekurangan obat.

“Rakyat antre di puskesmas reyot, tapi Menkes sibuk pamer belanja alat mahal. Ini bukan visi kesehatan, ini parade kemewahan di atas penderitaan rakyat,” sindir Miftahul.

Dalam orasi penutupnya, para demonstran menegaskan kembali bahwa kesehatan adalah hak asasi manusia, bukan ladang bisnis.

“Negara seolah buta terhadap penderitaan rakyat miskin, pekerja informal, masyarakat adat, dan difabel yang terus dipinggirkan. Ini pengkhianatan terhadap konstitusi,” kata Krisna.

Bagi mereka, Hari Kesehatan Nasional bukan hari pesta, tapi hari peringatan atas ketimpangan.

Mereka menyebut pemerintah sedang berjalan mundur mengganti semangat gotong royong menjadi “gotong untung”.

Menurut Miftahul, HKN bukan hari perayaan, melainkan hari peringatan atas ketimpangan sistem kesehatan nasional.

“Kalau negara terus bungkam, kami akan turun lagi. Lebih banyak, lebih keras, dan lebih siap,” ujarnya.

Aksi berjalan tertib dan diakhiri dengan penyerahan pernyataan sikap kepada pimpinan DPRD Sumsel.

Para pendemo di terima langsung oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan, H.M. Ilyas Panji Alam. SE,.SH,.MM.,MH didampingi Ketua Komisi V DPRD Sumsel Alwis Gani, S.E., M.M dan perwakilan komisi V DPRD Sumsel.

Wakil Ketua DPRD Sumsel H.M. Ilyas Panji Alam yang menerima massa aksi mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti aspirasi tersebut.

“Kami memahami keresahan rakyat. Aspirasi ini akan dibahas di tingkat komisi dan diteruskan ke Kementerian Kesehatan,” ujar Ilyas Panji Alam, didampingi Ketua Komisi V DPRD Sumsel Alwis Gani. (Red)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPMD Indramayu Gelar Sosialisasi Penggunaan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa Tahun 2025.

    DPMD Indramayu Gelar Sosialisasi Penggunaan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa Tahun 2025.

    • calendar_month Rabu, 5 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 264
    • 0Komentar

    INDRAMAYU JarrakPos.Com – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Indramayu menggelar Sosialisasi Penggunaan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa Tahun 2025 di Aula DPMD Indramayu, Selasa (04/02/25). Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman bersama kepada pemerintah desa melalui Kasi Pemberdayaan Masyarakat Desa di tingkat Kecamatan, mengenai tata cara penyaluran serta penggunaan Dana Desa dan Alokasi […]

  • Petani Banten Ucapkan Syukur dan Terimakasih Presiden Prabowo

    Petani Banten Ucapkan Syukur dan Terimakasih Presiden Prabowo

    • calendar_month Jumat, 28 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 788
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Lebak – Petani dari Lebak dan Pandeglang, Banten bersyukur pemerintah melalui Perusahaan Umum (Perum) BULOG membeli gabah mereka dengan harga Rp6.500 per kilogram. Kegembiraan itu, telihat ketika Direktur Bisnis Perum Bulog, Febby Novita ke lokasi menemui petani dikutif http://Terasmedia.co, Kamis (27/2/2025) Hal tersebut diceritakan oleh salah seorang petani asal Cikeusik, Pandeglang, Agus (45) tahun. Menurut […]

  • Ketua DPRD Bali Serahkan Rekomendasi Pansus TRAP soal PT BTID kepada Eksekutif, Ini 10 Poin Strategis yang Diminta Ditindaklanjuti

    Ketua DPRD Bali Serahkan Rekomendasi Pansus TRAP soal PT BTID kepada Eksekutif, Ini 10 Poin Strategis yang Diminta Ditindaklanjuti

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 91
    • 0Komentar

    DENPASAR – DPRD Provinsi Bali resmi menyerahkan Keputusan DPRD Provinsi Bali Nomor 11 Tahun 2026 tentang Rekomendasi atas Hasil Pengawasan Dampak Pengembangan Kawasan yang Dikelola PT Bali Turtle Island Development (PT BTID) terhadap Perlindungan Kawasan Pesisir dan Tahura Ngurah Rai kepada Pemerintah Provinsi Bali dalam Rapat Paripurna ke-41 DPRD Provinsi Bali Masa Persidangan III Tahun […]

  • Pemberantasan Premanisme di Kuningan, Dipastikan Tidak Pandang Bulu

    Pemberantasan Premanisme di Kuningan, Dipastikan Tidak Pandang Bulu

    • calendar_month Minggu, 30 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 893
    • 0Komentar

    KUNINGAN, JarrakPos.Com – Premanisme dalam bentuk apapun merupakan ancaman bagi stabilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu, kehadiran Satgas diharapkan dapat berperan aktif dalam mencegah serta menindak tegas pelaku premanisme sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Hal itu diutarakan Bupati Kuningan Dr. Dian Rachmat Yanuar, M.Si pada Apel Siaga Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Premanisme […]

  • Dispora Bengkulu: Masa Depan Daerah Bergantung pada Kualitas Generasi Muda

    Dispora Bengkulu: Masa Depan Daerah Bergantung pada Kualitas Generasi Muda

    • calendar_month Senin, 10 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 741
    • 0Komentar

    BENGKULU, jarrakpos.com – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bengkulu menegaskan bahwa pemuda memiliki peran sentral dalam kemajuan daerah. Masa depan Bengkulu sangat bergantung pada kualitas generasi mudanya, sehingga pembinaan dan pengembangan pemuda menjadi prioritas utama. Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Pemuda Dispora Bengkulu, Samsir, SE, ME, menegaskan bahwa pemuda adalah ujung tombak pembangunan. “Maju atau […]

  • Ubud Food Festival Siap Digelar Akhir Mei, Chef Internasional Ramaikan Bali

    Ubud Food Festival Siap Digelar Akhir Mei, Chef Internasional Ramaikan Bali

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 22
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Ubud Food Festival 2026 kembali siap digelar pada 28 hingga 31 Mei mendatang dengan menghadirkan deretan chef ternama dari berbagai negara. Festival kuliner tahunan yang memasuki tahun ke-11 ini akan berlangsung di Taman Kuliner Ubud dengan mengusung tema Farmers: Guardians of Land and Sea. Ajang ini menjadi ruang pertemuan bagi chef, petani, […]

expand_less