Breaking News
light_mode
Trending Tags

Peringati HKN ke-61, Rekan Indonesia Geruduk DPRD Sumsel: Stop Komersialisasi Kesehatan, Hapus Denda BPJS!

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
  • visibility 8
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PALEMBANG, Matakompas.com — Suasana Kantor DPRD Sumatera Selatan, Selasa (12/11/2025), mendadak bergemuruh. Puluhan massa dari Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia Sumsel datang membawa amarah rakyat. Mereka menggugat sistem kesehatan yang dinilai semakin berubah menjadi mesin bisnis, bukan lagi alat pelayanan publik.

Poster dan spanduk membentang di udara: “Sehat adalah Hak, Bukan Komoditas!”, “Hapus Denda BPJS, Rakyat Bukan Objek Bisnis!”, hingga “Pak Menkes, Ngopi Yuk Biar Gak Bikin Susah Rakyat!”

Semua meneriakkan satu pesan: kesehatan bukan barang dagangan!

Koordinator aksi, Miftahul Firdaus, menyebut peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) bukan ajang seremonial basa-basi, melainkan momentum untuk menagih janji negara terhadap konstitusi.

“BPJS bukan lagi gotong royong, tapi sudah berubah jadi alat pemerasan rakyat. Bayar iuran salah, nunggak dihukum, butuh layanan malah ditolak! Di mana letak keadilan sosialnya?” ujarnya lantang.

Menurutnya, Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini melenceng jauh dari semangat solidaritas sosial. Ia menuding pemerintah menyeret sistem kesehatan ke dalam logika pasar bebas yang hanya menguntungkan korporasi dan pejabat, sementara rakyat kecil terus dikejar tunggakan.

“Negara seolah lupa: sehat adalah hak dasar, bukan privilese bagi yang mampu membayar. Hari ini rakyat miskin dikejar denda, tapi pejabat tenang berbelanja alat kesehatan miliaran rupiah,” tegas Miftahul.

Dalam tuntutannya, Rekan Indonesia meminta pemerintah mencabut sejumlah regulasi yang dianggap menindas rakyat kecil, di antaranya Perpres Nomor 64 Tahun 2020 tentang Denda BPJS, Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang JKN, serta Permenkes Nomor 47 Tahun 2018 tentang Pelayanan Kegawatdaruratan.

Mereka juga menuntut penghapusan tunggakan BPJS tanpa syarat, pembatasan iuran maksimal hanya tiga bulan, serta kewajiban agar alat kesehatan canggih turut dicover BPJS.

Koordinator lapangan, Krisna Dwi Pratama menilai Kementerian Kesehatan lebih sibuk berbelanja alat mahal ketimbang memperkuat puskesmas dan posyandu di daerah tertinggal.

“Rakyat antre di puskesmas bocor, tapi Menkes sibuk belanja alat jutaan dolar. Ini bukan kebijakan kesehatan, tapi bisnis kesehatan,” ujarnya

Dalam aksi itu, sindiran pedas juga dialamatkan langsung kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Sebuah spanduk karikatur terpampang jelas dengan tulisan mencolok: “Menkes BGS = Budi Gemar Shopping.”

“Pak Menkes, ngopi yuk! Tapi jangan sambil bikin kebijakan yang nyusahin rakyat,” teriak salah satu orator, disambut gelak dan tepuk tangan peserta aksi.

Kritik itu bukan tanpa dasar. Rekan Indonesia menuding Kemenkes terlalu sibuk berbelanja alat canggih bernilai jutaan dolar, sementara puskesmas dan posyandu di daerah tertinggal masih bocor dan kekurangan obat.

“Rakyat antre di puskesmas reyot, tapi Menkes sibuk pamer belanja alat mahal. Ini bukan visi kesehatan, ini parade kemewahan di atas penderitaan rakyat,” sindir Miftahul.

Dalam orasi penutupnya, para demonstran menegaskan kembali bahwa kesehatan adalah hak asasi manusia, bukan ladang bisnis.

“Negara seolah buta terhadap penderitaan rakyat miskin, pekerja informal, masyarakat adat, dan difabel yang terus dipinggirkan. Ini pengkhianatan terhadap konstitusi,” kata Krisna.

Bagi mereka, Hari Kesehatan Nasional bukan hari pesta, tapi hari peringatan atas ketimpangan.

Mereka menyebut pemerintah sedang berjalan mundur mengganti semangat gotong royong menjadi “gotong untung”.

Menurut Miftahul, HKN bukan hari perayaan, melainkan hari peringatan atas ketimpangan sistem kesehatan nasional.

“Kalau negara terus bungkam, kami akan turun lagi. Lebih banyak, lebih keras, dan lebih siap,” ujarnya.

Aksi berjalan tertib dan diakhiri dengan penyerahan pernyataan sikap kepada pimpinan DPRD Sumsel.

Para pendemo di terima langsung oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan, H.M. Ilyas Panji Alam. SE,.SH,.MM.,MH didampingi Ketua Komisi V DPRD Sumsel Alwis Gani, S.E., M.M dan perwakilan komisi V DPRD Sumsel.

Wakil Ketua DPRD Sumsel H.M. Ilyas Panji Alam yang menerima massa aksi mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti aspirasi tersebut.

“Kami memahami keresahan rakyat. Aspirasi ini akan dibahas di tingkat komisi dan diteruskan ke Kementerian Kesehatan,” ujar Ilyas Panji Alam, didampingi Ketua Komisi V DPRD Sumsel Alwis Gani. (Red)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PBVSI Sumut Dukung Hatunggal Siregar Sebagai ketua KONI Sumut

    PBVSI Sumut Dukung Hatunggal Siregar Sebagai ketua KONI Sumut

    • calendar_month Senin, 3 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 560
    • 0Komentar

    Medan – Bursa bakal Calon Ketua Umum (Caketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Utara (Sumut ) periode 2025-2029 menghangat, menyusul kesediaan Kol (Purn) ikut bertarung. Pria yang juga menjabat Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Petanque Sumatera Utara ini menyatakan siap maju jika didukung cabang olahraga (cabor) maupun KONI kabupaten dan kota. Gayung pun bersambut, Pengprov […]

  • Peguron Perisai Diri Mengadakan Penataran Kader Pelatih Se Wilayah IV Jawa Barat.

    Peguron Perisai Diri Mengadakan Penataran Kader Pelatih Se Wilayah IV Jawa Barat.

    • calendar_month Rabu, 23 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 387
    • 0Komentar

    KUNINGAN JarrakPos.Com- Dalam rangka mencetak pesilat yang handal dan mampu berbicara di kejuaraan regional maupun Nasional pemgurus Pencak Silat Nasional Indonesia Perisai Diri mengadakan pelatihan Kader Pelatih muda yang potensial Minggu (13/04/25) yang bertempat di Aula SMAN 1 Ciawigebang dengan narasumber pelatih Farid Hermawan. Adapun peserta dari Kabupaten, Kuningan, Cirebon, Indramayu, Majalengka dan kodya Cirebon […]

  • Kadispora Sumut Sesali Berita Pemotongan Gaji Securiti

    Kadispora Sumut Sesali Berita Pemotongan Gaji Securiti

    • calendar_month Minggu, 2 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 186
    • 0Komentar

    MEDAN: Kepala Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan (Kadispora) Sumatera Utara M Mahfullah Pratama Daulay SSTP, MAP, menyesali munculnya berita di suatu media mengenai pemotongan gaji para security di jajaran Dispora Sumut. “Ipunk (panggilan beliau) dengan santai menanggapi berita itu. Untuk diketahui bahwa penyediaan jasa tenaga kebersihan, keamanan atau security dilakukan melalui tenaga alih daya atau outsourcing […]

  • Beredar Laporan Surat Permitaan Agar Jaksa Agung Lakukan Audit Bantuan Benih Padi di Jawa Barat

    Beredar Laporan Surat Permitaan Agar Jaksa Agung Lakukan Audit Bantuan Benih Padi di Jawa Barat

    • calendar_month Minggu, 24 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 277
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta – Beredar sebuah surat penting mengaku sekelompok petani yang berasal dari Jawa Barat melaporkan tentang adanya dugaan pengurangan tonase dalam penyaluran benih padi pada tahun 2020 sampai dengan 2025 kepada Jaksa Agung. Dalam isi surat tersebut, mereka meminta agar Jaksa Agung ST Burhanuddin beserta jajaranya untuk memeriksa dan memanggil pihak yang terlibat dalam […]

  • I Wayan Tagel Winarta Kenang 30 Tahun Kudatuli: Tragedi Berdarah yang Menjadi Simbol Perlawanan terhadap Ketidakadilan

    I Wayan Tagel Winarta Kenang 30 Tahun Kudatuli: Tragedi Berdarah yang Menjadi Simbol Perlawanan terhadap Ketidakadilan

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9
    • 0Komentar

    DENPASAR – Tepat tiga dekade sejak Tragedi Kudatuli mengguncang Indonesia pada 27 Juli 1996, Anggota DPRD Provinsi Bali Dapil Gianyar Fraksi PDI Perjuangan, I Wayan Tagel Winarta, mengajak masyarakat untuk tidak melupakan salah satu peristiwa paling kelam dalam perjalanan demokrasi bangsa. Menurut I Wayan Tagel Winarta, peringatan 30 Tahun Kudatuli bukan sekadar mengenang sebuah tragedi […]

  • Motif Batik Cirebon Diakui sebagai Kekayaan Intelektual Komunal

    Motif Batik Cirebon Diakui sebagai Kekayaan Intelektual Komunal

    • calendar_month Rabu, 19 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 718
    • 0Komentar

    CIREBON, JARRAKPOS.COM — Pemerintah Kabupaten Cirebon menerima sertifikat Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Provinsi Jawa Barat, sebagai bentuk perlindungan terhadap motif batik khas daerah tersebut. Sertifikat tersebut diserahkan secara langsung oleh Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham Jabar Asep Sutandar kepada Bupati Cirebon Imron di ruang rapat Bupati Cirebon, […]

expand_less