Breaking News
light_mode
Trending Tags

Sugi Lanus: Pemimpin Bali Modern Gagal Jaga Warisan Terbesar Bali 

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
  • visibility 21
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com – Peneliti manuskrip lontar Bali dan Jawa Kuno, Sugi Lanus, melontarkan kritik tajam terhadap kepemimpinan modern di Bali yang dinilai gagal menjaga warisan terbesar daerah, yakni sistem pertanian sawah dan Subak.

Menurutnya, pertanian di Bali bukan sekadar aktivitas bercocok tanam, melainkan bagian dari kebijakan politik yang telah diwariskan sejak masa kerajaan Bali kuno.

Sugi Lanus juga menegaskan bahwa Subak lahir dari keputusan strategis para raja untuk menjaga kedaulatan pangan dan stabilitas wilayah.

“Ketika saya berbicara tentang pertanian di Bali, orang mengira saya sedang membicarakan petani. Bukan. Begitu pula saat konversi sawah makin terjadi, masyarakat awam masih saja mau digiring berpikir konversi sawah adalah kesalahan petani. Sementara pemerintah atau penguasa cuci tangan,” tegas Sugi Lanus, yang dikutip dalam akun media sosial pribadinya di Denpasar, Minggu, 22 Maret 2026.

Sugi Lanus menjelaskan, berdasarkan prasasti kuno Bali, pembukaan lahan pertanian hingga pembangunan sistem irigasi seperti aungan merupakan proyek besar yang diinisiasi langsung oleh penguasa. Hal ini menunjukkan bahwa Subak adalah sistem yang sarat dengan nilai politik dan kebijakan, bukan sekadar tradisi agraris biasa.

Lebih lanjut, Sugi Lanus menyebut Subak sebagai hasil konsensus krama sekaligus produk kebijakan yang mengatur distribusi air dan lahan.

Oleh karena itu, hilangnya sawah saat ini tidak bisa semata-mata dibebankan kepada petani.

Menurutnya, lemahnya perlindungan lahan, minimnya subsidi, serta tidak tegasnya penegakan aturan tata ruang menjadi faktor utama yang mendorong konversi lahan pertanian di Bali. Kondisi ini diperparah oleh tekanan kapitalisme pariwisata yang semakin kuat.

Sugi Lanus juga menilai, menyalahkan petani adalah bentuk “cuci tangan” politik. Tanpa dukungan nyata seperti insentif fiskal, perlindungan harga hasil pertanian, serta penegakan RTRW yang konsisten, petani akan terus berada dalam posisi lemah.

Sugi Lanus menegaskan bahwa menjaga sawah dan Subak bukanlah tindakan filantropi, melainkan kewajiban untuk melestarikan aset peradaban Bali.

Sugi Lanus bahkan menyamakan bentang persawahan dan sistem Subak sebagai “Dewi Sri Temple” yang harus dijaga layaknya pura.

“Jadi, jika saya mengkritisi kondisi pertanian di Bali, artinya saya sedang menyasar para pemimpin yang berkuasa karena kurang literasi, mereka gagal paham, bongol (tidak mampu mendengar), atau tidak punya “good will” sehingga tidak punya keseriusan dan tidak becus melindungi warisan para leluhur yang mereka puja-puji dalam pidato dan seremonial tapi mereka hianati dalam prilaku politik harian mereka,” kata Sugi Lanus.

Sugi Lanus kembali menekankan bahwa keberlangsungan Subak sepenuhnya bergantung pada kebijakan politik dan kepemimpinan, bukan semata pada individu petani.

Sejarah, kata dia, telah membuktikan bahwa sistem ini lahir dari keputusan politik yang kuat.

Tanpa keberpihakan nyata pemerintah dalam bentuk perlindungan lahan, penegakan hukum, serta alokasi anggaran yang memadai untuk sektor pertanian, Sugi Lanus pesimistis Subak dapat bertahan di tengah perubahan zaman.

“Keberpihakan pemerintah dalam perlindungan lahan, penegakan hukum, dan wujud nyata dalam bentuk alokasi anggaran besar untuk pertanian adalah kunci utamanya,” pungkasnya. (red).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tahanan KPK: Mantan Gubernur Kenakan Rompi Orange dan Tangan Diborgol

    Tahanan KPK: Mantan Gubernur Kenakan Rompi Orange dan Tangan Diborgol

    • calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 238
    • 0Komentar

    BENGKULU,JARRAKPOS.COM – Mantan Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah (RM), mantan Sekda Isnan Fajri, dan ajudan RM, Evriansyah (Anca), akhirnya tiba di Bengkulu. Mereka mendarat di Bandara Fatmawati pada Senin (14/4/2025) siang. Saat tiba di bandara, Rohidin tampak mengenakan rompi orange tahanan KPK dengan kondisi tangan terborgol dan mengenakan topi berwarna putih dan mengenakan masker mulut berwarna […]

  • Didampingi Lawyer, Warga Mengadukan Kasus PT GRS ke Jamwas dan Jampidsus

    Didampingi Lawyer, Warga Mengadukan Kasus PT GRS ke Jamwas dan Jampidsus

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle Admin Jakarta
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Matacompas.com Jakarta — Kasus pencemaran lingkungan hidup yang menyeret PT Genesis Regeneration Smelting (GRS) di Banten kembali mendapatkan sorotan tajam. Warga setempat yang menjadi korban langsung dampak limbah B3, didampingi oleh tim advokat dari Pengurus Pusat LBH Peradi Profesional, secara resmi mendatangi Gedung Kejaksaan Agung Republik Indonesia di Jakarta, Rabu (2/2/2026). Langkah hukum ini ditempuh […]

  • Isteri TNI dan Ibu-Ibu Perum Ciporang Bagikan Ribuan Takjil

    Isteri TNI dan Ibu-Ibu Perum Ciporang Bagikan Ribuan Takjil

    • calendar_month Jumat, 21 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 738
    • 0Komentar

    KUNINGAN, JarrakPos.Com – Sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat, Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XXVI Kodim 0615/ KNG berkolaborasi dengan Paguyuban Ibu ibu Perum Ciporang, melaksanakan kegiatan berbagi takjil secara gratis, di depan Kodim 0615/KNG, Jl. RE Martadinata 97 Ciporang, Kuningan, Jumat (21/3/2025). Kegiatan berbagi takjil gratis ini merupakan bagian dari kegiatan teritorial untuk […]

  • Selain Pemutakhiran Data, Perindo Buleleng Mulai Aksi Sosial di Monumen Patas

    Selain Pemutakhiran Data, Perindo Buleleng Mulai Aksi Sosial di Monumen Patas

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 15
    • 0Komentar

    BULELENG, Matakompas.com | Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng mulai melakukan pemutakhiran data terhadap seluruh partai politik yang ada di Kabupaten Buleleng. Sebanyak 18 partai politik di daerah Bumi Panji Sakti dijadwalkan akan dikunjungi langsung oleh KPU Buleleng. Untuk Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Kabupaten Buleleng, kunjungan KPU dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 20 Februari 2026, bertempat […]

  • Gubernur Koster Antar Bali Raih Terbaik I Layanan Kesehatan dan Terbaik II Pendidikan Regional Jawa-Bali 2026.

    Gubernur Koster Antar Bali Raih Terbaik I Layanan Kesehatan dan Terbaik II Pendidikan Regional Jawa-Bali 2026.

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Bali
    • visibility 19
    • 0Komentar

    MANGUPURA, Matakompas.com – Pemerintah Provinsi Bali kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat regional. Di bawah kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster, Pemprov Bali berhasil meraih penghargaan Terbaik I kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Regional Jawa-Bali. Tidak hanya unggul di sektor kesehatan, Bali juga meraih penghargaan Terbaik II […]

  • Diduga Babat Mangrove, Pansus TRAP Semprot BTID: ‘Ekosistem Bali Tidak Boleh Dikorbankan!’

    Diduga Babat Mangrove, Pansus TRAP Semprot BTID: ‘Ekosistem Bali Tidak Boleh Dikorbankan!’

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 21
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com — Dugaan pembabatan hutan mangrove di kawasan Serangan memicu kemarahan Panitia Khusus (Pansus) Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (TRAP) DPRD Provinsi Bali. Dalam inspeksi mendadak (sidak) di kawasan Tahura Ngurah Rai, Kamis (23/4/2026), Pansus menemukan indikasi kerusakan ekosistem pesisir yang diduga dilakukan oleh PT Bali Turtle Island Development (BTID). Temuan tersebut bermula […]

expand_less