Breaking News
light_mode
Trending Tags

Sugi Lanus: Pemimpin Bali Modern Gagal Jaga Warisan Terbesar Bali 

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
  • visibility 32
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com – Peneliti manuskrip lontar Bali dan Jawa Kuno, Sugi Lanus, melontarkan kritik tajam terhadap kepemimpinan modern di Bali yang dinilai gagal menjaga warisan terbesar daerah, yakni sistem pertanian sawah dan Subak.

Menurutnya, pertanian di Bali bukan sekadar aktivitas bercocok tanam, melainkan bagian dari kebijakan politik yang telah diwariskan sejak masa kerajaan Bali kuno.

Sugi Lanus juga menegaskan bahwa Subak lahir dari keputusan strategis para raja untuk menjaga kedaulatan pangan dan stabilitas wilayah.

“Ketika saya berbicara tentang pertanian di Bali, orang mengira saya sedang membicarakan petani. Bukan. Begitu pula saat konversi sawah makin terjadi, masyarakat awam masih saja mau digiring berpikir konversi sawah adalah kesalahan petani. Sementara pemerintah atau penguasa cuci tangan,” tegas Sugi Lanus, yang dikutip dalam akun media sosial pribadinya di Denpasar, Minggu, 22 Maret 2026.

Sugi Lanus menjelaskan, berdasarkan prasasti kuno Bali, pembukaan lahan pertanian hingga pembangunan sistem irigasi seperti aungan merupakan proyek besar yang diinisiasi langsung oleh penguasa. Hal ini menunjukkan bahwa Subak adalah sistem yang sarat dengan nilai politik dan kebijakan, bukan sekadar tradisi agraris biasa.

Lebih lanjut, Sugi Lanus menyebut Subak sebagai hasil konsensus krama sekaligus produk kebijakan yang mengatur distribusi air dan lahan.

Oleh karena itu, hilangnya sawah saat ini tidak bisa semata-mata dibebankan kepada petani.

Menurutnya, lemahnya perlindungan lahan, minimnya subsidi, serta tidak tegasnya penegakan aturan tata ruang menjadi faktor utama yang mendorong konversi lahan pertanian di Bali. Kondisi ini diperparah oleh tekanan kapitalisme pariwisata yang semakin kuat.

Sugi Lanus juga menilai, menyalahkan petani adalah bentuk “cuci tangan” politik. Tanpa dukungan nyata seperti insentif fiskal, perlindungan harga hasil pertanian, serta penegakan RTRW yang konsisten, petani akan terus berada dalam posisi lemah.

Sugi Lanus menegaskan bahwa menjaga sawah dan Subak bukanlah tindakan filantropi, melainkan kewajiban untuk melestarikan aset peradaban Bali.

Sugi Lanus bahkan menyamakan bentang persawahan dan sistem Subak sebagai “Dewi Sri Temple” yang harus dijaga layaknya pura.

“Jadi, jika saya mengkritisi kondisi pertanian di Bali, artinya saya sedang menyasar para pemimpin yang berkuasa karena kurang literasi, mereka gagal paham, bongol (tidak mampu mendengar), atau tidak punya “good will” sehingga tidak punya keseriusan dan tidak becus melindungi warisan para leluhur yang mereka puja-puji dalam pidato dan seremonial tapi mereka hianati dalam prilaku politik harian mereka,” kata Sugi Lanus.

Sugi Lanus kembali menekankan bahwa keberlangsungan Subak sepenuhnya bergantung pada kebijakan politik dan kepemimpinan, bukan semata pada individu petani.

Sejarah, kata dia, telah membuktikan bahwa sistem ini lahir dari keputusan politik yang kuat.

Tanpa keberpihakan nyata pemerintah dalam bentuk perlindungan lahan, penegakan hukum, serta alokasi anggaran yang memadai untuk sektor pertanian, Sugi Lanus pesimistis Subak dapat bertahan di tengah perubahan zaman.

“Keberpihakan pemerintah dalam perlindungan lahan, penegakan hukum, dan wujud nyata dalam bentuk alokasi anggaran besar untuk pertanian adalah kunci utamanya,” pungkasnya. (red).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Seorang Ibu Nekat Curi Uang 1,5 Juta di Toko Amanah

    Seorang Ibu Nekat Curi Uang 1,5 Juta di Toko Amanah

    • calendar_month Minggu, 30 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 9.410
    • 0Komentar

    MALANG,JARRAKPOS.COM – Seorang ibu di Pasar Gondanglegi, Malang, nekat m3ncur! uang sebesar Rp 1,5 juta dari Toko Amanah. Pelaku, yang diketahui datang ke toko dengan modus pura-pura membeli barang, melakukan aksinya di tengah kesibukan kasir yang melayani pembeli lain. Minggu,(30/3/2025). Kronologi kejadian bermula ketika pelaku datang ke kasir dan mulai menanyakan beberapa barang yang dijual […]

  • Merawat Alam, Merawat Demokrasi, KPU Badung Tanam Benih Kehidupan dan Gagas Demokrasi yang Lebih Humanis

    Merawat Alam, Merawat Demokrasi, KPU Badung Tanam Benih Kehidupan dan Gagas Demokrasi yang Lebih Humanis

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 54
    • 0Komentar

    BADUNG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Badung terus berupaya membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi bersama insan media. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan “Merawat Alam, Merawat Demokrasi” yang dirangkai dengan penebaran benih ikan dan media gathering di Kabupaten Badung, Rabu (19/8/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Dari Alam yang Lestari, Tumbuh Demokrasi yang Berarti” […]

  • Angin Kencang Disertai Hujan Es Terjadi di Yogya dan Sekitarnya

    Angin Kencang Disertai Hujan Es Terjadi di Yogya dan Sekitarnya

    • calendar_month Rabu, 12 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 799
    • 0Komentar

    YOGYA,JARRAKPOS.COM — Hujan deras disertai butiran batu es melanda Kota Jogya, Selasa (11/3/2025) sore. Tak hanya itu angin juga bertiup sangat kencang. Sejumlah warga di Kota Jogja mengabadikan fenomena ini. Butiran es yang cukup besar jatuh di antara hujan air yang turun dengan deras, terjadi di pusat Kota Jogya di kawasan Tugu Pal Putih dan […]

  • Warga Cimenga Sumringah, Dandim 0615/KNG Resmikan Instalasi Air Bersih

    Warga Cimenga Sumringah, Dandim 0615/KNG Resmikan Instalasi Air Bersih

    • calendar_month Rabu, 23 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 243
    • 0Komentar

    KUNINGAN, JarrakPos.Com – Dandim 0615/KNG Letkol Arh Kiki Aji Wiryawan meresmikan instalasi air, di Blok Cibuhbul Desa Cimenga, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, Rabu (23/4/2025). Pembangunan sarana air bersih ini merupakan program Manunggal Air yang mana program ini adalah program unggulan Kasad (Kepala Staf Angkatan Darat) yang bertujuan untuk meningkatkan akses air bersih bagi masyarakat, terutama […]

  • Peresmian Operasional 1.061 Koperasi Merah Putih, Koster: 38 Koperasi sudah Siap, Akhir Juli Genjot hingga 120 Unit se Bali

    Peresmian Operasional 1.061 Koperasi Merah Putih, Koster: 38 Koperasi sudah Siap, Akhir Juli Genjot hingga 120 Unit se Bali

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 22
    • 0Komentar

    BADUNG – Gubernur Bali, Wayan Koster menghadiri Peresmian Operasinal 1,061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dari KDKMP Desa Sembung, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung pada Sabtu (16/5). Sedangkan peresmian secara langsung dipusatkan di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur yang diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto serta diikuti oleh seluruh Provinsi secara daring. Hadir bersama seluruh jajaran Forkopimda, Gubernur […]

  • Somasi Kedua PKLSP: PLN Diminta Batalkan Kontrak Rp 45 Miliar yang Rugikan Papua Dan Negara

    Somasi Kedua PKLSP: PLN Diminta Batalkan Kontrak Rp 45 Miliar yang Rugikan Papua Dan Negara

    • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 445
    • 0Komentar

    Jarrakpos.com Jakarta – Persatuan Kontraktor Listrik Se-Tanah Papua (PKLSP) resmi melayangkan somasi kedua. Somsasi tersebut dilakukan kepada PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Distribusi Papua dan Papua Barat, serta perusahaan swasta PT Serambi Gayo Sentosa (SGS) selaku pemenang tunggal proyek pengadaan material Non-MDU senilai puluhan milliar. Somasi ini menjadi peringatan hukum final setelah somasi pertama pada […]

expand_less