Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bali » Ayah Australia Cari Anak Kembar Tiga Tahun: Bantah Intimidasi dan Kritik Media Tidak Berimbang

Ayah Australia Cari Anak Kembar Tiga Tahun: Bantah Intimidasi dan Kritik Media Tidak Berimbang

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
  • visibility 4
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR, Matakompas.com | Paul La Fontaine, ayah asal Australia yang telah mencari putri kembarnya, Isla dan Sianna, sejak Agustus 2022, kembali menyampaikan bantahan tegas terhadap sejumlah pernyataan mantan istrinya, Adinda Viraya Paramitha (AVP), yang diberitakan tanpa konfirmasi. Ia menegaskan bahwa tuduhan intimidasi dan ancaman yang diarahkan kepadanya tidak benar dan sangat merusak nama baiknya.

“Saya tidak pernah mengintimidasi Adinda. Tuduhan-tuduhan ini tidak benar dan merusak reputasi saya,” tegas Paul.

“Saya tidak bertemu mantan istri saya selama lebih dari 3 tahun sejak AVP menyembunyikan putri-putri saya tercinta. Saya seperti orang tua mana pun yang mencari putri-putri saya, seperti ayah mana pun yang sedang berduka,” ujarnya.

Paul hadir bersama kuasa hukumnya, H.M.P. Andreas N, S.H., yang memperkuat posisinya sekaligus menjelaskan konteks hukum yang sedang berlangsung.

Kuasa Hukum: AVP Dilaporkan Atas Dugaan Pencemaran Nama Baik dan Penghalangan Hak Asuh

Menurut Andreas, AVP telah secara resmi dilaporkan, menerima panggilan pengadilan, dan kini tengah diselidiki atas dugaan pencemaran nama baik serta upaya menghalangi hak asuh Paul.

“Ya, Adinda telah dilaporkan. Tuduhan sepihak yang ia sampaikan di media tidak berdasarkan fakta dan telah menyebabkan kerugian hukum yang serius bagi klien kami,” kata Andreas.

Kecaman untuk Media yang Menayangkan Klaim Tanpa Konfirmasi

Paul dan tim hukumnya turut menyayangkan media yang menyiarkan klaim AVP tanpa verifikasi atau memberikan hak jawab.

“Ini melanggar Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers Indonesia. Publik menerima informasi yang tidak berimbang, dan klien kami dirugikan secara tidak adil,” tegas Andreas.

Pesan WhatsApp 25 Agustus 2022 Diduga Jadi Bukti Pemerasan

Paul membeberkan pesan WhatsApp dari AVP yang dikirim pada 25 Agustus 2022. Pesan tersebut diduga mengaitkan tuntutan uang dengan pertemuan Paul dengan anak-anaknya.

Kutipan terjemahan tersebut berbunyi:

“Sampai kau mengirimiku semua uang itu beserta uang vila yang kau ambil tunai, lupakan saja urusan bertemu anak-anakmu. Aku menunggu sampai Kamis. Aku tidak peduli lagi, kirim uang itu. Aku punya semua yang kubutuhkan untuk memenjarakanmu,” paparnya.

Paul menyebut pesan itu sebagai bukti dugaan pemerasan, ancaman, dan penghalangan hak orang tua.

Saksi: Anak-Anak Diduga Menangis Berjam-Jam, Polisi Datang tetapi Lokasi Dikosongkan

Seorang saksi bernama Eva menyampaikan bahwa anak-anak tersebut pernah diduga ditampung di sebuah rumah rahasia di Puri Bunga.

Eva menjelaskan bahwa tetangga mengirim rekaman audio yang memperdengarkan anak-anak menangis berjam-jam.

“Saya langsung melapor ke polisi. Kebetulan saat itu kami sedang berada di Unit PPA Polresta Denpasar. Petugas merespons dengan cepat, tetapi ketika kami tiba di Puri Bunga, rumah itu kosong, tidak ada anak-anak di sana,” ujar Eva.

Ia menambahkan bahwa hingga kini belum ada tindak lanjut resmi dari pihak berwenang.

Tiga Ulang Tahun dan Tiga Natal Tanpa Kehadiran Anak

Paul mengungkapkan bahwa sejak AVP diduga menyembunyikan anak-anak pada Agustus 2022, ia telah melewati tiga ulang tahun dan tiga Natal tanpa mereka.

“Tiga ulang tahun telah berlalu, yakni tiga Natal telah berlalu. Saya tidak diizinkan oleh AVP untuk melihat putri-putri saya, bahkan untuk mendengar suara mereka,” ungkapnya.

Menurut Paul, semua komunikasi diblokir oleh AVP, termasuk panggilan, pesan, dan kunjungan.

Kekhawatiran Serius soal Pendidikan Anak

Paul menyatakan bahwa putrinya diduga tidak terdaftar di sekolah formal. Bila mereka bersekolah, AVP secara hukum wajib melapor kepada dirinya dan Dinas Pendidikan setempat.

“Jika mereka bersekolah, AVP harus memberi tahu saya dan melaporkan lokasi sekolah mereka ke Dinas Pendidikan. Itu adalah kewajiban hukum,” tegas Paul.

Paul juga bertemu dengan seseorang yang disewa AVP untuk mengajar anak-anak di rumah. Orang tersebut mengaku bukan guru profesional, melainkan seorang insinyur, yang membuat Paul kian khawatir.

Linimasa Pencarian: Dari Bali hingga Jawa

Dalam proses pencarian sejak 2022, Paul menyusuri sejumlah lokasi di Bali dan Jawa. Putri-putrinya resmi dinyatakan hilang pada 16 Juni 2025 berdasarkan Laporan Polisi No. B/1468/VIII/1.24/2025/Ditreskrimum.

Ia juga mengungkap pernah diserang tiga pria yang diduga petugas keamanan di Habitat Village. Seorang tersangka bernama AG kini menghadapi ancaman hukuman 18 bulan penjara berdasarkan Perkara No. 734/Pid.B/2025/PN Dps.

Dugaan Pelanggaran Hak Anak

Paul telah melaporkan AVP atas dugaan:

pemerasan melalui pesan obrolan,

menghalangi akses orang tua,

mengatur penyerangan,

pelanggaran UU Perlindungan Anak 2024,

penolakan hak komunikasi,

memindahkan anak untuk menghindari pengawasan hukum.

Sengketa Hak Asuh Berlanjut

Paul menilai klaim hak asuh terbaru dari AVP mengandung kesalahan prosedural, sehingga saat ini sedang digugat.

Ia menegaskan bahwa putusan hak asuh bersama tahun 2022 tetap berlaku sampai ada keputusan final dan eksekusi pengadilan.

Paul Tegaskan Fokus Utama: Keselamatan dan Masa Depan Anak

Paul menyampaikan bahwa seluruh perjuangannya bukan semata soal hak asuh, tetapi demi keselamatan, pendidikan, dan kesehatan psikologis putrinya.

“Saya hanya ingin mereka aman, sehat, bersekolah, dan memiliki hak untuk mengenal kedua orang tua mereka,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan isi hatinya tentang kedekatan yang pernah ia jalani bersama putri-putrinya.

“Mungkin pengacara mantan istrinya berasal dari keluarga orang tua tunggal, tetapi putri-putri saya yang cantik, yang saya sayangi, memiliki dua orang tua, seorang ibu dan seorang ayah. Perpisahan paksa si kembar dari saya sungguh tragis karena psikolog mana pun akan menjelaskan bahwa seorang ayah adalah cinta pertama seorang gadis kecil,” ungkapnya.

“Setiap ibu normal pasti menginginkan hal ini untuk pasangannya dan bangga dengan hubungan ayah/anak seperti itu,” tambahnya. (red).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ribuan Siswa Kota Bengkulu Terima PIP 2026, Dr. Sugiarto dan Dodi Sukardi Lakukan Pengawalan

    Ribuan Siswa Kota Bengkulu Terima PIP 2026, Dr. Sugiarto dan Dodi Sukardi Lakukan Pengawalan

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Bengkulu
    • visibility 7
    • 0Komentar

    BENGKULU, Matakompas.com – Ribuan siswa di Kota Bengkulu kembali memperoleh manfaat dari Program Indonesia Pintar (PIP) Tahun 2026. Program bantuan pendidikan tersebut mendapat perhatian khusus dari Koordinator Wilayah Kota Bengkulu DPD PDI Perjuangan Provinsi Bengkulu, Dr. Sugiarto, SH, MH, yang bersama Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bengkulu Dodi Sukardi turun langsung mengawal proses penyalurannya. Menurut […]

  • Perayaan Berstananya 2 Kongco Ym Kwan See Tee Kun dan Ym Hian Thian Siang Tee di Khong Cu Bio Denpasar

    Perayaan Berstananya 2 Kongco Ym Kwan See Tee Kun dan Ym Hian Thian Siang Tee di Khong Cu Bio Denpasar

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 2
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com | Umat Konghucu melaksanakan acara perayaan berstananya 2 Kongco, yaitu Ym Kwan See Tee Kun dan Ym Hian Thian Siang Tee di Klenteng Khong Cu Bio Denpasar, Jalan Bisma No.5, Dauh Puri Kaja, Kec. Denpasar Utara, Kota Denpasar, Rabu, 29 Oktober 2025. Ketua Matakin Provinsi Bali, Adi Natha Lie menyatakan acara persembahyangan untuk […]

  • Dukung Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Mekar Sari Cek Kolam Bioflok Ikan Nila

    Dukung Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Mekar Sari Cek Kolam Bioflok Ikan Nila

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Riau
    • visibility 5
    • 0Komentar

    DUMAI, MATAKOMPAS. COM– Personil Bhabinkamtibmas Kelurahan Mekar Sari Polsek Dumai Barat, Aipda SG. Manalu, bersama pengelola kolam, Harisman Zai, melaksanakan kegiatan pengecekan Pekarangan Pangan Bergizi pada Minggu (7/6/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Kegiatan yang berlokasi di Jalan Arjuna RT 02, Kelurahan Mekar Sari, Kecamatan Dumai Selatan, Kota Dumai ini difokuskan pada pemantauan peternakan ikan nila […]

  • Gelombang Penolakan Menguat, Eks Sekdes Serangan Nilai BTID Menggerus Ekosistem dan Ruang Hidup

    Gelombang Penolakan Menguat, Eks Sekdes Serangan Nilai BTID Menggerus Ekosistem dan Ruang Hidup

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 0
    • 0Komentar

    DENPASAR – Polemik proyek reklamasi dan pengembangan kawasan KEK Kura-Kura Bali oleh PT Bali Turtle Island Development (BTID) kembali memanas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Panitia Khusus Tata Ruang, Aset Daerah, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali, Senin (11/5). Di tengah forum yang berlangsung tegang itu, suara keras datang dari masyarakat Pulau Serangan yang mengaku […]

  • GM Pelindo Dumai Berkomitmen Untuk Perbaikan Giat Bongkar Muat Kedepannya,Koordinasi Dengan Seluruh Stoke Holder

    GM Pelindo Dumai Berkomitmen Untuk Perbaikan Giat Bongkar Muat Kedepannya,Koordinasi Dengan Seluruh Stoke Holder

    • calendar_month Sabtu, 18 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Matakompas.com Dumai – Menyikapi adanya rencana aksi demonstrasi mengatasnamakan Aliansi Rakyat Untuk Keadilan (ARUK) yang merupakan gabungan organisasi dan LSM di Dumai ke PT Pelindo Regional Cabang Dumai yang mengangkat isu pencemaran udara akibat pengapalan bungkil oleh perusahaan di kawasan Pelindo Dumai GM Pelindo Dumai Jonathan Ginting saat di temui di ruang kerjanya dengan tegas […]

  • Polemik Seng Berakhir, Penataan Jatiluwih Jadi Harapan Bangkitkan Wisata Tabanan

    Polemik Seng Berakhir, Penataan Jatiluwih Jadi Harapan Bangkitkan Wisata Tabanan

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 2
    • 0Komentar

    TABANAN, Matakompas.com | Upaya penataan kawasan hijau Jatiluwih mulai menunjukkan hasil positif. Polemik pemasangan seng di areal persawahan Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, yang sempat memicu penurunan tajam kunjungan wisatawan, kini berangsur mereda setelah dilakukan pembongkaran seng di kawasan Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Senin, 5 Januari 2026. Pembongkaran tersebut merupakan tindak lanjut dari kesepakatan antara […]

expand_less