Breaking News
light_mode
Trending Tags

DPRD Bali Apresiasi 13 Kali WTP, Namun Ingatkan Pemprov: APBD Harus Berdampak Nyata bagi Rakyat

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
  • visibility 22
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENPASAR – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali memberikan apresiasi atas capaian Pemerintah Provinsi Bali yang kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk ke-13 kalinya secara berturut-turut. Meski demikian, DPRD mengingatkan bahwa keberhasilan administrasi keuangan harus diikuti dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui kebijakan yang berpihak kepada rakyat.

Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna ke-46 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025/2026 DPRD Provinsi Bali dengan agenda penyampaian rekomendasi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2025.

Dalam laporannya, DPRD menjelaskan bahwa selama kurang lebih satu bulan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2025, mulai dari pembahasan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), pandangan umum fraksi-fraksi, jawaban gubernur, hingga koordinasi dengan pemerintah daerah lain sebagai bahan perbandingan. Seluruh proses tersebut menjadi dasar penyusunan rekomendasi yang disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Bali.

DPRD menilai opini WTP yang kembali diraih merupakan pencapaian penting dalam tata kelola keuangan daerah. Namun dewan menegaskan bahwa WTP bukanlah tujuan akhir. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana pengelolaan APBD mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, mengurangi kesenjangan, dan menghadirkan kesejahteraan yang berkeadilan bagi seluruh masyarakat Bali.

Secara makro, DPRD mencatat kinerja ekonomi Bali sepanjang 2025 menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,82 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata nasional 5,48 persen. Persentase penduduk miskin turun menjadi 3,72 persen, tingkat pengangguran terbuka hanya 1,49 persen, Indeks Pembangunan Manusia meningkat menjadi 79,37, sementara Indeks Gini terus membaik. DPRD menyebut hampir seluruh indikator makro ekonomi Bali berada di atas rata-rata nasional, kecuali PDRB per kapita.

Dari sisi pelaksanaan APBD, realisasi pendapatan daerah mencapai sekitar Rp7,048 triliun atau 105,82 persen dari target. Sementara realisasi belanja sebesar Rp6,554 triliun atau 88,42 persen dari target, sehingga menghasilkan surplus anggaran sekitar Rp493,66 miliar. Setelah memperhitungkan pembiayaan netto, Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun 2025 tercatat mencapai sekitar Rp712,87 miliar.

Meski demikian, DPRD juga mencermati hasil pemeriksaan BPK yang masih menemukan dua persoalan utama, yakni pengelolaan hibah kepada badan dan organisasi kemasyarakatan serta pelaksanaan swakelola jasa manajemen konstruksi. Untuk itu DPRD meminta pemerintah memperketat verifikasi administrasi hibah, meningkatkan monitoring dan evaluasi pertanggungjawaban dana hibah, serta menjadikan ketentuan Permen PUPR Nomor 22 Tahun 2018 sebagai pedoman dalam pengelolaan pekerjaan manajemen konstruksi.

Selain itu, DPRD menyampaikan delapan rekomendasi strategis kepada Pemerintah Provinsi Bali. Di antaranya mendorong optimalisasi penerimaan daerah melalui pembenahan regulasi, mewujudkan target Zero Rumah Tidak Layak Huni pada 2029, melakukan kajian pemanfaatan ruang di atas dan di bawah tanah untuk menekan alih fungsi lahan, menyusun kebijakan afirmatif guna mengurangi ketimpangan pembangunan antardaerah, mengoptimalkan pemanfaatan aset pemerintah pusat yang terbengkalai, menyusun regulasi kerja sama pembayaran jasa lingkungan, memperkuat keamanan kawasan pariwisata melalui pemasangan CCTV, serta mengajak seluruh masyarakat menyukseskan pelaksanaan SE2026.

DPRD berharap seluruh rekomendasi tersebut dapat menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Bali dalam menyusun kebijakan pembangunan ke depan. Dewan menegaskan bahwa pengelolaan APBD yang baik tidak hanya diukur dari capaian administratif maupun opini audit, tetapi juga dari sejauh mana anggaran mampu memberikan manfaat nyata, menciptakan pemerataan pembangunan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat Bali secara berkelanjutan.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 2025, Percasi Sumut Pertajam Pembinaan Atlet

    2025, Percasi Sumut Pertajam Pembinaan Atlet

    • calendar_month Kamis, 9 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 792
    • 0Komentar

    Medan – Catur merupakan salah satu kegiatan yang populer di tengah masyarakat yang dapat dilakukan oleh siapa pun dari segala usia, dimana saja, kapan saja, tanpa membutuhkan modal yang besar. Bagi sebagian orang, catur menjadi salah satu pilihan olahraga yang mampu memberikan prestasi yang membanggakan baik tingkat nasional maupun internasional. Di Sumatera Utara, olahraga catur […]

  • Drama 120 Menit dan Adu Penalti: PSKK Kota Kupang Melaju ke Perempat Final ETMC 2025

    Drama 120 Menit dan Adu Penalti: PSKK Kota Kupang Melaju ke Perempat Final ETMC 2025

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 24
    • 0Komentar

    NTT, Matakompas.com- PSKK Kota Kupang kembali membuktikan diri sebagai tim yang tak boleh diremehkan. Dalam laga penuh tensi di babak 16 besar ETMC 2025, PSKK berhasil menaklukkan Persamba Manggarai Barat melalui drama adu penalti dengan skor 4-3, setelah pertandingan berakhir imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu. Sejak kick-off, kedua tim tampil agresif dan penuh determinasi. Serangan […]

  • Lahan Basah Bali Menyusut, DPRD Bali Desak Penegakan Tegas Tata Ruang hingga Jatiluwih

    Lahan Basah Bali Menyusut, DPRD Bali Desak Penegakan Tegas Tata Ruang hingga Jatiluwih

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 13
    • 0Komentar

    DENPASAR,Matakompas.com |Penyusutan lahan basah di Bali semakin mengkhawatirkan. Sekretaris Komisi I DPRD Bali, I Nyoman Oka Antara, menegaskan perlunya penegakan tegas tata ruang di seluruh wilayah Bali, terutama pada kawasan lahan basah dan subak yang semakin terancam. Dalam inspeksi mendadak Pansus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP), ditemukan berbagai pelanggaran tata ruang di banyak […]

  • Koster Hidupkan Kembali Tumpek Uye, Rawat Warisan Adiluhung Sad Kerthi di Tengah Arus Modernisasi

    Koster Hidupkan Kembali Tumpek Uye, Rawat Warisan Adiluhung Sad Kerthi di Tengah Arus Modernisasi

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 11
    • 0Komentar

    DENPASAR — Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmennya untuk menjaga, melaksanakan, sekaligus menghidupkan kembali warisan adiluhung nilai-nilai kearifan lokal Bali melalui pelaksanaan Rahina Tumpek, termasuk Tumpek Uye. Bagi Koster, perayaan Tumpek tidak sekadar menjadi ritual keagamaan dan tradisi yang berlangsung secara turun-temurun. Lebih dari itu, Tumpek merupakan bagian penting dari filosofi Sad Kerthi, khususnya dalam […]

  • Ucapan Kepala Imigarasi Dumai Hut Bhayangkara Ke 80

    Ucapan Kepala Imigarasi Dumai Hut Bhayangkara Ke 80

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle Redaksi Riau
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Ucapan Hut Bhayngkara Ke 80 DariKepl Imigraai Dumai

  • Bersikap Kooperatif!! Pansus DPRD Bali Beri Tenggat ke Nusa Bay Menjangan, Benahi Izin dan Jaga Ekosistem

    Bersikap Kooperatif!! Pansus DPRD Bali Beri Tenggat ke Nusa Bay Menjangan, Benahi Izin dan Jaga Ekosistem

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 18
    • 0Komentar

    BULELENG — Pansus TRAP DPRD Bali kembali melanjutkan pengawasan ketat terhadap aktivitas usaha pariwisata di kawasan konservasi dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kawasan Nusa Bay Menjangan, Selasa (28/4/2026). Dalam sidak tersebut, sejumlah persoalan serius terungkap, mulai dari perizinan, kesesuaian tata ruang, hingga dugaan dampak terhadap ekosistem hutan dan laut. Sidak tersebut dipimpin langsung oleh […]

expand_less