Breaking News
light_mode
Trending Tags

Status UNESCO di Ujung Tanduk: Pansus TRAP Bongkar Pelanggaran dan Sorotan Keras Dr. Somvir

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
  • visibility 26
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TABANAN, Matakompas.com | Kawasan Jatiluwih yang selama ini menjadi kebanggaan Bali dan dunia sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO kini menghadapi ancaman serius.

Panitia Khusus (Pansus) Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (TRAP) DPRD Bali melakukan inspeksi mendadak di Kawasan Jatiluwih, Kabupaten Tabanan, Selasa, 2 Desember 2025.

Hasilnya, Pansus TRAP DPRD Bali menemukan 13 pelanggaran signifikan yang dinilai berpotensi merusak keaslian lanskap subak berteras yang menjadi ciri khas kawasan tersebut.

Temuan itu meliputi alih fungsi lahan tanpa izin, pembangunan yang tidak sesuai peruntukan di zona konservasi, hingga aktivitas usaha yang dianggap mengganggu harmoni visual kawasan.

Dr. Somvir: “Ini Baru 13 Titik Masalah. Ada Kerusakan Sistematis di Jatiluwih”.

Wakil Sekretaris Pansus TRAP, Dr. Somvir, menyampaikan kekhawatiran mendalam terkait kondisi Jatiluwih. Ia menegaskan bahwa temuan 13 pelanggaran tersebut bukan keseluruhan masalah yang ada.

“Itu baru 13 titik masalah. Pertanyaannya, apakah Pemkab Tabanan punya master plan untuk seluruh kawasan ini,” ujarnya.

Ia menyoroti banyaknya bangunan kecil hingga fasilitas tambahan yang muncul tanpa arah kebijakan yang jelas, mulai dari banks kalis, balai-balai, hingga kios dagangan yang mengganggu tampilan alam Jatiluwih.

“Kita lihat ada banks kalis, balai-balai, kios kecil, bahkan tempat jualan. Pertanyaannya: apakah semua ini masuk dalam master plan atau justru muncul belakangan tanpa kontrol,” tambahnya.

Status UNESCO Menuntut Pengawasan Ketat

Menurut Somvir, kawasan Jatiluwih tidak boleh diperlakukan seperti wilayah biasa. Setiap perubahan sekecil apa pun harus melalui proses persetujuan berlapis karena menyangkut reputasi global.

“Jika turis asing datang dan melihat banyak bangunan baru yang tidak pada tempatnya, tentu ini mencederai citra Jatiluwih. Kawasan ini bukan hanya urusan desa. Apa pun langkah, biarpun kecil, wajib melalui persetujuan sampai level pemerintah tertinggi,” tegasnya.

Somvir juga mengingatkan perubahan signifikan pada lanskap dalam tiga dekade terakhir.

“Dulu 30 tahun lalu kondisinya sangat berbeda. Sekarang, setiap 200–300 meter pasti muncul bangunan atau struktur baru. Ini mesti dijelaskan: apakah ini kebijakan Bupati atau keputusan desa? Karena dampaknya besar,” urainya.

Pertanyaan Penting untuk Pemkab Tabanan

Pansus TRAP meminta penjelasan resmi dari Pemkab Tabanan terkait tata kelola kawasan Jatiluwih. Pertanyaan mencakup:

dasar perizinan bangunan baru, termasuk skala kecil,

kebijakan pengembangan kawasan,

batas kewenangan desa adat dan pemerintah daerah,

serta mekanisme pengawasan yang seharusnya berjalan ketat.

Harus Dilindungi, Bukan Dikorbankan

Somvir menegaskan bahwa menjaga keaslian Jatiluwih berarti menjaga sistem subak dan lanskapnya dari intervensi yang tidak sesuai.

“Kalau kita ingin menjaga keaslian Jatiluwih, maka foto pemandangannya harus bebas dari bangunan yang tidak sesuai. Itu baru namanya menjaga yang jati, yang asli,” paparnya.

Pansus TRAP Siapkan Tindakan Tegas

Atas temuan tersebut, Pansus TRAP berencana memanggil Pemkab Tabanan serta instansi terkait untuk meminta klarifikasi dan menyusun langkah penataan ulang. Opsi yang disiapkan meliputi:

pengetatan pengawasan,

peninjauan ulang izin,

sanksi administratif,

hingga pembongkaran bangunan ilegal.

“Jatiluwih adalah wajah Bali di mata dunia. Tidak boleh dibiarkan rusak oleh kelalaian atau pembiaran,” tegas Dr. Somvir. (red).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kebijakan Moneter Pasca Perry: Celah yang Menjepit Kelas Menengah

    Kebijakan Moneter Pasca Perry: Celah yang Menjepit Kelas Menengah

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Admin Jakarta
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Matacompas.com Jakarta – Mundurnya Perry Warjiyo dari pucuk pimpinan Bank Indonesia membuka pertanyaan jauh lebih mendasar daripada sekadar siapa penggantinya: selama masa kepemimpinannya, untuk siapa sebenarnya kebijakan moneter Indonesia dirancang dan bekerja? Kelas menengah perkotaan — yang menyumbang 81% konsumsi rumah tangga dan 55% Produk Domestik Bruto, kini terjebak dalam jepitan dua arah. Kebijakan moneter […]

  • Made Supartha Bawa Semangat Baru ABTI Bali, Handball U-19 Tampil Juara di Kejurnas 2026

    Made Supartha Bawa Semangat Baru ABTI Bali, Handball U-19 Tampil Juara di Kejurnas 2026

    • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 37
    • 0Komentar

    SURABAYA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan bola tangan Bali di panggung nasional. Tim Putra Bali sukses merebut Juara 1 Divisi I Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bola Tangan Junior U-19 2026 setelah menundukkan Jawa Tengah dengan skor 20–16 pada partai final yang berlangsung di GOR Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Sabtu, 8 Agustus 2026. Di balik prestasi tersebut, […]

  • TikTok pada 19 Januari 2025 Akan Diblokir Amerika Serikat (AS)

    TikTok pada 19 Januari 2025 Akan Diblokir Amerika Serikat (AS)

    • calendar_month Selasa, 14 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 962
    • 0Komentar

    WASHINGTON DC,JARRAKPOS.COM – Mayoritas hakim di Mahkamah Agung Amerika Serikat (SCOTUS) pada Jumat (10/1/2025) menunjukkan kecondongan untuk menegakkan pemblokiran media sosial TikTok. Pada April 2024, Presiden AS Joe Biden memerintahkan ByteDance—perusahaan induk TikTok yang berbasis di China—menjual aplikasinya tersebut, dan jika tidak melakukannya akan diblokir di AS. Pengacara TikTok, Noel Francisco, mengatakan bahwa aplikasi itu […]

  • Bangunan Kolam Pondok Gontor Magelang Roboh, 20 Santri Tertimpa Bangunan

    Bangunan Kolam Pondok Gontor Magelang Roboh, 20 Santri Tertimpa Bangunan

    • calendar_month Jumat, 25 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 606
    • 0Komentar

    MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Sebanyak 20 santri mengalami kecelakaan saat tertimpa bangunan kolam di Pondok Modern Darussalam Gontor-Kampus 5 Darul Qiyam, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Jumat (25/4/2025). Guru Senior Pondok Gontor 5, Muhib Huda Muhammady, menjelaskan bahwa tembok kolam ambruk sekitar pukul 10.30 WIB, menimpa para santri yang sedang mandi dan mengantre giliran di […]

  • Baintelkam Dorong Pengawasan Terpadu Soroti Aktivitas WNA di Canggu, Uluwatu dan Ubud.

    Baintelkam Dorong Pengawasan Terpadu Soroti Aktivitas WNA di Canggu, Uluwatu dan Ubud.

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Bali
    • visibility 37
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Pengawasan terhadap Warga Negara Asing (WNA) di Bali menjadi perhatian serius Baintelkam Polri. Pengawasan dinilai perlu diperkuat seiring meningkatnya aktivitas WNA di berbagai kawasan pariwisata Pulau Dewata. Hal tersebut dibahas dalam agenda Joint Analysis pengawasan orang asing (POA) yang digelar Baintelkam Polri di Hotel Grand Santhi, Denpasar, Bali, Kamis, 20 Agustus 2026. […]

  • Koster Apresiasi Kontribusi Wisatawan, Bali Bangkit dengan Optimisme Baru

    Koster Apresiasi Kontribusi Wisatawan, Bali Bangkit dengan Optimisme Baru

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 19
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Pulau Bali kembali menunjukkan denyut kebangkitannya sebagai destinasi wisata dunia. Di tengah pemulihan sektor pariwisata pascapandemi, Gubernur Bali, Wayan Koster menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada para wisatawan yang telah memilih Bali sebagai tujuan perjalanan mereka. Menurut Koster, kehadiran wisatawan bukan sekadar angka statistik kunjungan, melainkan menjadi energi penting yang menggerakkan […]

expand_less