Breaking News
light_mode
Trending Tags

Turis Tembus 6 Juta, Desa Adat Menjadi Apa? Seminar Desa Adat Gianyar Soroti Keadilan Ekonomi Bali

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
  • visibility 6
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

GIANYAR, Matakompas.com – Lonjakan kunjungan wisatawan yang menembus angka lebih dari 6 juta orang per tahun belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kesejahteraan Desa Adat di Bali. Isu krusial tersebut mengemuka dalam Seminar Desa Adat bertema “Turis Tembus 6 Juta, Desa Adat Menjadi Apa?” yang digelar di Ruang Rapat Kantor LPD Desa Adat Tulikup Kaler, Kecamatan Gianyar, Selasa (23/12/2025).

Seminar ini dibuka dengan sambutan Ketua Panitia yang juga Ketua Majelis Desa Adat (MDA) Kecamatan Gianyar sekaligus Ketua Pasubayan Bendesa Kecamatan Gianyar, Ngakan Putu Sudibya, ST. Dalam paparannya, ia mengajak seluruh peserta untuk melihat secara jujur dan objektif kondisi ekonomi Bali saat ini, khususnya dampaknya terhadap Desa Adat.

Ngakan Putu Sudibya memaparkan bahwa secara makro, perekonomian Bali menunjukkan tren positif. Hingga triwulan III 2025, pertumbuhan ekonomi Bali tercatat mencapai 5,8 persen, tertinggi dalam dua tahun terakhir. Sementara itu, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada Desember 2025 telah menembus 6,7 juta orang, melampaui capaian tahun 2024 yang berada di angka 6,3 juta kunjungan.

Namun di balik angka-angka tersebut, tersimpan persoalan mendasar. Ia mengungkapkan bahwa sekitar 80 persen penggerak ekonomi Bali bertumpu pada sektor pariwisata, dengan 85 persen akomodasi pariwisata dikuasai oleh investor asing. Kondisi ini berdampak langsung pada minimnya peran dan manfaat ekonomi yang diterima krama Bali.

“Yang memprihatinkan, krama Bali hanya menikmati sekitar 10 persen dari pertumbuhan ekonomi tersebut. Desa Adat hampir tidak mendapatkan apa-apa, padahal setiap hari kita diajak menjaga, mendoakan, dan melestarikan tanah Bali,” tegasnya.

Ia menyoroti semakin maraknya praktik bisnis ilegal oleh wisatawan asing serta dominasi modal luar di wilayah Desa Adat. Kondisi tersebut membuat Desa Adat semakin terpinggirkan di tanahnya sendiri.

“Kalau benar turis sudah tembus 6 juta, seharusnya Desa Adat menjadi kaya luar biasa. Faktanya, Desa Adat belum mandiri secara ekonomi. Inilah alasan kenapa tema seminar ini kita angkat,” ujarnya.

Meski demikian, Ngakan Putu Sudibya mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Gianyar terhadap Desa Adat. Ia menyebutkan, bantuan keuangan khusus (BKK) dari Provinsi Bali kini telah mencapai Rp300 juta per Desa Adat, sementara dari Kabupaten Gianyar setiap tahun diberikan sekitar Rp 21 juta.

“Kami berharap ke depan bantuan ini bisa meningkat, seiring dengan meningkatnya pendapatan pajak daerah dan kebijakan fiskal baru Provinsi Bali,” katanya.

Lebih jauh, seminar ini juga membahas rendahnya jumlah Baga Utsaha Padruwen Desa Adat (BUPDA) di Bali. Berdasarkan data yang dipaparkan, jumlah BUPDA di seluruh Bali bahkan belum mencapai 200 unit, padahal potensi ekonomi Desa Adat sangat besar.

Untuk itu, Ngakan Putu Sudibya mendorong gagasan pembentukan BUPDA bersama di tingkat kecamatan, khususnya di Kecamatan Gianyar. Konsep ini dinilai sebagai solusi atas berbagai keterbatasan Desa Adat kecil, baik dari sisi modal, SDM, maupun wilayah.

“Kalau Desa Adat kecil membentuk BUPDA sendiri-sendiri, akan sulit bersaing. Tapi kalau kita bersatu di tingkat kecamatan, modal menjadi lebih besar dan daya saing meningkat,” jelasnya.

Bidang usaha yang tengah dikaji untuk BUPDA bersama tersebut antara lain penyediaan sarana dan prasarana upacara adat, yang dinilai sesuai dengan aktivitas keseharian Desa Adat. Ke depan, tidak menutup kemungkinan Desa Adat juga mampu membangun atau bahkan memiliki jaringan usaha modern sendiri.

“Kalau nanti kita sudah kuat secara modal, bukan tidak mungkin kita bisa bersaing dengan usaha besar, bahkan memiliki brand sendiri. Tujuan besarnya adalah kemandirian ekonomi Desa Adat,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Ngakan Putu Sudibya mengajak seluruh Desa Adat untuk kembali pada spirit leluhur Bali, yang menjaga jati diri dan kedaulatan desa sebagai fondasi keberlanjutan Bali.

“Kalau Desa Adat kuat, mandiri secara ekonomi dan kelembagaan, maka tujuan leluhur kita akan tercapai. Mari kita jaga Bali dari desa,” pungkasnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar dan jajaran pemerintah daerah atas perhatian yang telah diberikan, seraya berharap ke depan tidak hanya bantuan sosial yang diberikan, tetapi juga program penguatan ekonomi kerakyatan berbasis Desa Adat. (Tim)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • GibranHolic Solo Raya Soroti Pengaturan Tempat Duduk Wapres Gibran dalam Rapat Kabinet: Harus Tetap Menjaga Kewibawaan Jabatan Wakil Presiden.

    GibranHolic Solo Raya Soroti Pengaturan Tempat Duduk Wapres Gibran dalam Rapat Kabinet: Harus Tetap Menjaga Kewibawaan Jabatan Wakil Presiden.

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Redaksi Bali
    • visibility 34
    • 0Komentar

    SOLO, Matakompas.com – Kejadian saat rapat kabinet yang digelar dua hari lalu di Istana Negara kembali menjadi sorotan. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terlihat tidak duduk berdampingan dengan Presiden, melainkan menempati posisi sejajar bersama jajaran para menteri. Hal ini pun memancing tanggapan dari komunitas pendukung GibranHolic Solo Raya. Tokoh penggiat GibranHolic Solo […]

  • Jelang Lebaran Warga Mendapat Bantuan Beras dari Walikota Magelang

    Jelang Lebaran Warga Mendapat Bantuan Beras dari Walikota Magelang

    • calendar_month Sabtu, 15 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 721
    • 0Komentar

    KOTA MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Wali Kota Magelang Damar Prasetyono secara simbolis menyerahkan bantuan berupa beras dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kepada warga Kota Magelang yang membutuhkan. Kegiatan ini dilaksanakan bertepatan pada bulan Ramadan, Jumat (14/3/2025), di Aula Kecamatan Magelang Selatan. Damar menuturkan, menjelang hari raya, kebutuhan rumah tangga meningkat. Harga bahan pokok cenderung naik, sementara tidak […]

  • 4 Tersangka Narkoba dan Judol Diamankan Personel Sub Denpom I/5-2 Binjai Bersama Kodim 0203/ Langkat

    4 Tersangka Narkoba dan Judol Diamankan Personel Sub Denpom I/5-2 Binjai Bersama Kodim 0203/ Langkat

    • calendar_month Selasa, 21 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 149
    • 0Komentar

    BINJAI – Sebanyak empat tersangka kasus narkoba dan judi online (Judol), diamankan personel Subdenpom I/5-2 Binjai perbantuan ke Unit Intel Kodim 0203/Langkat, saat menggrebek barak narkoba di Dusun Lau Kersik, Desa Dalan Aman, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Senin (20/01/2024). Keempat tersangka tersebut masing masing AW (26); AHG (32), JPG (21); dan YT (16) penjaga mesin […]

  • Dinsos Kabupaten Cirebon Salurkan Alat Bantu Untuk Puluhan Penyandang Disabilitas

    Dinsos Kabupaten Cirebon Salurkan Alat Bantu Untuk Puluhan Penyandang Disabilitas

    • calendar_month Kamis, 27 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.002
    • 0Komentar

    CIREBON, JARRAKPOS.COM — Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Cirebon menggelontorkan bantuan berupa alat bantu untuk 80 penyandang disabilitas. Penyaluran alat bantu itu dilaksanakan di gedung Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Cirebon, Kecamatan Sumber, Selasa (25/2/2025). Wakil Bupati (Wabup) Cirebon, Agus Kurniawan Budiman yang akrab disapa Jigus ini, menyerahkan secara simbolis bantuan bagi penyandang disabilitas didampingi […]

  • Pejabat KLHK Terseret Dugaan Kasus Korupsi Sawit

    Pejabat KLHK Terseret Dugaan Kasus Korupsi Sawit

    • calendar_month Selasa, 25 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 951
    • 0Komentar

    JAKARTA,JARRAKPOS.COM – Jaksa Agung ST Burhanuddin mengungkapkan bahwa seorang pejabat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi terkait tata kelola perkebunan kelapa sawit periode 2005-2024. Penyidikan kasus ini terus berlanjut, dengan Kejaksaan Agung telah memeriksa 114 saksi untuk mengumpulkan bukti-bukti terkait. Meskipun identitas tersangka belum diumumkan secara resmi, […]

  • Gubernur Koster Dampingi Menteri LH Tinjau TPS3R di Badung, Minta Masyarakat Siapkan Teba Modern Tiap Rumah

    Gubernur Koster Dampingi Menteri LH Tinjau TPS3R di Badung, Minta Masyarakat Siapkan Teba Modern Tiap Rumah

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9
    • 0Komentar

    BADUNG, Matakompas.com – Gubernur Bali Wayan Koster mendampingi Menteri Lingkungan Hidup RI yang juga selaku Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq meninjau dua Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) di wilayah Badung, Kamis (5/3). Dua TPS3R yang ditinjau yaitu TPS3R Abirupa Pertiwi Desa Bongkasa Pertiwi dan Pudak Mesari Desa Darmasaba, Kecamatan […]

expand_less