Breaking News
light_mode
Trending Tags

Wagub Giri Prasta Hadiri Pemelaspas Pura Mas Pidada Tegaskan Komitmen Jaga Spiritualitas dan Budaya

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
  • visibility 14
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BULELENG, Matakompas.com | Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta, menghadiri sekaligus mengikuti persembahyangan dalam rangkaian Upacara Pemelaspas Wangunan lan Pelinggih Pura Mas Pidada di Jalan Pidada, Kelurahan Banyuasri, Singaraja, Buleleng, Rabu, 28 Januari 2026.

Kehadiran orang nomor dua di Bali ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan nilai spiritual, budaya, dan kearifan lokal Bali.

Upacara yang berlangsung khidmat tersebut diikuti oleh krama pengempon, krama pengemong, serta umat sedharma yang dengan penuh ketulusan melaksanakan ngayah lan ngaturang bhakti ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Nuansa sakral dan penuh taksu terasa kuat sepanjang rangkaian yadnya.

Dalam sambutannya, Wagub Giri Prasta menyoroti besarnya pengorbanan krama dalam melaksanakan yadnya. Ia menyebut krama telah mengorbankan waktu, tenaga, dan biaya yang tidak sedikit, mulai dari pelaksanaan upacara di tingkat keluarga, desa adat, hingga rahina jagat. Pengorbanan tersebut juga mencakup pembangunan fisik pura, pengadaan sarana prasarana, serta kelengkapan upacara, termasuk gong sakral.

Wagub Giri Prasta menilai rampungnya pembangunan Pura Mas Pidada saat ini merupakan bentuk investasi spiritual jangka panjang.

 Menurutnya, pembangunan tersebut menjadi “jembatan emas” bagi generasi penerus agar ke depan tidak lagi dibebani persoalan fisik, melainkan dapat lebih fokus pada pelestarian nilai-nilai spiritual dan budaya.

“Ke depan, saat pelaksanaan pujawali, kalau bisa akan didukung oleh pemerintah, sehingga krama cukup hadir untuk ngayah dan menghaturkan bhakti,” ungkapnya.

Wagub Giri Prasta juga mengingatkan agar kemajuan zaman tidak mengikis akar budaya Bali.

Wagub Giri Prasta menyebut Singaraja sebagai salah satu pusat lahirnya maestro-maestro topeng Bali, sehingga pelestarian seni dan budaya harus berjalan seiring dengan pembangunan daerah.

Secara khusus, Wagup Giri Prasta menekankan pentingnya menjaga gong sakral yang ada di Pura Mas Pidada.

Menurutnya, gong tersebut tidak semestinya diganti, melainkan dirawat dan direstorasi apabila mengalami kerusakan karena memiliki nilai sejarah dan spiritual yang tinggi.

Dalam doa yang dipanjatkan, ia berharap masyarakat senantiasa hidup rukun sagilik saguluk sabayan taka serta mencapai kehidupan yang gemah ripah loh jinawi. Pada kesempatan itu, Giri Prasta juga menyerahkan bantuan pribadi sebagai wujud bhakti kepada krama masyarakat dan Ida Sesuhunan yang berstana di Pura Mas Pidada.

Sementara itu, Kelian Banjar Adat Banjar Tegal, Made Kastika, menjelaskan bahwa Pura Mas Pidada merupakan sungsungan jagat sekaligus sungsungan keturunan Gusti Ngurah Batu Lepang yang diempon oleh Banjar Adat Tegal dengan jumlah pengempon sekitar 100 orang. Pura ini menjadi salah satu pura pemaksan di wilayah tersebut.

Menurut cerita leluhur, Pura Mas Pidada memiliki keunikan spiritual dan budaya yang identik dengan peninggalan asal Jawa, seperti kekidungan Dalem Solo yang dilantunkan saat mendak ke segara, gamelan Kedencong yang hanya memiliki kesamaan di Solo, keberadaan paduraksa, serta Ida Sesuhunan yang melinggih meparab Ida Bhatara Mas Makober.

Wagub Giri Prasta juga mengungkapkan bahwa seluruh proses perbaikan dan pembangunan Pura Mas Pidada bersumber dari hibah Program Angelus Bhuana yang disalurkan saat Nyoman Giri Prasta menjabat sebagai Bupati Badung. Atas dukungan tersebut, prajuru adat, dinas, dan krama pengempon menyampaikan terima kasih karena bantuan tersebut dinilai memperkuat semangat krama dalam menjaga warisan leluhur dan kesucian pura.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, jajaran adat dan dinas, serta masyarakat setempat, menandai sinergi antara pemerintah dan krama dalam merawat budaya, spiritualitas, dan jati diri Bali. (red).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Emanuel Luan: “Mahasiswa Harus Berpihak pada Rakyat, Bukan Ditunggangi Kepentingan Politik”

    Emanuel Luan: “Mahasiswa Harus Berpihak pada Rakyat, Bukan Ditunggangi Kepentingan Politik”

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Matakompas
    • visibility 11
    • 0Komentar

    NTT, Matakompas.com- Suara kritis datang dari tokoh muda Malaka, Emanuel Luan, yang menyoroti sikap sebagian mahasiswa asal Malaka di Jakarta. Ia menilai aksi damai yang dilakukan oleh sejumlah anggota Ikatan Mahasiswa Malaka (IMMALA) Jakarta di Kantor DPP Partai Golkar baru-baru ini menyimpan tanda tanya besar. Menurut Emanuel, aksi tersebut tampak tidak murni sebagai gerakan moral […]

  • Politik Lelang Eksekusi Hak Tanggungan

    Politik Lelang Eksekusi Hak Tanggungan

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9
    • 0Komentar

    MATAKOMPAS.COM – Ada kalanya badan hukum maupun perorangan membutuhkan tambahan modal dengan mengajukan permohonan kredit kepada bank. Setelah objek hak atas tanah milik debitur disetujui sebagai agunan (collateral), bank kemudian memberikan fasilitas kredit sesuai dengan limit yang telah disepakati bersama. Artikel ini membentangkan gambaran mengenai politik lelang dalam eksekusi hak tanggungan yang dilakukan oleh bank […]

  • Polres Labuhanbatu Gelar Razia Ramadhan, Sepasang Bukan Suami Istri Diamankan

    Polres Labuhanbatu Gelar Razia Ramadhan, Sepasang Bukan Suami Istri Diamankan

    • calendar_month Minggu, 2 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 813
    • 0Komentar

    LABUHANBATU – Dalam rangka menjaga ketertiban selama bulan suci Ramadhan, Polres Labuhanbatu kembali menggelar razia di sejumlah tempat hiburan malam, hotel, losmen di wilayah hukumnya. Razia yang berlangsung pada Sabtu (1/3/2025) malam ini melibatkan puluhan personel gabungan dari Polres Labuhanbatu, Kodim 02/09 LB, Subdenpom I/1-2 Rantauprapat, serta Satpol PP. Kapolres Labuhanbatu, AKBP Dr. Bernhard L. […]

  • KPK Tangkap Mantan Menteri Desa Abdul Halim, Kakak dari Cak Imin

    KPK Tangkap Mantan Menteri Desa Abdul Halim, Kakak dari Cak Imin

    • calendar_month Rabu, 16 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 954
    • 0Komentar

    JAKARTA,JARRAKPOS.COM- Komisi Pemberantasan korupsi (KPK) mengungkap dugaan keterlibatan Abdul Halim Iskandar, mantan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), dalam kasus korupsi pengurusan dana hibah untuk kelompok masyarakat (pokmas) dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Timur tahun 2019 hingga 2022. Selasa,(15/4/2025). Abdul Halim, yang merupakan kakak dari Ketua Umum PKB […]

  • Kajian Asyik di Bulan Ramadhan, Dispora Bengkulu Dorong Pemuda Lebih Aktif

    Kajian Asyik di Bulan Ramadhan, Dispora Bengkulu Dorong Pemuda Lebih Aktif

    • calendar_month Selasa, 11 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 72
    • 0Komentar

    BENGKULU,Jarrakpos.com – Bulan Ramadhan identik dengan peningkatan ibadah dan kajian keagamaan. Menariknya, tren kajian di kalangan pemuda Bengkulu kini semakin berkembang dengan konsep yang lebih santai dan kekinian, seperti diskusi di kafe, kajian outdoor, hingga tema yang relate dengan kehidupan anak muda. Kepala Bidang Pembudayaan Pemuda Dispora Bengkulu, Indra Jaya Syam, S.Sos, mengapresiasi tren positif […]

  • Jondra Desak Pembongkaran Bangunan Ilegal di Jatiluwih, Dukung Pansus TRAP Bertindak Tegas

    Jondra Desak Pembongkaran Bangunan Ilegal di Jatiluwih, Dukung Pansus TRAP Bertindak Tegas

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 11
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com – Ketua Paiketan Krama Bali Dr. Ir. I Wayan Jondra, M.Si ikut menyoroti Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (TRAP) DPRD Bali menyidak dan menutup beberapa usaha di Kawasan Subak Jatiluwih yang diakui UNESCO. Walaupun terkesan lambat, Gubernur Bali Wayan Koster tidak boleh kehilangan tongkat untuk yang kedua kalinya. Pasca penyegalan oleh […]

expand_less