Kinerja Makro Bali 2025 Melesat, Kemiskinan dan Pengangguran Terendah Nasional
- account_circle admin
- calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR , Matakompas.com – Kinerja pembangunan Provinsi Bali pada tahun 2025 menunjukkan capaian yang cukup impresif. Berdasarkan data indikator makro, sejumlah sektor strategis mencatat hasil positif, bahkan melampaui rata-rata nasional.
Pertumbuhan ekonomi Bali tercatat mencapai 5,82 persen, lebih tinggi dibandingkan angka nasional sebesar 5,11 persen. Capaian ini menandakan pemulihan ekonomi Bali berjalan stabil dan mampu menjaga momentum pertumbuhan di tengah dinamika global.
Tak hanya itu, Bali juga mencatat prestasi signifikan dalam pengentasan kemiskinan. Persentase penduduk miskin berada di angka 3,42 persen, menjadikannya sebagai salah satu yang terendah secara nasional. Angka ini jauh di bawah rata-rata nasional yang mencapai 8,25 persen.
Hal serupa terlihat pada tingkat pengangguran terbuka yang berada di angka 1,45 persen. Capaian ini menempatkan Bali sebagai daerah dengan tingkat pengangguran terendah, sekaligus mencerminkan daya serap tenaga kerja yang cukup baik.
Di sisi lain, indikator pembangunan manusia juga menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bali tercatat sebesar 79,37, berada di atas rata-rata nasional. Sementara itu, angka harapan hidup mencapai 75,46 tahun, menunjukkan kualitas kesehatan masyarakat yang terus membaik.
Namun demikian, tidak semua indikator berada pada posisi unggul. Pendapatan per kapita Bali tercatat sebesar Rp72,7 juta, masih berada di bawah angka nasional sebesar Rp83,8 juta. Hal ini menunjukkan adanya ruang untuk peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara lebih merata.
Sementara itu, tingkat kesenjangan (Gini Ratio) Bali berada di angka 0,333, sedikit lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional, yang mengindikasikan distribusi pendapatan relatif lebih merata.
Di sektor kesehatan, Bali juga mencatat capaian positif dalam penanganan stunting. Angka stunting berada di kisaran 8,7 persen, jauh di bawah rata-rata nasional yang mencapai 19,8 persen.
Secara keseluruhan, capaian indikator makro ini menunjukkan bahwa Bali tidak hanya mampu menjaga stabilitas pembangunan, tetapi juga mencatat keunggulan di sejumlah sektor penting. Ke depan, tantangan yang dihadapi adalah bagaimana menjaga konsistensi pertumbuhan sekaligus meningkatkan kualitas kesejahteraan masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan. (Red)
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar