Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tak Berkategori » Danau dan Hutan Bali di Titik Kritis, Pansus TRAP DPRD Bali Bongkar Dugaan Pelanggaran di Kawasan Danau Beratan

Danau dan Hutan Bali di Titik Kritis, Pansus TRAP DPRD Bali Bongkar Dugaan Pelanggaran di Kawasan Danau Beratan

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
  • visibility 3
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BALI, Matakompas.com – Kabut tipis masih menggantung di atas Danau Beratan. Air danau yang tenang memantulkan bayangan hutan pegunungan Bedugul yang selama puluhan tahun menjadi penyangga kehidupan Bali. Namun di balik lanskap yang tampak damai itu, tersimpan persoalan serius yang kini dibongkar Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali.

Ketua Pansus TRAP DPRD Bali, Dr (c) I Made Supartha S.H., M.H, menegaskan bahwa kawasan hutan dan sempadan Danau Beratan tidak boleh terus dibiarkan mengalami tekanan pembangunan yang mengancam fungsi ekologis Bali.

Dalam rekomendasi resmi Pansus TRAP tertanggal 2 Maret 2026, DPRD Bali menemukan adanya indikasi kuat pelanggaran tata ruang, penyimpangan pemanfaatan kawasan hutan, hingga dugaan manipulasi legalitas lahan di kawasan sempadan Danau Beratan, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.

Menurut Pansus TRAP, pembangunan pariwisata di sekitar Danau Beratan dinilai semakin mengarah pada over-komersialisasi kawasan lindung. Aktivitas pembangunan disebut tidak lagi sejalan dengan daya dukung lingkungan dan mulai mengancam keberlanjutan ekosistem danau maupun hutan di kawasan hulu Bali.

Pansus TRAP menemukan adanya bangunan dan aktivitas usaha yang diduga masuk ke zona sempadan danau, bahkan berbatasan langsung dengan kawasan hutan serta tebing curam. Kondisi itu dinilai bertentangan dengan fungsi sempadan danau sebagai ruang perlindungan air yang seharusnya bebas dari pembangunan permanen.

“Danau dan hutan Bali bukan sekadar ruang ekonomi. Ini adalah ruang hidup yang harus dijaga,” demikian semangat yang tergambar dalam hasil kajian Pansus TRAP.

Temuan paling serius muncul dari dugaan perubahan fisik kawasan di bibir danau. Pansus TRAP mengungkap adanya indikasi pemadatan sempadan danau yang diduga dilakukan untuk menciptakan daratan baru demi kepentingan pemanfaatan tertentu. Praktik itu dinilai berpotensi menjadi bentuk rekayasa ruang yang mengancam integritas kawasan lindung Danau Beratan.

Tidak hanya itu, kawasan hutan di sekitar danau juga disebut mengalami tekanan akibat aktivitas pembangunan yang menempel pada lereng, jurang, dan tebing curam. Pansus TRAP menilai pembangunan di kawasan tersebut berpotensi mengganggu fungsi hutan lindung sebagai pengatur tata air, pencegah erosi, sekaligus penyangga ekosistem Bali.

Made Supartha bersama Pansus TRAP memandang kondisi ini bukan sekadar persoalan administrasi tata ruang, tetapi ancaman nyata terhadap masa depan lingkungan Bali.

Dalam dokumen tersebut, Pansus TRAP juga menyoroti keberadaan Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor 4254 dan SHM Nomor 4088 yang diduga berada di kawasan sempadan danau, kawasan hutan, hingga sempadan jurang. Berdasarkan pencermatan lapangan dan citra satelit, sertifikat itu disebut terindikasi berada di area yang secara normatif tidak layak menjadi objek hak milik.

Pansus TRAP bahkan menyebut adanya kemungkinan manipulasi data empiris dan rekayasa kondisi lapangan dalam proses penerbitan sertifikat tersebut. Dugaan itu diperkuat dengan temuan pemadatan bibir danau yang dinilai dapat digunakan untuk “menciptakan” daratan baru guna mendukung klaim penguasaan ruang.

Atas dasar itu, Pansus TRAP DPRD Bali merekomendasikan penghentian pembangunan di kawasan sempadan Danau Beratan, kawasan hutan, serta sempadan jurang. Selain itu, DPRD Bali juga meminta dilakukan pembongkaran bangunan yang melanggar, peninjauan ulang SHM bermasalah, hingga rehabilitasi kawasan hutan dan pemulihan fungsi lindung Danau Beratan.

Bagi Pansus TRAP, Danau Beratan bukan sekadar destinasi wisata. Danau ini adalah sumber kehidupan Bali, natural water tower yang menopang sistem air di berbagai wilayah Pulau Dewata. Ketika kawasan hutan dan sempadan danau kehilangan fungsi lindungnya, maka yang terancam bukan hanya bentang alam Bali, tetapi juga keseimbangan hidup masyarakatnya.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dispora Provinsi Bengkulu Tekankan Pentingnya Sportivitas dalam Dunia Olahraga

    Dispora Provinsi Bengkulu Tekankan Pentingnya Sportivitas dalam Dunia Olahraga

    • calendar_month Selasa, 11 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 57
    • 0Komentar

    BENGKULU,Jarrakpos.com -Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bengkulu imbau para atlet untuk selalu menjunjung tinggi sportivitas dalam setiap pertandingan. Imbauan ini bertujuan untuk membangun atlet yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter juara. Kepala Dispora Provinsi Bengkulu, Ika Joni Ikhwan, S.E., M.M., menekankan bahwa sportivitas adalah kunci utama dalam membangun fondasi olahraga yang kuat […]

  • Sebanyak 70 anggota Peguron Pencak Silat Bhirawa Anoga Mengikuti Uji Kenaikan Tingkat di Leles Majalengka.

    Sebanyak 70 anggota Peguron Pencak Silat Bhirawa Anoga Mengikuti Uji Kenaikan Tingkat di Leles Majalengka.

    • calendar_month Senin, 14 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 262
    • 0Komentar

    INDRAMAYU JarrakPos.Com- Pencak Silat merupakan olah raga asli Indonesia yang harus terus di kembangkan dan di lestarikan, Pencak Silat keberadaannya sudah diakui sebagai olah raga oleh masyarakat di dunia bahkan ada kejuaraan dunia pencak silat yang pada tahun yang lalu diselenggaran di Dubai Uni Emirat Arab. Kabupaten Indramayu sebagai daerah yang patut diperhitungkan dalam olah […]

  • 10 Cabor Nyatakan Dukungan pada Hatunggal Siregar Jadi Ketua KONI Sumut

    10 Cabor Nyatakan Dukungan pada Hatunggal Siregar Jadi Ketua KONI Sumut

    • calendar_month Rabu, 5 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 813
    • 0Komentar

    Medan – Sejumlah 10 cabang olahraga (cabor) yang tergabung di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Utara, menyatakan dukungan untuk A Kolonel Purn Hatunggal Siregar sebagai calon Ketua KONI Sumut periode 2025-2029. Dukungan dari cabor itu disampaikan pada acara silaturahmi dan perkenalan bakal calon Ketua KONI Sumut di Medan pada Rabu (5/2/2025) sore. Dukungan cabor […]

  • Kejari Indramayu Musnahkan Barang Bukti 128 Perkara, Bupati Lucky Hakim: Kita Perang Terhadap Pelaku Kejahatan!!.

    Kejari Indramayu Musnahkan Barang Bukti 128 Perkara, Bupati Lucky Hakim: Kita Perang Terhadap Pelaku Kejahatan!!.

    • calendar_month Jumat, 18 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 287
    • 0Komentar

    INDRAMAYU JarrakPos.Com- Setelah mendapatkan ketetapan hukum tetap Kejaksaan Negeri Indramayu memusnahkan beberapa barang bukti hasil tindak kejahatan di wilayah hukum Indramayu, Kamis (17/04/2025). Acara dipusatkan di halaman Kejaksaan Negeri Indramayu dengan membakar barang bukti tersebut. Pemusnahan barang bukti tersebut dilakukan setelah penandatanganan berita acara oleh Kepala Kejaksaan Negeri Indramayu (Kajari) didampingi dan disaksikan oleh Bupati […]

  • Gerindra Soroti Ketidakhadiran OPD, Gede Harja Astawa: Pejabat Tak Mampu Harus Diganti

    Gerindra Soroti Ketidakhadiran OPD, Gede Harja Astawa: Pejabat Tak Mampu Harus Diganti

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 1
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com — Rapat Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali kembali diwarnai ketegangan. Agenda yang seharusnya menghadirkan sejumlah pejabat penting dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terpaksa ditunda lantaran ketidakhadiran para pimpinan instansi terkait. Rapat yang digelar pada Senin (20/4/2026) itu sedianya mengundang Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah […]

  • Jro Gde Sudibya: Pansus TRAP Jadi Benteng Terakhir Bali, Bongkar Dugaan Penyimpangan KEK Kura-Kura

    Jro Gde Sudibya: Pansus TRAP Jadi Benteng Terakhir Bali, Bongkar Dugaan Penyimpangan KEK Kura-Kura

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 4
    • 0Komentar

    DENPASAR, Matakompas.com — Polemik proyek Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-Kura Bali di Pulau Serangan kembali memanas dan kini menjelma menjadi perdebatan besar tentang arah masa depan Pulau Dewata. Di tengah ambisi menjadikan Bali sebagai pusat investasi dan ekonomi global, publik justru dikejutkan oleh berbagai dugaan persoalan mulai dari tata ruang, konversi mangrove, hingga isu kesucian […]

expand_less